BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 70


__ADS_3

saat ini kondisi Clara mulai memburuk dan semakin memburuk. Ki Ageng mulai merasa cemas dan berharap Dwi Pangga segera kembali dengan membawa teratai emas yang di katakannya.


"maaf paduka, jika bunga itu tak segera datang, maka hamba takut nyawa Tuan putri tidak akan tertolong! ". ucap Tabib


Ki Ageng nampak berfikir, ia pun sama halnya dengan sang tabib. ia begitu cemas sekaligus takut jika hal yang buruk terjadi pada Putrinya.


"lakukan sesuatu sebelum Dwi Pangga kembali! ". perintah Ki Ageng.


Tabib pun mengangguk patuh dan mulai meracik ramuan untuk mengobati luka Clara. sebenarnya luka yang di alami oleh Clara cukup parah. apalagi luka dalam yang di alaminya.


"kemana kau Dwi, apa kau sudah mendapatkan bunga itu atau belum? ". gumamnya lirih.


Ia takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada Dwi. jika hal itu sampai terjadi, maka nyawa putrinya pun bisa terancam.


"apa aku harus pergi juga kesana? ". gumamnya kembali.


namun jika hal itu ia lakukan, maka otomatis ia sama saja mencari kematiannya sendiri. sebab dulu sebelum dirinya pergi dan memutuskan untuk menikahi siluman ular. ia pernah mengatakan takan pernah kembali, bangsa siluman pun berjanji jika sampai Ki Ageng menginjakan kakinya kesana lagi. maka mereka tak segan-segan melenyapkan Ki Ageng beserta keturunannya.


"tidak, tidak! aku tidak bisa kesana. lebih baik aku menunggu Dwi kembali saja. " ucapnya lagi.


Ki Ageng mengurungkan niatnya untuk menyusul Dwi Pangga kesana. ia tak ingin mati di tangan bangsanya sendiri. apalagi saat ini keadaan Clara sangat memprihatikan.


sementara Rindu. kini, dirinya tengah berada dalam ketakutan yang luar biasa. ia sedang berhadapan dengan seorang Ratu yang terkenal kejam dan keji. siapa lagi kalau bukan Nyi Arum.


"lepaskan aku! ". ucap Rindu.


"jangan harap! ". ucap Nyai Arum


"aku mohon, lepaskan aku! ". ucap Rindu kembali.


"baiklah, akan aku kabulkan! ". Nyi Arum berkata sembari tersenyum dan melirik ke arah penjaganya. ia pun menyuruh penjaga tersebut masuk dengan isyarat tangannya.


para penjaga pun masuk ke dalam. mereka menunggu perintah dari pimpinan mereka.


"siksa wanita itu! ". perintah Nyi Arum.


senyum yang sempat terbit dari bibir Rindu, kini memudar kala Nyi Arum mengatakan hal tersebut. Tubuh Rindu mulai panas dingin dibuatnya. rasa takut dan juga cemas kini mulai menjadi satu. namun untuk lari pun Rindu tak mampu.


"baik. " ucap Penjaga tersebut.

__ADS_1


sementara Nyi Arum, ia hanya tersenyum pada Rindu dan keluar dari dalam penjaga. ia melihat Rindu dari luar.


sontak saja Rindu mundur beberapa langkah, ketika para siluman mulai melangkah maju.


"tolong, jangan siksa aku! ". lirih Rindu.


namun para siluman tak menghiraukan ucapan Rindu. Meraka terus saja maju menuju Rindu.


cetaaaaakkk... cetaaaakkk.. cetaaaakk!!


"aaaaakkhhh, sakit.. tolong lepaskan!! ". teriak Rindu, kian menyayat hati.


pecutan demi pecutan kian terdengar menggema di seluruh ruangan tersebut. Nyi Arum yang menyaksikan hal tersebut hanya tertawa lepas.


"hahah, bagus!! ". ucapnya


Rindu hanya bisa merindih kesakitan, kala pecutan itu menyentuh kulitnya. ia hanya bisa berteriak dan menangis pilu meratapi nasibnya kini.


