BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
FLASHBACK


__ADS_3

Kala itu, Yogi tak sengaja melihat Arjun dan Arya yang tengah mengobrol di sebuah Cafe. Saat itu Yogi memperhatikan keduanya dari jauh, agar Arjun tidak tahu keberadaannya.


"Untuk apa mereka bertemu? " Tanyanya dalam hati.


Yogi merasa ada yang tidak beres dari Arya. Ia tahu pasti Arya sedang merencanakan sesuatu yang jahat dengan Arjun, maka dari itu Yogi harus menghentikan Arya sebelum terlambat.


Pada sore hari, Yogi mendatangi kediaman Arya. Ia pun menyampaikan maksud atas kedatangannya.


"Jauhi Arjun dan jangan pernah kau mengusik kehidupan kami! " Ucap Yogi tanpa basa basi.


"Kenapa? Apa kau takut? " Tanya Arya di sertai senyum sinis.


"Untuk apa aku takut dengan anak ingusan seperti mu! Aku mohon, jangan ganggu keluarga ku. Mereka tidak tahu apapun! " Ucap Yogi mengiba.


Arya hanya tersenyum sinis. " Sntait saja, aku tidak bermaksud jahat. Aku hanya sedang berbisnis dengn Putramu! " Sahut Arya.


Yogi tidak lantas percaya begitu saja dengan ucapan Arya. "Bohong! Aku tahu kau berbohong. " Ucap Yogi.


Arya pun tersenyum. " Tentu saja. Aku ingin kau tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang Putra yang kau sayangi! " Tekan Arya.


Ternyata memang benar dugaan Yogi, Arya memiliki maksud yang tidak baik dnegan keluarganya.


"Katakan apa yang kau inginkan? " Ucap Yogi.


"Kehancuranmu! " Sahut Arya di sertai senyum miring.


Yogi kian di buat emosi oleh ucapan Arya, mengapa Arya menjadi seperti ini? "Kurang ajar kau, Arya! Apa begitu tabiat aslimu? " Teriak Yogi marah.


"Jangan berteriak di depanku! " ucapnya dengan rahang yang mulai mengeras.


Arya tidak suka dengan cara Yogi berbicara padanya, bukankah dia sendiri yang mengajari Arya kurang ajar?


"Dasar anak kurang ajar. Apa yang tidak aku berikan padamu? Segalanya telah aku berikan untukmu! " Ucap Yogi mengungkit.


Arya terlihat kesal, ia pun membuang wajahnya. Ia begitu marah dengan ucapan Yogi. Apa katanya? Apa dia lupa dia tidak pernah memberikan waktu bagi Arya.


Arya hanya bisa tersenyum miris mendengar ucapan Papanya." Apa yang kau berikan padaku? " Tanya Arya.

__ADS_1


"Apa kau tidak ingat, uang dan apa yang kau miliki saat inia adalah pemberianku! " Ucap Yogi.


Arya menghela nafasnya, ia mengumpulkan energi untuk mengatakan isi hatinya. " Apa kau pernah memberikan waktumu untukku? Tidak bukan! Aku merasa Arjun lebih beruntung dari pada aku. Arjun mendapatkan segalanya dari mu. Popularitas, kekayaan dan juga aku dengar dia adalah pewaris kekayaanmu? Sementara aku, aku adalah seorang anak yang tidak pernah kau akui! Bertahun-tahun aku hidup dalam sebuah kesepian, tanpa Ayah atau pun seorang Ibu. Bertahun-tahun aku hidup dari Bullyan teman-teman. Apa kau tahu apa yang mereka katakan, tidak bukan? " Teriak Arya marah, akhirnya ia bisa mengeluarkan isi hatinya. Terlihat dada Arya yang naik turun menahan amarah, matanya mulai berkaca-kaca, namun Arya enggan menangis.


Yogi hanya terdiam mendengar penuturan Putranya, ia sadar bahwa ia sudah salah selama ini. "Maafkan, Papa! " Ucapnya seraya meraih bahu Arya. Sontak saja Arya menepis tangan Yogi.


"Maafmu tidak lagi berarti apa-apa. Aku ingin kau hancur, sama hancurnya seperti aku dulu! Kalian harus merasakan apa yang aku rasakan! " Ucap Arya.


Yogi menggelengkan kepalanya. "Jangan pernah kamu lakukan itu! Bagaimanapun Arjun adalah saudaramu. " Sahut Yogi.


