BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 90


__ADS_3

jam 9 Pagi Rindu baru bangun tidur. Ia mencari-cari Arya, namun tak menemukannya dimana pun.


"apa Arya sudah pergi ke kantor? " tanyanya.


Rindu menuruni tangga dan menuju ruang makan. ia pun menemukan sebuah surat yang di tulis oleh Arya.


Rindu menghela nafasnya. " maafkan aku Arya. aku tak bisa menjadi istri yabg baik untukmu!! " gumam Rindu.


Rindu merasa bersalah, sebab semalam ia menolak keinginan Arya. bukan karna kehamilannya, namun karna Rindu belum siap di sentuh oleh Arya.


Rindu pun tahu. bahwa Arya berolahraga dari malam sampai pagi. sebab Rindu pun tidak tidur.


"aku belum bisa mencintaimu, Arya. maafkan aku!! " ucap Rindu sembari menunduk.


Rindu duduk seraya menikmati makanan dan juga susu yang sudah Arya buatkan untuknya.


lagi-lagi Rindu menghela nafasnya. " harusnya aku yang menyiapkan ini semua untukmu, Arya!! " gumam Rindu dalam hatinya.


Rindu merasa tak enak dengan Arya. sebab semua kebutuhannya telah di tanggung oleh Arya, namun dirinya tak bisa berbuat apa-apa untuk Arya.


selesai sarapan. Rindu pun bergegas mandi dan akan memasak untuk Arya.


"makanan apa yang di suka oleh Arya, ya? " gumam Rindu.


Rindu pun mulai mencari-cari bahan masakan di dalam kulkas.


Rindu mengeluarkan satu persatu bahan yang akan di masak hari ini.


selesai memasak Rindu pun mencuci perabotan bekas makannya.


"apa aku antar saja makanan ini ke kantor? " gumam Rindu.


Rindu tersenyum dan akan mengantarkan makan yang telah dibuat ke kantor Arya. sebagai rasa maaf darinya.


Rindu memasukan masakannya dan juga nasi ke dalam wadah.


"selesai!! " ucap Rindu senang.


Rindu pun menuju kantor Arya menggunakan taksi.


"Pak, antarkan saya ke kantor Pratama Grup, ya! " ucap Rindu pada sopir taksi.


sopir taksi pun mengangguk dan mengantarkan Rindu ke tempat tujuan.


sesampainya di kantor. Rindu bergegas menuju ruangan Arya.


cklek..


Rindu membuka pintu ruangan Arya, tanpa mengetuknya terlebih dahulu.

__ADS_1


betapa kagetnya Rindu kala melihat orang yang begitu mirip dengan Arjuna. " Mas Arjun!! " ucap Rindu tak percaya.


Sontak saja Arya dan Andrew yang sedang membicarakan soal kontrak pun menoleh ke arah Rindu.


"Rindu! " ucap Arya, kala melihat Rindu di ambang pintu.


Rindu menghampiri Arya dan juga Andrew. "Arjun!! " ucap Rindu kembali, Andrew pun berdiri.


Rindu langsung memeluk Andrew dengan sangat erat. rasa Rindu terhadap Arjun sangat besar dirasakan Rindu. Andrew tak membalas pelukan Rindu. Justru Andrew merasa tak enak hati dengan Arya.


"Kamu pergi kemana saja? " ucap Rindu, kala melerai pelukannya.


nampak mata Rindu begitu berkaca-kaca saat bertemu kembali dengan pujaan hatinya.


Arya hanya bisa memalingkan wajahnya, kala melihat Rindu memeluk Andrew. ada rasa sesak dalam hati Arya.


"ayolah, Arya kau harus kuat!! " gumamnya dalam hati.


Arya hanya bisa menguatkan hatinya sendiri.


Andrew pun memandang bola mata Rindu. " maaf, aku bukan Arjuna. perkenalkan namaku Andrew Alexander!! " ucap Andrew mengenalkan diri.


Rindu menggeleng. "aku tahu kau adalah Arjun! " bantah Rindu. sebab hati Rindu mengatakan tak bisa di bohongi.


Andrew menatap Rindu heran. " maaf, aku tidak mengerti apa yang anda katakan. mohon maaf, Pak Arya. saya harus kembali. jika ada sesuatu anda bisa menelpon saya! " ucap Andrew.


Arya mengangguk dan memandang kepergian Andrew.


Andrew pun menghentikan langkahnya seraya berbalik. " ya, ada apa? " ucap Andrew.


"jika kau bukan Arjuna. maka tataplah mataku ini!! " tantang Rindu.


"untuk apa aku melakukan hal itu. sudah jelas aku bukan Arjuna! lagi pula siapa dia? aku tidak mengenalnya. " sahut Andrew.


