BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 66


__ADS_3

Ki Gembor, mulai mempersiapkan segala keperluannya. ia menyiapkan sesajen berupa, Dufa, kembang 7 rupa dan banyal hal lainnya.


"Mana Cincin yang aku berikan dan yang pernah kau temukan! ". ujar Ki Gembor pada Arjuna.


Arjuna mengangguk dan bergegas mengambil 2 Cincin dari kotak yang berbeda.



Arjun memberikan Cincin miliknya pada Ki Gembor.


Ki Gembor, meraihnya dan meletakannya di wadah berisi Air.


"satu lagi! ". pinta Ki Gembor.


Arjun menyodorkan yang satunya lagi.



Arya seperti mengenali Cincin yang diberikan oleh Arjun. ia pun melirik tajam ke arah Arjun.


"Cincin itu? ". gumam Arya lirih.


"aku menemukannya di rumah sahabatku yang kau bunuh tempo lalu! ". sahut Arjun.


"pantas saja, aku cari-cari tidak menemukannya. ternyata kau yang menemukannya! ". gumam Arya.


Arjun tak menjawab ucapan Arya. ia memilih duduk dihadapan Ki Gembor. begitupun dengan Arya, ia pun mengikuti Arjun duduk disebalahnya.


"baiklah, kita mulai Ritualnya! kalian berdua pejamkan mata kalian dan kosongkan fikiran kalian berdua. satu lagi, kalian berdua harus berpegangan tangan agar tidak terpisah." Tutur Ki Gembor.


Arjun dan Arya mengangguk dan mulai memejamkan matanya. mereka juga saling berpegangan tangan.


Ki Gembor, mulai membakar dufa. aroma yang dikeluarkan dufa tersebut mulai tercium dan mengguar ke seluruh ruangan.


Ki Gembor, mulai membacakan mantra untuk membuka pintu menuju dimensi para siluman.



sementara di Negri siluman. kini Rindu tengah dikurung di sebuah pagar terbuat dari besi. Rindu tak bisa melepaskan diri jari penjara siluman tersebut.


"tolong.. tolong.. tolong! ". teriak Rindu memohon tolong. namun, tak ada yang mendengar teriak Rindu.


"tolong, lepaskan aku! ". kembali, Rindu berteriak.


Rindu, hanya bisa menangis dan terisak dalam penjara siluman tersebut.


"hiks.. ya tuhan, tolonglah aku! ". gumam Rindu lirih.


tap.. tap.. tap!


tiba-tiba, terdengar suara langkah seseorang dari balik kegelapan. semakin dekat dan semakin mendekat. munculah seorang wanita Cantik.


wanita Tersebut memakai jarik dan mahkota. khas seperti seorang Ratu. namun sayang, raut wajahnya begitu menyeramkan. ia terlihat begitu kejam dan dingin.


"siapa kau? " teriak Rindu.

__ADS_1


"hahha, kau tidak tahu siapa aku? ". ia malah balik bertanya.


Rindu mengggeleng lemah, karna memang dirinya tak tahu siapa wanita itu.


Wanita itu hanya bisa tersenyum miring ke arah Rindu. ia melirik ke arah Siluman agar memberitahu Rindu siapa dirinya.


"dia adalah Nyai Arum. seorang Ratu siluman! ". ucap salah seorang Siluman.


sontak saja Rindu menutup mulutnya tak percaya. ternyata dirinya sedang berhadapan dengan Ratu siluman.


Sementara Ki Gembor. kini dirinya terus melafalkan mantra sembari terus membakar dufa. ia juga mengangkat Cincin tadi dari dalam air dan memakainya kepada Arjun dan juga Arya sebagai perlindungan untuk mereka berdua


blusssshhh...


Arjun dan arya. kini, keduanya telah menghilang dari hadapan Ki Gembor.


kini Arjun dan Arya telah berada di dimensi para siluman. mereka berada di pintu masuk dunia siluman.


"kita sudah sampai! ". tutur Arya.


Arjun dan Arya mulai berjalan menelusuri jalan yang berada di depannya.


"kemana kita harus pergi? ". tanya Arjun.


"entahlah, kita telusuri saja dulu jalan ini! ". jawab Arya.


Arjun mengangguk dan berjalan di depan di ikuti oleh arya dari belakang.


Arjun nampak kagum dengan pemandangan di depan matanya. terbentang sungai yang mengalir di sisi kiri dan perumahan warga siluman.


"eits, jangan salah! jangan mudah tertipu. kau belum tahu apa yang ada disini. yang kau lihat belum tentu indah! ". ucap Arya.


