
dwi pangga, merasa dirinya telah menang! tanpa dia sadari, ia telah membunuh orang yang salah.
Hadi, bukanlah orang yang dicintai oleh clara! ia hanya dijadikan korban untuk menyelamatkan nyawa arjun.
hari ini, dwi pangga akann menemui clara di kediamannya. ia mengendarai mobil untuk sampai disana.
ting.. tong! ting...tong!
dwi memencet bel, sedetik kemudian clara muncul dari balik pintu. dwi tersenyum manis pada clara.
"ada apa kau kesini?
"tentu saja, untuk menemuimu! " ujar dwi sembari memperhatikan wajah cantik clara.
clara tak menanggapi ucapan dwi, ia pun terlihat begitu malas bertemu dengan dwi pangga!
"ayolah, clara! menikahlah denganku. akan ku jadikan kau ratu di hatiku! ". ucap dwi sembari berjongkonk didepan clara.
"jangan harap! aku tidak sudi menikah denganmu, bahkan aku jijik melihat wajahmu! " ucap clara dengan senyum miring.
"baiklah! tapi, kau harus tau aku sudah membunuh kekasihmu! ". dwi berdiri kembalil dari posisi jongkoknya.
ekspresi clara hanya biasa saja, ia tak menunjukan raut sedih atau pun kehilangan. justru ia hanya tersenyum miring.
"lalu, apa aku harus menangis? ". ucap clara.
dwi mengerutkan dahinya heran, bagaimana bisa, clara tidak bersedih dengan kematian kekasihnya.
"apa kau tidak sedih? atau jangan-jangan dia bukan orangnya! ". ucap dwi dengan raut bertanya-tanya.
"kau fikirkan saja sendiri! ". ucap clara.
ia pun berusaha menutup pintu dengan keras. namun, tangan dwi masih terlalu kuat. akhirnya dwi bisa masuk kedalam, ia mengamati seluruh isi rumah clara. hingga akhirnya, dwi masuk kedalam kamar clara! ia menemukan sebuah foto.
ketika, dwi akan mengambil foto tersebut. tiba-tiba, clara berusaha merebutnya dari tangan dwi! namun dwi lebih dulu melihat foto tersebut.
"berikan padaku, jangan berani kau macam-macam". clara berusaha merebutnya.
"diam kau! ". bentak dwi marah!
dwi melihat foto tersebut, itu adalah foto arjun. Dwi melirik ke arah clara dengan tatapan marah. ia pun mendekati Clara, kemudian mencengkram bahu Clara. hingga Clara meringis.
"kau begitu licik, Clara! kau mengorbankan orang lain untuk menyelamatkan pria itu? ". dwi terlihat marah pada Clara.
"lepaskan, sakit! ". Clara berusaha melepaskan diri dari cengkeraman dwi.
"lihat saja, akan ku buat kekasihmu mati ditanganku! ". ucap Dwi sembari berlalu pergi dan mengambil foto Arjun.
"jangan, aku mohon, jangan sakiti dia. aku mencintainya! ". Clara berusaha mengejar Dwi! tapi Dwi tak peduli dengan permohonan Clara.
Dwi pergi meninggalkan rumah Clara! ia melajukan mobilnya. ia hanya butuh menggunakan mata batinnya untuk mengatahui siapa arjun.
__ADS_1
"jadi dia orangnya! pantas saja kau tergila-gila padanya, clara! ". gumam dwi, ketika membuka matanya.
dalam mata batin Dwi. Arjun terlihat adalah manusia sempurna, dengan pahatan wajah yang indah. Dwi belum mengetahui bahwa Arjun bagian dari siluman.
"bagaimana caraku? menghancurkan dia! ". Dwi bergumam sembari memandang foto arjun.
sementara, di penjara arya tengah meringkuk, dengan tubuh yang penuh lebam. akibat kebrutalan aparat polisi.
"aku harus segera keluar! tapi, bagaimana caranya. " gumamnya.
tak berapa lama. seorang polisi datang menghampiri sel, dimana arya ditahan. polisi tersebut membebaskan arya tanpa syarat.
"keluarlah! hari ini kau bebas. " ucap polisi yang membuka gembok sel.
"aku keluar? tapi kenapa? ". ucap arya bingung
"kau dinyatakan tidak bersalah! puluru yang digunakan oleh seseorang! tidak cocok dengan senjata yang kau gunakan! dan kasus asusila itu nyatakan orang lain! ". ucap polisi
aryapun keluar dari kantor polisi! dan menuju apartemen miliknya.
arya mengobati lukanya. walau terasa perih, ia tetap mengobatinya. sesekali arya pun meringis.
"apa Arjun yang ada dibalik ini semua? ". tiba-tiba Arya teringat dengan bisikan Arjun waktu di pesta.
"apa mungkin! ia bertindak sejauh ini? ". gumamnya.
Arya pun mencoba menghubungi Rio, pengacaranya. namun yang mengangkat telepon tersebut adalah istrinya.
