Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Manusia atau Malaikat


__ADS_3

Masih berdiri disamping pintu, tangan seseorang itu pun masih memegang handle pintu kamar rumah sakit di mana Ayunda dirawat. Dalam hati seseorang itu, merasa bersyukur Ayunda tidak terluka parah.


Namun, tak dapat dipungkiri pula dalam lubuk hatinya ia merasa bersalah pada wanita yang sedang terluka tubuhnya karena berusaha menyelamatkan dirinya, bahkan Raffa tak menyangka ia akan membuat luka yang lebih sakit daripada luka tubuh yang dirasakan Ayunda, yaitu luka hati.


Tak sedikitpun terlintas di hati dan di fikiran Raffa untuk melukai hati wanita sebaik, selembut dan se-shalihah Ayunda karena dulu pun sebenarnya, ia pernah ada rasa pada Ayunda namun takdir berkata lain.


Ummi Hannah dan Ayunda yang mendapati bahwa Raffa mendengar pembicaraan mereka, dengan cepat Ummi Hannah mempersilahkan Raffa masuk dan mengalihkan pembahasan.


Kali ini Ummi Hannah mendekati Raffa seraya mempersilahkan Raffa untuk melihat keadaan Ayunda,


"Mari sini Raffa! Alhamdulillah kata dokter Ayunda tidak mengalami luka yang parah, hanya perlu banyak istirahat untuk pemulihan tubuhnya yang terserempet"


"Dan setelah dapat penanganan yang baik selama beberapa hari ke depan setelah itu Ayunda sudah bisa kembali pulang"


Ummi Hannah tengah menjelaskan keadaan Ayunda namun pemandangan Ayunda yang mengusap-ngusap air matanya secara sembunyi-sembunyi agar tak terlihat oleh Raffa itu pun tak luput dari penglihatan Raffa. Maksudnya walaupun di tutupi seperti itu, Raffa tau akan kesedihan yang dialami Ayunda saat ini.


Dengan cukup sengaja, Raffa kini menatap Ayunda.


Raffa ingin mengetes sekuat apa Ayunda akan menyembunyikan kesedihan yang dialaminya karena dirinya (Raffa).


Ternyata sebuah senyum terukir di bibir wanita yang sebenarnya tengah mendapati luka ganda itu. Seulas senyum yang menanadakan ia baik-baik saja dan ia kuat. Itulah yang dapat Raffa tangkap pada raut wajah Ayunda saat memberikan senyum nya.


Bagaimana kalian bisa menutupi kesedihan kalian seperti ini? Terutama kamu Ayunda?


Apa kamu fikir saya tidak tau apa yang kamu alami saat ini?


Ya Allah betapa baiknya mereka.


Mereka ini manusia atau malaikat yang menyamar menjadi manusia?


Raffa yang tak habis fikir pada Ibu dan anak yang menyembunyikan kesedihannya di depan orang yang sebetulnya telah membuat mereka sedih.


"Silakan temui Ayunda Raffa!"


Ah, suara Ummi Hannah menyadarkan Raffa dari apa yang terlintas di hatinya.


Melihat kedua wanita dihadapannya yang saling tatap dengan langkah pelan Raffa mendekati tempat berbaring Ayunda saat itu,


Raffa berjalan dan berhenti tepat di samping Ayunda. Ayunda tak berani melihat ke arah Raffa,

__ADS_1


Ayunda hanya memalingkan wajahnya dan menatap ke arah yang berlawanan.


"Alhamdulillah, kamu tidak terluka parah Ayunda, saya sangat senang mendengar kabar itu" ujar Raffa cukup tak enak hati kalau boleh jujur,


"saya cuma bisa mengucapkan terimakasih kepada kamu karena sudah bertaruh nyawa untuk menyelamatkan saya"


"Sama-sama Raffa sudah seyogyanya sesama manusia harus saling tolong-menolong" sahut Ummi Hannah yang tak tega saat melihat putrinya yang cukup lelah menagis dan menutupi keadaan hatinya


"Ayunda terimakasih telah berkorban untuk saya" ucap Raffa sekali lagi


Ayunda pun menguatkan diri untuk menjawab rasa terimakasih itu,


"Sama-sama Pak Raffa dengan senang hati saya melakukan itu" menampilkan kesan bahwa ia baik-baik saja bahkan sangat baik-baik saja


Raffa tak berdaya,


dia tidak tau harus apa lagi?


Harus melakukan apa agar Ayunda tak terluka seperti ini?


Lebih lagi Ayunda menyembunyikan luka di hatinya itu.


"Iya Pak Raffa" jawab Ayunda dengan manis dan tulus seperti biasanya


Raffa yang tak tahan dengan Ayunda yang begitu pandai menutupi lukanya itu hampir menitikan air matanya, dengan segera mengusap air matanya sebelum menetes.


