BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
PENEMBAKAN CAVIN


__ADS_3

Beberapa hari berlalu akhirnya Arjun mendapatkan telepon dari Cavin, sahabatnya. Ia ingin memberitahu informasi penting soal anak yang dulu Yogi titipkan.


"Hallo, Cavin. Ada apa? " Tanya Arjun, sesaat panggilan tersambung.


"Hallo, Arjun. Loe, harus tahu Fakta penting ini!! " Ucapnya.


"Fakta penting, apa? " Arjun mengulangi perkataan Cavin.


"Ya. Loe, tahu gak? Kalo Anak itu adalah Anak bokap Loe. Dia bernama Arya Aditya Pratama! " Tutur Cavin.


"Apa? Lalu dia tinggal di mana? Lue pasti tahu, kan? " Cecar Arjun.


"Dia tinggal di.... " Belum sempat Cavin mengatakan hal yang sebenarnya, tiba-tiba panggilan telepon pun terputus.


"Hallo! Hallo, Cavin. Lue masih di sana, kan? " Teriak Arjun.


Tut.. tut.. tut..


Panggilan pun terputus, Arjun merasa tidak enak. Kenapa tiba-tiba Cavin memutus teleponnya, Arjun yakin ada yang tidak beres!


Arjun berusaha menghubungi nomor Cavin, namun nomornya tak dapat di hubungi. Dugaan Arjun semakin kuat bahwa sahabatnya sedang dalam bahaya. Arjun bergegas menuju rumah Cavin, ia takut terjadi sesuatu pada temannya tersebut.


"Cavin, kau membuatku cemas!! " Ucapnya seraya berlalu pergi menuju rumah Cavin.


Sementara di kediaman Cavin, Seseorang memakai baju hitam dan bertopeng tengah menjerat leher Cavin dengan seulas tali. " Si-siapa kau? " Tanya Cavin ketakutan.


Pria itu menyeringai. " Tidak perlu tahu siapa aku! Yang jelas waktumu tidaklah banyak. " Tuturnya.


Cavin membulatkan matanya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. " Apa yang akan kau lakukan? Jangan macam-macam denganku!! " Ucapnya.


"Kau yang macam-macam denganku! " Sahutnya.


Cavin mengerutkan keningnya. " Apa maksudmu! Siapa kau sebenarnya? " Tanyanya heran.


Pria itu membuka topengnya, nampaklah wajah Arya yang berada di hadapannya. "Ka-kau, kau Arya bukan? " Ucap Cavin tak percaya.


"Ya, akulah Arya Aditya! Kau mau apa? " Sahutnya.


"Kau, bukankah kau adalah Putra Yogi, Papa Arjun? " Tanyanya lagi.


"Ya. Sepertinya kau banyak tahu tentang ku, maka dari itu aku tidak akan membiarkan mu hidup!! " Ucap Arya.


Berulang kali Cavin mengiba agar Arya melepaskan dirinya, namun Arya takan pernah melakukan hal bodoh itu!


"Jika aku membiarkan mu hidup, maka kau akan membahayakanku!! " Ucapnya.


Arya semakin mengeratkan jeratannya, Cavin pun mulai sesak nafas, leher Cavin mulai terasa sakit dan perih. "Ya tuhan, tolong aku!! " Pintanya dalam hati.


Tak puas dengan itu semua, Arya mengeluarkan senjata tajam miliknya. Ia pun menodongkannya ke arah Cavin. Tentu saja, Cavin membulatkan matanya. " Jangan, jangan lakukan itu. Aku mohon!! " Pintanya mengiba.


Arya menjauhkan senjatanya dari Cavin, Cavin bisa bernafas dengan lega. Arya berjongkok di depan Cavin. "Apa kau ingin mendengar sesuatu hal yang penting soal Ibunya Arjun? " Ucap Arya.


"Biar aku beritahu, sebenarnya akulah orang yang telah membunuhnya Novi. Akulah pelakunya, tapi hebatnya aku bisa mengecoh semua orang!! " Lanjutnya.


"Apa? Jadi, kau pelakunya? " Ucapnya tak percaya.


Arya mengangguk. " Kau tahu aku menembaknya beberapa kali. Dibagian ini, ini dan ini" ucapnya seraya menunjuk bagian-bagian saat Arya menembak Novi.


