BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 69


__ADS_3

Arjun dan Arya terus menggertak para siluman. hingga akhirnya, para siluman pun menyetujui untuk mengantarkan mereka berdua.


"baiklah, kami akan mengantarkan kalian. tapi, kami tidak bisa mengantarkan kalian masuk kedalam penjara itu. kami takut! ". ucapnya.


Arya melirik ke arah Arya, ia mencari persetujuan Arjun atas ucapan Siluman tersebut. hingga Arjun mengangguk.


"baiklah, kami setuju! ". ucap Arya.


Arjun, Arya dan para siluman pun kini berjalan menuju penjara tersebut. mereka tak menyadari bahwa di belakang mereka ada seseorang yang tengah menguntit keduannya.


"apakah masih jauh? ". tanya Arjun


"tidak, sebentar lagi kita sampai! ". jawab salah seorang.


mereka sudah berjalan cukup jauh. hingga akhirnya mereka sudah sampai pada gerbang dimana penjara itu berada.


"sesuai janji, kami hanya bisa mengantar kalian sampai sini. selebihnya kalian yang atur. " ucap Siluman.


"baiklah, tapi bagaimana cara kami membuka dan masuk gerbang ini? ". Tanya Arya.


walau Arya Benyak mengetahui dunia Siluman, namun dirinya belum mengetahui tentang penjara ini.


"cahaya dalam gelap, kekuatan dalam genggaman dan arahkan keduanya pada gerbang itu. maka kalian akan bisa membukanya! ". jawab siluman.


"maksudmu apa, aku sama sekali tidak mengerti? ". tanya Arjun.


"nanti kalian juga akan tahu. sudah, ya. kami harus pergi, sebelum ada penjaga yang melihat dan menyerat kami dalam penjara itu! ". terlihat wajah para siluman sangat tegang.


Arjun dan Arya mengangguk dan para siluman tersebut pergi dari hadapan keduanya.


"apa maksud mereka cahaya dalam gelap, kekuatan dalam genggaman? ". ucap Arjun penuh tanya.


"kita coba saja dulu! ". ucap Arya.


Arya pun melangkah mendekati gerbang. ia pun mencoba mendorongnya. namun gerbang itu sama sekali tidak terbuka.


"bagaimana caranya? ahhhh, membingungkan sekali. " gumam Arya.


Arya memikirkan apa yang sudah di ucapkan oleh siluman tadi. Fikirannya buntu walau dirinya telah berfikir dengan sangat keras.


"apa kau tahu sesuatu, Arjun? ". tanyanya sembari menatap Arjun.


"tidak, aku tidak tahu apa artinya! ". jawab Arjun santai.


ketika Arya akan mencoba membuka gerbang dengan kekuatannya. tiba-tiba Arjun menarik lengan Arya dan membawanya bersembunyi.


"Arya! ". ucap Arjun sembari menarik Arya.


Arya yang kaget dan tak tahu mengapa Arjun menarik dirinya.


"ada apa? ". tanyanya.


"lihatlah! ". ucap Arjun sembari menunjuk ke arah depan.


Arya melihat ada beberapa penjaga yang tengah memantau kawasan tersebut. mereka mengawasi setiap sudut daerah disana.


"siapa mereka? ". tanya Arya


"jika dilihat dari pakaiannya, sepertinya mereka adalah penjaga! ". jawab Arjun


"benarkah? ". ucap Arya.


"mungkin saja, aku pun tak tahu pasti! ". jawab Arjun santai. ia pun memutuskan untuk duduk disana sembari memikirkan ucapan siluman tadi.

__ADS_1


sementara Arya, ia masih mengawasi para penjaga tersebut. kemudian Arjun mengajaknya beristirahat.


"duduklah dan istirahat. kau pasti lelah! ". ucap Arjun


Arya pun mengangguk dan mulai menjatuhkan pantatnya ditanah dekat Arjun duduk.


malam mulai tiba, rembulan dan bintang mulai terlihat menghiasi langit yang indah dan damai. namun hingga kini Arjun dan Arya belum menemukan jawaban atas apa yang di katakan oleh siluman tadi.


Arya tak sengaja mengarahkan cincin ia yang pakai pada rembulan. tiba-tiba, Cincin tersebut mengeluarkan cahaya yang menyilaukan. Arjun melihat hal tersebut dan teringat akan ucapan siluman tadi siang.


"apa kau berfikiran dengan apa yang aku fikirkan? ". tanya Arjun pada Arya.


"iya! ". ucap Arya sembari tersenyum, ia seperti mendapatkan sedikit energi.


Arya berdiri dan mulai mengawasi sekitar, tak ada tanda-tanda ada penduduk atau pun penjaga yang nampak disana. hanya sepi yang ada.


"aman! ". Arya mengacungkan satu jempolnya pada Arjun.


"bagus, ayo kita mulai! ". ucap Arjun.


Arya dan Arjun. mereka berdua mulai nampak sedang berdiri di depan gerbang. mereka saling lirik dan mengangguk.


"kau siap? ". tanya Arya


"siap! ". ucap Arjun.


"baiklah kita mulai! ".


Arjun mengangguk, mereka berdua mengacungkan tangannya dan mengarahkan cincin mereka pada sinar rembulan.


ciww.....


