
Dwi Pangga/ Candra pun kini mulai kembali ke dunia manusia. ia kembali ke kediamannya.
"sudah lama aku berada di negeri siluman, sekarang bagaimana keadaan Rindu. apakah Rindu sudah kembali?? ". ucapnya
Candra meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Rindu.
tut.. tut.. tut..
ponseln pun berdering, tak lama kemudian Rindu mengangkat teleponnya.
"hallo!! ". sahut Rindu di seberang sana.
Candra tersenyum, ia merasa bahagia. kala mendengar suara Rindu.
Candra diam beberapa saat.
"hallo!! ". ucap Rindu kembali disebrang sana. sebab tak ada jawaban dari Candra.
"eh, iya. maaf, maaf!! " sahut Candra.
"ada apa?? ". tanya Rindu.
"tidak, aku hanya ingin tahu keadaanmu! apa kau baik-baik saja?? ". sahut Candra.
"tentu, aku baik-baik saja!! ". jawab Rindu.
"syukurlah, baiklah. aku tutup teleponnya!! ". ucap Candra, ia pun mengakhiri panggilan Teleponnya.
Candra bisa bernafas dengan lega, akhirnya Rindu bisa kembali dalam keadaan selamat. Candra tidak sabar menunggu hari esok, sebab ingin segera bertemu dengan Rindu.
"aku tak sabar ingin segera bertemu dengan mu, Rindu. aku ingin melihat wajahmu!! ". gumamnya lirih.
Candra menjatuhkan bobotnya diatas kasur, ia membayangkan Rindu. Candra terlihat senyum-senyum sendiri.
"ahh apa-apaan aku ini. sepertinya aku sudah gila karna kau Rindu!! ". ucapnya.
hanya Rindu yang ada dalam fikiran dan masa depan Candra. ia berharap Rindu adalah pasangannya kelak.
begitu mudah bagi Candra untuk melupakan Clara, namun rasanya begitu sulit untuk melupakan Rindu.
sepertinya Candra telah merasa Gila dengan Rindu.
"hanya Rindu yang ada di antara jantung hati, tempat ber manja. tempatnya Rindu. tempat curahan hati yang damai.. " Candra menyanyikan sebuah lirik lagu.
rasa ingin memiliki Rindu semakin dalam dan semakin kuat. Candra ingin segera memiliki Rindu seutuhnya. ia akan melakukan segala cara. jika perlu Candra siap untuk membantai Arjun dan Arya sekaligus. agar tidak ada penghalang antara keduanya.
"jika masih ada Arjuna dan Arya, maka Rindu tidak akan pernah menjadi milikku! aku harus membunuh keduanya. " ucapnya
Candra berencana akan membunuh Arjun dan Arya. ia tidak akan membiarkan Rindu jatuh kepelukanku kedua manusia itu.
Candra seolah-olah lupa! bahwa dia adalah siluman Ular. ia tidak bisa menikah dengan kalangan manusia.
Keesokan paginya, kini Candra bersiap pergi ke kantor. ia bersiap dan nampak tampan dengan balutan kemeja berwarna putih. tak ada satu wanita pun yang tidak melirik dirinya.
"aku cukup tampan untuk sekedar memikat hati Rindu!! ". gumamnya, kala mematut diri di cermin.
Candra melangkah menuju pintu utama dan bersiap pergi ke kantor.
sesampainya dikantor. Candra bersiap menuju Ruang kerjanya.
__ADS_1
"Rindu belum datang kah?? " tanyanya dalam hati.
Candra nampak celingukan mencari Rindu, namun sepertinya Rindu memang belum datang. Candra segera duduk dan melakukan aktivitas seperti biasanya.
sesekali Candra melirik ke arah tempat kerja Rindu, namun nampaknya Rindu tidak masuk hari ini.
hingga jam makan siang pun tiba. Candra bertanya pada Rina yang merupakan Teman dekat Rindu.
"Rindu gak masuk hari ini, Ya?? ". tanya Candra.
"iya, katanya kurang enak badan!! ". jawabnya.
"pantas, yaudah. makasih ya!! ". ucap Candra.
"oke!! ". sahut Rina sembari membuat huruf O dengan jarinya.
Candra nampak menghela nafasnya. ada ras kecewa karna Candra gagal bertemu dengan Rindu. namun, ada rasa cemas juga dalam hati Candra, apalagi ketika mendengar Rindu tengah tidak enak badan.
"lebih baik aku temui saja Rindu di rumahnya!! ". ucap Candra
Candra bekerja seperti biasanya, ia menunggu hingga waktu pulang tiba. ia akan menjenguk Rindu di rumahnya.
"fikiran ku begitu kacau karna mu, Rindu. mengapa kau selalu ada dimana-mana. di hati, di mata bahkan di ingatanku. pelet apa yang kau berikan padaku!! ". gumam Candra.
ya, Candra menjadi tidak Fokus dalam bekerja. fikirannya selalu tentang Rindu dan Rindu saja.
ia khawatir akan keadaan Rindu, Candra bergegas menyelesaikan pekerjaannya agar dapat segera pulang.
