Bloody Marriage

Bloody Marriage
Bloody Marriage 69


__ADS_3

Vote sebelum membaca😘😘


.


.


Marc mengerutkan kening, tidak ada pekerja tambang di sini. Suara yang membuatnya pening tidak lagi datang, membuat Marc keluar dari ruang bawah tanah. Dia keluar dari ruang bawah tanah menuju permukaan, di mana dia bisa melihat keseluruhan dari hutan di Campo Morado.


Frank mengikuti Marc dari belakang tanpa diketahui pria tua itu.


"Frank?!"


"Aku di sini, SeƱor."


Marc membalikan badan. "Apa yang terjadi?"


"Dennis memulangkan semua pekerja dan mengosongkan Campo Morado."


"Apa yang dia lakukan?"


Frank terdiam tidak memiliki jawaban.


"Dimana dia sekarang?"


"Dia pergi ke luar, dan akan kembali malam nanti. Itu yang dia katakan."


"Pergi ke mana?"


Marc menahan rasa kesalnya saat Frank tidak memiliki jawaban, membuat Marc kesal dan segera masuk ke dalam. Tidak ada budak yang El Sinaloa culik dan kumpulkan di Campo Morado, yang tersisa hanyalah mereka yang mengaku sebagai anggota tapi tidak terlalu menguntungkan.


Setiap pintu yang terbuka, hanya menampilkan mereka yang bertatto jantung hancur di belakang punggungnya.


"SeƱor." Frank mencoba menghentikan Marc yang tampak menggila.


"SeƱor, tenanglah."


Sampai akhirnya Marc sampai di lab miliknya, tidak ada satupun pekerja di sana.


"Ke mana mereka semua?"


"Dennis memulangkannya," ucap Frank kembali mengatakan.


Marc kesal, dia menendang kursi yang ada di sana.


"SeƱor."


"Dia mencoba mengambil alih semuanya bahkan ketika aku ada di sini."


Frank segera menutup pintu, guna tidak ada salah satu anggota yang memberitahukan percakapan mereka pada Dennis nanti.


"SeƱor."


"Dia anak tidak tahu diuntung! Dia mengendalikan tanpa seizinku! Dia bahkan membuatku merasakan obat cair yang dibuatnya."


"SeƱor, tenanglah," ucap Frank menahannya agar tidak banyak merusak. "Kau punya rencana, SeƱor. Kau yang merencanakan ini."


Marc terdiam sampai akhirnya mulai tertawa. "Rencana?"


"Ya, renacanamu adalah membiarkan Dennis dan Norman beradu, kau tahu SeƱor Norman akan menang, jadi semuanya akan baik-baik saja."


Marc mencoba menarik napasnya dalam. "Ya, jika dia dalam kendaliku. Kini apa yang sedang dia lakukan?"


Frank terdiam, sampai akhirnya berkata, "Dia menyebar pencarian, membuat kepolisian membatasi orang-orang yang akan keluar dari Guererro. Jadi, SeƱor Norman juga Malia akan ditemukan."


Marc terkekeh. "Itu jika Dennis masih dalam kendaliku."


"Dia akan tetap berada di bawahmu, dia tidak memiliki akun milikmu, uang jutaan dollar yang sangat diinginkan."

__ADS_1


Marc mencoba menenangkan dirinya, sampai dia mendengar suara kericuhan dari luar. Seperti banyak orang berdatangan.


Frank mengisyaratkan agar Marc diam, dan dia yang memeriksanya. Di sana ada banyak pria dan wanita berdatangan, mereka semua memiliki tatto yang sama, menandakan mereka adalah El Sinaloa.


Yang Frank tangkap, senjata apapun yang mereka bawa diambil oleh beberapa orang yang berjaga di pintu.


Frank mendekati salah satunya. "Apa ini? Kenapa kalian datang ke sini?"


"Oh hallo, kau pasti sudah bekerja lama di sini."


"Aku bertanya, bagaimana kalian bisa datang ke mari?"


"Tentu saja dengan mobil."


Dan ketika Frank menodongkan senjata, baru pria itu mengangkat kedua tangannya dan memperlihatkan ekspresi ketakutan. "Hei, oke. Pelan-pelan, ajukan pertanyaanmu."


"Bagaimana kalian bisa datang?"


"Kami mendapatkan perintah dari seseorang yang katanya pemimpin El Sinaloa, dia memberi kami petunjuk arah menuju ke mari."


"Untuk apa?"


Pria itu menggeleng. "Aku hanya mendapatkan perintah, aku tidak tahu. Sungguh."


Sampai akhirnya Frank melepaskan. "Pergi."


Frank hendak menemui Marc kembali, tapi dia tiga langkah di belakang Dennis yang baru saja datang.


Pria itu hendak menemui Marc. "SeƱor Marc, aku mencarimu ke segala tempat."


"Apa itu? Siapa mereka?" Tanya Marc pada Frank yang ada di belakang Dennis.


"Mereka El Sinaloa, datang tanpa alasan."


