BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 30 #RENCANA JAHAT CLARA


__ADS_3

Betapa terbakarnya Clara kala melihat Arjun yang tengah menggendong Rindu dengan sangat mesra dan penuh Cinta.


Sebab, Clara sudah sejak lama memiki rasa pada Arjun namun Arjun yang tak kunjung menyadarinya bahkan Arjun terkesan menghindar dari Clara.


"Kenapa harus Rindu orang yang kau cinta, Arjuna? Kenapa bukan aku? " Ujarnya marah.


Clara pun mengepalkan tangannya, ingin rasanya Clara menjambak dan menghancurkan wajah Rindu yang sok cantik itu.


"Apa Aku kurang cantik? Sehingga kau mencintai wanita itu? " Ujarnya lagi.


Sungguh, Clara benci ini semua. Mengapa harus Rindu, dan bukan dirinya yang Arjun cintai? Sementara Arjun telah lama mengenalnya ketimbang Rindu.


Terlihat nafas Clara yang memburu, dan Clara begitu muak dengan wajah Rindu yang sok polos tersebut. "Awas kau, Rindu. Aku akan membalasmu! " Ujarnya penuh kebencian.


Kemudian Clara berlalu pergi sebab Clara tak tahan melihat kedekatan keduanya. Hatinya begitu terbakar dengan rasa ini.


Sore hari saat menjelang bubar kantor, Clara telah lebih dulu pergi meninggalkan kantor dan menunggu Rindu dengan mobilnya.


Sementara Rindu baru selesai dengan pekerjaannya, dan bergegas untuk segera pulang sebab hari sudah semakin sore.


Saat Rindu sedang menunggu angkutan umum, tiba-tiba sebuah mobil dari arah berlawanan berjalan dengan kecepatan yang tinggi melaju ke arah Rindu.


Rindu yang saat itu tidak fokus tak menyadari bahwa sebuah mobil sedang mengarah ke arahnya.


"Rindu! Awas!! " Teriak Arjun yang kebetulan baru keluar dari kantor.


Rindu pun menoleh, dan menjerit sekuat tenaga. Arjun segera berlari ke arah Rindu, dan menyelamatkan Rindu. Sontak saja Arjun, dan Rindu terjatuh ke aspal dalam keadaan saling berpelukan satu sama lain.


Arjun bangkit, dan mengecek keadaan Rindu. " Rindu. Kau tak apa? Apa ada yang luka? " Tanya Arjun cemas.


Rindu menggeleng. " Tidak. Aku tidak apa-apa! " Sahutnya.


Justru yang kini terluka adalah Arjun, terdapat memar dan lecet di beberapa bagian tangan Arjun akibat terjatuh sebab menyelamatkan Rindu.


"Harusnya aku yang bertanya. Apakah sakit? " Tanya Rindu yang cemas.


Arjun menatap wajah Khumaira sembari tersenyum. " Ini hanya luka kecil! " Ujarnya.


Rindu menatap Arjun dengan tajam. " Kecil. Kecil apanya? Ini luka bisa infeksi jika tidak segera di obati! " Sahutnya.


Sementara Clara menghentikan mobilnya, dan melihat keadaan Rindu. Ternyata Rindu baik-baik saja, sebab Arjun telah menyelamatkannya dari maut. Namun hal tersebut membuat Clara begitu di kuasai amarah yang luar biasa sehingga kilatan amarah Begitu terlihat jelas dari sorot mata tajamnya. " Sial! " Gumamnya.

__ADS_1


Takut ada yang melihat aksinya, Clara pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan kilat sebelum ada yang melihatnya.


Arjun tak sempat melihat mobil yang hendak menabrak Rindu, namun Arjun menduga bahwa ini semua memang di sengaja.


"Siapa yang ingin melukaimu, Rindu? Apakah kau punya musuh? " Tanya Arjun.


Rindu menggeleng. " Aku rasa tidak ada! " Sahuthya.


Arjun pun bangkit dengan beberapa luka memar yang menimbulkan rasa perih, namun sebisa mungkin Arjun menahannya.


Arjun pun menghentikan sebuah taksi agar mengantarkan Rindu pulang, Arjun juga tak lupa memberikan ongkos pada sang sopir agar tak meminta pada Rindu. Sementara Arjun sendiri pulang di antar dengan sopir kantor, sebab Arjun tak bisa menyetir untuk saat ini di karenakan tangannya sakit.


Clara tak berhenti sampai di situ saja, ia terus mencari-cari kesempatan untuk mencelakai Rindu.


Lagi-lagi Clara kembali hendak mencelakai Rindu dengan membayar seseorang.


"Aku ingin kalian menculik wanita ini! " Ujar Clara pada 2 pria Preman seraya memperlihatkan foto Rindu.


