BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 78


__ADS_3

kini Dwi Pangga telah berhasil mendapatkan bunga teratai emas yang ia cari. namun, ia belum bisa pulang. ia masih harus datang ke penjara itu untuk menemukan Rindu.


"nanti saja aku membawa bunga ini pulang. lebih baik, sekarang. aku selamatkan Rindu!! ". gumam Dwi Pangga.


ia pun kembali ke penjaga itu, guna menyelamatkan Rindu. Dwi belum tahu jika mereka sudah berhasil kabur dari penjara Nyi Arum.


"apa kabar denganmu, Rindu. apakah kau baik-baik saja saat ini. maafkan aku atas kesalahanku!! ". gumam Dwi.


Dwi merasa bersalah pada Rindu. seandainya kala itu, ia tak pergi menolong Clara. mungkin saat ini Rindu akan baik-baik saja.


"entah mengapa, aku merasa punya tanggung jawab untuk melindungimu, Rindu. apakah aku sudah jatuh hati padamu?? " gumam Dwi.


Dwi pun tak mengerti dengan perasaannya saat ini. rasa itu muncul begitu saja, tanpa ia sadari. walau ia baru saja mengenal Rindu, namun rasanya ia sudah mulai memiliki perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kata-kata.


"sepertinya aku sudah mulai jatuh cinta padamu, Rindu. " ucap Dwi.


ternyata untuk jatuh Cinta tak perlu dengan orang yang sepadan. terkadang Cinta hadir dengan sebuah perasaan dan rasa nyaman yang diberikan oleh lawan jenis.


Dwi Pangga pun kembali berjalan menuju penjaga itu. ia mulai mengendap-endap masuk ke dalam penjara itu. namun nihil, tak ada Rindu disana.


"dimana Rindu. apakah dia sudah keluar dari sini atau dia berada dikurungan lain?? ". gumam Dwi.


Dwi terus mencari keberadaan Rindu, namun Rindu tidak berada dimana-mana.


"kemana Rindu. apakah dia sudah berhasil keluar dengan bantuan Arjuna dan Arya. jika benar, maka aku harus segera pergi sebelum ada yang melihatku berkeliaran disini!! ". ucapnya.


Dwi pun mulai mengendap-endap dan berhasil keluar dari sel. namun ia belum berhasil melewati gerbang, sebab disana terdapat banyak penjagaan yang amat ketat.


"bagaimana caraku keluar dari sini?? ". gumam Dwi.


saat ia masuk, suasana dan penjagaan belum seramai sekarang. ia menunggu, maka akan lama. jika keluar, ia akan tertangkap.


"aku hadapi saja mereka satu persatu! ". ucapnya.


Dwi Pangga pun segera berjalan menuju gerbang dengan mengendap-endap, ia berharap tak ada satu penjaga pun yang melihat dirinya.


Dwi pangga berhasil melewati para penjaga dan berada diambang gerbang. tiba-tiba tanpa sengaja ia menginjak sebuah ranting.


kreeekkk..!!!


sontak saja semua penjaga menoleh ke asal sumber suara, dan mereka mendapati Dwi Pangga yang terlihat tersenyum kikuk.


"kemana ranting ini berani disini?? ". geru


Dwi Pangga melirik ke arah penjaga yang menatapnya tajam. Dwi pangga tersenyum dan mengambil langkah seribu, yaitu berlari sekuat tenaga.

__ADS_1


"kejar penyusup itu!! " teriak salah seorang.


mereka terus mengejar Dwi Pangga, hingga Dwi Pangga mulai ke lelahan dan berhenti.


"lelah sekali jika harus main kejar-kejaran. lebih baik aku hadapi saja mereka!! ". ucap Dwi.


kini para penjaga pun mengepung Dwi Pangga dari segala arah, hingga sulit nagi Dwi untuk kabur.


"mau lari kemana lagi kau!! ". ucap salah seorang.


Dwi Pangga hanya menanggapinya dengan senyum miring, ia tak takut dengan mereka.


"kalian ingin menantang kehebatanku?? ". ucao Dwi dengan sombongnya.


"ciiiih, sombong sekali kau! ". sahutnya.


para penjaga pun saling lirik satu sama lain dan memberi aba-aba lewat gerakan tangan, supaya menyerang Dwi Pangga.


