
Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda bahwa ada dua nikmat yang begitu besar untuk manusia.
Kedua nikmat itu adalah nikmat kesehatan dan waktu senggang. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas.
Sungguh amat disayangkan banyak manusia melupakan kedua nikmat ini begitu saja.
Kesehatan memang mahal harganya dan
beruntunglah Ayunda ia tidak terluka parah,
ia juga mendapat penangan terbaik dari rumah sakit itu. Semua itu adalah Raffa yang melakukannya.
Dan pada Pagi hari itu,
Raffa sudah kembali menjeguk Ayunda bahkan ia juga membawakan bubur yang disiapkan sang Mama untuk sarapan Ayunda.
Suara salam dari depan pintu cukup berhasil membuat terkejut dua wanita yang berada di kamar inap itu. Penuh keramahan Raffa disambut dan dipersilakan menengok Ayunda. Sementara itu, datang suster untuk memeriksa kondisi Ayunda. Bersamaan dengan itu datang pula Abah Ridho dan Reyhan menengok kondisi terkini Ayunda.
Ingin rasanya dua pria itu gantian menjaga Ayunda, mereka amat kasian melihat Ummi Hannah yang sepertinya butuh istirahat. Tapi pekerjaaan mereka juga penting dan perlu untuk segera diselesaikan.
Atas saran Reyhan,
Reyhan akan meminta Bi' Inem untuk menggantikan Ummi Hannah menjaga Ayunda. Seorang laki-laki yang pagi itu berkunjung dengan lapang dada ia menawarkan diri untuk menjaga Ayunda,
"Emm, kalau diperkenankan biar saya saja yang menjaga Ayunda di sini"
"Tidak usah Raffa. Nanti malah merepotkan kamu"
"kamu pasti juga ada kesibukan tersendiri"
"Anggap saja ini sebagai bentuk tanggung jawab saya pada Ayunda, jadi saya mohon jangan ditolak"
"Baiklah kalau itu mau kamu, kami tidak akan menolaknya"
"Ayunda, kamu di sini dulu sama pak Raffa, Ummi pulang sebentar nanti akan balik lagi"
"Enggak apa kan sayang?" Ummi Hannah memastikan
"Enggak kok Ummi" Ayunda merelakan
"Kalau kamu mau sarapan nanti tunggu Bi' Inem datang"
"Baik Ummi"
Mereka pun pergi dari hadapan Ayunda, hanya Raffa yang menjaganya saat ini.
Raffa tersenyum ke arah Ayunda saat Ayunda melihat ke arahnya, tiba-tiba saja hidung Ayunda gatal dan ia pun bersin. Melihat hal itu Raffa tertawa tapi ia tahan dan Raffa mengeluarkan sapu tangan yang pernah dibawa Ayunda sebelumnya. Terjadilah candaan diantara keduanya.
"Sapu tangan itu?" Ayunda tertawa kecil sambil menatap ke arah Raffa.
Raffa menyerahkan sapu tangannya kembali. Sapu tangan yang dulu pernah ia berikan kepada Ayunda dengan menegaskan bahwa,
"Kali ini kamu tidak perlu mengembalikannya kembali pada saya, Ayunda!"
Ayunda tersenyum dan tertawa karenanya, Raffa pun juga demikian ikut tersenyum dan tertawa karena teringat moment sapu tangan yang pernah terjadi antara mereka.
__ADS_1
Setelah cukup puas melihat Ayunda yang tertawa karenanya, Raffa berpesan pada Ayunda,
"Ayunda, kamu harus selalu bahagia"
Ayunda mengerutkan dahinya tersirat pertanyaan dalam hati dan fikiran nya akan perkataan Raffa barusan,
"Supaya kamu lekas sembuh karena Saya membutuhkan bantuanmu untuk merekap data mahasiswa saya"
"Masih perlu bantuankah Pak?" Ayunda masih tertawa karena pernyataan Raffa itu
"Eemm, sepertinya tidak lagi karena sekarang saya insyaAllah sudah semakin ahli"
"Oh iya, masyaAllah sekarang Pak Raffa 'kan sudah memperoleh gelar magister. Iya 'kan Pak?" Ayunda berkata kemudian menundukkan pandangannya, memainkan jari tangannya. Sesaat ia ingat bunga yang ingin di berikan kepada Raff apalagi di bunga itu tersemat puisi ungkapan hatinya.
"Dimanakah bunga itu?
Ah, mungkin juga sudah terinjak tak karu-karuan bersama puisi dan kartu ucapan yang tersemat indah di karangan bunga itu"Ayunda bermonolog dalam hati
"I am just kidding, Ayunda"
"Bagaimana pun saya cuma manusia biasa yang membutuhkan bantuan orang lain"
Menjadi pendengar yang baik itulah yang dilakukan Ayunda, beberapa saat setelahnya datang Bi' Inem menggantikan Ummi Hannah serta membawa baju ganti dan makanan juga.
Melihat sudah ada yang menjaga Ayunda terlebih juga sudah jam sarapan Ayunda, Raffa pun bangkit dan pamit pergi.
