
sesampainya di rumah, Arya membimbing Rindu menuju kamarnya.
"ayo! biar aku antar kau ke kamar. " ucap Arya.
Rindu mengangguk, namun fikirannya masih tentang Andrew. ya, Rindu masih yakin bahwa Andrew adalah Arjuna.
Arya mendudukan Rindu di kasurnya, namun fikiran Rindu sedang tidak fokus.
"minumlah! " titah Arya.
Rindu meraihnya. " terima kasih, Arjun! " ucap Rindu tak sadar.
Arya menatap tajam ke arah Rindu. " aku Arya, Rindu. bukan Arjun! berhentilah menyebut namanya di hadapanku. aku muak mendengarnya! ingat, Rindu. aku adalah suamimu dan bukan Arjun!! " ucap Arya marah.
Rindu menoleh ke arah Arya. ia menyadari kesalahannya. " aku minta maaf!! " ucap Rindu lirih.
"sudahlah. lagi pula yang berada di hatimu adalah Arjun bukan aku, bukan? aku curiga! apa jangan-jangan anak dalam kandungan mu adalah anak Arjuna?? " tanya Arya.
"ya, pasti Arjuna! Ayah dari bayi mu itu kan? pasti dia, dan kau hanya menjadikan aku sebagai kambing hitam serta pelampiasan mu saja!! " geram Arya.
Arya beranggapan bahwa Rindu tahu siapa ayah dari bayi yang tengah di kandung.
Rindu menggelengkan kepalanya. " tidak, aku tidak tahu siapa ayah dari bayiku!! " bantah Rindu.
namun, mimik wajah Rindu menyiratkan sebuah kebohongan.
"bohong! cepat katakan, siapa ayah dari bayimu itu?? " gertak Arya.
Rindu mulai merasa cemas, keringat dingin mulai mengucur dari keningnya. wajah Rindu mulai begitu tegang!
"awwww!! " tiba-tiba Rindu merintih kesakitan sembari memegang perutnya.
sontak saja Arya melihat Rindu yang tengah merintih. " kau kenapa? " tanya Arya cemas.
Arya menghampiri Rindu dan memeriksa keadaannya. "kau pendarahan, Rindu!! " ucap Arya kian cemas.
Rindu masih merintih dengan memegangi perutnya.
"bertahanlah, aku akan memebawamu ke rumah sakit!! " ucap Arya.
Arya membopong tubuh Rindu ke dalam mobil dan menuju rumah sakit.
"bertahanlah! sebentar lagi kita sampai. " ucap Arya sembari berkendara.
Rindu duduk di jok belakang sembari sesekali merintih.
Arya mulai merasa cemas dan takut terjadi sesuatu yang buruk pada Rindu.
__ADS_1
Arya terus melirik ke arah dimana Rindu duduk. fokusnya terbagi antara jalanan dan juga Rindu.
sesampainya di rumah sakit, Arya segera membawa Rindu menuju ruang periksa.
Dokter segera memeriksa keadaan Rindu. sementara Arya tengah menunggu keadaan Rindu sembari harap-harap cemas.
tak lama kemudian, seorang Dokter keluar dan memberitahu keadaan Rindu.
"bagaimana, Dok? " tanya Arya.
"syukurlah, itu hanya pendarahan ringan saja. anda tidak perlu cemas! pasien terlalu setres dan tertekan. hingga mengakibatkan pendarahan! " tutur dokter
"bagaimana dengan bayinya? " tanya Arya.
"bayinya juga selamat. Anda bisa menemuinya!! " ucap dokter.
Arya mengangguk. " terimakasih banyak, Dokter!! " ucap Arya seraya melangkah ke ruangan Rindu.
"kau tidak apa-apa? maafkan aku. mungkin kau tertekan dengan pertanyaan yang aku lontarkan tadi!! " ucap Arya. Arya merasa cemas dan merasa bersalah pada Rindu.
Rindu menggeleng. " aku tidak apa! kau tak perlu merasa bersalah. lagi pula aku baik-baik saja! " sahut Rindu.
"maafkan aku, Rindu. aku janji tidak akan menanyakan hal itu kembali! " ucap Arya sungguh-sungguh.
Arya takut jika hal ini akan terulang kembali, jika Arya melayangkan pertanyaan yang sama.
Arya akan menganggapnya sebagai anaknya sendiri.
"aku berjanji akan menyayangi kalian berdua!! " gumam Arya dalam hatinya.
setelah beberapa hari di rawat, akhirnya Rindu di perbolehkan pulang.
