BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
episode 38


__ADS_3

Seminggu berlalu, Arya berhasil bersembunyi dari awak media. Tak ada yang mendengar kabar Arya hingga kini.


"Kemana Arya pergi! ". Gumam Arjun.


Arjun yang tengah berada dikantornya, begitu heran dengan keberadaan Arya. Arya tak pernah terlihat dirumahnya hingga saat ini.


Arjun melihat sebuah berita tentang perusahaan Arya, yang mengalami kerugian. Banyak colega bisnis yang membatalkan kerja sama dengan Arya, Hingga perusahaan yang dirintis oleh Arya dikabarkan gulung tikar! Terjadi pemecatan massal disana. Bahkan banyak karyawannya yang menjadi pengangguran. Semua itu bukan tanpa alasan! Mereka membatalkan kerja sama dengan Arya, karna telah mendengar kabar tentang video yang tersebar dimedia sosial.


"Kau akan hancur secara perlahan, Arya! ". Ucap Arjun sembari tersenyum miring.


Arjun begitu senang melihat kehancuran Arya! Ia tak sabar melihat Arya hancur, sehancur-hancurnya. Dendam lebih mendominasi Arjun saat ini. Ia tak peduli dengan kata hatinya sendiri. Ia hanya peduli dengan balas dendamnya.


Sementara Arya, ia kini tengah berada didalam apartemennya. Ia merasa begitu bosen karna selalu berada diruang itu itu saja.


"Kapan semuanya usai, aku begitu bosan disini! ". Ucap Arya. Ia pun menelepon zain.


"Zain! Apa kau sudah bisa menyelesaikan masalahku? Aku begitu bosan terus berada disini! ".


"Maaf, pak! Masalah ini begitu rumit! Bahkan ada kabar buruk! ". Ucap Zain disebrang telepon.


"Kabar buruk? Apa kabar buruk itu! ". Ucap Arya, ia begitu penasaran dengan kabar buruk yang disampaikan oleh Zain.


Zain terdengar menghela nafas berat, sebelum bicara. sebenarnya Zain tak ingin membicarakan semua ini pada Arya. Tapi, bagaimana pun Arya harus tahu.


"Maaf, pak! Sebelumnya. Perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar! Diakibatkan banyak klien yang membatalkan kerja sama. Bahkan kita sudah tidak mampu membayar para karyawan, hingga kita memutuskan memecat masal mereka! ". Tutur Zain panjang lebar.


"Apa? Bangkrut! Mana bisa begitu! ". Arya begitu terkejut dengan penuturan Zain. Ia tak menyangka jika perusahaan yang ia bangun dari nol hancur begitu saja.


"Iya pak! Bahkan perusahaan Pratama grup membatalkan kerjasamanya! Hingga kita mengalami kerugian yang cukup besar". Ucap Zain


"Baiklah, kamu urus semuanya dan biarkan aku yang bertindak! ". Ucap Arya sembari memutuskan teleponnya.


Aryapun menggebrak meja dengan tanganya. Ia terlihat begitu marah dengan apa yang disampaikan oleh Zain.


"Akhhh.. siapa yang berusaha menghancurkanku! ". Arya mencoba berfikir dengan jernih, dan meraih laptopnya diatas nakas. Ia pun mulai melacak akun fake yang menyebarkan videonya tersebut. Namun, Arya tak menemukan pelakunya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin ini terjadi, orang tersebut begitu pintar dan bermain dengan sangat rapi! Hingga sulit untuk melacaknya! ". Ucap Arya sembari menutup laptopnya asal.


"Siapa dalang dari semua ini! Apakah dia adalah Yolanda! Jika benar kau adalah orangnya, maka aku akan membunuhmu". Ucap Arya dengan dada terlihat naik turun.


Aryapun segera berganti pakaiannya, ia menggunakan masker dan juga topi hitam. Agar tak ada yang mengenalinya. Bagaimana pun kondisi saat ini belum kondusif.


Arya turun kebawah lobi dengan menggunakan lift, didalam lift ia masih saja mendengar orang-orang tengah bergosip ria tentang video tersebut. Sampai kuping Arya terasa panas.


Aryapun berpura-pura tak tau apa-apa, ia pun memalingkan wajahnya ke arah lain. Beruntung tak ada yang curiga padanya. Hingga Arya bisa keluar dari lift Tersebut.


