BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 77


__ADS_3

Ki Ageng dan Sudawira pun berjalan menuju sungai yang ditujukan oleh Sudawira.


Ki Ageng tak sabar ingin segera sampai dan mengambil bunga teratai emas itu. Ia ingin segera mendapatkannya untuk keberlangsungan hidup putrinya.


"dimana sungai itu, apakah masih jauh?? ". Tanya Ki Ageng pada Sudawira.


"Tidak, sebentar lagi kita sampai. Itu dia sungainya sudah bisa terlihat dari sini". Sahut Sudawira sembari menunjuk sungai tersebut.


Nampak sebuah senyum terbit dari bibir Ki Ageng. Ia nampak bahagia sekaligus senang, akhirnya ia akan segera mendapatkan bunga itu.


"Ini sungainya, carilah bunga itu!! ". Ucap Sudawira.


Ki Ageng mencari keberadaan bunga tersebut, namun tak menemukannya sama sekali.


Nampak wajah Ki Ageng begitu murung, kala mendapati bahwa bunga teratai emas itu tak berada disana.


"Kau kenapa bersedih, kita akan cari sekali lagi. Siapa tahu bunga itu terselip!! ". Ucap Sudawira menyemati Ki Ageng.


"Aku sudah mencarinya, namun tak ada. Sepertinya bunga itu sudah di petik orang!! ". Ucap Ki Ageng lesu.


"Kita coba sekali lagi. Jangan putus asa! ". Ucap Sudawira.


Ki Ageng dan Sudawira pun kembali menelusuri sungai tersebut, namun sayang bunga itu tak mereka jumpai. Hati Ki Ageng mulai bersedih. Ia tidak tahu nasib putrinya, jika bunga itu tidak bisa ia dapatkan.


"Sudahlah, Wira. aku tak apa! ". Ucap Ki Ageng.


Sudawira tak bisa berbuat banyak, ia tak bisa melakukan apapun untuk sahabatnya. Ia hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi putri sahabatnya tersebut.


Sudawira dan Ki Ageng pun berjalan menelusuri jalan yang tadi mereka lewati.


Ki Ageng berjalan dengan lunglai, tak ada semangat dalam dirinya. Ia seperti orang yang kehilangan arah, tak tahu kemana langkah kakinya akan pergi.


Harapannya harus pupus ditengah jalan, ia harus rela melihat putrinya pergi meninggalkan dirinya.


"Haruskah aku kehilangan wanitaku untuk yang kedua kalinya!! ". Gumam Ki Ageng sedih.


Tak tak bertanya apa pun pada Ki Ageng, sebab ia tahu bahwa saat ini sahabatnya sedang tidak baik-baik saja. Ia tak ingin merusak suasana hatinya.


"Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu, Ageng. " Ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Pupus sudah harapan Ki Ageng, kini mau tak mau dirinya harus siap menerima segala kemungkinan yang akan terjadi, termasuk jika harus kehilangan wanitanya untuk kedua kalinya.


"Kemana kau akan pergi saat ini, Ageng?? ". Tanya Sudawira.


"Entahlah, Wira. Aku tak tahu kemana langkah ini akan melangkah. Jika aku pulang pun aku tak bisa berbuat banyak, aku harus kehilangan wanitaku untuk yang kedua kalinya!! ". Ucap Ki Ageng.


"Jika aku boleh tahu, memangnya putrimu kenapa?? ". Tanya Sudawira.


Ki Ageng menghela nafasnya sejenak dan menghembuskannya secara perlahan. Ia pun mengingat kejadian saat Clara datang dengan tubuh penuh luka dan langsung tak sadarkan diri.


Ki Ageng melangkah beberapa langkah dan mulai menceritakan segalanya pada Wira.


"Sebenarnya aku tidak tahu pasti kejadiannya, namun menurut berita yang aku dengar... " Ki ageng menjeda ucapannya dan menghela nafasnya. Kemudian melanjutkan ucapannya.


"Putriku dihajar oleh seseorang bernama Arjuna. Hingga putriku datang di hadapanku dengan tubuh penuh luka dan tak sadarkan diri. Hari semakin hari kondisinya mulai memburuk, hingga aku diberitahu bahwa hanya bunga teratai emaslah yang mampu menyembuhkan putriku. Aku sudah menyuruh seseorang untuk mencari bunga itu, namun sampai saat ini tak ada kabar darinya. Hingga aku memutuskan untuk datang dan mencarinya kesini!! ". Papar Ki Ageng panjang lebar.