"akhirnya selesai juga!! ". ucapnya, Candra pun bergegas membereskan barang-barangnya dan segera pulang.
Candra tak lupa membawa buah-buahan dan cemilan lainnya untuk menjenguk Rindu.
"lebih baik aku bawakan dia buah-buahan dan cemilan saja!! ". ucap Candra.
setelah selesai Candra segera melaju menuju kediaman Rindu.
tok.. tok.. tok..!!
Candra mengetuk pintu rumah Rindu. tak lama setelahnya Rindu membukan Pintu.
"Candra, ada apa kamu kesini?? ". tanya Rindu.
"mm, aku hanya ingin menjenguk mu. soalnya tadi kamu gak masuk kerja!! ". jawab Candra
"o ya, emang aku agak sedikit gak enak badan. makannya gak masuk! yaudah Ayo masuk! ". sahut Rindu.
Rindu mempersilakan Candra masuk dalam rumahnya. Candra mengikuti Rindu dan duduk di kursi ruang tamu.
"mau minum apa?? " tanya Rindu.
"apa aja!! ". sahut Candra.
"sebentar! ". ucap Rindu. Nn
Candra menganggukan kepalanya, kemudian Rindu pergi ke dapur untuk membuatkan Candra minuman.
beberapa saat kemudian, Rindu kembali dengan membawa nampan berisi 2 Teh manis hangat. satu untuk Candra dan satu dirinya.
"ayo, silakan di minum!! ". ucapnya sembari menyodorkan teh hangat di hadapan Candra.
"terimakasih! ". sahut Candra, ia pun meriah gelas dan meminum isinya sedikit.
__ADS_1
Candra meminun Teh manis tersebut sembari memandang wajah Rindu. rasanya semakin manis saja.
byuuuuur
Rindu menyemburkan Teh manis dalam mulutnya.
"kenapa?? ". tanya Candra.
"pahit, aku lupa kasih Gula!! ". ucap Rindu di sertai Senyum.
"masa ahh, aku minum ko manis-manis aja!! ". ucap Candra.
"masa sih! Sini aku coba. ". ucap Rindu, ia pun meriah gelas yang berada ditangan Candra dan meminumnya sedikit.
byuuuuur...
lagi lagi Rindu menyemburkan minumannya kembali.
"kamu bohong. rasanya sama aja gak ada manis-manisnya!! ". ucap Rindu sembari memberikan gelasnya pada Candra.
"masa sih? sini aku coba lagi!! ". Candra meraih gelas tersebut dan meminumnya Kembali.
"tuhkan Manis!! ". ucap Candra.
"ko bisa?? ". Tanya Rindu heran.
"kan aku minumnya sambil liat wajah kamu. jadi semuanya terasa manis!! ". ucap Candra
"gombal!! ". sahut Rindu.
Candra hanya menanggapi ucapan Rindu dengan senyuman sembari menggaruk tengkuknya.
"Rindu, boleh aku bicara sesuatu?? ". ucap Candra serius.
"mau bicara apa?? ". tanya Rindu penasaran.
"aku suka sama kamu. Will you marry me?? " ucap Candra.
ia pun berlutut di depan Rindu, ia takut jika Rindu menikah dengan orang lain. maka dari itu Candra segera melamar Rindu.
"mmm, nanti aku fikir-fikir dulu, ya?? soalnya kan ini nyangkut hati dan masa depan!! ". ucap Rindu.
Candra menghela nafasnya dan mengangguk. ia tak bisa memaksa Rindu.
Candra berdiri kembali dari posisi berlututnya. ada ras keceawa dalam hatinya. namun Candra bisa apa.
"baiklah, aku akan setia menunggu jawabanmu!! ". ucap Candra.
walau kecewa, namun Candra tak memperlihatkannya di depan Rindu. ia bersiap biasa saja.
Candra akan menunggu jawaban dari Rindu atas Cintanya. semoga cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
"terimakasih!! ". ucap Rindu.
Candra mengangguk dan berpamitan pada Rindu.
"baiklah. aku harus pergi!! ". ucap Candra.
"baiklah. hati-hati!! ". ucap Rindu.
Candra pergi dari rumah Rindu. ia akan selalu menunggu cintanya dibalas oleh Rindu.
__ADS_1
"semoga kau mau menerima Cintaku, Rindu. jika tidak, aku bisa gila karna mu. aku tak tahu harus menjalani hidupku tanpamu. cinta ini membuatku gila. semoga kau tidak membunuhku dengan cintamu itu!! ". ucap Candra dalam hatinya.
Candra lupa bahwa posisi dan kedudukannya akan terancam jika dirinya menikahi bangsa manusia. gelar pangeran akan dicopot darinya dan kekuatannya akan lenyap begitu saja. namun Candra tak peduli, ia seolah-olah tuli akan semua itu.