
Aku sudah siap untuk berangkat ke makam Ayah dan Ibu. Aku menunggu Zefan sudah cukup lama tapi dia tidak kunjung turun ke parkiran. Aku putuskan untuk menjemputnya kelantai atas.
"Mau kemana?" tanya Zefan saat kami berpapasan di tangga. Untung saja aku tidak menggunakan lift.
"Aku mau menjemputmu tapi malah bertemu di sini." Aku kembali berbalik arah bersama Zefan.
"Maaf, tadi Mama telfon. Dia tanya kita mau pulang kapan." Zefan menjelaskan kenapa dia diatas cukup lama.
"Kita pulang nanti sore. Mungkin aku akan mengingat semuanya seiring berjalanya waktu," kataku. Aku tidak tahu ada apa dengan hatiku tapi aku memilih menyerah.
"Iya, aku akan pesan tiket untuk nanti. Sekarang kita harus pergi."
Akh dan Zefan langsung naik mobil. Banyak jalanan yang sudah berubah. Sampai saat ini aku sangat sulit untuk menghafal jalanan dimanapun.
Setelah sampai aku dan Zefan kaget. Banyak bunga yang masih segar di sana. Seperti baru saja ada yang datang ke makam ini.
"Apa kamu punya Kakak atau adik?" tanya Zefan padaku.
"Entahlah, aku belum ingat. Aku juga penasaran dengan orang yang sering datang berkunjung ke makam ayah dan ibu." Aku melihat kesekeliling namun tidak ada orang lain. Siapa sebenarnya diriku, aku ingin tahu.
Setelah selesai aku dan Zefan langsung pergi. Sampai di mobil aku melihat mobil lain yang ada di sana. Seperti mobil Aqil.
"Zefan, apa kamu bisa menungguku di sini sebentar?" tanyaku.
"Kamu mau kemana?" Zefan memandangku.
"Aku mau kembali ke makam ibu dan ayah sebentar. Bolehkan?"
"Sana, aku tunggu di sini."
__ADS_1
Aku langsung meninggalkan Zefan. Dengan langkah perlahan aku sampi di dekat makam ibu. Benar saja, ada Aqil di sana. Dia juga membawa bunga untuk Ayah dan Ibu.
Aku ingat, dulu juga aju bertemu denganya di sini saat dia akan keluar. Namun aku malah bertemu Vidi sebelum aku bisa mengejar Aqil. Aku mendekat karna Aqil seperti sedang mengatkan sesuatu.
"Kalian tahu, Lili kehilangan ingatanya saat tahu kalian terbunuh. Dia sangat kaget. Sampai saat ini dia bahkan tidak ingat dengan kita. Maafkan aku Ayah, Ibu." Aqil meletakan bunga itu dan langsung pergi.
Apa hubunganku dengan Aqil sebenarnya. Sampai Aqil selalu datang ke sini. Kapan ingatan ini akan kembali.
Aku kembali ke mobil Zefan. Ternyata Aqil sedang ada di sana. Dia menatapku tajam, aku berjalan menuju samping Zefan.
"Lama tidak melihatmu," kata Aqil padaku.
Padahal baru kemarin dia menyekapku di rumahnya. Zefan menggandeng tanganku.
"Kau sedang apa di sini?" tanyaku dengan kalimat yang sedikit gemetar.
"Aku baru mengunjungi seseorang, apa kalian sedang mengikutiku?" tanya Aqil dengan nada bercanda namun aku tahu dia sedang menutupi sesuatu.
"Semoga pernikahanya lancar," kata Aqil.
"Ayo, Zefan. Nanti kita terlambat."
"Kalau begitu kami duluan. Takut ketinggalan pesawat."
Aku dan Zefan langsung naik ke mobil. Aqil masih tetap memandang mobil kami sampai di pertigaan jalan.
"Kita makan dulu ya." Zefan menghentikan mobilnya di sebuah tempat makan.
"Ayo," kami turun. Banyak orang yang makan di tempat makan itu.
__ADS_1
"Alisha, aku mencintaimu." Bisik Zefan padaku.
Aku hanya tersenyum dengan tingkah laku Zefan. Dia selalu berusaha membuat aku tertawa apapun keadaanya.
💝💝💝
Kami sampai di bandara. Vidi yang menjemput kami. Dia mengatakan jika persiapan pernikahan kami sudah selesai tinggal melakukan fitting baju saja.
"Kamu mau langsung keapartemen?" tanya Vidi kemudian.
"Kita mau ke rumah Mama Zefan dulu, aku sudah berjanji padanya."
Zefan tersenyum padaku. Sejak turun di bandara Zefan terus memegang tanganku.
"Baiklah, hari ini aku akan menjadi sopir kalian." teriak Vidi.
Sampai di tempat Mama, aku melihat Mama sudah pulih walau masih terlihat sedikit pucat.
"Akhirnya kalian kembali." Mama memelukku dengan erat.
"Aku sangat merindukan Mama tapi Mama malah menyambut Alisha." Kata Zefan.
Mama melepaskan pelukanya dan menyuruhku duduk. "Kamu sudah terlalu biasa untuk Mama." kami langsung tertawa mendengar jawaban Mama.
"Kalian diantar siapa?" tanya Mama Zefan.
"Sama Vidi. tapi dia langsung kembali ke kantor."
Kami berbincang cukup lama. Tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat. Di keluarga ini aku seperti menemukan hidupku yang lain. Hidup yang penuh dengan keceriaan.
__ADS_1
💝💝💝
to be continued