
Arya menghela nafasnya seraya melangkah menuju Rindu yang masib setia menunggu, lantas Arya duduk di sampingnya.
"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja! " Ucap Arya berusaha menenagkan.
Rindu melirik Arya sekilas. "Bagaimana jika dia tidak selamat? " Sahut Rindu, terlihat kecemasan dan ketakutan terpancar dari wajah Rindu.
"Percayakan semuanya pada Tuhan! " Ucap Arya tanpa menoleh.
Rindu diam tanpa merespon ucapan Arya. Memang benar apa yang di katakan oleh Arya, ia harus menyerahkan segalanya pada Tuhan. Sebab tuhanlah tempat manusia kembali.
Rindu beranjak dari tempat duduknya, dan hendak pergi. Tiba-tiba Arya mencekal lengannya. " Kau mau kemana? " Tanyanya.
"Berdoa! Bukakanlah kau yang menyuruhku untuk menyerahkan segalanya pada Tuhan? " Sahut Rindu.
"Lakukanlah! " Ucap Arya.
Rindu mengangguk dan pergi meninggalkan Arya, Rindu pun pergi ke tempat peribadatan yang berada di rumah sakit tersebut.
Arya memandang kepergian Rindu. " Ternyata kau adalah wanita yang taat pada Agama! " Gumamnya kagum.
Setelah beberapa saat kemudian, Rindu kembali dan telah selesai berdoa pada Tuhannya.
"Sudah? " Tanya Arya.
Rindu mengangguk. " Sudah! Apa kau tidak berdoa? " Tanya Rindu.
Arya menggeleng. " Aku tidak tahu tata cara berdoa! " Ucapnya lirih.
"Ya tuhan! Lalu selama ini, kau tidak pernag berdoa atau beribadah? " Tanya Rindu kaget.
Arya mengangguk. " Ya, bagaimana aku mengenal tuhan. Sementara tidak ada yang mengajariku akan hal itu! " Sahut Arya jujur.
Rindu menutup mulutnya, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ternyata di era modern ini masih ada manusia seperti Arya yang tidak mengenal tuhan. "Ko bisa sih? " Tanya Rindu penasaran.
"Wajar saja, aku adalah seorang broken home! Aku dibesarkan oleh pengasuh. " Ucap Arya jujur.
Entah kenapa Arya merasa nyaman saat bercerita dengan Rindu, walaupun mereka baru saling mengenal.
"Pantas saja! Lalu orang tuamu kemana? " Tanya Rindu.
Arya menggeleng. " Aku tidak tau kemana orang tua ku, bahkan aku tidak tau dimana Ibuku! Apa dia masih hidup atau tiada? "
Memang benar jika selama ini Arya tidak pernah tahu siapa Ibu yang telah melahirkannya. Ia tidak pernah bertemu dengan sosok yang seharusnya ia panggil Ibu.
Rindu menghela nafasnya, ia begitu prihatin dengan Arya. "Apakah Ayahmu masih ada? " Tanya Rindu.
Arya mengangguk. "Papa masih ada, tapi aku sudah menganggapnya mati! " Ucap Arya marah.
__ADS_1
"Mengapa? " Tanyanya.
"Banyak hal yang tidak bisa di jelaskan. Tapi yang jelas, dia tidak pantas menjadi panutan! Aku telah membencinya selama ini, sehingga aku menjadi seorang Broken home! " Ucap arya dengan amarah yang menggebu.
Arya memang sangat membenci sosok Ayahnya, Ayah yang menurut Arya tidak pantas menjadi seorang Ayah. Bahkan sang Ayah yang tidak menganggapnya sebagai Anak kandung, apakah masih pantas di sebut Ayah?
Banyak kemarahan Arya yang ingin ia lampiakan pada sosok Ayahnya tersebut, ingin rasanya ia menghajar dan menghakiminya, namun apalah daya Arya hanya seorang manusia biasa.
"Aku mengerti apa yang kau rasakan, tapi sebaiknya kau selesaikan masalahmu dengan Ayahmu. Sebelum kematian benar-benar menghampirinya dan kau akan menyesal di kemudian hari! " Nasihat Rindu.
Arya memalingkan wajahnya, ia seolah-olah tidak ingin mendengar kata-kata itu. Bagaimana mungkin ia menyelesaikan hal yang bahkan baru saja ia mulai. Arya akan tetap menuntut balas atas semua kesalahan Yogi padanya.
"Kau tidak tahu apapun, jadi berhentilah menasihati orang-orang yang memang tidak butuh nasihat! " Ucap Arya.
