
Arjun berniat akan makan malam di sebuah Restoran yang berada di sana. Sepertinya sudah lama Arjun tidak mengunjungi tempat favoritnya dulu.
"Sudah lama ternyata aku tak kemari, suasana di sini sudah banyak berubah! " Gumamnya.
Arjun masuk, dan duduk di meja yang sudah di pesannya dari awal. Ia pun memesan beberapa menu andalan di Restoran ini.
Arjun menikmati suasana malam ini dengan sangat hangat, ia pun begitu menikmati makan malamnya.
"Rasanya masih sama, namun suasananya yang berbeda dari dulu! " Ucapnya.
Saat Arjun menikmati makanannya tiba-tiba ponselnya bergetar, menandakan ada panggilan masuk. Gegas Arjun mengangkatnya dan sedikit menjauh keluar, sebab di dalam Restoran begitu bising oleh ramainya pengunjung.
"Hallo! " Ucap Arjun.
"Sorry, it's very noisy inside! ( Maaf, di dalam sangat bising sekali! ! " Ucap Arjun.
Seseorang tak sengaja melihat Arjun yang tengah sibuk menelpon dengan seseorang.
"Arjun! " Gumamnya. Ia pun menghampiri Arjun dan berdiri di belakangnya.
Arjun tak menyadari ada seseorang di belakangnya. Hingga Arjun mengakhiri panggilannya, dan berbalik ke belakang.
Arjun membulatkan matanya. "Rindu! " Gumamnya terkejut.
"Arjun, aku merindukanmu! " Ucapnya, lalu menghambur ke pelukan Arjun. Arjun tak membalas pelukannya, ia hanya diam tanpa berbicara sepatah katapun. Jujur saja Arjun senang, namun rasa ini sungguh tak pantas.
"Apa kau tidak merindukanku? " Tanyanya seraya mengurai pelukannya, nampak matanya begitu banjir dengan air mata.
Arjun ingin berkata, ia sangat merindukannya. Tapi urung ia lakukan.
"Jawab aku, Arjun! " Teriaknya.
"Maaf, aku bukan Arjun! " Elaknya.
"Bohong! Aku tahu kau adalah Arjuna. " Ucapnya dengan intonasi tinggi.
Arjun tak menjawab ucapannya, ia pun hendak pergi meninggalkannya. Namun tiba-tiba Rindu memanggilnya.
"Aku tahu kau adalah Arjuna, kau bukan Andrew! " Teriak Rindu, namun Arjun sama sekali tidak menggubrisnya. Arjun pergi melangkah pergi meninggalkan Rindu.
"Uncle! " Arjun hafal betul dengan suara itu, ya. Dia adalah Mario. Arjun berbalik dan menghadap ke arah Mario, namun Arjun kaget saat melihat Mario tengah bersama Rindu.
"Ada hubungan apa antara Mario, dan Rindu? " Gumamnya lirih.
__ADS_1
Mario menghampiri Arjun, ia pun meraih tangannya dan membawanya kepada Rindu.
"Uncle, introducing this is my Mother! (Paman, perkenalkan ini adalah Ibuku! ) " Ucap Mario, memperkenalkan Rindu sebagai Ibunya.
Arjun terkejut bukan main, jadi Mario yang selalu mengganggu fikirannya ternyata adalah Anak dari Rindu, dan Arya.
Rindu menatap Putranya, ia pun mengimbangi tinggi Putranya. " Mario, do yo know this Uncle? (Mario, apakah kau mengenal Paman ini? ) " Tanya Rindu pada Putranya.
Mario mengangguk. "Yes! " Jawabnya.
Rindu menatap Mario, dan Arjun silih berganti. Ia tak menyangka akan di pertemukan dengan Arjun saat ini.
Arjun tak menyangka jika Mario adalah Anak dari Rindu. Itu artinya Mario juga Anak dari Arya. Pantas saja wajah Mario tidak asing baginya. Arjun baru menyadari bahwa Wajah Mario begitu mirip dengan Rindu, namun tidak ada sedikit pun yang mirip dengan Arya.
Arjun tak bisa terus berasa di situasi ini, hingga Arjun memutuskan untuk pergi. " Sorry, Mario. Uncle must go! (Maaf, Mario. Paman harus pergi! ) " Pamit Arjun.
Namun saat Arjun hendak pergi, tiba-tiba tangannya di cekal oleh Rindu. " Tunggu, Arjun. Aku ingin mengatakan sesuatu hal yang penting denganmu! " Ucap Rindu.
