Bertahan

Bertahan
Part 49 S 2


__ADS_3

Mila belum datang juga padahal dia yang mengajakku bertemu di cafe ini. Dia akan membahas tentang fitting baju. Beberapa kali aku mencoba menghubunginya tapi tidak ada jawaban.


"Al, maaf. Aku benar-benar terlambat, aku baru melihat baju pernikahanmu dan lupa jika harus bertemu dengan kamu." Panjang lebar Mila mencoba menjelaskan.


"Tidak masalah, aku sudah memesankan kamu minum."


Mila langsung meneguk minuman itu dengan cepat. Dia terlihat seperti orang yang tidak pernah minum. Aku hanya menggelengkan kepalaku.


"Zefan? dimana dia?" tanya Mila setelah selesai minum.


"Dia tidak ikut. Kamu kan hanya menyuruhku saja."


"Kalau begitu besok saja kalian fitting baju," kata Mila. Dia kembali memesan satu gelas jus lagi.


"Bagaimana kabarmu? apa kamu baik saja saat aku tidak di sini?" tanyaku pada Mila.


"Lihat saja, aku semakin kurus karena mengurus pamanmu itu." Mila terlihat sedang marah.


Pasti sudah terjadi sesuatau antara Mila dan Vidi. Aku menatap Mila yang masih belum bisa menyembunyikan kemarahanya.


"Apa yang membuat kamu marah pada Vidi?"


"Lupakan tentang aku dan Vidi. Bagaimana bulan madumu dengan Zefan?"

__ADS_1


Pertanyaan macam apa yang terlontar dari mulut Mila.


"Aku bahkan belum menikah dengan Zefan," kataku pada Mila.


Mila hanya tertawa, apa yang terjadi padamya hari ini hingga bisa tertawa sampai seperti itu. Tidak lama Vidi datang dia terlihat sedang mencari seseorang. Mungkin dia mencari Mila.


"Dia ada di sini," kataku pada Vidi.


"Akhirny aku menemukan kamu, ayo kita kembali ke butik dan ambil baju pernikahan Zefan dan Al." Vidi mencoba menarik tangan Mila yang masih diam. Kini Mila kembali cemberut.


"Jadi bajuku belum di ambil?" tantayaku pada Vidi dan Mila.


"Bukan begitu Al, pamanmu ini yang mengesalkan. Aku meminta dia untuk menikahiku dan dia selalu beralasan belum siap." Kali ini Mila mengatakan masalah apa yang ada sedang di hadapinya.


"Mila aku janji saat acara resepsi Al, aku akan memalarmu. Lamaran ini akan di saksikan oleh banyak orang," kata Vidi mencoba meyakinkan Mila.


"Iya, Janji."


Aku seperti melihat drama dalam dunia nyata. Bahkan beberapa orang yang mendengarkanya bertepuk tangan bahagia untuk Vidi dan Mila.


"Kalau begitu, sekarang kita kebutik dan mengambil baju pernikahan Al. Kita buat semeriah munhkin pernikahan ini." Dengan semangat Mila menggandeng Vidi.


Vidi melamvaikan tanganya padaku dan berkata, "Sampai bertemu lagi Al."

__ADS_1


Mereka kembali meninggalkan aku sendirian. Aku mengambil ponselku dan melihat jam, ternyata sudah sore. Lebih baik aku kembali ke apartemen.


💝💝💝


"Bagaimana Al, apa kau sudah mengingatku?" tanya Aqil yang terus mengikutiku.


Aku tidak sengaja bertemu dengan Aqil saat membeli sebuah dasi untuk Zefan. Aqil terus mengikutiku hingga sampai di parkiran mall.


"Aku tidak akan mengingat kamu, yang aku tahu sekarang kalau kau adalah pembunuh orang tuaku. Tidak ada gunanya lagi untuk mengingat." Aku mengatakan semuanya dengan lantang padahal hatiku sangat takut.


"Aku kira kamu masih mencintaiku, tapi ternyata kamu hanya ingin aku semakin marah dan menyiksa Mei."


"Kenapa kamu membaw Mei dalam hal ini. Bukankah Mei tidak ada hubunganku." Aku melepaskan barang yang aku beli.


"Karena dia tahu tentang masa lalu kita, jika dia aku lepaskan. Mungkin dia akan mengatakan semuanya padamu." Aqil mendekat dan berbisik padaku, "Ingat Al, aku masih mencintaimu sampai saat ini."


"Kau di sini?"


Aku mendorong Aqil begitu mendengar suara Yesi. Aku tidak mau Yesi mengusikku lagi.


"Aku menunggumu sejak tadi dan bertemu dengan Al. Aku ngobrol sedikit denganya," kata Aqil yang langsung memeluk Yesi.


Kembali aku harus melihat kemesraan yang tidak seharusnya aku lihat. Aku masih menyimpan rasa pada Aqil namun aku harus menguburnya sedalam mungkin. Aku harus bisa mencintai Zefan.

__ADS_1


💝💝💝


to be continued


__ADS_2