
sebelumnya Clara sempat bertemu dengan ayahnya. ia mendapat sebuah tugas untuk menaklukan hati Arjun. bukan tanpa sebab, dibalik itu semua bangsa mereka bisa mendapatkan keuntungan.
"ampun, ayahanda! ". ucap Clara, sembari menunduk hormat pada sang ayah.
"bangunlah, Putriku. aku mengerti jika kau tak ingin menikahi Dwi Pangga. "
Clara yang awalnya menunduk pun, beralih menatap bola mata sang ayah. ada rasa takut dalam hati Clara. ia takut jika ayahnya murka.
"maaf ayah, aku sama sekali tidak mencintai Dwi. aku mencintai Arjuna, Ayah! ". tutur Clara, ia mengungkapkan isi hatinya pada sang ayah.
"Arjuna? siapa dia? ". tanyanya pada Clara.
Clara pun berjalan menuju nakas dan mengambil sebuah foto di dalam laci. ia menunjukan foto Arjun pada sang ayah.
"apa dia adalah Arjuna yang kau maksud, Nak? ". ucap Ki Ageng, ketika melihat foto Arjun.
"benar ayah, aku mencintainya. aku ingin memiliki dirinya! ". ucap Clara dengan penuh harap.
Ki Ageng pun mengambil alih foto Arjun, ia menerawang foto Arjun. agar ia tahu latar belakang dari Arjuna.
"sungguh mengejutkan. dia bukan manusia sembarangan! ". ucap Ki Ageng, ketika selesai menerawang foto Arjun.
"maksud ayah? ". Clara memandang wajah ayahnya dengan tatapan penuh tanya. pasalnya ia tak tahu apa yang di ketahui oleh ayahnya.
"apa kau tahu, nak? dia bukan manusia sembarangan! ". ucap Ki Ageng. membuat Clara makin penasaran.
"aku tidak mengerti apa yang ayah katakan! ". ucap Clara, ia begitu bingung dengan Ucapan sang ayah.
"dia adalah calon raja para siluman, Clara. kau beruntung jika bisa mendapatkan dirinya. dia pemilik pedang pusaka para siluman, Clara! jika kau berhasil mendapatkannya. bangsa kita akan menjadi siluman terkuat dimuka bumi ini. " tutur Ki Ageng, ia pun menjelaskan apa yang ia lihat.
"benarkah? jadi, ayah setuju. jika aku bersama Arjun? ". ucap Clara, terlihat binar kebahagian terpancar dari wajah ayunya.
"tentu saja, dia bisa menjadikan bangsa kita bangsa yang paling kuat. kau pun akan mendapatkan kekuatan yang lebih dari yang kau miliki saat ini! ". ucap Ki Ageng.
Senyum mengembang terukir diwajah Clara. ia begitu senang mendengar penuturan ayahnya. ia bisa mendapatkan 2 keuntungan, yaitu Arjuna dan juga kekuatan.
"baiklah, akan aku buat kau menikah dengan ku Arjun! ". gumam Clara dalam hatinya, ia tersenyum penuh arti.
Ki Ageng pun mulai merasa senang, akhirnya ia bisa menemukan pewaris pedang pusaka para siluman.
"akhirnya, aku bisa menemukan mu jua, Arjuna! ". gumam Ki Ageng.
__ADS_1
Ki Ageng berpamitan pergi dari rumah Clara. banyak tugas yang harus ia jalankan.
"baiklah, nak! ayah harus pergi. banyak yang harus ayah urus di negeri siluman. "
Clarapun mengangguk dan memeluk sang ayah sebelum pergi.
setelah Clara melerai pelukanya. akhirnya, Ki Ageng pergi di sertai kabut asap yang tebal.
Blusssh..
Ki Ageng menghilang dari hadapan Clara. setelah kepergian sang ayah, Clara memikirkan rencana untuk menjerat Arjun.
"dengan cara apa menjerat Arjun. " gumam Clara.
ia pun terus membuntuti Arjuna. hingga pada saat Arjun pergi ke bukit warna, tanpa sengaja ia mendengar percakapan antara Arjun dan juga Ki Gembor.
"oh jadi tanda itu yang tengah Arjun cari! baiklah, aku punya cara untuk membuat mu menjadi milikku. " ucap Clara. ia mulai menyusun sebuah rencana untuk menjerat Arjun.