Sudawira hanya manggut-manggut, pertanda ia paham akan kondisi putrinya Ki Ageng.


"Sepertinya aku bisa mengobati luka putrimu, tanpa harus menggunakan bunga teratai emas itu!! ". Ucap Sudawira.


Nampak binar kebahagian terpancar dari wajah Ki Ageng, kala mendengar penuturan sahabatnya. Ia nampak bersemangat dan kembali menemukan harapan yang sempat hilang diterpa badai.


"Benarkah, kau bisa mengobati putriku?? ". Tanya Ki Ageng.


"tentu saja bisa, dulu aku pernah belajar ilmu mengobati. maka dari itu aku sudah mengembangkannya beberapa tahun lalu!! ". tutur Sudawira.


Ki Ageng membulatkan matanya, ia tak percaya bahwa Sudawira yang dulunya merupakan seorang anak yang nakal, kini berubah menjadi seorang tabib.


"kau jadi tabib??? ". tanya Ki Ageng.


Sudawira pun mengangguk, ia membenarkan pertanyaan sahabatnya, Ki Ageng.


"kau hebat, Sudawira. kau bisa berkembang dengan sangat pesat. dulu kau begitu pemalas, sekarang kau malah berkembang!! ". puji Ki Ageng.


"itulah, aku. kadang kita harus belajar sesuatu yang tidak kita sukai. lama-lama kita akan mulai terbiasa!! ". sahut Sudawira.


prok... prok.. prok..!!!


Ki Ageng bertepuk tangan, ia tersenyum takjub pada sahabatnya tersebut. ia pun tak lepas memuji atas keberhasilan Sudawira.

__ADS_1


"hebat, hebat Wira. kau memang hebat dan pantas di acungi jempol!! ". puji Ki Ageng.


"jangan berlebihan begitu, Ageng. ayo kita pergi dari sini dan bergegas menuju istanamu, sebelum semuanya terlambat!! ". ajak Sudawira.


"ya ampun, iya. aku hampir saja lupa. ayo, ayo kita pergi!! ". Ki Ageng menepuk kepalanya dan mengajak Sudawira pergi dari negri Siluman tersebut.


mereke berjalan menelusuri sebuah jalan untuk keluar dari negeri siluman tersebut. namun di perbatasan, mereka tak sengaja bertemu dengan para penjaga yang mengenali Ki Ageng.


"Ageng, bukankah kau sudah di usir dari negri ini. lalu, untuk apa kau datang kemari?? ". ucap seorang penjaga.


Ki Ageng dan Sudawira pun kaget bukan kepalang, kala mendapati seorang penjaga yang mengenali siapa Ki Ageng.


"aku hanya ingin mencari teratai emas untuk putriku!! ". sahutnya.


"bukankah kau sudah tahu, jika kau berani datang lagi kembali kemari, maka kami wajib memenggal kepalamu dan memisahkannya dari tubuhmu!! ". ucap seorang penjaga


para penjaga pun bersiap menyerang Ki Ageng dan Sudawira.


sontak saja Sudawira dan Ki Ageng memasng kuda-kuda untuk bersiap-siap menerima serangan musuh.


"serang...!!! ". teriak seseorang pada bala tentaranya.


"hati-hati, Ageng!! ". ucap Sudawira.


Ki Ageng pun mengangguk dan mulai menghalau serangan demi serangan.


kini mereka tengah terlibat pertarungan sengit. namun walau bagaimanapun kekuatan para penjaga kalah kuat dari kekuatan Ki Ageng dan Sudawira.


"awas!!! ". teriak Sudawira, kala melihat Ki Ageng dalam bahaya.


Ki Ageng pun segera menyingkir dan kembali menyerang para penjaga.


dengan terpaksa, Ki Ageng mengeluarkan Ajian Brajamusti untuk melumpuhkan para penjaga.


akhirnya para penjaga terhempas dan beterbangan kemudian tersungkur ke tanah.


"kalian yang memaksaku melakukannya!! ". ucap Ki Ageng.


Ki Ageng sudah lama tak menggunakan kekuatannya. namun kali ini, ia terpaksa melakukannya untuk menyelamatkan dirinya dari serangan para musuh.

__ADS_1


"kau masih memiliki ilmu itu, Ageng?? ". tanya Sudawira Wira.


dulu mereka mempelajari ilmu itu bersama-sama, kala mereka masih muda. namun Wira tak menyangka, jika Ki Ageng masih menyimpan ilmu itu.


__ADS_2