Bertahan

Bertahan
Part 47 S 2


__ADS_3

Sarapan pagi ini Zefan mengajakku kesebuah cafe di seberang hotel. Banyak juga yang mengantri untuk memesan makanan atau kopi di sana.


"Hari ini kau akan kemana?" tanya Zefan padaku.


"Mungkin aku akan ke toko bunga. Giel ada di sana, tapi kata detektif ada sesuatu antara Giel dan Aqil. Aku tidak tahu apa." Aku kembali meminum tehku. Aku memang tidak suka kopi.


"Aku akan ikut kamu, aku nggak mau kejadian di rumah Aqil terulang lagi," kata Zefan.


"Lebih baik kau pulang saja, Fan. Kasihan Mama, aku di sini juga tinggal dua hari lagi," kataku pada Zefan.


"Tenang saja, anggap aja ini liburan pra nikah, jangan pernah memaksakan diri Al." Zefan memegang tanganku. Dia tahu aku merasa sendiri dan sulit mengingat masa laluku.


Jika saja aku ingat. Mungkin aku tidak akan seperti ini dengan Aqil, dia juga tidak akan menyiksa orang lain.


"Jangan banyak melamun, katanya mau ke toko bunga?" tanya Zefan saat aku sedang memikirkan cara agar aku ingat semuanya.


"Baiklah, ayo."


Kami keluar dari cafe dan langsung meluncur ke toko bunga. Sebelum aku sampai aku sengaja menelfon Giel.


"Hai Giel. Lama nggak bertemu." Giel langsung memeluk diriku. Aku menyambut senang pelukanya.

__ADS_1


"Mbak Al, ke sini kapan? kok baru ngabarin. Jadi aku kan nggak jemput Mbak di bandara." Giel mengajakku duduk.


"Oh ya Giel. Aku mau kenalin, ini Zefan tunangan aku."


Zefan dan Giel berjabat tangan dan menyebutkan nama masing-masing. Kami ngobrol cukup lama. Aku tidak tahu apa yang salah dari Giel kenapa aku harus tahu juga latar belakangnya. Dia gadis yang baik dan penurut menurutku.


"Mbak mau minum?" tanya Giel kemudian.


"Tidak Giel. Aku dan Zefan mau langsung jalan. Banyak hal yang harus kita urus." Akupun berpamitan pada Giel.


"Kami pergi dulu, dadah Giel." Zefan melambaikan tanganya pada Giel dan di sambut bahagia.


"Menurutmu apa ada yang salah dari Geil?" tanyaku pada Zefan saat kami sudah di dalam mobil.


Aku tidak tahu Zefan akan mengajakku kemana. Sia terus memegang tanganku, sampai di tempat tujuan.


"Ini dimana?" tanyaku pada Zefan.


"Ini taman main terbesar di kota ini, aku tidak tahu apa kamu punya kenangan masa kecil di sini. Aku hanya ingin membantumu."


Kami turun dari mobil. Zefan mengajakku main seluruh wahana. Bagiku Zefan yang terbaik, dia melakukan apapun untukku. Dia juga membantuku mengingat kembali masa lalu yang hilang dari diriku.

__ADS_1


"Aku ingin segera kembali," kataku pelan.


"Aku juga ingin secepatnya kau menjadi milikku," Zefan memegang tanganku.


Kami sudah mencoba semua wahana tapi aku tetap tidak ingat apapun. Lelah rasanya mencoba.


"Jangan menyerah. Aku akan selalu mendampingi kamu."


"Maaf, aku jadi merepotkanmu. Padahal tidak ada hubunganya denganmu." Kami duduk di sebuah bangku yang berada di bawah pohon.


"Kata siapa tidak ada hubunganya denganku. Kamu calon istriku, aku tidak mau kamu terbebani karna pria lain atau masalah."


"Sekarang kita kembali ke rumah. Percuma di sini, aku masih belum ingat apapun." Aku mengajak Zefan untuk kembali pulang. Dia juga setuju denganku.


"Kita akan kembali, tapi sebelum itu kita harus ke makam orang tuamu. Aku akan meminta restu mereka." kata Zefan padaku.


"Aku sampai lupa, tapi kau malah mengingatnya."


"Ini sudah kewajibanku. Ayo kembali ke hotel dan istirahat."


Kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan akan ke pemakaman Mama dan Papa besok pagi.

__ADS_1


💝💝💝


to be continued


__ADS_2