
tanpa kata dan tanpa senyum aryapun langsung pergi meninggalkan acara tersebut. saat ini ia terlihat begitu marah. ia pun berjalan menuju menuju kamarnya. Arya begitu marah, sehingga apapun yang ia lihat langsung ia lempar dan banting. kini seluruh kamarnya terlihat berhamburan, dan berantakan.
"aaakkkhhh". teriaknya marah.
tok ... tok... tok..!
kemudian seseorang mengutuk pintu kamar Arya. kemudian Arya pun menetralkan perasaannya, ketika ia sudah rileks kemudian ia membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
"iya sebentar". aryapun membuka pintu kamarnya, dan muncul seorang wanita yang diketahui adalah mantan dari Arya! yang bernama Yolanda.
"untuk apa kau menemuiku? bahkan, aku tidak merasa mengundangmu! ". ucap Arya.
"memang kau tidak mengundangku, sayang! tapi aku hanya ingin menemui saja". ucap Yolanda dengan manjanya.
"hentikan! aku tak ingin menemui. lebih baik kau pergi! ". Arya mengusir Yolanda dari kamarnya. namun, Yolanda begitu licin hingga ia bisa masuk kedalam kamar Arya. yolandapun terkejut melihat keadaan kamar arya, yang begitu berantakan.
"OMG, Arya! ada apa dengan kamarmu? ". Yolanda berucap sembari menutup mulutnya yang terbuka.
arya, tak menjawab ucapan Yolanda. ia hanya membuang mukanya kearah lain. menurut Arya, ia lebih baik melihat pemandangan di jendela. namun, tiba-tiba Yolanda memeluk dirinya dari belakang. sontak saja Arya melepaskan pelukan Yolanda.
"lapaskan tanganmu! ". ucap Arya sembari melirik tajam ke arah Yolanda.
"aku merindukanmu, Arya! ". ucap Yolanda dengan lembut sembari tangannya mengusap-usap dada bidang Arya. Arya yang risih, membuang mukanya ke arah lain dan mendorong tubuh Yolanda.
"hentikan, katakan! apa maumu? ". ucap Arya
"kau pasti tau apa yang aku inginkan, Arya! ". ucap Yolanda sembari mengedipkan satu matanya. ia pun berjalan ke arah ranjang sembari membuka gaunnya.
"jangan gila kamu, Yola! aku tidak mungkin melakukannya." ucap Arya. tentu saja ia menolak keinginan Yolanda.
"terserah! pilih salah satu. kau menuruti kemauanku atau rahasiamu aku bongkar!
mendengar hal itu, sontak saja melotot ke arah Yolanda. namun, detik berikutnya aryapun menghela nafas kasar dan langsung mengikuti yolanda.
__ADS_1
"andai kau tidak tau rahasia besar ini! aku tidak akan menuruti keinginan mu! ". ucap Arya dalam hatinya.
"kemarilah, Arya! aku sudah tidak sabar merasakan sentuhan dan juga kehangatan darimu". ucap Yolanda sembari berpose menggoda di atas ranjang. sontak saja Arya pun terpancing. Arya dan Yolanda melakukan hal tak seharusnya mereka lakukan, mereka terbuai dalam kenikmatan hingga mereka lupa ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka berdua.
"ouh, jadi kau takut pada wanita itu Arya! ". ucap seseorang sembari merekam aksi Arya dan Yolanda, menggunakan ponselnya.
setelah berhasil mendapatkan rekaman tersebut. ia pun segera pergi sebelum Arya mengetahui keberadaannya. ia pun mengacungkan jempolnya pada Yolanda. dan yolandapun tersenyum ke arah orang tersebut.
setelah Yolanda dan Arya selesai melepaskan hasratnya. ia pun memakai pakaiannya kembali. ia pun segera merapikan rambutnya., dan segera pergi menuju acara yang masih berlangsung. Arya pun meninggalkan Yolanda yang masih terlihat lemas.
"aku harus segera membunuhmu Yola! jika tidak, maka kau akan terus memerasku! ". ucap Arya sembari berjalan menuruni tangga, dan bergabung kembali bersama yang lain.
"dari mana saja kau". ucap Clara ketika ia baru melihat Arya.
"aku sibuk! " ucap Arya.
"sibuk apa? rambut mu, penampilanmu terlihat berantakan". ucap Clara sembari memutari tubuh Arya.