"Sudah berapa kali aku katakan! Aku bukan Arjun, aku Andrew! " Tegas Arjun.
Setelah mengatakan hal itu pun Arjun berjalan pergi. " Tunggu, dengarkan Aku. Kau harus tahu tentang Mario! " Teriak Rindu.
Arjun menghentikan langkahnya. "Ada apa dengan Mario? apa yang harus aku ketahui? " Gumam Arjun.
Arjun masih berdiri mematung di tempatnya semula. Ia tak maju ataupun mundur barang selangkah saja.
"Kau harus tahu Arjun, Mario adalah..."
"Rindu, Mario! " Panggil seseorang, belum sempat Rindu memberitahu Arjun, namun Arya telah lebih dulu memanggilnya.
Rindu, dan Mario pun menoleh ke arah suara. " Father! " Teriak Mario seraya menghambur ke pelukan Arya.
Arjun yang melihat Arya pun segera bersembunyi di balik tembok. Saat Rindu hendak berbalik ke arah Arjun, Arjun sudah tak ada di tempatnya.
"Kemana Arjun? " Tanyanya dalam hati.
Arya menggendong Mario seraya menghampiri Rindu. " Kau sedang mencari siapa, Rindu? " Tanya Arya sembari clingukan mencari seseorang, namun tak nampak ada orang di sana.
Rindu menggeleng. " Tidak, aku tidak mencari siapapun! " Kelitnya. Rindu terpaksa berbohong, sebab tidak mungkin bahwa ia mengatakan hal yang sebenarnya.
Arya mengajak Rindu kembali ke dalam, mereka akan melanjutkan makan malam mereka. Sementara Arjun yang bersembunyi di balik tembok, bisa bernafas dengan lega. Ia pun melihat Rindu, dan Arya. Nampak seperti keluarga bahagia dengan satu anak sebagai pelengkap bagi rumah tangganya.
"Kau sungguh beruntung, Arya! " Pujinya.
__ADS_1
Jujur saja, Arjun merasa iri dengan keharmonisan keluarga Arya dan Rindu. Namun Arjun tak pernah tahu bagaimana kondisi Rumah Tangga mereka yang sebenarnya.
"Harusnya aku yang berada di sana, dan bukan kau, Arya! " Gumam Arjun.
Arjun menepuk jidatnya, setelah mengatakan hal itu. Ia sudah salah berucap begitu. Itu adalah hal yang sangat tidak pantas.
Arjun kembali melanjutkan langkahnya, kali ini Arjun menggunakan Masker untuk masuk ke dalam Restoran. Nafsu makan Arjun telah hilang, lebih baik Arjun segera membayar makanannya agar segera pulang. Sebelum hal tadi terulang kembali!
Setelah membayar total pesanannya, Arjun bergegas masuk ke dalam mobilnya dam segera pulang.
"Sebenarnya apa yang ingin Rindu katakan tadi? " Tanya Arjun dalam hatinya.
Jujur saja Arjun penasaran dengan kata-kata Rindu tadi, namun sayang belum sempat Rindu mengatakannya. Arya sudah datang dan mengganggunya.
"Mario adalah, adalah siapa? aku tidak mengerti maksud Rindu! " Gumamnya.
fikiran Arjun benar-benar di buat buyar oleh perkataan Rindu yang tidak usai. Arjun sangat penasaran dengan apa yang hendak Rindu katakan!
Rindu, Mario, dan Arya. Mereka melanjutkan makan malam mereka, walau Arya sedikit telat datang kesana.
Rindu tidak menikmati makan malam kali ini, ia terlihat hanya memainkan makanannya saja. Hal itu di sadari oleh Arya.
"Kenapa? apa makanan di sini tidak enak? " Tanya Arya.
Namun Rindu tidak menggubris pertanyaan Arya, nampaknya Rindu tengah memikirkan sesuatu.
Sadar tak mendapatkan respon, Arya memegang tangannya Rindu.
"Rindu! " Panggilnya.
Rindu pun tersadar. "Ya, ada apa? " Sahutnya.
Arya menghela nafasnya. " Tadi aku tanya, kau kenapa? apa makanan di sini tidak enak? " Arya mengulangi pertanyaan.
Rindu menggeleng. " Tidak, tidak. makanannya enak ko! " Sahut Rindu cepat.
Rindu pun berpura-pura menikmati makanannya, walaupun Rindu tidak benar-benar menikmatinya.
Namun demi menghargai Arya, Rindu memaksakan diri memakannya dengan menunjukkan ekspresi seolah-olah suka.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa mampir ke karya temanku, ya!
__ADS_1