Ayunda yang mengetahui akan hal itu, tak mau beranggapan yang tidak-tidak. Harapan bahwa ada sedikit harapan untuk Ayunda menempati hati Raffa dan Raffa akan memilih dirinya ataupun harapan lainnya.


"Katakan saja, Apa yang ingin Anda katakan Pak Raffa?" Ayunda menegaskan kembali


Raffa berusaha menenangkan hati dan fikirannya saat ini, karena saat ini Raffa sendiri benar-benar merasa sangat bersalah pada Ayunda.


Ayunda menurutnya adalah wanita baik yang tak pantas rasanya untuk disakiti.


Raffaa masih ingat betul , senyuman Ayunda saat memberikan sandwich padanya sebagai ucapan terimakasih atas saputangan yang ia berikan.


Raffa juga masih ingat,


saat pertama kali bertemu Ayunda di ruangan pak Fahri,

__ADS_1


tepatnya saat itu Raffa menjadi malaikat penolong yang Allah kirimkan untuk menolong Ayunda. Menolong dari kemarahan pak Fahri sang perfeksionis.


Dan Raffa masih sangat ingat,


Ayunda yang menangis kala itu entah karena apa? Raffa tak berani untuk menanyakan lebih dalam pada Ayunda saat itu. Walaupun hatinya sangat ingin tau dan kalau bisa juga menghibur dan menenangkan Ayunda, tapi apalah daya hanya sapu tangan yang bisa Raffa berikan pada Ayunda saat itu, tapi siapa sangka Ayunda sangat merasa tertolong walaupun hanya dengan saputangan yang Raffa berikan.


"Ayunda kamu itu misterius di samping itu kamu juga sangat baik" Raffa bermonolog dengan dirinya sendiri sambil masih mengingat saat ia bertemu dan bersama Ayunda. Raffa juga ingat bagaimana takdir mempertemukan mereka secara terus-menerus dalam satu hari itu"Aneh tapi nyata!" fikir Raffa dalam hati.


Raffa tersenyum kecut merasa marah pada dirinya sendiri saat melihat wanita baik yang sedang menunggu apa yang ingin diucapkan Raffa sedari tadi.


"Ayunda saya tau saya telah membuat kamu terluka dan menderita"


"Maafkanlah saya Ayunda! Walaupun hatimu belum sepenuhnya bisa memaafkan saya"


"Tidak pernah ada niat sedikit pun dalam hati dan fikiran saya memberimu luka ganda dalam sekejap seperti sekarang ini"


"Apa maksud Anda Pak? Luka ganda? Tubuh saya saja kok Pak yang terluka" Ayunda mengatakan dengan mengarahkan wajah ke Raffa sekilas


Hening kembali...


Raffa paham Ayunda bukan wanita sembarangan. Ayunda tidak seperti wanita pada umumnya. Raffa yang awalnya ingin mengatakan bahwa ia sudah tau mengenai perasaan Ayunda untuknya, mengubah untuk membatalkan saja. Biarkanlah Ayunda benar-benar pulih dan membaik. Lebih baik kalau sekarang ia tidak menampakkan diri di hadapan Ayunda agar Ayunda tak ingat akan luka ganda yang harus di dapat karenanya.


Tak ingin semakin menambah kesedihan pada wanita di hadapannya yang tampak sedih dan kecewa meskipun berusaha untuk ditutupi, Raffa pamit pergi dari ruangan itu saat itu juga.


"Ummi, Ayunda saya pergi dulu. Terimakasih sudah memperbolehkan saya masuk"


Raffa melangkahkan kaki meninggalkan Ayunda dan Ummi Hannah. Raffa menatap Ayunda, sekilas ingin rasanya mendekap Ayunda dan menenangkan saat itu juga, namun itu tidak mungkin terjadi dan di lakukan Raffa. Raffa bukanlah mahrom bagi Ayunda. Selain itu,


Raffa juga harus ingat pada pernikahannya yang tinggal seminggu lagi.


𝓐𝓼𝓼π“ͺ𝓡π“ͺ𝓢𝓾'π“ͺ𝓡π“ͺ𝓲𝓴𝓾𝓢 𝓦𝓻 𝓦𝓫


Selamat malam untuk para readersku tersayang!πŸ€—


Alhamdulillah, karya ini akhirnya lulus kontrak. Ini semua tidak lepas dari dukungan, do'a, support, comment dan like dari readers tersayang di manapun kalian berada.


Mohon do'anya selalu yaa para readersku tersayang πŸ˜‡πŸ™.


Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan iman dan ketaatan dalam menjalankan ibadah. Tak terlupa semoga hidup kita dilimpahi penuh dengan keberkahan yang selalu menyertai kita. Aamiin.

__ADS_1


𝓦π“ͺ𝓼𝓼π“ͺ𝓡π“ͺ𝓢𝓾'π“ͺ𝓡π“ͺ𝓲𝓴𝓾𝓢 𝓦𝓻. 𝓦𝓫


__ADS_2