Bertahan

Bertahan
Part 28 S 2


__ADS_3

"Kita mau bertemu client dimana?". tanyaku pada Mila.


"Kamu harus ke cafe Que. Aku sudah memesan meja kau hanya tinggal berangkat saja".


"Apa aku sendiri kali ini?". Aku menghela nafas panjang. "Aku tidak mungkin melakukanya sepertimu". kataku lagi.


"Kamu ikut aku sudah hampir tiga tahun. Kau juga selalu menemaniku, kali ini kamu akan menjadi asistenku". Mila mengatakan dengan santainya, sedangkan aku masih memikirkan bagaimana cara melakukanya.


"Baiklah, aku akan berangkat sekarang". Aku mengambil berkas yang ada di meja Mila.


"Selamat bertugas asisten cantikku". Tawa Mila lepas begitu melihat wajah murungku.


Pekerjaan sebagai wedding organizer tidaklah mudah. Selama ini aku hanyalah orang yang membuntuti Mila karna tidak ada kerjaan lain.


💝 💝 💝


Sampai di cafe aku tidak menemukan pasangan yang akan menjadi client kami. Aku hanya melihat wanita yang duduk sendiri di meja yang dipesan Mila.


"Permisi, apa benar dengan Yesi?". tanyaku.


"Benar sekali. Dimana Mila?". tanya Yesi dengan wajah cantiknya.


"Maaf, Mila sedang ada urusan penting. Kau bisa membicarakan semuanya denganku". Aku berhenti sejenak. "Oh ya, namaku Alisha". kataku lagi.


"Sayangnya aku kesini juga sendiri tanpa calon suamiku". katanya dengan tawa.


Aku ikut tertawa. Kami langsung membahas tentang pernikahan yang diinginkan Yesi dengan pasanganya. Aku mencatat dan beberapa kali memastikan lagi. Pekerjaan ini sangat sulit bagiku kenapa Mila sangat santai untuk semua hal.


"Kalau sudah selesai apa aku boleh pergi?". tanya Yesi. Beberapa kali dia terlihat mengecek ponsel dan jam tanganya.


"Sudah. Trimakasih untuk waktunya". kataku pada Yesi.


"Sama-sama, aku sudah bayar semuanya. Aku pergi dulu".


Bagiku Yesi adalah sosok yang sempurna. Baik, cantik dan juga rendah hati. Sayangnya aku hanya wanita biasa yang mungkin membosankan bagi laki-laki.


💝 💝 💝


"Alisha. Alisha". Aku menoleh saat mendengar seseorang memanggilku.


Tidak ada siapapun. Aku kembali berjalan dengan hati yang masih was-was untuk memberikan laporan pada Mila.

__ADS_1


"Alisha, kenapa kau tetap berjalan saat aku berulang kali memanggilmu".


Aku melihat Zefan yang masih tetap dengan omelanya jika menemuiku.


"Ada apa?". tanyaku padanya.


"Apa kau sudah makan?".


"Sudah bersama clientku tadi. Kenapa kau ada disini?". tanyaku pada Zefan. Ini daerah kantor Mila dan untuk apa dia ada disini sekarang.


"Aku sudah ke kantormu kata Mila kau sedang ada tugas".


"Betul. Kita bertemu nanti saja, aku harus bekerja sekarang".


"Kau harus tetap ikut aku sekarang, aku sudah meminta ijin untukmu". Zefan membuka pintu mobilnya dan menyuruhku masuk.


"Kau selalu saja seperti ini. Apa maumu sebenarnya?". tanyaku pada Zefan.


Zefan menoleh padaku dan menatapku. "Kau tahu apa yang aku inginkan. Aku.." Zefan menjeda kalimatnya. "Aku menginginkanmu".


"Aku yakin kepalamu baru saja terbentur sesuatu. Kau tidak tahu aku bagaimana dan mengapa aku bisa pindah ke kota ini". Aku membuang muka. Kembali hati ini merasakan sesak. Hati ku masih terpaut denganya, mana mungkin aku bisa mencintai yang lain.


"Aku akan mencari tahu dan akan menerima semuanya".


"Aku mau makan mi pedas".


"Aku tahu itu". Dan kami tertawa. Selama ini hanya Zefan yang tidak tahu tentang diriku.


💝 💝 💝


Setelah selesai memberikan laporan pada Mila aku langsung kembali kerumah. Tidak ada yang menungguku memang tapi aku merasa lebih tenang dan bebas.


"Kamu tidak ingin aku mampir?" tanya Zefan dengan lucunya.


"Tidak, hari ini aku sangat lelah. Lebih baik kamu pulang". kataku dengan nada yang datar.


"Kau memang seperti itu padaku".


Aku memang sengaja bersikap seperti ini, bukan karna apa. Aku hanya tidak ingin Zefan terlalu berharap dengan diriku.


"Maaf, aku lelah dan ingin istirahat". kataku.

__ADS_1


"Aku tahu kau tidak ingin aku masuk kerumahmu".


"Bukan seperti itu".


Zefan memberikan sebuah berkas padaku. "Lihat ini, aku sudah menerima semuanya". Zefan langsung tancap gas.


Aku menghela nafas panjang dan membuka berkas itu. Dataku dan semua tentang aku tiga tahun lalu. Aku tidak menyangka jika Zefan melakukan hal ini untukku.


💝 💝 💝


Mataku tidak bisa aku tutup. Wajah Aqil masih saja berseliweran difikiranku. Tidak tahu dengan apa agar semua ini hilang. Bahkan sampai saat ini aku masih tidak tahu apa yang dilakukan Aqil pada Mei dan Gama.


"*Hallo Giel".


"Tumben telfon mbak*?". kata Giel dengan senangnya.


Aku memang sesekali menelfonya untuk menanyakan kabar toko.


"*Mbak, Pak Aqil sering datang dan mencari mbak lho. Bahkan Mei dan Kakaknya itu sudah dijebloskan kepenjara".


"Apa semua kasusnya sudah jelas*?".


Aku baru tahu jika Aqil benar-benar melakukan hal ini. Aku mengira dia hanya bicara omong kosong agar aku tetap berada disisinya.


"Sudah. Yang membuat semakin berat kasus kecelakaan siapa gitu mbak".


Aqil juga memikirkan diriku dan orang tuaku. Betapa jahatnya aku sekarang ini.


"*Jangan biarkan Aqil tahu tentang aku ya Giel. Apapun yang dia lakukan pura-pura saja kau tidak tahu".


"Tenang saja mbak".


"Kalau begitu sudah dulu ya. Sudah malam, kamu juga harus istirahat".


"Ok mbak. Selamat malam".


"Malam*".


Aku merebahkan diriku. Apa yang aku lakukan salah ya. Aku meninggalkan Aqil tanpa alasan yang jelas. Aku masih mencintainya sampai saat ini. Tapi, apa Aqil masih merasakan hal yang sama denganku?.


💝 💝 💝

__ADS_1


to be continued


__ADS_2