
Beberapa tahun kemudian setelah kepergian 2 orang yang amat Arjun cintai, kini Arjun telah melanjutkan hidupnya bersama Putranya.
Beberapa tahun ini Arjun masih menyendiri, ia belum mau memberikan Mario seorang Ibu sambung. Arjun masih amat mencintai Rindu mo hingga bertahl Nnya bahkan waktu pun telah berlalu cukup lama.
"Aku masih disini, di tempat ini. Apa yang kau berikan padaku? sehingga aku begitu sulit melupakanmu, Rindu!! " Ucapnya sedih.
Ya, hingga detik ini Arjun masih belum bisa melupakan segalanya. Ia terus bertahan dengan rasa ini, ia harus berjuang sendiri merawat Putranya sendiri.
kini usia Mario sudah menginjak 8 tahun, itu berarti usia Arjun sudah tidak muda lagi namun ketampanannya membuat Arjun tidak terkikis oleh waktu.
Mario pun sudah bersekolah dasar, ia di antar jemput oleh Arjun. Mereka berdua pun telah kembali ke tanah air, tempat dimana semestinya mereka berada.
"Hi, Dear! are you ready? " Tanya Arjun pada Putranya seraya bersimpuh dan memegang pipinya yang gembul.
"Ready!! " Sahut Mario.
Arjun tersenyum dan memangku Putra semata wayangnya, mereka berdua bergegas masuk ke dalam mobil dan hari ini Arjun akan mengantar Mario bersekolah.
"Dad! Dimana Mama sama Ayah? kenapa mereka belum pulang sampai sekarang? " Tanya Mario sembari menatap Arjun dengan tatapan nanar.
Deghhh....
Seperti ada batu besar yang menghantam Arjun. Sungguh, ucapan Mario bagaikan sebuah belati yang menancap pada hatinya. Bagaimana tidak, Rindu dan Arya adalah orang-orang yang paling dia sayang tapi sebuah takdir memisahkan mereka. Ucapan Mario seolah-olah membuka luka lama yang bahkan hingga kini belum sembuh dan tak tahu akan sembuh kapan?
Arjun menatap nanar sang buah hati, ia benar-benar tidak tega selalu berbohong padanya. Arjun selalu mengatakan bahwa Arya dan Rindu sedang pergi, tapi seiring berjalannya waktu Mario akan tahu segalanya dan Arjun takan bisa lagi berbohong lebih lama.
Arjun menghela nafasnya. " Mario. sebenarnya... "
"Awas.... " Teriak Arjun.
Belum sempat Arjun mengatakan yang sebenarnya, tiba-tiba mobilnya tak sengaja menabrak seseorang.
Arjun segera menghentikan mobilnya, ia begitu panik. Arjun beberapa kali menghela nafasnya dan menyugar rambutnya. "Ya tuhan, apa dia tidak apa-apa? " Gumamnya dalam hati.
Arjun bergegas turun dari mobilnya, guna melihat orang yang dia tabrak. " Mario. Kau tetap disini, Oke! " Ucap Arjun.
Mario mengangguk dan menunggu Arjun di dalam mobil.
Arjun melangkah menuju orang yang dia Tabrak. " Kau tidak apa? " Tanya Arjun panik.
Orang yang di tabrak pun menoleh. " Pak, Arjun!! " Ucapnya.
Arjun mengernyitkan keningnya. " Ya, apa kita pernah kenal? " Tanya Arjun, Jujur saja Arjun lupa dengan wanita di hadapannya.
Wanita itu pun bangkit dengan kaki yang masih sakit akibat tabrakan Arjun. " Aw.. " Rintihnya.
"Kau tidak apa? " Tanya Arjun khawatir.
__ADS_1
Wanita itu menggeleng. "Tidak. ini hanya luka kecil. Apa kau lupa? aku adalah Lita! temanmu dulu, Lho!! " Sahutnya.
Arjun nampak berfikir, dan akhirnya ia ingat. Ya, dia adalah Lita temannya saat SMA dulu. sebuah keajaiban yang akhirnya mempertemukan keduanya.
"Ya tuhan, Lita. Apa kabarmu? maaf aku baru mengenalimu. Sudah lama kita tidak bertemu! " Ucap Arjun senang.
Mereka berdua saling becanda tawa, Mereka di pertemukan tanpa sengaja.
Mereka pun saling bertukar nomor ponsel untuk sewaktu-waktu ada urusan penting, Kebetulan Lita juga seorang pengusaha di kota ini.
Saat keduanya sedang asyik mengobrol, Arjun sampai lupa bahwa Mario sedang menunggunya di mobil.
Mario turun dari mobil dan menghampiri Arjun. " Dad!! " pangggilnya.
Arjun menoleh, dan menepuk jidatnya. " Ya tuhan, Mario. Sorry! " Ucapnya sembari menghampiri Mario, kemudian menggendongnya.
Lita memperhatikan Mario dan Arjun, lantas Lita tersenyum ke arah Mario. " Hallo, Anak tampan!! siapa namamu? " Tanya Lita sembari mencubit pipi Mario yang gembul.
Mario memalingkan wajahnya, ia tak semudah itu untuk bertegur sapa dengan orang yang tidak di kenal.
"Mario. Kau tidak boleh seperti itu, Dear! Tante itu bertanya padamu! " Tegur Arjun.
Mario menghela nafasnya, dan melirik Lita. " Mario!! " Sahutnya.
Lita tersenyum, dan memaklumi hal yang di lakukan oleh Mario.