Arya hanya tersenyum sinis. "Saudara? bahkan aku hidup sendiri tanpa siapapun. "


Berdebatan pun terjadi antara keduanya, Mereka saling beradu argumen. Arya yang tidak lagi ingin mendengar Yogi, langas mengusirnya keluar.


"Sudahlah, pergi dari rumahku! Waktuku begitu berharga, jika dihabiskan berbicara dengan orang yang tak penting" Usirnya.


Mau tak mau Yogi menuruti keingan Putranya, ia pun melangkah pergi.


"Akan banyak kejutan yang akan menanti dan membuatmu terkejut! " Teriak Arya, seketika Arya menghentikan langkahnya.


Yogi menghela nafasnya seraya melanjutkan langkahnya menuju mobil miliknya. "Aku harap, kau tidak benar-benar melakukannya, Arya. " Gumamnya.


"Baik. Akan kami laksanakan! " Sahutnya.


Arya mematikan teleponnya, lantas tersenyum penuh arti.


"Ini adalah hukuman bagi orang yang berani menentangku! " Ucapnya di sertai senyum seringai.


Yogi yang tengah mengendarai mobilnya, begitu kaget dengan kedatangan 2 orang Preman yang menghadangnya. Yogi dan kedua Preman itu pun saling kejar mengejar di jalanan, namun sayang Preman tersebut lebih cepat dari Yogi. Hingga mau tak mau, akhirnya Yogi turun dari mobil.


"Siapa kalian? " Teriaknya, sesaat turun dari mobil.


Kedua Preman itu turun dari motor seraya melangkah ke arah Yogi di sertai senyum mengerikan.


Yogi menatap keuda Preman itu dengan was-was. Yogi mengira 2 Preman itu menginginkan hartanya, namun Yogi keliru.


"Apa yang kalian inginkan? " Tanyanya.

__ADS_1


Namun 2 Preman itu tidak menjawab ucapan Yogi.


Tiba-tiba 2 Preman itu menghampiri Yogi, dan mereka terlibat perkelahian yang cukup sengit. Namun tetap saja tenaga Yogi kalah telak dari 2 Preman tersebut.


"Jangan banyak omong Lue! " Ucap 2 Preman tersebut.


Beberapa kali mereka memukuli Yogi hingga babak belur, akhirnya Yogi jatuh tersungkur dan tak sadarkan diri dengan banyaknya luka yang sampai mengeluarkan darah.


Setelah Yogi tak berdaya, 2 Preman itu lantas menghubungi Arya.


"Sudah kami laksanakan! " Ucap Preman tersebut.


"Good job! Upah kalian sudah saya transfer beserta bonus. " Ucap Arya.


"Terimakasih! " Sahutnya.


Preman itu pun menutup panggilannya, lantas segera kabur dari tempat kejadian. Mereka takut jika ada yang melihat mereka.


"Ayo, kita cepat pergi dari sini sebelum ada yang melihat! " Ajak salah satu.


Mereka pun bergegas menaiki motornya, dan melajukannya dengan cepat.


Arya yang mendengar hal itu pun merasa sangat senang sekaligus puas, sebab Yogi telah mendapatkan hukuman. Namun tetap saja ini semua belumlah berakhir, masih banyak hal yang akan Arya lakukan untuk menghancurkan Yogi beserta keluarganya.


"Tunggu kejutan selanjutnya! " Gumamnya.


Sementara Yogi masih terkapar lemah tak berdaya di tepi jalan. Ia tak sadarkan diri, beruntung ada seseorang yang menemukannya.


"Kenapa dengan Pria itu? " Ucapnya, lantas ia pun menghampiri Yogi. Ia bisa menyimpulkan bahwa Yogi adalah korban pengeroyokan. Ia pun mencari identitas Yogi, dan mengambil ponselnya untuk menghubungi keluarga atau sanak saudara Yogi.


Setelah berhasil menelpon Novi, lantas ia pun segera membawa Yogi menuju rumah sakit. Tubuh Yogi terluka cukup parah, dengan memar di seluruh tubuhnya.


Yogi segera di bawa ke UGD untuk mendapatkan perawatan intensif, hingga akhirnya Novi datang ke rumag sakit.


"Terimakasih telah membawa Suami saya kesini! " Ucap Novi.


"Sama-sama! " Ucapnya, lantas orang tersebut berpamitan.

__ADS_1


Novi menunggu Suaminya yang telah di tangani oleh Dokter, ia berharap Suaminya akan baik-baik saja.


__ADS_2