Arya membawa Rindu pulang dan telah menyiapkan asisten rumah tangga untuk membantu segala keperluan di rumahnya.
Rindu mengernyit heran. " siapa dia, Arya? " tanya Rindu heran, kala melihat seorang wanita sepuh.
"dia, Bi Siti. dia akan membantu mengurus rumah ini! " ucap Arya.
"oh, baiklah. perkenalkan saya Rindu! " ucap Rindu ramah.
"saya Siti, Bu! " sahut Bi Siti.
"Jangan panggil saya, Bu! panggil saja saya Rindu!! " ucap Rindu.
Rindu, merasa tak enak jika harus di panggil Bu oleh orang yang lebih tua darinya.
Bi Siti pun mengangguk mengerti.
__ADS_1
"ya sudah. saya tinggal dulu, ya!! " ucap Rindu sembari melangkah menuju kamarnya di lantai atas.
"kamu istirahat saja. jangan banyak bergerak, kau mengerti? " ucap Arya.
Rindu mengangguk. " aku beruntung mendapatkan mu, Arya. namun aku belum bisa mencintaimu! " gumam Rindu dalam hatinya.
Rindu memandang wajah Arya, Arya memang laki-laki yang begitu baik. ia bisa menerima Rindu dengan keadaan saat ini.
bahkan Arya menerima bayi dalam kandungannya.
"kau ingin sesuatu? " tanya Arya.
Rindu menggeleng. " tidak. aku ingin tidur saja! " ucapnya.
"tidurlah. kau harus istirahat! " sahut Arya.
Rindu pun membaringkan tubuhnya di atas kasur. kemudian Arya pergi meninggalkan Rindu di dalam kamar.
Rindu tidak benar-benar tidur, ia hanya pura-pura saja.
Rindu membuka matanya. " maafkan aku, Arya. aku memang begitu kejam padamu! aku telah memanipulasi segalanya. " ucap Rindu lirih.
Rindu merasa bersalah, karna telah membohongi Arya. namun ini adalah sebuah cara aman bagi dirinya. tapi Rindu lupa apa resiko yang akan terjadi! jika Arya sampai tahu kebenarannya.
Rindu beranjak dari tempat tidurnya dan membuka sebuah buku hariannya. di halaman tengah, Rindu mengambil sebuah foto.
"aku membencimu! mengapa kau hadir hanya untuk memberikan sebuah kisah yang begitu pelik padamu? mengapa? " ucap Rindu lirih.
"aku ingin melupakanmu, namun kau selalu hadir dalam hidupku! kau selalu menghantuiku, ingin ku lupakan semuanya, namun kau telah terlanjur menitipkan benih ini!! sekarang, kau malah menghilang dan pergi. " ucap Rindu kembali.
terlihat tetesan bening pun menetes dari sudut mata Rindu. ada rasa rindu, namun ada juga rasa benci dalam hatinya.
Rindu menghapus jejak air matanya. " aku harus kuat! aku tak boleh jadi wanita yang lemah! " ucap Rindu menyemangati.
Rindu meletakan foto itu kembali di tempat semula, kemudian Rindu menyimpan buku hariannya di bawah baju-bajunya.
Rindu hanya bisa tersenyum kecut, kala mengingat kebodohannya. ia begitu percaya, namun semuanya telah kandas.
"aku terlalu naif untuk mengerti dirimu! kau pergi dengan berjuta luka yang kau tinggalkan. " gumam Rindu.
Rindu merasa miris dengan dirinya sendiri. betapa menjijikannya dirinya saat ini, namun beruntung masih ada laki-laki yang mau menerima dirinya, seperti Arya.
Rindu memegang perutnya. " kau baik-baik di sana, Nak! akan aku jaga dirimu dan akan aku buktikan, bahwa aku mampu menjagamu!! " ucap Rindu.
ya, Rindu akan membuktikan bahwa ia bisa menghadapi segalanya sendiri. walau pun ia tahu semuanya terasa sulit.
"jika Andrew adalah Arjun! mengapa tatapannya tak menyiratkan hal yang aku inginkan!! " ucap Rindu lirih
__ADS_1
tiba-tiba, Rindu mengingat Andrew. Rindu melihat tak ada rasa cinta pada tatapan mata Andrew, kala melihat bola matanya. namun, mengapa hatinya mengatakan bahwa Andrew adalah Arjun? tapi Rindu tak bisa melihat cinta dalam tatapan matanya.