
Vote sebelum membaca😘😘
.
.
Alpha adalah segerombolan peliharaan Norman yang terdiri dari macam tutul dan burung pemangsa. Membawa truk container itu ke tempat yang dikatakan Yoseph tentang Jess.
Sebelum pukul 2 dini hari, Norman sampai di tempat yang dimaksud oleh Yoseph. Benar saja, Norman menemukan darah berceceran di sana. Membuatnya menahan napas untuk sesaat dan mengatakan, "Malia-ku."
Dengan membawa senjata, Norman masuk ke dalam sana.Â
Perlahan agar tidak terdeteksi siapapun, ketakutannya akan jebakan. Namun, kenyataan lain saat dia melihat Jesa terbaring lemah di suatu ruangan.
"Jess?"
Mendengar suara itu, Jess perlahan membuka matanya. "Señor Norman?"
"Jess, apa kau baik-baik saja?"
Perlahan, Jess mencoba mendudukan dirinya.
"Berbaringlah, kau masih terluka."
"Maafkan aku."
Norman terdiam, dia menyimpan senjatanya. "Kau sudah melakukan yang terbaik."
Jess menggeleng. "Aku membuat mereka tertangkap, maafkan aku."
"Tenanglah, aku akan mendapatkan mereka."
"Dennis mengincar mereka, tapi Yoseph sudah menghentikannya."
Norman terdiam, dia menyiapkan senapannya dan mengarahkannya pada pria yang bersembunyi dalam kegelapan. "Keluar kau dari sana."
"Jangan menyakitinya, dia membantu kita."
"Sejak kapan kau percaya pada orang lain, Jess?"
Yoseph mendekat dengan tangan terangkat. "Tenanglah, aku hanya mencoba membantu kalian."
"Jangan lepaskan tembakan, dia hanya pria anti sosial."
Norman masih belum menghentikan bidikannya.
"Dia bisa membantu kita."
"Membantu apa, Jess?"
"Aku bisa membantumu masuk ke Campo Morado, kau ingin ke sana bukan? Akan aku buat mereka seolah memesan barang dalam truk container."
"Bagaimana caranya kau melakukannya?" Tanya Norman.
Jess mencoba berdiri, dia mendekati pria itu. "Hentikan, biarkan dia melakukannya."
__ADS_1
"Aku butuh laptopku," ucap Yoseph. "Biarkan aku mengambilnya."
Kekhawatiran Norman, jika Yoseph adalah salah satu dari mereka yang menginginkan keuntungan dengan cara menyerahkannya pada El Sinaloa. Maka dari itu, Jess yang membawakan laptop Yoseph dan memberikannya pada pria itu.
"Apa yang kau lakukan, Jess?"
"Aku mohon percaya padaku, dia akan memberi kita jalan. Dia berguna."
Saat Yoseph perlahan mendudukan dirinya di lantai dan menggapai laptopnya, dia melakukan apa yang Jess minta, dengan Norman yang ada di belakangnya menodongkan senjata.
"Bisakah kau menyingkirkan benda itu dariku?" pinta Yoseph dengan keinginan yang besar.
"Lakukan." Tekan Norman. "Atau aku akan menarik pelatuknya."
Dalam sejekap mata, Yoseph membuat Campo Morado yang dijadikan pusat El Sinaloa memesan sebuah truk kontainer berisikan granat.
"Kenapa kau membuatnya dengan granat?"
"Agar mereka tidak membukanya, isinya hewan bukan?"
Norman terdiam. Dia mengagumi skill Yoseph, membuatnya mengharuskan memaksa pria itu agar bekerja padanya. "Kau pandai."
"Dia bisa bekerja padamu jika kau memberinya uang cukup, Señor," ucap Jess.
Namun, Norman melihat hal lain saat Yoseph menatap Jess. "Ya, aku menemukan jaminannya."
Barulah Norman menurunkan senjatanya. "Apa kau punya daging?"
Yoseph mengangguk. Dia membuka kulkas jelek yang ada di sana.
"Bagaimana kau bisa hidup dengan keadaan seperti ini?"
Norman merasa tersinggung. "Kau pikir aku bukan manusia?"
"Kau dan Jess sesuatu yang lain."
Norman mendapatkan daging, dia pergi menuju container dengan diikuti oleh Yoseph di belakang. Saat membuka pintu itu, Yoseph terkejut bukan main. Apalagi dia melihat dengan jelas bagaimana hewan mengerikan itu menurut dan tidak menyerang Norman.
"Bagaimana bisa mereka mengerti dan tunduk padamu?"
Norman hanya menjawab, "Karena seharusnya kita merawat alam, hidup kita bergantung pada alam."