"hallo, Rio! ". ucap Arya ketika teleponnya tersambung, namun terdengar isakan disebrang sana.
arya terlonjak kaget. bagaimana bisa, Rio tewas! bukankah ia menemui dirinya beberapa hari lalu.
"apa? meninggal! ".
"iya, suami saya sudah tiada! hiks.. hiks! ".
Arya pun bergegas untuk melayat ke rumah Rio.
setibanya disana, arya melihat kondisi jenazah Rio! yang begitu mengenaskan. sekujur tubuhnya terbakar, ia hampir tak dikenali, Arya yang melihat kondisi jenazah pun turut prihatin dan berbela sungkawa.
"aku turut berduka atas meninggalnya Rio! ". ucap arya kepada istri Rio.
"terimakasih pak arya! tapi mas Rio sempat merekam sesuatu sebelum ia meninggal. " ia pun menyodorkan ponsel rio pada Arya!
arya mendengarkan rekaman tersebut, dan terdengar jelas percakapan antara arjun dan juga Rio, Arjun pun mengakui perbuatannya didepan Rio.
Arya terlihat mengepalkan kedua tangannya, setelah mendengar semua isi rekaman tersebut, ia amat murka pada Arjun.
"awas kau arjun! hari ini kau harus mati! ". ucap arya, ia pun berpamitan pada keluarga rio.
arya bergegas pergi kerumah pak yogi. ia akan membunuh semua keluarga arjun disana.
__ADS_1
setibanya arya disana, ia bergegas membuka pintu dengan kasar. sontak saja semua orang disana begitu terkejut, termasuk pak yogi dan keluarganya.
"dimana Arjun? ". ucap arya di ambang pintu sembari mengamati sekitar.
"untuk apa kau ingin bertemu dengan cucuku? ". ucap bu wina
"jangan banyak tanya! katakan, dimana dia sekarang? ". ucap arya
"aku disini! apa kau mencariku? ". ucap arjun, di atas tangga. ja tersenyum ke arah arya. sementara arya begitu terlihat marah dengan arjun.
Arjun tau alasan arya datang ke rumahnya, pasti ia sudah tau segalanya.
"dasar kau pembunuh! ". teriak arya, membuat pak yogi, dan seluruh keluarga menatap arjun.
namun arya menanggapinya dengan santai, ia terlihat tersenyum miring.
"pembunuh! adalah kata yang pantas aku sematkan padamu, Arya! ". ucap arjun sembari turun dan mendekat ke arah Arya.
"apa maksudmu? ". ucap arya heran
"jangan pura-pura bodoh! aku tau, kau yang sudah membunuh ibuku, kemudian sahabatku. kau juga yang sudah memfinahku! " tutur arjun, membuat seluruh keluarga dan arya terkejut.
pak yogi hanya bisa menatap arya dengan tatapan tajam, begitu pula dengan bu wina! ia menatap arya dengan tatapan benci.
"jadi kau yang sudah membunuh putriku? ". ucap bu wina sembari maju ke arah arya.
Arya tak bisa berbicara, ia hanya terdiam seribu bahasa. ia memang salah, ia hanya dihasut oleh ibunya.
Arjun tersenyum miring ke arah arya! ia pun mendekat dan menghajar arya!
brugh.. brugh..
sontak saja pukulan Arjun membuat arya tersungkur ke lantai.
"itu hanya bagian kecil saja! jika aku hitung, semua itu tidak setimpal dengan apa yang kau lakukan padaku, arya! ". teriak Arjun
"oh, jadi karna itu. kau membalasku! kau menyebarkan videoku, bahkan perusahaanku terancam bangkrut! jangan bilang, bahwa kau yang telah membunuh Yolanda, dan juga pengacaraku Rio? " . arya berusaha bangun dan menatapan wajah Arjun.
"jika iya, kau mau apa? aku melakukannya! itu semua aku pelajari dari mu, arya! ". ucap arjun sembari tersenyum miring.
pak yogi, dan bu wina tak percaya dengan ucapan Arjun, bagaimana bisa Arjun menjadi seorang pembunuh!
Arya maju dan hendak meninju wajah Arjun. namun Arjun menangkis pukulan Arya!
" sudah ku bilang! jangan pernah menggap orang yang lemah akan kalah. sekalinya bertindak, ia akan menjadi Boomerang untukmu! ". ucap Arjun, ia hendak pergi namun tiba-tiba.
dor..!
sebuah tembakan mengenai lengan pak yogi. sontak saja, Arjun berbalik dan melihat keadaan papanya.
"kau! ". ucap arjun sembari berlari menuju sang papa.
__ADS_1
"kau tahu, mengapa aku begini? aku begini karna dia! dia sudah membuangku, dia tidak mengakui ku sebagai anaknya. ia telah membuatku sebagai iblis yang kejam! ". ucap arya, setelah ia menembak pak yogi.
sontak saja bu wina, dan yang lainnya memandang ke arah pak yogi. mereka mencari kebenaran dari ucapan Arya.