"sakittt... sakiiit...!! " suara Rindu kian pilu terdengar di telinga, namun bagi Nyi Arum itu adalah sebuah melodi yang indah.


tubun Rindu mulai merah dan mengeluarkan darah dari bekas pecutan tersebut. Tubuh Rindu pun luruh ke lantai. sebab ia tak mampu lagi menahan perih di tubuhnya.


para penjaga pun menghentikan aksinya. mereka keluar dari dalam kurungan dan meninggalkan Rindu yang sudah tak sadarkan diri di dalam kurangan. Nyi Arum tak peduli dengan keadaan Rindu saat ini.


Nyi Arum dan para penjaganya pun pergi meninggalkan kurungan. Nyi Arum pergi menuju kamarnya yang berada tak jauh dari sana.


tok.. tok.. tokk!!!


ketika Nyi Arum hendak memejamkan matanya. tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu dari luar. ia pun mengurungkan niatnya untuk tidur. ia pun bangun dan membuka pintu kamarnya.


"ada apa kalian mengangguku? ". ucapnya


"maaf Ratu, kami ingin mengatakan, bahwa tadi ada penyusup yang masuk ke sini! ".


"apa? penyusup, siapa mereka dan mau apa? ". ucap Nyi Arum geram.


"kami tidak tahu Nyai, mereka datang kemari berdua dan kami tidak berhasil menemukan mereka!! ". ucap Salah satu dari mereka sembari menundukan kepalanya.


"apa mereka, siapa dan bagaimana ciri-ciri mereka? ". ucap Nyi Arum.

__ADS_1


Nyi Arum merasa geram dan penasaran siapa yang sudah berani masuk ke dalam wilayahnya.


"Tinggi, putih dan tampan. sepertinya mereka bukan bangsa siluman tapi manusia!! ". tutur salah satu.


Nyi Arum bisa menebak siapa kedua pemuda tersebut. ia pun mulai geram dan mencari keberadaan keduanya.


"pasti mereka adalah Arya dan Arjun, kurang ajar. kenapa kau harus datang kemari Arya? ". gumam Nyi Arum.


Nyi Arum memandang anak buahnya dengan sorot mata tajam. ia pun memerintahkan mereka semua untuk segera mencari keberadaan 2 pemuda tersebut.


"cari mereka dan bawa mereka padaku!! ". perintahnya


"baik Nyai. " siluman pun berpamitan dan pergi dari hadapan Nyi Arum.


Nyi Arum kembali ke dalam kamarnya, ia terlihat marah dengan penyusupan yabg di lakukan oleh putranya sendiri.


"mengapa kau ingin melawan Ibumu sendiri, Arya? ". ucap Nyi Arum marah.


Nyi Arum harus segera mencari cara agar Arya segera pergi. ia memang mengharapkan Arjun datang kemari, namun tidak dengan Arya.


ia tak mungkin menyakiti putranya sendiri. bagaimana pun ia sangat menyayangi Arya.


"sepertinya kau harus mendapatkan pelajaran, Arya. agar kau tak selalu membantah Ibumu!! ". ucapnya kembali.


Nyi Arum harus melakukan sesuatu untuk mengurung mereka di sini. agar tak ada satu orang pun yang bisa pergi dari sini.


"akan aku tutup gerbang penjara ini, agar kalian tidak bisa kabur dari sini!! ". ucapnya.


Nyi Arum mulai melafalkan mantra untuk menutup gerbang dunianya. ia tak ingin sampai ada yang bisa keluar dari jeratnya.


lama ia melafalkan mantra, hingga tiba saatnya. api-api kecil mulai tertiup angin, angin pun mulai bertiup dan seketika itu pula pintu gerbang tertutup.


kreeeettt... dugh..


pintu gerbang tertutup dengan sempurna, tak ada yang bisa keluar dari sana, termasuk Arjun dan Arya. mereka tertahan disana.


"celaka, celaka. wanita itu telah menutup gerbang itu. aku tak bisa melihat keadaan Arjun dan Arya. bagaimana ini? ". ucap Ki Gembor, kala dimensi air yang ia gunakan tak bisa lagi memperlihatkan Gambar Arjun dan Arya.


Ki Gembor mulai merasa cemas, sebab saat ini ia tak bisa menjangkau mereka. ia berdoa semoga Arjun dan Arya dalam lindungan tuhan. semoga mereka bisa selamat dan segera pulang kembali ke alam manusia.

__ADS_1


__ADS_2