
beberapa hari belakangan, Arya tak lagi melihat kedatangan Andrew di kantornya.
"apakah, Andre. sudah mengundurkan dirinya?? " ucap Arya.
Arya merasa heran, sebab beberapa hari ini ia tak pernah lagi melihat kedatangan Andrew, semenjak Rindu datang dan menyangka ia adalah Arjun.
"apa dia adalah Arjun? " gumamnya.
insting Arya menunjukan bahwa Andrew adalah Arjuna. walau sikap nya berbeda, namun menurutnya itu hanya di buat-buat.
tok.. tok.. tok..
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Arya. " masuk!! " sahut Arya.
"siapa kamu? " tanya Arya, saat melihat orang baru.
"perkenalkan saya Dicki. saya yang menggantikan Andrew! " jawabnya.
Arya menyipitkan matanya. " ada apa dengan Andrew? kemana dia? " tanya Arya.
"Andrew di pindahkan ke cabang lain!! " sahut Dicki.
"mengapa tiba-tiba? " gumamnya dalam hati.
Arya pun mengangguk dan memulai meeting bersama.
saat kejadian beberapa hari belakangan ini, Andrew merasa tak nyaman. ia mulai kehilangan kendali dirinya. jika hal ini terus dibiarkan, maka akan menyebabkan kehancuran untuk orang lain.
"aku harus segera pindah dari sini! " gunamnya.
Andrew memilih di pindahkan ke cabang lain dari pada harus bertemu dengan Rindu dan Arya.
"maaf, jika aku harus pergi dan terkesan menjauh!! " ucapnya lirih.
Andrew beberapa kali menghela nafasnya. ada sesak dalam hatinya, kala mengingat kenangannya dulu.
"aku terlalu berharap lebih, hingga akhirnya aku terjatuh cukup dalam!! " ucapnya di sertai senyum getir.
walau bagaimanapun, ini semua bukan kesalahannya. ini semua adalah kesalahan dirinya yang telah pergi. sekuat apapun ia membenarkan dirinya, tetap saja ia bersalah dalam hal ini.
kini, dirinya harus menyimpan setiap kisah dalam sebuah kenangan masa lalu. sebuah kisah cinta antara dirinya dan dia. kisah yang membuat mereka tak lagi bisa bersama.
sejak kejadian kemarin, Andrew tak sanggup lagi bertemu dengan Rindu. padahal ada sebuah kerinduan yang ingin Andrew curahnya. ia ingin memeluk dan mengulang kejadian di masa lalu.
Andrew ingin menghindar dari Rindu dan semua orang yang pernah mengenalnya.
"Retha. aku ingin di pindahkan ke kantor cabang! " ucap Andrew.
"kenapa? ko tiba-tiba? " tanya Retha heran.
"aku tidak nyaman saja! " ucapnya beralasan.
Andrew sengaja pindah tugas, agar tak bisa lagi bertemu dengan Rindu dan Arya.
"baiklah! jika itu maumu, akan aku kabulkan. " ucap Retha.
"oke. terimakasih! " ucap Andrew sembari pergi dari ruangan Retha tanpa basa basi.
__ADS_1
Retha memperhatikan kepergian Andrew. "sepertinya Andrew sedang tidak baik! tiba-tiba dia ingin di pindahkan. " ucap Retha penuh selidik.
Andrew segera menuju ruangannya, ia membereskan barang-barangnya dengan cepat dan berlalu pergi.
Andrew berjalan menelusuri koridor kantornya, kemudian masuk ke dalam mobilnya.
Andrew menuju apartemen miliknya dan bergegas membereskan barang-barangnya. setelah selesai, Andrew memindahkannya ke dalam bagasi mobilnya.
tujuannya kini adalah luar kota. ya, Andrew akan pergi dari kota kelahirannya, kota yang penuh dengan kenangan.
jika tetap bertahan disini, dirinya tak yakin akan bisa menghadapi segalanya.
"selamat tinggal semuanya. aku harus melangkah, lagi pula kalian sudah bersama tak mungkin aku menjadi penghalang untuk hubungan kalian!! " ucapnya lirih.
Andrew masuk ke dalam mobilnya, ia memejamkan matanya sejenak. kemudian melakukannya.
3 jam berlalu, akhirnya Andrew telah sampai dikantor cabang yang berada di kota kembang. ya, saat ini Andrew berada di kota bandung.
Andrew ingin menenangkan diri, dan melupakan semua kenangan silamnya.
"selamat bergabung di kantor cabang, Pak Andrew!! " ucap Karyawan.