"Awas kalian akan ku buat kalian semua menyesal! ". Gumam Arya ketika keluar dari dalam lift.


Aryapun pergi dengan menggunakan sebuah taxi. Ia pun menuju rumah Yolanda. Ia akan membuat Yolanda menyesal karena telah berani berurusan dengan dirinya.


Beberapa menit berlalu, Arya telah sampai dikediaman Yolanda. Ia pun turun dari taksi dan mendekati rumah Yogi.


Arya menendang pintu, hingga pintu terbuka dengan lebar. Dan ia pun menembakan pistolnya ke sembarang arah.


Dor.. dor. Dor


" apa yang kau inginkan? ". Teriak pak Yolanda, ia pun mendekati pemuda itu.


"Kematian mu! ". Ucap Arya sembari berjalan mendekati Yolanda.


"Siapa kamu? ". Ucap Yolanda dengan ketakutan nampak jelas diwajah cantiknya.


"Hallo! Apa kabar? Yolanda! Aku merindukanmu". Arya berkata sembari tersenyum menyeringai ke arah yolanda! Setelah Arya membuka topi serta maskernya.


"Arya! ". Gumam Yolanda, ia begitu kaget dengan kedatangan Arya yang begitu tiba-tiba.


Arya hanya tersenyum sinis sembari berjalan mendekat ke arah Yolanda. Dan


dor..!


Arya menembak ketembok, sontak saja Yolanda begitu gemetaran, dan ketakutan yang luar biasa.

__ADS_1


"Apa yang kau ingin? Arya! ". Ucap Yola dengan gemetar.


"Katakan! Siapa yang telah menyebarkan video itu? ". Ucap Arya sembari mencengkeram dagu Yolanda. Jelas saja ia merasa kesakitan dan merintih.


"Aku tidak tau". Ucap Yola dengan menahan sakit.


"Jangan bohong! Cepat katakan, kalau tidak! Maka aku akan membunuhmu". Ancam Arya sembari menembakan pistolnya.


"Jangan.. jangan! Baiklah, jika yang menyebarkan video itu aku tidak tau! Tapi, yang merekam itu adalah..."


Dor...


Belum sempat Yolanda memberitahu Arya, siapa orang yang berada dibelakang ini semua. Yola ditembak seseorang dari arah belakang. Kemudian orang tersebut kabur.


Arya berlari mengejar orang yang telah membunuh Yola! Hingga tewas. Namun ia tak berhasil mengejar pelaku.


"Aahhhh, sialan! Hampir saja aku tau siapa orang dibalik ini semua! ". Arya terlihat frustasi dan mengacak rambutnya asal.


Seseorang dibalik pohon tengah memperhatikan Arya! Ia tersenyum miring. Dan berlalu pergi dari tempat tersebut.


"Sampai kapanpun, kau tidak akan pernah menemukan ku, Arya!". Gumam seseorang tersebut.


Orang tersebut adalah Arjun, ia adalah dalang dari semua yang terjadi pada Arya. Ia sangat membenci Arya! Dan ini adalah kesempatan untuk membalas Arya.


Arjun pula bekerjasama dengan Yolanda. Arjun sengaja membocorkan rahasia Arya pada Yolanda, agar arya, tak bisa berkutik.


Yolanda terlalu terobsesi dengan Arya, sehingga ia rela melakukan apapun. Hingga Arjun menawarkan kerja sama yang cukup menguntungkan bagi Yolanda. Namun sayang! Yolanda harus tewas ditangan Arjun sendiri.


Esok paginya, Arjun mendatangi pemakaman Yola. Ia hanya memperhatikan makam Yola yang masih basah dari kejauhan. ia tak ingin ada orang yang mencurigai dirinya. maka dari itu ia hanya bisa memantaunya dari jauh.


Arjun pun datang menghampiri makam yolanda! setelah tidak ada orang di pemakaman tersebut.


"Maaf, Yola! Aku terpaksa membunuhmu! Jika kau masih hidup, aku yakin! Kau akan memberitahu Arya yang sebenarnya. balas dendam ku belum selesai, masih banyak yang ingin aku balas luka hatiku ini". Lirih Arjun! Ia berjongkok dan melepas kacamata hitamnya.


"Semoga kau tenang disana! Aku minta maaf! ". Ucap Arjun sembari berdiri, memakai kembali kacamatanya dan pergi dari pemakaman tersebut segera mungkin.

__ADS_1


__ADS_2