BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 100


__ADS_3

2 tahun berlalu, namun Arjun masih enggan menikah dengan wanita manapun. Arjun lebih fokus mengejar kariernya. Arjun tidak terlihat pernah terlibat asmara dengan wanita manapun. ia menolak setiap wanita yang ingin dekat dengannya.


"maaf, Winda. aku tidak bisa menerima cintamu! " ucap Arjun dingin.


ya, kala itu Winda menyatakan perasaannya pada Arjun, namun Arjun menolak mentah-mentah perasaan Winda.


entahlah, hati Arjun seakan terkunci dan tertutup rapat untuk Rindu. Arjun pun tidak mengerti mengapa ia bisa begitu mencintai Rindu dengan sangat dalam, hingga enggan untuk membuka hati untuk orang lain.


sejak 2 tahun terakhir menurut kabar yang Arjun dengar, Rindu dan Arya sudah pindah ke luar Negeri. namun Arjun tidak tahu pasti kemana mereka pergi!


Arjun berharap keduanya baik-baik saja dan bahagia selalu.


"mungkin anak kalian sudah lahir, sekarang! " gumam Arjun.


Arjun merasa miris dengan perasaannya sendiri. Rindu sudah bahagia bersama pilihannya, namun dirinya masih saja terjebak dalam masa lalunya.


"begitu sulit melupakanmu, Rindu. apakah aku sudah gila dengan mu? " ucap Arjun.


selama 2 tahun ini, Arjun hanya fokus bekerja dan bekerja, walau rasa rindu kerap kali hadir dalam hatinya. namun Arjun tak bisa berbuat apa-apa.


ingin rasanya Arjun mengulang kembali masa dulu, masa indah bersama Rindu. namun itu semua hanya sebuah masa lalu yang tak mungkin menjadi masa depan.


Arjun merasa menjadi seseorang yang paling terluka antara mereka. ia masih mencintai Rindu, walau Arjun tahu Rindu sudah menjadi milik Arya.


namun Arjun tak pernah tahu bahwa disini yang paling terluka adalah Arya. ya, hanya Arya yang paling terluka dan tersakiti dalam kisah cinta yang rumit ini.


Arya menanggung segalanya sendiri, ia menerima Rindu dalam keadaan apapun. ia menyayangi Mario dengan penuh hati, tanpa peduli siapa pun Ayahnya.


Arjun, dan Rindu hanya peduli dengan perasaan mereka sendiri tanpa memikirkan bagaimana perasaan Arya.


Arya tahu bagaimana rasanya menjadi pelampiasan dan pelarian seseorang. rasanya amat sakit. namun Arya memilih bertahan, walau ia sadar hanya dirinya yang berjuang sendirian disini. ia mempertahankan hubungan yang tidak jelas. bukan karna Arya bodoh, namun karna Cinta, ya atas nama Cinta Arya bertahan!!


Arjun menghela nafasnya. " ayolah, Arjun. kau harus bangkit! sudah saatnya kau kembali pada Arjun yang dulu! " ucapnya penuh semangat.


Arjun bertekad untuk menata hidupnya, ia harus bangkit dari keterpurukannya. ia harus bisa melupakan Rindu bagaimana pun caranya.


Arjun tak mungkin terus-menerus berada dalam zona masa lalu ini. Arjun harus bisa melupakan obsesi gilanya. ia harus berdiri dan berjalan ke depan, tanpa menengok ke belakang lagi.

__ADS_1


sudah saatnya Arjun mengakhiri kisah cinta ini. semuanya harus selesai cukup sampai disini! tak mungkin ia menikung Arya dari belakang.


"kejar karier, agar aku bisa melupakan semuanya. tapi sepertinya aku harus pergi dari sini! jika aku terus berada disini, maka kisah ini tidak akan pernah usai dan aku akan semakin terjebak dalam luka masa lalu ini! " ucap Arjun.


Arjun berencana akan melupakan Rindu, dengan pergi dari negeri ini. semoga saja ini adalah langkah awal bagi Arjun untuk bisa melupakan semua kenangan manis bersama Rindu.


Arjun telah bersiap-siap dengan semua barang- barang yang telah dia kemas sebelumnya.