Cincin Arjun dan Arya mengeluarkan sebuha cahaya. dengan bersamaan mereka berdua mengarahkannya pada gerbang yang nampak di depan mata keduanya. mereka menggunakan kekuatannya.


Pintu gerbang pun terbuka lebar. menampilkan sebuah penjaga yang penuh dengan berbagai macam rupa. sepertinya mereka adalah manusia-manusia yang ingkar dan menyekutukan tuhannya.


penampakan dari luar pun terlihat sangat menyeramkan dan begitu mencekam. apalagi jika masuk ke dalam. banyak jiwa-jiwa yang begitu menyesal karna telah menyekutukan tuhan dan ingin kembali. namun penyesalan mereka tiada arti. mereka harus menuai apa yang telah mereka tabur.


Arya dan Arjun melirik ke sisi kiri dan kanan sebelum mereka melangkah masuk ke dalam. setelah di rasa situasi cukup aman dan tak ada bahaya, mereka berdua melangkah masuk.


"ayo kita selamatkan Rindu sebelum terlambat! " ajak Arya.


Arjun mengangguk dan mengikuti langkah Arya dari belakang. walau situasi nampak aman, namun mereka berdua harus tetap waspada.


"tetap waspada! ". ucap Arjun.


Arjun dan Arya mulai mengendap-endap untuk masuk ke dalam.


"tolong.. tolong.. tolong kami! ". teriak mereka ketika melihat Arjun dan Arya.


"kami menyesal telah menyekutukan mu tuhan! ". ucap mereka penuh sesal.


Arjun dan Arya lebih banyak mengabaikan teriak-teriakan mereka. bukannya mereka tak ingin menolong, namun semuanya sudah terlambat. ini adalah hasil dari perbuatan mereka sendiri.


"sudah abaikan saja, percuma juga kita tidak dapat membantu mereka! " ucap Arya.


"baiklah! " jawab Arjun.


mereka mulai menelusuri lorong demi lorong satu persatu.


lorong yang berada disana nampak gelap. hanya obor-obor kecil yang menjadi penerangan disana. mereka berjalan dalam gelap hanya untuk mencari Rindu.


Arjun tak sengaja menabrak dan menjatuhkan obor di sampingnya.

__ADS_1


brak...


"siapa kalian? ". tanya penjaga yang kebetulan sedang berpatroli disana.


Arya segera menarik tangan Arjun dan mereka berlari agar tak tertangkap oleh para siluman penjaga.


"gawat, Ayo lari Arjun! ". teriak Arya


mereka berdua berlari menyusuri ruangan-ruangan disana. sementara penjaga tersebut terus mengejar kemana mereka pergi. penjaga itu pun memberi tahu pada penjaga lain.


"ada penyusup.. ada penyusup.. ada penyusu! " teriaknya kencang.


Sontak saja penjaga yang lain tergopoh-gopoh menemui penjaga tersebut.


"dimana penyusup itu? ". ucap salah satu dari mereka.


"mereka kabur dan berlari ke arah sana! ". ucap penjaga tadi sembari menunjuk ke arah Arya dan Arjun berlari.


mereka semua bergegas mengejar Arjun dan Arya.


Arya dan Arjun, mereka dalam bahaya saat ini. sebab semua penjaga tengah mengejar mereka berdua.


"celaka, kita ketahuan! ". ucap Arya


"bagaimana ini? ". tanya Arjun kemudian.


"lari! ". teriak Arya.


kini mereka berlari dari kejaran para penjaga yang jumlahnya sangat banyak.


di tengah lari, Arjun sempat-sempatnya meminta bantuan pada Ki Gembor.


"Ki Gembor tolong kami, kami dalam bahaya! ". gumam Arjun.


"bodoh! mana bisa dia mendengar. " ucap Arya.


Arjun dan Arya tetap berlari. Arya melihat Ruangan yang nampak kosong. mereka bergegas masuk ke dalam sana, berharap mereka bisa lolos dari kejaran para siluman.


"Ayo sembunyi disana! ". ajak Arya


Arjun mengikuti kemana Arya pergi. mereka berdua bersembunyi diruangan yang kosong tersebut.


"kemana mereka lari? ". terdengar ucapan para siluman.


"ayo, ayo kita cari mereka ke sana! " ucap salah satu dari mereka.


Arjun dan Arya bisa bernafas dengan lega. akhirnya mereka bisa menyelamatkan diri dari para siluman.


"beruntung kita bisa selamat! " . ucap Arjun


"makannya, lain kali hati-hati. kali ini kita bisa lolos, tapi entah lain kali." ucap Arya


"oke, oke. aku minta maaf! ". ucap Arjun lirih


"its oke, no problem. jangan ulangi kebodohan mu lagi! ". peringat Arya pada Arjun.


mereka berdua melanjutkan pencarian mereka. mereka berdua entah berada di ruangan mana saat ini.


"kita berada di ruangan mana ini? ". tanya Arjun.


"entahlah aku tidak tahu. sebaiknya kita telusuri dulu! ". ucap Arya.


mereka berdua kembali menelusuri ruangan demi ruangan.

__ADS_1


__ADS_2