Cavin membulatkan matanya tak percaya, ternyata Arya bukan hanya seorang penjahat kejam tapi juga psikopat.

__ADS_1


"Kejam sekali, kau. Aku harus memberitahu Arjun, agar kau mendapatkan ganjaran atas semua ini!! " Ucapnya seraya berusaha kabur dari Arya.


Arya hanya tersenyum seraya mengangkat pistolnya dan mengarahkannya pada Cavin, dalam hitungan detik peluru itu sudah berpindah ke tubuh Cavin.


Cavin ambruk ke lantai dengan ceceran darah yang keluar dari bekas tembakan Arya. Beberapa kali Cavin mengerang kesakitan.


Arya mendekati Cavin yang lemah tak berdaya. " Tunggu saja ajalmu!! " Ucapnya seraya berlalu pergi.


Cavin memegangi lukanya. " Tuhan, aku mohon. Selamatkan aku!! " Ucapnya dalam hati.


Saat Cavin sedang berjuang antara hidup dan mati, tiba-tiba Arjun datang dan menghampiri Cavin.


"Cavin! Kau kenapa? Siapa yang membuatmu seperti ini? " Cecar Arjun.


Arjun khawatir dengan keadaan Cavin, kenapa ada orang yang ingin membunuhnya?


"Arjun. Kau harus berhati-hati! Musuhnya tidak bisa di remehkan!! " Bisiknya.


Setelah mengatakan hal itu, Cavin pun tak sadarkan diri. "Apa yang kau maksud, Cavin? Siapa musuhku? " Tanyanya seraya mengguncang tubuh Cavin.


Sial, Cavin sudah tak sadarkan diri akhirnya Arjun bergegas membawa Cavin menuju rumah sakit, agar nyawanya bisa tertolong.


"Bertahanlah!! " Ucapnya.


Saat ini Arjun tengah menunggu Cavin yang sedang berada di ruang obrasi. Dokter tengah mengeluarkan peluru yang bersarang dalam tubuh Cavin. Arjun berharap Cavin bisa selamat.


"Ya tuhan, aku mohon. Selamatkan Cavin!! " Pintanya.


Kecemasan mulai tergambar dari wajah Arjun, tak bisa di pungkiri bahwa Arjun dan Cavin sangatlah dekat.


"Siapa yang ada di balik ini semua? " Gumamnya.


Arjun memperhatikan sebuah cincin yang ia temukan di rumah Cavin. Arjun yakin pemilik cincin ini adalah pelaku atas penembakan Cavin. Arjun akan mencari tahu siapa dalang dari kejadian ini?


"Aku harus menemukan manusia laknat itu ! " Ucapnya marah.


Arjun tak mengerti mengapa hidupnya menjadi kacau seperti ini? Arjun menyalahkan Yogi, sebab hal ini berawal dari kerakusan Papanya.


Arjun Kembali menyimpan cincin tersebut ke dalam saku celananya.


Sementara Arya, ia berkendara seusai menembak Cavin. "Akhirnya 1 penghalang sudah ku hempaskan!! " Ucapnya senang seraya tersenyum puas.


Namun saat Arya memerhatikan jemarinya, seperti ada yang kurang. " Cincin. Dimana cincin ku? " Gumamnya cemas seraya mencari-carinya.


Arya baru teringat bahwa cincin itu sempat terjatuh di rumah Cavin. "Celaka! Bagaimana jika ada seseorang yang menemukan cincin itu? " Ucapnya kian cemas.


Arjun masih menunggu Cavin di ruang tunggu, ia merasa bersalah pada Cavin, sebab dirinyalah Cavin menjadi dalam bahaya. " Kenapa? Semua ini harus terjadi padaku, Tuhan? " Ucapnya.


Beberapa saat menunggu akhirnya Dokter keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana keadaan, Cavin. Dokter? " Tanya Arjun seraya menghampiri.


"Pelurunya sudah berhasil kami angkat, hanya saja kondisinya tidak memungkinkan!! " Tutur Dokter.


"Apa? Apakah ada kemungkinan, ia bisa sembuh? " Tanya Arjun.


Dokter menghela nafasnya. " Kemungkinan untuk sembuh sangat kecil. Yaitu, 10% sebab luka tembakan itu tidak main-main!! " Paparnya lagi.


Setelah mengatakan hal itu, Dokter pergi meninggalkan ruang Operasi. Sementara Cavin masih berada di dalam.