"oke. terimakasih! " sahut Andrew, sembari menjabat tangan Karyawannya.
Andrew masuk ke dalam ruangan Manager, dan duduk di kursi tersebut. ia akan memulai pekerjaannya besok pagi. kini, ia hanya memeriksa beberapa berkas saja.
"mungkin di sini akan lebih baik. walau tak seindah kehidupan ku dulu! " ucapnya.
sore harinya, Andrew pulang ke penginapan untuk sementara waktu.
seorang perempuan tersenyum ke arah Andrew saat tak sengaja bertemu. Andrew pun membalas senyumnya.
Andrew mengangguk dan tersenyum ramah. "iya, saya baru di sini!! " ucap Andrew.
"siapa namanya, A? " tanyanya.
"saya Andrew, dan kamu? " ucap Andrew.
"Winda! " ucapnya ramah.
oke. salam kenal Winda! kalau begitu saya masuk dulu!! " ucap Andrew, kemudian masuk ke dalam penginapan.
Winda tersenyum seraya pergi dari penginapan Andrew. "wah! Si Aa eta kasep pisan euy. benghar jiga namah. ( wah! si kakak itu ganteng banget. kaya keknya! ) " ucap Winda.
Andrew beristirahat, namun ia belum makan dari tadi siang. sehingga perutnya begitu keroncongan.
"makan apa, ya? lagian gak ada makanan! " ucapnya.
Andrew memilih keluar untuk mencari makan malam.
kebetulan di sana ada tukang ketoprak, gegas Andrew menghampiri dan makan di sana.
"Aa bade mesen naon? " tanya abangnya.
Andrew terlihat salah tingkah dan menggaruk tengkuknya. " maaf Pak, Saya tidak ngertu bapak ngomong apa? " sahut Andrew bingung.
abang ketoprak menepuk jidatnya sambil tertawa. " waduh, maaf Mas. saya kira kamu orang sini!! "
__ADS_1
Andrew menggeleng.
"maksud saya tadi itu. Mas mau pesan apa? "
"oh, yaudah saya pesan ketoprak, nasi goreng sama teh manisnya 1, ya. Pak!! " ucap Andrew sembari menjatuhkan bobotnya di kursi.
"siap! " ucap abangnya sembari membuatkan pesanan yang di minta oleh Andrew.
tak beberapa menunggu. pesanan Andrew pun datang. "silakan di nikmati, Mas!! "
Andrew pun mengangguk dan mulai menyantapnya.
"Mas Andrew kan? " tiba-tiba seseorang datang menghampiri Andrew.
Andrew menoleh ke arah suara. " iya, kamu siapa? " ucapnya.
"aku Winda, lho! masa sudah lupa? " ucap Winda.
"oh, maaf! " ucap Andrew.
Andrew memang tak terlalu memperhatikan Winda tadi.
"boleh duduk? " tanya Winda.
"silakan! " sahut Andrew sembari menikmati makanannya.
Winda tersenyum dan duduk di hadapan Andrew.
"mang, hoyong ketoprakna hiji. " bang, mau ketopraknya 1 ) " ucap Winda.
si abang pun mengangguk dan membuatkan pesanan Winda.
Winda menunggu di bangku yang sudah di sediakan. ia memandang wajah Andrew yang begitu tampan. sesekali dirinya pun tersenyum tanpa Andrew sadari.
"Mas sudah lama di sini? " tanya Winda basa basi.
"tidak. baru saja! " ucap Andrew terkesan dingin.
"oh, emang Mas asalnya dari mana? "
"Jakarta! " sahut Andrew.
"oh, pantas saja. kerja dimana? " ucap Winda kepo.
"Di Margaretha Grup! " sahut Andrew.
Winda membulatkan bola matanya tak percaya. " Margaretha Grup, perusahaan itu? " tanyanya tak percaya.
Andrew mengangguk. " iya! "
"ya tuhan, pasti dia orang kaya nih. harus di dekati ini! lumayan sasaran empuk. jangan di sia-siakan! " ucap Winda dalam hatinya.
"sudah punya pacar atau istri? " tanyanya kembali.
Andrew menyipitkan matanya. " haruskah anda bertanya dengan sangat detail? " tanya Andrew balik.
Andrew tak suka jika ada orang yang terlalu ingin tahu tentang masalah pribadinya. apalagi seperti Winda! baru kenal, sudah menanyakan ini dan itu?
__ADS_1
Winda menundukan wajahnya, ia sudah salah menanyakan hal itu. hingga Andrew segera menyelesaikan makannya dan segera pulang.