
Arya, akan menyelenggarakan sebuah pesta dirumahnya! ia pun tak lupa mengundang rekan bisnisnya, Clara, rindu dan juga Arjun.
ia sengaja mengundang Arjun. sebab ia telah membuat rencana bagus, yang telah lama ia persiapkan untuk Arjun.
"kita tunggu! apa yang akan aku lakukan padamu, Arjun! ". gumam Arya.
ia pun mengirimkan sebuah undangan khusus pada Arjun. Arya sendiri yang mengantarkan undangan tersebut pada Arjun. Arya datang ke perusahaan Arjun, hanya untuk mengantarkan sebuah undangan.
Arya berjalan masuk ke lobi. kemudian Arya menanyakan ruangan arjun. sang resepsionis mempersilakan Arjun masuk keruangan arjun.
"mari pak! saya antar anda ke ruangan pak Arjun". ucap Rina sang resepsionis dikantor arjun.
Arya pun berjalan mengikuti Rina, ia menelisik seluruh kantor Arjun.
"kantor yang besar! tapi sayang, ini tidak akan berjalan lama". ucap Arya dalam hati.
sepanjang perjalanan menuju ruangan Arjun, semua mata karyawan, memandang ke arah Arya berjalan. mereka nampaknya begitu kagum dengan Kharisma yang dipancarkan oleh Arya. terutama karyawan wanita.
"wah, siapa ya itu? ganteng banget! ". ucap salah seorang karyawan Arjun.
"keren lagi ". yang lain menimpali. ucapan mereka dapat didengar oleh Arya. karna mereka berbicara sedikit keras.
namun, Arya tak menanggapi ucapan mereka, walau hanya dengan senyuman. ia terlihat cool dihadapan para karyawan Arjun. sampai akhirnya. arjupun telah sampai didepan pintu ruangan Arjun. rinapun mengetuk pintu ruangan Arjun. kemudian, Arjun mempersilakan Rina masuk. namun, Arjun sedikit terkejut bahwasannya, dibelakang Rina ada orang yang tak Arjun sukai. namun, Arjun berusaha tak menunjukkan ketidak sukaannha terhadap Arya.
tok.. tok.. tok!
terdengar suara ketukan pintu dari luar. Arjun yang sedang fokus bekerjapun, rehat sebentar . ia mempersilakan Rina masuk.
"masuk! ". teriak Arjun dari dalam.
"maaf pak, ini ada pak Arya! beliau ingin menemui anda". ucap Rina.
"baiklah, kamu boleh pergi ". ucap Arjun pada Rina. Rina pun menganggukan kepalanya dan pamit pergi dari ruangan Arjun.
setelah kepergian rina, arjunpun menghampiri Arya! yang masih berdiri tegak disana. Arjun mempersilakan Arjun duduk, disofa yang ada di ruangannya.
__ADS_1
"silakan duduk, pak Arya! ". ucap Arjun sembari tersenyum.
aryapun duduk, dan di ikuti oleh arjun.
"pak Arya, mau minum sesuatu? ". tanya Arjun.
"tidak, terimakasih! tujuan saya kesini ingin memberikan undangan ini! ". Arya menyodorkan sebuah undangan ke hadapan Arjun. arjunpun menerimanya dengan suka rela. ia tahu, pasti ada sesuatu yang telah direncanakan oleh Arya.
"aku tahu Arya, kau telah merencanakan hal buruk terhadapku! ". Arjun bergumam dalam hati. ia berusaha tetap tenang, dan ia menampilkan senyumannya dihadapan Arya.
"baiklah pak, saya pasti akan datang! terimakasih untuk undangannya. ". ucap Arjun berpura-pura ramah. walau hatinya mengutuk Arya.
"oke pak Arjun! kalo begitu saya mohon pamit. jangan lupa, datang ke acara saya! ". ucap Arya sembari berdiri, dan menjabat tangan Arjun.
arjunpun menjabat tangan Arya, dan tersenyum seolah-olah ia tak tau rencana Arya.
Arya pun pergi dari ruangan Arjun. kemudian ia menaiki lift. didalam lift, Arya bertemu dengan rindu. kebetulan rindu tengah berada didalam lift juga. Arya pun melirik ke arah rindu begitupun rindu.
"rindu".
"kamu ngapain kesini". rindu bertanya pada Arya.
" aku kesini untuk mengantarkan sebuah undangan khusus untuk Arjun. dan ya, aku juga mengundangmu ke pesta, yang aku adakan! ". ucap Arya sembari tersenyum ke arah rindu.