__ADS_1


"Tuhan, tolong selamatkan dia!! " Ucapnya lirih.


Hari sudah mulai malam, Arjun memutuskan untuk pulang dulu dan akan kembali setelah urusannya selesai.


Arjun berjalan menaiki tangga rumahnya, Bu Wina tak sengaja melihat pakaian Cucunya yang penuh noda darah.


"Arjun. Apa kau sudah membunuh seseorang? " Tanya Wina dengan mengintrogasi Arjun.


"Tentu saja tidak, Nek. Aku habis menolong Cavin, ia terkena luka tembakan!! " Terangnya.


Wina bisa bernafas lega, ia takut jika Arjun terlibat dalam pembunuhan. " Syukurlah!! " Ucapnya.


Arjun kembali menaiki tangga dan telah sampai di kamarnya, sejak tadi ia tak bertemu dengan Ayahnya tak tahu sedang kemana Yogi saat ini?


"Cincin milik siapa ini? " Gumam Arjun seraya memperhatikan cincin tersebut.


Lama Arjun berfikir, bukankah ia memiliki cincin yang telah di berikan oleh Ki Gembor. "Cincin itu mungkin bisa membantuku!! " Ucapnya senang.


Arjun mengeluarkan cincin pemberian Ki Gembor. Ia melafalkan mantra yang telah di berikan oleh Ki Gembor.


"Datanglah! Aku memanggilmu!! " Gumamnya.


Tak berapa lama kemudian muncul-lah seseorang makhluk yang bernama Ki Gembor. "Ada apa kau memanggilku? " Tanyanya.


Arjun membuka matanya, dan benar saja di hadapannya sudah berdiri Ki Gembor. " Kau datang? Aku hanya ingin menanyakan soal Cincin yang aku temukan. Kenapa, Cincin ini mirip sekali dengan yang kau berikan padaku? " Tanya Arjun seraya memperlihatkan cincinnya.


Ki Gembor tersentak kaget, kala Arjun memperlihatkan cincin tersebut lantas Ki Gembor meraihnya dan mengamatinya. " Tidak salah lagi? " Gumamnya.


Arjun mengernyitkan keningnya. " Apa maksudmu? Apa kau tahu sesuatu tentang cincin ini? " Tanya Arjun penasaran.


"Ya, aku tahu. Ini adalah cincin bangsa siluman! Hanya bangsa siluman yang memiliki cincin ini" Tuturnya.


Kali ini giliran Arjun yang terkejut. " Apa? Jadi, yang berusaha membunuh Cavin adalah siluman? " Gumamnya.


Ki Gembor memberikan kembali cincin tersebut pada Arjun. " Ambil dan simpan cincin ini! Jangan sampai jatuh pada orang yang salah, sebab akibatnya sangat fatal!! " Ucap Ki Gembor.


Arjun meraihnya lantas mengangguk mengerti. Kemudian Arjun menyimpannya kembali.


"Aku harus pergi! " Pamit Ki Gembor.


Arjun mengangguk, dan seketika itu pula Ki Gembor menghilang di balik kabut asap.


Setelah kepergian Ki Gembor lantas Arjun meraih handuk dan bergegas mandi.


Saat ini Arya tengah cemas dengan hilangnya Cincin miliknya, ia berusaha mencarinya. Ia pun tekad akan pergi ke rumah Cavin untuk menemukan cincin itu.


Di tengah jalan tiba-tiba mobilnya di hadang oleh sesosok makhluk yang nampak seperti siluman ular.


Arya keluar dari mobilnya. " Hey! Untuk apa kau menghalangi jalan ku? Apa urusanmu denganku? " Tanya Arya.


Bukannya menjawab, justru siluman ular itu malah menyerang Arya. Tentu saja Arya kembali menyerang siluman tersebut.


"Kau melawan orang yang salah!! " Ucap Arya sembari terus menyerangnya.


Arya merubah wujudnya menjadi siluman. Ia mencengkram leher ular tersebut, kemudian membantingnya beberapa kali.


Hingga akhirnya Arya yang menang menghadapi siluman ular itu.


"Lihatlah, siapa yang kalah? " Ucap Arya jumawa.

__ADS_1


Setelah berhasil mengalahkan siluman tersebut, Arya kembali ke wujud manusianya dan kembali melajukan mobilnya menuju tempat Cavin.


__ADS_2