"serang...!!! ". teriaknya


Dwi Pangga menghadapi sekitar 10 penjaga, mau tak mau ia harus mengalahkan semuanya. berbagai senjata mereka keluarkan dari mulai tombak, pedang dan belati.


mereka semua terlibat pertarungan yang luar biasa sengitnya. penjaga terus saja menyerang Dwi Pangga dengan senjata yang mereka bawa.


pedang terus mengarah ke arah Dwi. begitu pun dengan tombak, tombak itu hampir saja mengenai lengan Dwi. namun Dwi berhasil menghindarinya.


jleeebbb ..


seseorang melemparkan belati ke arah Dwi, dan belati itu dapat ditangkis oleh kedua tangan Dwi Pangga.


"hampir saja!! ". gumam Dwi, ia pun segera melempar belati itu ke sembarang arah.


para penjaga tidak lelah, mereka terus menyerang Dwi pangga hingga titik darah penghabisan.


"serang terus..!! ". teriak mereka.


para penjaga pun berhasil melumpuhkan Dwi Pangga, sehingga Dwi pangga jatuh tersungkur. sontak saja para penjaga menodongkan senjata mereka masing-masing pada wajah Dwi Pangga.


"ini adalah akhir dari riwayatmu!! ". ucap seorang penjaga.


Dwi pun nampak tersenyum penuh arti ke arah mereka semua.


"kau yakin. ingat, ini belum selesai!! ". ucap Dwi Pangga.


sontak saja mereka mengarahkan senjatanya tepat dihadapan Dwi Pangga.

__ADS_1


namun dengan kekuatan yang begitu besar, Dwi Pangga mampu membuat para penjaga terbang kemudian tersungkur keatas tanah.


"sudah ku bilang, bukan. ini semua belum selesai!! ". ucap Dwi Pangga.


terlihat para penjaga hanya bisa terduduk lemah. mereka memegangi dadanya yang terasa ngilu. namun ada salah satu diantara mereka mencoba melemparkan sebuah Belati .


jleebb...


lagi lagi Dwi Pangga berhasil menangkapnya dengan satu tangannya. Dwi Pangga melihat siapa yang telah melemparkan Belati tersebut.


"oh, ternyata. masih ada percobaan membunuhan disini!! ". ucap Dwi Pangga lantang.


setelah merasa sudah tahu, Dwi Pangga mengarahkan belati itu dan tepat mengenai jantung siluman tersebut.


Jleb...


lemparan Dwi Pangga mengenai pelaku tadi, kini siluman itu mengeluarkan banyak darah dan tewas seketika. detik kemudian siluman itu menjadi abu dan hilang menjadi asap yang terbakar.


"masih ada lagi yang ingin bernasib sama seperti kawan kalian?? ". tanya Dwi Pangga.


para penjaga terlihat takut, mereka pun menundukan kepalanya. tak ada yang berani menatap wajah Dwi Pangga.


"baiklah, jika kalian tidak bersuara berarti kalian sudah mengaku kalah!! ". ucap Dwi Pangga


Dwi Pangga pun pergi dari hadapan para siluman itu, ia sengaja tak meneruskan perkelahian mereka. sebab siluman sudah kalah telak darinya.


"ternyata kalian tidak ada apa-apanya!! ". gumam Dwi Pangga.


ia mesti harus mencari keberadaan Rindu. ia tak tahu dimana Rindu saat ini.


"gara-gara bunga ini, aku jadi kehilangan jejak Rindu!! ". gerutu Dwi Pangga.


ia sebenarnya tak mau mencari bunga ini, namun ia terpaksa demi sebuah misi menyelamatkan Rindu, ia reka melakukan ini semua.


"sebenarnya dimana kamu, Rindu?? ". gumam DWI Pangga.


Dwi Pangga pun teringat akan sesuatu, ia memejamkan matanya. Dwi Pangga akan mencoba menggunakan mata batinnya untuk mencari keberadaan Rindu.


"semoga aku bisa menemukanmu, Rindu!! ". ucap Dwi Pangga.


ia berharap bisa menemukan Rindu dan bertemu kembali dengannya.


seperti ada yang hilang dalam diri Dwi Pangga. ia seperti kehilangan semangat hidupnya, kala tak melihat keadan Rindu.


terbesit dalam hati Dwi Pangga untuk memiliki Rindu seutuhnya.

__ADS_1


__ADS_2