Arjun memasukan semua barangnya ke dalam bagasi, Kemudian masuk dan melajukan mobilnya. "Selamat tinggal segalanya. Mungkin ini adalah langkah awal untuk ku bisa melupakan semuanya. Terimakasih atas setiap kenangan indah yang pernah hadir dalam diri ini. Kenangan yang tiba-tiba datang, kemudian pergi. Biarlah kisah ini menjadi cerita dalam sebuah kenangan! " Gumamnya.


Arjun memutuskan pergi, bukan tak suka berada di sini. Namun sebab ia tak sanggup selalu di bayani masa lalu bersama Rindu.


Arjun ingin menutup kisah Cinta yang dulu sempat ia ukir bersama Rindu. Arjun ingin melangkah, dan terus melanjutkan hidupnya walau tanpa Rindu.


Di dalam perjalanan menuju bandara Arjun sempatkan diri menulis di Akun pribadi miliknya.



" Kau hadir membawa sejuta cerita Cinta.


kau hadir membawa kehidupan yang sempat hilang diterpa angin. Namun kini, kau pergi membawa hati, dan juga jiwa ini.


berulang kali aku yakinkan diri, bahwa kau bukan untukmu. Tapi, entah mengapa hati ini seakan menolak kata-kata itu.


Tahukah kau, aku yang mencintaimu sejak dulu, Aku yang mengorbankan segalanya hanya untukmu. Namun sayang, kita di pisahkan oleh sebuah takdir yang tidak bisa membuat kita bersatu.


Maaf atas sebuah kisah yang tidak sengaja aku ukir dalam cerita ini. Asal kau tahu, aku mencintaimu kini, esok dan nanti. "


Arjun nampak berkaca-kaca, kala menulisnya. Sejujurnya Arjun tak kuasa menulisnya.


"Ayolah Arjuna, kau harus bisa. Kau pasti bisa! " ucapnya.


Arjun telah sampai di bandara internasional, ia pun langsung masuk ke dalam pesawat menuju 1 Negara yang dulu sempat ia tinggali bersama keluarganya.


"Disana aku akan menemukan kebahagian ku, tanpa kau atau pun dia. Aku lelah berada di situasi ini. Ya, aku lelah dengan rasa ini. Rasa yang diam-diam membuatku mati rasa! " ucapnya lirih.


beberapa jam kemudian, Pesawat yabg di tumpangi oleh Arjun sudah mendarat di bandara tujuan.

__ADS_1


"Selamat datang kota baru, semoga di sini aku bisa menjalani hidup dengan nyaman! " ucapnya.


Arjun tersenyum seraya turun dari pesawat dan berjalan menuju Taksi yang menunggunya di bandara.


Arjun menuju Apartemen miliknya yang berada di tengah kota Bangkok, ya. saat ini Arjun berada di Bangkok, Thailand.


Arjun ingin menata hidupnya sekaligus menitik karier di negara Gajah putih ini.


"Senang rasanya bisa kembali lagi ke sini! " ucapnya.


Arjun melihat pemandangan kota Bangkok dari kaca mobilnya. Akhirnya Arjun bisa tersenyum kembali, walau hanya sementara.


Arjun membuka ponselnya, ia melihat galery di ponselnya.


"Rindu. Sepertinya kau harus hilang dari ingatan. kau sudah bahagia bersama Dia, aku pun turut bahagia atasmu! " gumam Arjun lirih.


Arjun menghapus semua foto Rindu yang berada di ponselnya. Sebab tidak baik baginya menyimpan kenangan masa lalu. Arjun harus berusaha hidup tanpa bayang-bayang Rindu.


Arjun menyimpan kembali ponselnya, dan tanpa terasa Arjun sudah sampai di Apartemen miliknya.


ketika di dalam lift ada seseorang yang mengenali Arjun.


"Andrew! " panggilnya sembari menepuk bahu Arjun.


Arjun berbalik. "Ya! " Balasnya. Arjun kaget bukan kepalang, sebab seseorang yang berdiri di belakangnya adalah Arya.


"Apa kabar? Ternyata kau berada di sini? " Tanya Arya.


Arjun tersenyum sebagai respon. " Iya! " Jawabnya.


Arjun tak menyangka bisa bertemu kembali dengan Arya setelah sekian lama tidak bertemu. Jika Arya berada di kota ini, maka Rindu pun berada di kota yang sama pula.


"Bagaimana ini! " Gumamnya.


Arya pun berpamitan pergi, sebab ia sedang ada urusan dengan salah satu penghuni di Apartemen ini.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


jangan lupa mampir ke karya temanku, ya!



__ADS_2