"hmmm, oke! aku pasti datang ko. tapi, aku gak tau alamat rumah kamu! ". ucap rindu
"mau aku jemput atau mau aku share lok? ". ucap Arya
"share lok aja, biar aku naik taksi".
tring... pintu lift pun terbuka. akhirnya, rindu keluar dari dalam lift Tersebut.
"aku duluan ya! bye". rindu berlalu sembari melambaikan tangannya, ke arah arya. aryapun melambaikan tangannya.
begitupun dengan Arya. ia pun menaiki mobilnya , dan berlalu pergi meninggalkan kantor Arjun. sepanjang perjalanan, Arya tak hentinya tersenyum. ia tak sabar, menunggu hari dimana Arjun akan merasa malu tampil dihadapan publik.
__ADS_1
"nikmati hari- harimu saat ini, Arjun! ". gumam Arya.
sementara dikantor, Arjun duduk kembali dikursinya. ia melihat undangan yang diberikan oleh Arya. jika ia belum tahu siapa arya, yang sebenarnya. mungkin ia akan merasa senang. namun, kali ini berbeda. sepertinya Arjun harus waspada. sebab ia tahu, Arya tengah merencanakan sesuatu. karna tidak mungkin Arya repot-repot mengantarkan undangan untuk dirinya.
"aku harus selalu waspada! kau ibarat sebuah racun. yang akan membunuhku kapan saja! ". gumam Arjun.
ia harus mencari tahu, apa yang telah direncanakan oleh Arya. ia tak mungkin datang, jika ia sendiri belum mengetahui rencana Arya. bisa saja Arya berbuat curang.
"apa yang kau rencanakan Arya! " gumam arjun dalam hatinya .
tak lama kemudian sebuah ketukan pintu terdengar kembali. arjunpun mempersilakannya masuk. kemudian, munculah seseorang dibalik pintu. ia adalah rindu. rindupun berjalan masuk kearah Arjun.
"tumben, kamu mau datang ke ruangan ku rindu. biasanya kamu menyuruh orang lain". ucap Arjun sembari tersenyum.
"hmm, aku hanya ingin pak arjun menanda tangani berkas ini! ". ucap rindu sembari menyodorkan sebuah berkas pada Arjun.
"jika aku tidak mau menanda tanganinya, bagaimana! ". ucap Arjun sembari berdiri, dan berjalan menghampiri rindu.
rindupun melotot ke arah Arjun, ia pun berjalan mundur. namun, semakin rindu mundur. maka Arjun semakin melangkah maju, Sampai langkah rindu mentok ke tembok. sementara Arjun, ia terus mendekat. hingga tak ada jarak antara mereka.
ketika rindu hendak pergi. seketika itu pula tangan Arjun mengunci pergerakan rindu. rindupun tak bisa berkutik. rindu melotot ke arah Arjun. Arjun terus mendekatkan wajahnya ke wajah rindu. semakin dekat dan terus dekat. hingga hidung mereka bersentuhan. rindu bisa merasakan deru nafas Arjun, dan aroma tubuh arjun. rindupun memejamkan matanya.
"ya tuhan, apakah mas Arjun! akan menciummu". gumam rindu dalam hatinya, seiring wajah arjun. mulai mendekati wajahnya. namun, ia tersentak oleh ucapan Arjun.
"jangan berpikiran yang tidak-tidak! aku tidak akan menciummu! ". ucap Arjun membuat rindu membuka matanya. jujur saja, jantung rindu sempat berdebar begitu kencangnya.
rindupun menggelengkan kepalanya pelan. ia terlihat menjadi salah tingkah. bagitupun dengan Arjun.
"dengar rindu, aku memang mencintai mu. tapi, bukan berarti aku akan melakukannya! ". ucap arjun, berbisik ditelinga rindu. kemudian Arjun pergi menuju kursinya. rindupun melongo sempurna dengan ucapan Arjun.
"apa cinta? apa benar mas arjun, mencintai aku". ucap rindu tak percaya. kemudian rindu pun menghampiri Arjun. namun, sebelum rindu berbicara. Arjun telah lebih dulu memberikan berkas, yang sudah ia tanda tangani, dan menyuruh rindu pergi.
"ini berkas, sudah aku tanda tangani! kau boleh pergi dari ruangan ku! ". ucap arjun sembari duduk, dan fokus bekerja kembali.
rindupun keluar dari ruangan Arjun. ia pun mendumel ketika menutup pintu.
__ADS_1
"dasar cowok aneh! tiba-tiba romantis, tiba-tiba dingin. entahlah, hanya Arjun yang tahu". ucap rindu seraya melangkah pergi menjauhi ruangan Arjun.