"Ya, dia adalah Anak semata wayangku yang paling tampan!! " Sahut Arjun sembari mencium Mario.
Dulu, Lita pernah mencintai Arjun namun itu hanya masa lalu. Lita sadar bahwa dulu Arjun dan Dirinya tidak sepadan, sebab Arjun merupakan seorang Anak pengusaha terkenal sementara dirinya hanya seorang tak punya. Apalah daya, Lita harus mengubur cintanya dalam-dalam.
Lita tersenyum, dalam benaknya sungguh beruntung orang yang bisa mendapatkan dan bisa di cintai oleh Arjun namun sejak Tadi Lita tidak melihat seorang Wanita bersama dengan Arjun dan Mario.
"Istrimu kemana Arjun? " Tanya Lita sembari clingukan.
Arjun menggeleng lemah. " Aku tidak punya istri! " Sahutnya sembari menunduk sedih.
Bagaimana Arjun memiliki seorang Istri bahkan Cinta pertamanya telah membawa Cintanya pergi bersama semua kenangannya.
Arjun tak tahu, mengapa hingga detik ini dirinya masih mencintai orang yang bahkan tidak akan pernah kembali. Tapi bagi Arjun ini semua adalah sebuah bukti Cinta dan kesetiaannya pada Rindu.
Lita menjadi tidak enak, ia pun meminta maaf pada Arjun. Ia tahu bahwa Arjun sedih mendengar pertanyaannya, tak seharusnya Lita bertanya hal demikian.
"Maafkan Aku, Arjun!! " Ucapnya.
"No Problem!! " Sahut Arjun.
Lita mengira bahwa Istri Arjun mungkin telah meninggal dunia, Ia belum tahu bahkan hingga detik ini Arjun tidak pernah menikah sama sekali. Sementara Mario adalah seorang Anak dari sebuah kesalahan yang di lakukan oleh Arjun dan Rindu tanpa sebuah ikatan.
__ADS_1
"O ya, apa kakimu baik-baik saja? apa perlu aku antar kau ke Dokter? " Tanya Arjun mengalihkan pembicaraan.
Tidak menggeleng. " Tidak perlu! kau antar saja Putramu! pasti dia sudah telat, Bukan? " Titahnya.
"Kau yakin?? " Tanya Arjun memastikan.
Lita mengangguk, Kemudian Arjun masuk ke dalam mobilnya lantas melajukannya menuju sekolahan Mario.
Arjun melirik Putranya. " Are you oke? " Tanya Arjun, sedari tadi ia melihat Wajah Mario yang selalu di tekuk.
Mario tak menjawab Ucapan Arjun, justru Mario memalingkan wajahnya. sepertinya Mario sangat kesal dengan Arjun.
"Mario. Kau kenapa? Kau ingin sesuatu? " Tanya Arjun.
Jujur Arjun tidak mengerti dengan Mario, kenapa sikapnya selalu seperti itu?.
Mario masih bungkam, ia tak mau menjawab pertanyaan Arjun. Arjun menjadi serba salah dibuat olehnya.
"Mario! Say what you want? " Tanya Arjun, kali ini Arjun menaikan 1 oktaf suaranya Agar Mario tahu bahwa saat ini Arjun sedang marah.
Mario menghela nafasnya dan memandang Arjun. " Dad, Aku Rindu dengan Mama!! " Sahut Mario.
Tiba-tiba saja Arjun menghentikan mobilnya secara mendadak, kala mendengar keinginan Putranya. Arjun terdiam beberapa saat, matanya mulai mengembun namun Arjun coba tahan agar tak jatuh di hadapan Mario.
Arjun juga merasakan apa yang di rasakan oleh Mario. Ia pun sama rindunya dengan sosok yang selalu ia cintai selama ini!
Mario masih memandang Arjun, ia melihat sepertinya Arjun sedang tidak baik-baik saja. " Dad, Are you oke? " Tanya Mario cemas.
Arjun melirik Mario sembari tersenyum. " Fine!! " Sahutnya.
Sejujurnya Arjun benar-benar tidak baik-baik saja saat ini, namun ia mencoba terlihat baik-baik saja di depan Mario.
Saat ini Arjun sedang di posisi serba salah. haruskah Arjun mengatakan hal yang sebenarnya pada Mario? Atau menyembunyikannya? Tapi, sampai kapan ia harus berbohong? lambat laun, Mario akan mengetahui yang sebenarnya!
Arjun memeluk Mario dengan erat, penuh dengan kasih sayang. "Maafkan, Papa. Mario!! " Gumamnya dalam hati.
Setelah keadaan mulai membaik akhirnya Arjun melajukan mobilnya kembali.
di perjalanan Mario sibuk melihat keindahan kota yang nampak sejuk di pagi hari ini. Sementara Arjun, ia sibuk dengan jalanan yang mulai macet dimana-mana. Hal yang sangat dibencinya sejak dulu!
30 menit kemudian akhirnya mobil Arjun telah sampai di sekolahan Mario. Mario turun, dan Arjun pun ikut turun dari mobil.
"Dad, Aku sekolah dulu, ya. Bye!! " Pamitnya, tak lupa Mario juga mencium pipi Arjun.
"Oke. Ingat, jangan nakal dan fokus belajar!! " Pesan Arjun.
Arjun memperhatikan kepergian Putranya, setelah Putranya benar-benar masuk Arjun pun masuk kembali ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju kantor.
__ADS_1