"kau lihat sungai itu, ya, mungkin dalam penglihatan mu itu adalah sungai. namun, tahukah kau? itu memang sungai, namun lebih tepatnya sungai darah. kenapa? sebab disana banyak Manusia-manusia yang tewas di tenggelamkan. mereka merupakan pelaku perjanjian dengan iblis. karna waktu mereka telah habis. maka dari itu mereka di tenggelamkan. " tutur Arya.


Arjun yang mendengar penuturan Arya pun melotot sempurna. ada rasa ngeri dan takut dalam dirinya. Arjun teringat dengan papanya, apakah ayahnya bernasib sama seperti mereka.


"papa! ". gumam Arjun lirih.


Arya mendengar gumaman Arjun. ia pun menepuk pundak Arjun dan tersenyum.


"tenanglah, papa tidak termasuk seperti mereka. sebab, papa sempat bertobat dan memutuskan perjanjiannya. " ucap Arya.


Arjun bisa bernafas lega, ketika mendengar apa yang Arya katanya tentang papanya.


Arjun, merasa heran mengapa Arya tahu segalanya tentang negri siluman ini.


" sepertinya kau tahu banyak tentang negri ini? ". celetuk Arjun.


Arjun sengaja berkata demikian agar mengetahui jawaban Arya.


"kau lupa siapa aku? ". jawab Arya


Arjun menghentikan langkahnya dan berbalik melirik ke arah Arya.


"sudahlah, turunkan tatapan mu itu. ayo, kita cari Rindu! ". ucap Arya.

__ADS_1


kini Arya berjalan melewati Arjun yang masih berdiri dan memandang dirinya.


sedetik kemudian, Arjun pun mengikuti langkah kaki Arya. ia tak ingin tersesat di negri Siluman ini.


"Tunggu! ". teriak Arjun


Arya hanya menoleh sekilas dan terus melanjutkan langkahnya. Arjun pun mengikuti langkah Arya dari belakang.


Walau Arya tahu banyak tentang Negri siluman ini. namun dirinya tidak tahu kemana harus mencari Rindu.


mereka berdua mulai kehilangan Tujuannya.


Arjun dan Arya memilih beristirahat dan duduk sebentar di bawah pohon besar.


"Aku begitu lelah, lebih baik kita beristirahat saja dulu. kita tanya juga dimana Rindu berada saat ini! ". ucap Arjun.


Arya menghela nafasnya dan ikut duduk di sebelah Arjun.


"Ki Gembor, apakah kau dapat mendengar suara ku! ". gumam Arjun.


lama tak ada jawaban disana. Arjun mulai hilang harapan untuk menemukan Rindu.


"ya, ada apa lagi? pergilah kalian ke arah barat dan kalian akan menemukan sebuah Guwa yang berada dekat dengan hutan! ".


tiba-tiba terdengar sahutan dari alam manusia. ternyata Ki Gembor bisa mendengar panggilan Arjuna.


Arjun menyunggingkan senyum di bibirnya. ia lantas berdiri dan mengajak Arya supaya segera pergi dari sana.


"Ayo, arya. kita cari Rindu sekarang! ". ajak Arjun


"oke! ". Arya berdiri dan mengikuti langkah Arjun.


mereka berdua pergi dan meninggalkan tempat dimana mereka beristirahat tadi.


tanpa mereka sadari, seseorang tengah memperhatikan keduanya.


ya, ada siluman yang sejak tadi memperhatikan Arjun dan juga Arya. sebab mereka bisa mencium aroma tubuh yang tak biasa dari pemuda tersebut.


"cepat ikuti mereka? ". ucap salah seorang siluman.


"ayo! ".


mereka mengikuti kemana Arya dan Arjun pergi. mereka mengikuti langkah Arjun dan Arya dari jarak yang cukup jauh.


"jangan sampai kalian kehilangan jejak mereka. kita bisa menjadikan mereka sebagai tumbal! ". ucap salah seorang


mereka mengangguk dan mulai mengikuti kemana langkah Arjun dan Arya melangkah.


Arya yang menyadari seperti ada yang mengikuti mereka dari belakang.


"sepertinya ada yang mengikuti kita, Arjun! ". bisik Arya di telinga Arjun.


"siapa? palingan itu hanya perasaanmu saja! ". sahut Arjun


"mungkin iya, hanya perasaan ku saja! ". jawab Arya.

__ADS_1


walau pun Arya tak yakin ini hanya perasaanya saja. karna dari tadi seperti banyak pasang mata yang mengikuti mereka berdua.


__ADS_2