"Pak Raffa terimakasih untuk buburnya dan sudah menemani saya"
Raffa mengangguk seraya tersenyum pada Ayunda dan melangkah pergi namun Ayunda kembali memanggilnya,
Raffa mengangguk seraya tersenyum pada Ayunda dan melangkah pergi namun Ayunda kembali memanggilnya,
"Dan saya ucapkan selamat untuk pernikahan Anda yang akan segera terselenggara. Semoga dimudahkan dan dilancarkan"
Raffa diam seribu bahasa, pada akhirnya ia tersenyum dan mengaaminkan do'a Ayunda tak lupa berterimakasih pula.
Raffa juga sudah menyerahkan sepucuk surat untuk Ayunda namun surat itu sudah tertata apik bersama kotak makanan yang ia berikan untuk Ayunda. Ya Raffa tak tau harus memulai darimana maka dari itu ia menulis apa yang ingin hatinya utarakan dalam bentuk surat.
...****************...
Bi' Inem membukakan bubur yang dibawakan Raffa untuk Ayunda. Tadi, Ayunda berkata ingin sarapan bubur dan beruntunglah Raffa membawakan bubur yang terlihat sangat nikmat.
Bibi membukanya dan hendak menyuapi Ayunda, namun saat dibuka ada sesuatu pula di samping kotak bubur itu.
Tersemat secarik kertas yang terbungkus rapi dalam kotak bubur itu, Bibi menyerahkan pada Ayunda. Ayunda pun menggegam secarik kertas itu, hingga sudah makan beberapa suapan dari Bi' Inem, Ayunda baru membuka dan membaca secarik kertas yang cukup menarik itu.
Dibukalah kertas itu dengan lembut dan pelan oleh Ayunda, dibacanya goresan tinta itu dengan seksama dan sepenuh hati.
__ADS_1
~πππΎπ·ππͺ πππ₯~
Pak Raffa ia menghampiri ku, ia berusaha mencairkan suasana antara kami. ia juga berusaha menghiburku dengan mengeluarkan sapu tangan yang pernah di berikan padaku. Saat ini aku bersin dengan tiba-tiba, dan ia yang melihat itu langsung mengeluarkan sapu tangan itu.
"Sapu tangan itu?" ucapku saat pak Raffa memberikannya padaku, setelah itu ia bilang bahwa kali ini aku tak perlu mengembalikannya anggap saja itu sebagai kenangan.
Aku tertawa, ia pun ikut tertawa, aku bahagia sekali saat bisa seperti ini bersamanya. Lalu kami kembali terdiam satu sama lain dan ia mengatakan sesuatu padaku, dia mengatakan bahwa aku harus selalu bahagia. Aku tak tau apa maksudnya? Tapi, setelah membaca secarik kertas yang terbungkus rapi dalam kotak bubur itu, aku menjadi maksud "aku harus selalu bahagia" yang diucapkannya.
Pak Raffa,
saya bahagia walaupun sekarang tubuh saya sakit rasanya,
karena dengan luka ini, Saya bisa merasakan dijaga oleh orang yang saya cinta
meskipun kamu tak bisa kumiliki Pak Raffa.
Karena cinta itu sebuah ketulusan bukan keegoisan.
Kamu layak mendapatkan kebahagiaanmu meskipun kebahagiaanmu itu bukan ada bersamaku.
~Kata hati Ayunda~
...****************...
~π‘πͺπ―π―πͺ πππ₯~
Aku Raffa Abimanyu al-Ghifari,
sejak kecil aku selalu diajarkan tanggung jawab dan kebijaksanaan oleh Mama dan Papaku,
tapi hari ini rasanya aku tak mampu untuk bertanggung jawab atas luka yang didapati Ayunda.
Walaupun luka itu tak pernah ingin kulakukan padanya namun takdir Tuhan berkata lain.
Kita semua selalu yakin dan tau bahwa segala yang menjadi kehendak-Nya itulah yang terbaik. Bukan cuma untuk satu atau dua hari, tapi seterusnya. InsyaAllah.
Aku begitu tak menyangka Ayunda akan senekad itu untuk menyelamatkanku saat peristiwa kecelakaan itu.
Gadis itu, walaupun tau aku akan menikah tapi dengan ketulusan cintanya dia mengorbankan diri untuk kehidupanku.
Aku sangat bersyukur dan terharu ada orang baik yang selalu mengeliligiku termasuk dia, Ayunda.
Ayunda, Mahasiswa yang selalu aku repotkan dan ternyata kini harus mendapat luka ganda karena ku pula.
Aku bahagia bisa melihat senyum dan tawanya hari ini. Ya setidaknya aku bisa menghiburnya semampuku dan aku akan berdo'a yang terbaik untuk Mahasiswa sebaik dan setaat dia.
Maafkan aku Ayunda tak bisa membalas cintamu, takdir Tuhan tidak menghendaki kita bersama. Kamu pernah menjadi seorang wanita yang membuatku bimbang sebelum aku akan melangkah ke jenjang yang lebih serius bersama Azzalia.
Aku meminta petunjuk manakah yang terbaik untukku dirinya atau dirimu, dan Allah menunjukkan aku untuk bersamanya. Kalian sama-sama wanita baik, terlebih kamu Ayunda. Saya yakin, Allah telah mempersiapkan sosok yang terbaik untukmu. Bahkan lebih baik dari saya.
Kamu pasti ingat firman Allah yang menegaskan bahwa "Jodoh yang baik ditangan orang yang baik dan begitu pula sebaliknya"
Jadi, Ayunda semoga Allah membalas kebaikanmu dengan lebih baik.
__ADS_1
~