Nampak 2 Preman tersebut mengamati foto Rindu. " Oke. Tapi, bayarannya? " Sahut Preman.


"Ini di muka. Sisanya akan aku kirim setelah perkerjaan kalian selesai! " Ucapnya seraya memberikan sejumlah uang dalam amplop.


Setuju dengan kesepakatan ini 2 Preman tersebut pun segera melaksanakan perintah Clara untuk menculi Rindu.


"Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Kebetulan nih ada orangnya. Ayo, langsung saja! " Ujarnya pada pada temannya.


Mereka pun berpura-pura berjalan dan mengikuti Rindu dari belakang.


Rindu menyadari bahwa ada yang mengikuti dirinya. " Seperti ada yeng mengikuti? " Gumamnya.


Rindu pun menoleh ke belang, namun Rindu tak melihat siapa pun di sana. " Mungkin ini hanya perasaan ku saja! " Gumamnya seraya melanjutkan langkahnya.


Tanpa Rindu sadari bahwa seseorang membekapnya dari belakang hingga Rindu berontak dan meminta tolong.


"Tolong! Tolong! Tolong! " Teriaknya dengan sangat kencang.


Namun kondisi jalan yang sepi sehingga tak ada salah satu warga lewat.


Rindu berusaha berontak dan membebaskan diri, namun tenaga para preman tersebut begitu kuat sehingga begitu sulit bagi Rindu untuk kabur.


Rindu tak habis ide, ia pun menendang kelakian salah satu Preman tersebut sontak saja preman tersebut mengaduh kesakitan.

__ADS_1


Merasa memiliki kesempatan, Rindu pun segera berlari dengan cukup kencang namun para preman tak melepaskan Rindu begitu saja mereka terus mengejar Rindu.


"Hey! Perempuan sialan! " Teriaknya.


Rindu mulai gerah saat preman tersebut mulai dekat, namun Rindu tak menyerah begitu saja ia pun terus berlar. Tiba-tiba Rindu tak sengaja tersandung krikil kecil hingga membuatnya jatuh tersungkur.


"Haha.. mau kemana kau? " Ujarnya.


Kini 2 preman tersebut sudah berada di hadapan Rindu sontak saja Rindu yang mulai ketakutan berangsur-angsur mundur.


"Jangan, jangan sakiti aku! " Ucapnya mengiba.


Namun preman tersebut tak menghiraukan permintaan Rindu, mereka malah semakin mengeraskan tawanya.


"Haha.. mau kabur kemana lagi?? " Ujarnya bersorak gembira.


Rindu pun berteriak meminta tolong, namun sepertinya tak akan ada yang menolongnya sebab jalan ini begitu sepi. Rindu sudah pasrah dengan apa yang terjadi. Rindu memejamkan matanya kala Preman tersebut mulai mendekat ke arahnya.


Brugh... Brugh...


Tiba-tiba preman-preman tersebut jatuh tersungkur, dan mengaduh kesakitan akibat pukulan seseorang. Menyadari ada yang tidak beres Rindu pun membuka matanya dan melihat apa yang sedang terjadi.


"Arya. " Gumamnya.


Ya, Arya yang tak sengaja melewati jalan tersebut mendengar teriakan Rindu, sontak saja Arya mencari asal suara dan menemukan Rindu yang tengah ketakutan bergegas menghampirinya kemudian menghajar para preman tersebut.


Preman tersebut bangkit, dan menatap Arya dengan berang. " Woy. Siapa Loe? " Ujarnya marah.


Arya tak menanggapi pertanyaan mereka, perkelahian pun terjadi antara Arya, dam kedua Preman tersebut. Arya memukul para Preman tersebut dengan tangannya, namun Arya juga sempat beberapa kali terkena pukulan di bagain wajahnya hingga menimbulkan luka memar di wajah tampannya.


Arya berkelahi dengan cukup hebat, ia terus menyerang hingga akhirnya Preman tersebut kalah.


Namun semua itu hanyalah sebuah tipu daya Preman-preman tersebut, kemudian mereka kabur dari Arya. Arya terus mengejar mereka hingga akhirnya mereka mengakui siapa yang menyuruh mereka.


"Katakan! " Bentak Arya.


"Clara! " Sahutnya.


Arya mengernyitkan dahinya. " Clara. Siapa dia? " Tanya Rendi.


Preman tersebut menunjukan foto Clara, dan Arya mengamatinya nampaknya Arya tak mengenal siapa wanita dalam foto namun Arya akan mencari tahunya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan info kemudian Arya kembali menemui Rindu yang masih berada di tempat tadi. " Rindu. Kau tidak apa? " Tanya Arya.


Rindu menggeleng, dan berterimakasih pada Arya. Kemudian Arya mengantarkan Rindu pulang ke rumahnya dan memastikan Rindu baik-baik saja.


__ADS_2