Arya tahu maksud Rindu memang baik, namun saat ini Arya tidak butuh nasihat. Ia hanya butuh seseorang yang bisa mendengarkan ceritanya.
Rindu mengerti bahwa memang ucapannya salah. "Maaf! " Ucapnya.
"Its oke! " Sahut Arya.
"Aku lupa menanyakan namamu? " Tanya Rindu seraya mengulurkan tangannya.
"O ya, aku lupa memperkenalkan namaku. Perkenalkan aku Arya Aditya! " Ucap Arya seraya menjabat tangan Rindu.
Akhirnya pembicaraan mereka harus terhenti, sebab Dokter telah keluar dari ruang UGD. Rindu bergegas menghampiri Dokter tersebut. "Bagaimana keadaannya, Dokter? " Tanya Rindu.
Rindu dan Arya mengucapkan Syukur bersama.
"Terimakasih! " Ucap Arya, kala Dokter hendak pergi.
Dokter pun mengangguk seraya melangkah pergi.
Arya dan Rindu duduk kembali, tiba-tiba Arya mendengar bunyi yang berasal dari perut Rindu.
Rindu merasa risih dengan suara perutnya. "Kau ini membuat ku malu saja! " Gumamnya lirih, lantas Rindu memukul perutnya pelan.
Arya hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. "Gimana kalo sekarang kita makan saja? " Ajak Arya, ia tahu saat ini Rindu sedang lapar.
Rindu menggeleng. " Aku tidak lapar! " Sahutnya berbohong.
Arya hanya tersenyum mendengar jawaban Rindu, sudah jelas saat ini Rindu tengah kelapar. Tapi masih saja mengelak. " Jangan bohong! Perutmu tidak bisa berbohong. " Ejek Arya.
Rindu menunduk malu, memang saat ini Rindu tengah kelaparan. Namun ia begitu malu jika menyiyakan ajakan Arya.
"Ayolah! Lagi pula hanya makan. Kau tidak usah sungkan atau malu! " Ucap Arya.
Kemudian Rindu mengiyakan ajakan Arya, lantas keduanya berjalan menuju sebuah rumah makan yang dekat dengan rumah sakit.
__ADS_1
"Ayo! " Ajak Arya, lantas Rindu mengikuti langkah Arya dari belakang.
Sesampainya di sebuah rumah makan, Arya mempersilakan Rindu untuk memesan apapun yang dia inginkan.
"Pesanlah apapun yang kau mau! " Ucapnya.
Rindu pun memesan beberapa makanan dan juga minum.
"Tunggu sebentar! Pesanannya akan segera tiba. " Ucap pelayan seraya melangkah pergi dari meja.
Sembari menunggu pesanan datang, Arya dan Rindu pun mengobrol keci. Tiba-tiba Rindu mendengar namanya di panggil.
"Rindu!! " Panggil seseorang.
Rindu dan Arya pun menoleh ke arah suara. "Arjun! " Gumam Arya dan Rindu.
Rindu melambaikan tangannya, begitu pula dnegan Arjun. Arjun menghampiri keduanya.
"Mas Arjun! " Panggil Rindu.
Arjun tersenyum, ia pun melirik ke arah Arya. " Pak Arya! " Sapanya.
Arya mengangguk seraya tersenyum.
"Apa aku mengganggu? " Tanya Arjun.
Rindu menggeleng. " Tidak, tidak sama sekali! " Sahut Rindu cepat.
"Apa aku boleh bergabung dengan kalian? " Tanya Arjun seraya memandang Arya dan Rindu bergantian.
Tentu saja Rindu mengangguk dengan cepat, sementara Arya ia sebenarnya tidak suka ada Arjun disini. Moodnya menjadi hancur, namun sebisa mungkin ia menahannya.
"Silakan! " Sahut Arya.
Arjun pun memesan makanan dan juga minuman, tak berapa lama kemudian akhirnya pesanan mereka sudah datang.
"Selamat menikmati! " Ucap pelayan.
"Terimakasih! " Sahut Arjun di sertai senyum kecil.
Mereka bertiga menikmati makanan mereka masing-masing.
"Apa kalian saling kenal? " Tanya Arjun seraya melirik Arya dan Rindu bergantian.
"Iya! " Sahut Arya dan Rindu bersamaan.
Arjun pun mengangguk, ternyata Arya dan Rindu sudah saling kenal. Kemudahan Arjun melanjutkan makannya.
__ADS_1
Arya melirik ke arah Arjun dan Rindu, Arya merasa bahwa Arjun menyimpan perasaan pada Rindu. Apakah Arjun mencintai Rindu?