"tunjukanlah!! " ucap Rindu.


Andrew menghela nafasnya seraya menghampiri Rindu dan menatap bola mata Rindu.


"sudah? apa yang terjadi? apa yang bisa di buktikan dengan Ini? " ucap Andrew setelah beberapa saat pandangannya bertemu dengan tatapan Rindu.


ya, mata Andrew menunjukan hal yang biasa. tak ada tanda-tanda cinta atau pun Andrew pernah mengenal Rindu sebelumnya.


Rindu masih belum percaya, Rindu yakin bahwa Pria di depannya adalah Arjuna.


"kau adalah Arjuna! " teriak Rindu tak percaya.


"sudah aku bilang! aku Andrew bukan Arjuna. maaf, pak Arya. saya harus pergi. permisi!! " ucap Andrew sembari melangkah pergi dari kantor.


"tunggu!! " teriak Rindu sembari hendak mengejar Andrew.

__ADS_1


Arya menghentikan langkah Rindu seraya mencekal tangannya. "sudahlah, Rindu. dia bukan Arjuna! kau sadar itu. " ucap Arya.


Arya merasa cemburu dengan Arjuna. mengapa Arjuna begitu memikat Rindu. awalnya Arya pun mengira bahwa Andrew adalah Arjuna. namun jika dilihat dari segi sifatnya Andrew bukan Arjuna.


"dia Arjuna, Arya! " ucap Rindu kekeh.


"sudahlah, Rindu. aku muak mendengar nama Arjuna! dia bukan Arjuna mu, dia bukan Arjuna, Rindu!! " geram Arya.


ya, Arya begitu muak dan terbakar cemburu, kala Rindu menyebutkan nama Arjuna. bagaimana tidak! sebab Arjuna telah mengusik kehidupannya bersama Rindu.


Rindu menggeleng di sertai tangisan kecil. "percayalah, Arya! " ucap Rindu.


Arya tak ingin mendengar apapun lagi. Arya melangkah pergi dari ruangannya meninggalkan Rindu seorang diri.


"kau telah menyakitiku, Rindu! " ucap Arya lirih.


bagaimana pun Arya juga manusia, ia memiliki rasa cemburu. apalagi saat ini Rindu sudah berstatus istrinya.


Rindu duduk dengan lunglai diatas sofa. "aku yakin! dia adalah Arjun. " ucap Rindu lirih.


Rindu sangat yakin bahwa Andrew adalah Arjuna. hati kecilnya mengatakan demikian.


Arya mengejar Andrew yang masih berada di parkiran kantornya.


"Andrew. tunggu!! " panggilnya.


Andrew menghentikan langkahnya dan berbalik. " ya, ada lagi yang bisa di bantu? " ucap Andrew.


"saya ingin meminta maaf atas kejadian tadi. maaf atas tindakan istri saya, Rindu! " ucap Arya memohon maaf.


"tidak masalah. itu hanya hal kecil. " sahut Andrew.


Arya tersenyum dan Andrew pun berpamitan pergi.


"baiklah, pak Arya. sepertinya saya harus pergi. permisi!! " Ucapnya seraya menaiki mobil dan melajukannya.


"jika dia adalah Arjuna. tidak mungkin, ia akan setenang ini? aku yakin ia akan membantah dan takan pernah setuju dengan pernikahan kami. bahkan saat matanya memandang Rindu, tak ada kilatan cinta dimatanya. " gumam Arya dalam hatinya.


Arya sempat mencurigai Andrew. namun kecurigaan itu Arya tepis. sebab Arya yakin, Andrew bukanlah Arjun.


Arya kembali ke dalam kantornya dan menuju Ruangannya kembali.


Ternyata Rindu masih berada disana, nampaknya Rindu tengah memikirkan sesuatu. namun Arya tahu, Rindu tengah memikirkan Arjuna.


"apa yang kau fikirkan? Arjun! " ucap Arya.


Rindu menoleh dan menatap wajah Arya dengan lekat.


"ingat, Rindu. kau dan aku telah menikah! jagalah sikapmu. jangan seperti tadi, kau mengerti! " ucap Arya memperingati. walau Arya merasa cemburu dan marah, namun ia berusaha selembut mungkin.

__ADS_1


Rindu mengangguk. "maafkan Aku Arya! " ucap Rindu.


Arya mengangguk dan mengajak Rindu pulang. sepertinya kondisi Rindu sedang tidak baik. mengapa Rindu harus datang ke kantornya. saat ada Andrew yang memang begitu mirip dengan Arjuna? namun entahlah, Arya tak tahu! dia benar Arjuna atau Andrew?


__ADS_2