"sudahlah, minggir aku ingin mencari rindu! ". ucap Arya berlalu pergi dari hadapan clara.
"tunggu, Arya! ". namun, Arya tak menghiraukan panggilan Clara.
seseorang tengah memperhatikan Clara dan juga arya. ia telah mendengar percakapan mereka berdua.
"sudah ku duga". ucap seseorang tersebut sembari berlalu pergi.
aryapun sedang mencari rindu. ia tak menemukan keberadaan rindu.
"dimana rindu? ". ucap Arya sembari terus memperhatikan para tamunya, siapa tau diantara mereka ia menemukan rindu.
hingga Arya mencarinya kedekat toilet. Arya berhasil menemukan rindu. namun, rindu tak sendiri. ia bersama seseorang yang sangat ia benci. ya, rindu sedang bersama Arjun disana. terlihat mereka begitu dekat, bahkan jarak mereka tinggal beberapa cm lagi. Arjun mulai mendekatkan wajahnya. arya melihat hal tersebut terlihat mengepalkan kedua tangannya. namun, ia tak bisa menghajar Arjun didepan umum seperti ini. bisa-bisa kariernya hancur.
"ehemmmmz". Arya berdehem , sontak saja Arjun menjauh dari rindu. dan rindupun terlihat salah tingkah sekaligus gugup.
__ADS_1
"maaf pak Arjun, rindu saya mengganggu kebersamaan kalian! ". ucap Arya sembari melirik ke arah rindu dan juga Arjun. terlihat raut wajah rindu yang merasa tak enak.
rindupun memutuskan pergi dari hadapan Arjun dan juga Arya. ia kembali bergabung bersama rekan kerjanya.
kini tersisa Arjun dan juga Arya. Arya yang terlihat begitu marah dengan arjun, menunjukan ketidak sukaannya terhadap Arjun. sementara Arjun ia bisa menyembunyikan segalanya dan tetap tenang.
Arjun pun melewati Arya dan berbisik tepat ditelinga Arya.
"jangan pernah bermain-main dengan seseorang yang kau anggap lemah, pak Arya! kau hanya perlu menunggu waktu! ". ucap Arjun sembari berlalu. membuat Arya begitu heran dengan maksud dari perkataan Arjun.
"apa maksud dari ucapannya? ". ucap Arya. ia pun tak memperdulikan ucapan Arjun. ia pun mencuci mukanya. dan kembali ke pesta.
malampun makin larut, acara pun hampir selesai. rekan bisnis dan juga yang lainnya berpamitan pulang. kini tersisa Arjun dan juga rindu disana. rindu menjabat tangan Arya . begitupun dengan Arjun, ia pun menjabat tangan Arya dan tersenyum penuh arti.
"tunggu, rindu! biar aku antar kamu pulang". ucap Arya ketika melihat rindu hendak pulang.
"tidak perlu pak Arya, anda tidak usah repot-repot. biar saya yang mengantarkannya, lagi pula rumah kami satu arah! ". ucap Arjun dan diangguki oleh rindu . sementara arya, kini dirinya tengah diserang rasa cemburu.
"silakan masuk, tuan putri". ucap Arjun sembari membuka pintu mobil dan mempersilakan rindu masuk. setelah rindu masuk, arjunpun kembali tersenyum ke arah Arya. Arya yang melihat itupun begitu muak, sehingga ia membuang mukanya .
"kurang ajar kau Arjun". ucap Arya setelah mobil Arjun melaju jauh.
aryapun kembali masuk kedalam rumahnya, dan masuk ke kamarnya. namun Yolanda masih berada dikamar Tersebut. kemudian ia membangunkan Yolanda dan mengusirnya dari kamar.
"cepat bangun Yola! pakai pakaianmu dan pergi dari rumahku! ". ucap Arya sembari berdiri tak jauh dari Yolanda.
"tapi, aku masih merindukanmu Arya! ". ucap Yolanda dengan tutur yang lembut.
"cukup, pergi dari sini atau aku akan menyeretmu". ucap Arya dengan nada kesal.
"iya, iya aku pergi". ucap yolanda sembari memakai pakaianya dan pergi dari kamar Arya. Arya pun merebahkan tubuhnya disofa yang berada dikamarnya.
"aku harus segara melenyapkanmu, Yolanda! tapi ini bukan waktu yang tepat untukmu". ucap seseorang
__ADS_1