Clara pernah melihat tanda itu ada pada Rindu. ia pun mencoba membuat tanda yang sama dengan milik Rindu. hingga Arjuna melihatnya.
"tanda itu? ". gumam Arjuna pada saat melihat Tanda yang berada pada Clara.
Clara hanya tersenyum, rencananya mulai berjalan mulus. akhirnya, Arjun bisa melihat tanda itu.
hingga rencana Clara mulai berjalan dengan amat mulus. Hingga pada akhirnya, Arjun ingin menikahi dirinya.
tentu saja hal tersebut membuat Clara begitu berbunga-bunga dan amat bahagia.
"sebentar lagi kau akan menjadi miliku, Arjuna. " ucap Clara.
Walaupun Clara tahu bahwa Arjun mencintai Rindu. namun, Clara memilih tak peduli. lebih baik bagi dirinya tak melihat kenyataan.
"aku tahu kau mencintai Rindu, Arjun! tapi aku tak peduli, yang terpenting saat ini kau harus menjadi milikku. " gumam Clara.
Clara akui, dirinya sering di buat terbakar cemburu oleh kedekatan Rindu dan juga Arjun. dirinya berusaha bersikap tenang dan tak menunjukan rasa tidak sukanya pada Rindu.
"saat ini kau bisa tertawa dan bahagia bersama Arjun. tapi nanti, aku pastikan dirimu akan menangis karna Arjun tak lagi bersamamu. " Gumam Clara.
Clara sering memergoki Rindu dan Arjun tengah bersama. seperti saat Arjun makan bersama di sebuah cafe. mereka sering berjalan-jalan bersama.
"Rindu, kau menjadi penghalang antara aku dan juga Arjun! ". ucap Clara ketika melihat kebersamaan Arjun dan Rindu.
__ADS_1
Clara amat marah, ketika ia mengetahui bahwa orang yang dicintai oleh Arjun adalah Rindu.
"ternyata Rindu adalah wanita yang dicintai oleh Arjun. " gumam Clara.
ia pun mulai merencanakan hal yang kejam pada Rindu. ia berusaha menabrak Rindu dengan mobilnya. namun Arya menolong Rindu dari maut.
"ahh gagal lagi". ujarnya.
Clara menghentikan mobilnya dan melihat ke belakang.
hingga, ia merencanakan membunuh Rindu dengan merubah wujudnya mencari seekor ular raksasa. namun lagi dan lagi, Arya berhasil menyelamatkan Rindu dari mautnya.
"sudah ku katakan, jangan pernah kau sakiti dia atau kau akan mati di tanganku". ucap Arya.
Arya dan juga Clara, mereka sempat melakukan sebuah perjanjian kerja sama. dimana kerja sama tersebut menguntungkan kedua belah pihak.
"lebih baik kita bekerja sama saja, kau akan mendapatkan Rindu sementara aku akan mendapatkan Arjun". ucap Clara, ia menawarkan kerja sama pada Arya.
namun sayangnya. Arya tak lagi menemui Clara. bahwakan dirinya tak lagi memberi kabar.
"kenapa ponsel Arya tak bisa di hubungi? kemana dia sebenarnya? " . gumam Clara.
ia berusaha menghubungi nomor Arya berkali-kali. namun tak ada jawaban disebrang sana.
hingga tanpa sengaja, Clara bertemu kembali dengan Arya.
ternyata Arya sempat bersembunyi dari kejaran para awak media dan juga hukum yang menjeratnya.
"pantas saja, aku menghubungi dirimu tak pernah bisa! ". uacp Clara.
"ini semua karna Arjun. dia telah menyebarkan video saya dan menyebarkannya. "
"seriusan? ". ucap Clara.
namun dari hari itu, Arya dan Clara tak lagi bertemu. Arya lebih memilih menjauh dari orang-orang yang berusaha mempengaruhi dirinya.
Clara pun, tak lagi bertemu dengan Arya. ia lebih banyak menghabiskan waktu berkhayal. hidup bahagia bersama Arjuna.
"bagaimana hidupku bersama Arjun? kami akan memiliki banyak anak dan hidup bahagia pastinya! ". Ucap Clara, ia mulai berkhayal hidup setelah menikah dengan Arjun.
tinggal satu langkah lagi menuju hidup abadi bersama Arjuna.
__ADS_1
clara tak sabar menunggu hari, dimana dirinya bersanding bersama Arjuna di pelaminan yang megah nan indah.