"Well…" Dennis mengambil alih pembicaraan. "Mereka datang dengan alasan, aku akan mengumpulkan mereka di aula yang besar, membuat lingkaran besar dengan kau SeƱor Marc berada di tengah. Kau akan memperlihatkan dirimu pada mereka, bahwa Marco Valentio belum mati."


"Tidak!" Teriak Frank hendak menodongkan senjata, tapi Marc mengisyaratkan untuk tidak melakukannya.


"Sesuai perjanjian kita, aku mendapatkan El Sinaloa atas pengakuan kau sendiri, dan kau mendapatkan cucumu."


"Di mana Norman?"


"Tenanglah, aku belum mendapatkannya, tapi aku mendapatkan istrinya."


****


Jan gatal ingin mengatakan sesuatu pada Jess, tapi saudarinya sedang bicara dengan segerombolam pria rock di sana. Membuatnya hanya bisa menatap, dan membuat Malia kebingungan. "Ada apa, Jan?"


"Tidak ada, Malia."


"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu."


Jan menggeleng, dia enggan membuat Malia panik.


Sampai akhirnya Jess mendekat, Jan membuka mulutnya, hendak bicara, tapi Jess mendahului, "Ayo berangkat, kita akan keluar dari Guererro dalam beberapa jam lagi."


"Jess bisa kita bicara?"


"Katakan."


"Bicara berdua?" Jan ragu mengatakannya.


"Kita tidak bisa meninggalkan Malia."


"Sebentar saja."


"Tidak," ucap Jess menggenggam tangan Malia dan membantunya berdiri. "Kalau bicara nanti saja, kita harus berangkat."

__ADS_1


Tidak ada yang bisa menyembunyikan kaki cacat Malia, itu terlihat jelas oleh semua orang. Dan Jan mulai khawatir saat mendapatkan beberapa tatapan dari beberapa pengunjung caffe.Ā 


Saat memasuki mobil, Jan segera berbisik pada saudarinya. "Bisa kau periksa ponselmu? Mungkin saja di sana ada pesan."


Jess kesal dengan tingkah saudarinya, dia melakukannya. Dan dengan beraninya memperlihatkan layar ponsel pada Jan. "Tidak ada apapun di sini."


Ya, semua orang menerima pesan kecuali Jess. Dennis yang melakukannya.


"Bagaimana bisa?"


"Bagaimana bisa apanya, Jan?"


"Hei, apa yang kalian bicarakan?" Tanya Malia mulai menengahi.


"Tidak ada," ucap Jess, dia mengisyaratkan Malia agar lebih dekat.


Tidak ada lagi yang bicara, mobik didominasi oleh suara musik rock yang menggila.


Saat Malia mengantuk, baru Jess berkata, "Bersandar padaku dan tidurlah."


Malia melalukannya, dia menguap lebar dan menyandar pada Jess.Ā 


Jan mulai khawatir ketika mereka semua tertidur kecuali supir dan seseorang yang ada di sampingnya. Jan tetap menatap ke samping, takut jika salah satu orang di dalam ini mengetahui pencarian itu.


Sampai akhirnya Jan menyadari, ini bukan jalan menuju keluar Guererro. Tapi jalan menuju Campo Morado.


Posisi Jan yang berdekatan dengan sopir segera menepuk pundaknya. "Kenapa kita berbalik arah?"


"Aku tidak bisa mendengarmu, suara musiknya keras."


"Kita berputar arah!"


"Aku tidak bisa mendengarmu!"


"Kita berputar arah!"


Sampai Jan menyadari kalau mereka sengaja melalukannya, supir itu tertawa keras. Membuat Jan mengumpat kasar dan segera mendekati Jess, membangunkannya.


"Jess! Kita dijebak! Mereka akan membawa kita ke Campo Morado!"


Seketika wanita bertatto itu mengambil senjatanya yang disembunyikan di bawah bangku. Menembak sang supir hingga mobil terhenti akibat menabrak pohon.


"Ada apa ini?" Malia panik.


"Naik ke punggung Jan."


Malia segera melakukannya. Jess menendang pintu dan memberi isyarat agar adiknya dan Malia turun lebih dulu, sementara dirinya menodongkan senjata.


"Mundur!"


"Jess!" Jan berteriak sambil berlari menggendong Malia.


"Kalian berani menipuku, akan aku bunuh kalian."


Namun, sebelum Jess menarik pelatuknya, seseorang lebih dulu menembaknya dari arah belakang. Membuat Jess tumbang, disusul dengan teriakan Malia. "Jess!"


Dalam jatuhnya, mata Jess masih terbuka. Dia melihat Jan dan Malia dibawa paksa oleh seseorang.


Jess terlentang, menatap seorang pria bermasker berdiri di hadapannya.


"Pengkhianat."


Lalu disusul suara tembakan.


"Jess!" Teriak Malia dengan air mata menetes.


---

__ADS_1


**Love,


ig : @Alzena2108**


__ADS_2