***
Malia menangis saat ditinggalkan seorang diri oleh Marc setelah mendapatkan banyak cacian dan beberapa rasa sakit. Marc tersenyum keluar dari ruang bawah tanah, dengan posisi harus melewati sebuah sumur tua terlebih dahulu. Tempat ini terpisah dari tambang Campo Morado.
Di atas sumur, Dennis sudah menunggu. "Semuanya sudah siap, Señor."
Hal gila yang dilakukan Dennis adalah dia mengumpulkan seluruh anggota El Sinaloa di dalam Campo Morado, mereka berkumpul disebuah aula mirip ballroom.Â
"Apa yang sebenarnya kau lakukan, Dennis?"
"Aku hanya ingin kau mengakuiku, dan mengatakan kepada mereka semua kalau akulah yang memimpin El Sinaloa."
"Aku tidak ingin memperkenalkan diri pada mereka yang rendahan."
__ADS_1
"Tanpa mereka kau bukan siapa-siapa, Marco Valentio."
Marc berdecak, Dennis sudah mengendalikannya. Sekarang dia harus menemui orang-orang yang tidak berguna untuknya, dan menunjuk langsung Dennis sebagai penerus El Sinaloa.
Saat masuk ke dalam pusat tambang, terdengar riuh banyak mulut saat pasang mata mereka melihat kedatangan Marc dan Dennis.
Ssorang pria yang memimpin di sana mengatakan dengam suara lantang. "Inilah pemimpin kita! Marco Valentio!"
Gemuruh suara terdengar, membuat Dennis menyeringai.
"Marco Valentio hidup! Dia masih hidup!"
"Yaaaaaa!" Semua orang bersorak.
"Dan yang ada di sampingnya. Señor Dennis! Aku perkenalkan, dia adalah calon penerus El Sinaloa!"
"Yaaaaa! Yaaaa!"
Gemuruh semakin keras, membuat Marc kesal.
Semuanya mulai diam, saat Dennis mulai berkata. "Lihatlah buktinya, Marco Valentio masih hidup. Dan semua itu berkat diriku. El Sinaloa! Kalian adalah penerusnya!"
"Yaaaaa! Yaaaa! Yaaaaa!"
"Aku, adalah calon pemimpin kalian. Semua orang akan tahu El Sinaloa! Semua orang akan tahu siapa kita! El Sinaloa akan menguasai dunia!"
Sorakan kembali terdengar semakin meriah.
Dan Marc, hanya diam. Dia berada tepat di tengah kerumunan, bagaimana semua orang itu berteriak meneriaki namanya dengan keras. Marc tidak menyukainya.
Saat dia mengadah menatap lantai pertama dari atas, Marc terkejut saat melihat ada hewan asing di sana.
"Macan?" gumam Marc di tengah keramaian dan teriakan Dennis.
Sepersekian detik, macan melompat tepat ke tengah dan menyerang Dennis juga Marc di saat bersamaan.
Semuanya ricuh, tidak ada senjata yang mereka pegang. Dan jumlah macam begitu banyak, ditambah suara elang yang mencekam di dini hari, burung itu masuk dan mencakar beberapa orang yang ada di dalam sana.
Lingkaran penuh guruh yang sebelumnya mengagungkan Marc kini banyak terdiam ketakutan, macan tidak memberikan ruang untuk mereka pergi. Orang-orang itu hanya mundur perlahan hingga mereka saling berdempet.
Sementara Marc dan Dennis terluka, tepat di tengah lingkaran.
Saat itulah, seorang pria menuruni tangga dengan macan yang berada di sampingnya. Juga senapan yang ada di tangannya, wajah Norman dihiasi cairan merah, menandakan dirinya baru saja selesai bertarung dengan orang-orang di luar sana.
Belum juga Dennis mengatakan sesuatu, Norman menarik pelatuk hingga dirinya benar-benat tidak bernapas lagi.
Semua orang termasuk Marc yang berbaring lemah ketakutan. Norman menatap lingkaran yang mengelilinginya.
Dengan lelahnya dan matanya yang tajam, Norman berucap dengan suara lemahnya, "Akulah yang harus kalian takuti, aku adalah aturan. El Sinaloa bukanlah sebuah klan, tapi aku… aku adalah El Sinaloa."
Saat mereka mendapatkan auman dari makhluk ganas itu, semuanya langsung bersujud mengelilingi Norman yang dilingkari oleh macan. Burung pemangsa mengepakan sayap dengan suara seram mereka di atas kepala.
"Aku adalah pemimpin, akulah sang Alpha."
---
__ADS_1
**Love,
ig : @Alzena2108**