
Rindu dan Arya telah berada di ruangan dimana Anak itu sedang di rawat. Anak itu adalah seorang Anak laki-laki yang di ketahui bernama Wira.
"Kau sudah sadar, Nak? " Ucap Rindu.
Wira nampak tersenyum kala melihat Rindu, namun ekspresinya seketika berubah kala melihat Arya. Wira terlihat begitu gemetar seperti orang yang tengah ketakutan.
Rindu menyadari hal itu, ia pun mendekati Wira. " Kau kenapa, Wira? " Tanya Rindu cemas.
Wira menggeleng seraya menunjuk Arya. " Aku takut, kak! " Ucapnya gemetar.
Rindu menoleh ke arah Arya, dan Arya pun mulai merasa tegang. "Apa dia tahu siapa aku? " Gumam Arya.
Rindu berusaha menenangkan Wira, namun nampaknya Wira benar-benar ketakutan. Hingga akhirnya Arya memutuskan untuk keluar dari ruangan Wira. " Baiklah. Sepertinya aku harus pergi! " Ucap Arya.
Selepas kepergian Arya, kini Wira pun terlihat baik-baik saja. Ia pun sudah tidak ketakutan lagi.
"Kamu takut kenapa? Padahal Om itu baik, lho! " Tanya Rindu.
Arya mulai cemas dibuat oleh Wira, ia takut jika Wira tak tahu siapa dirinya dan memberitahu Rindu jati dirinya. Arya terlihat tengah mondar mandir di depan ruangan Wira. " Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus segera bertindak! " Gumamnya lirih.
Rindu duduk di samping Wira, ia pun mencoba bertanya kembali pada Wira. " Tadi kamj taku kenapa? " Tanyanya.
Wira memandang wajah Rindu dengan lekat. " Apa kakak tidak bisa melihat Om tadi? " Tanya Wira.
Rindu mengernyitkan keningnya. " Apa maksudmu? " Tanyanya heran.
Rindu benar-benar tidak mengerti dengan ucapan Wira. Sebenarnya hal apa yang Wira katakan padanya? Sungguh, Rindu tidak mengerti dengan ucapannya!
"Kakak harus tahu, dia bukan manusia seperti kita. Dia adalah siluman! " Ucap Wira.
Rindu menatap wajah Wira dengan sangat serius, tak berapa lama kemudian Rindu tertawa. "Kalau dia bukan manusia, terus apa dong? Siluman? " Sahut Rindu do sertai gelak tawa.
Wira menghela nafasnya, memang sulit menjelaskan pada seseorang yang tidak bisa melihat apa yang Wira lihat. Ya, Wira adalah seorang Anak indigo! Ia bisa tahu bahwa Arya bukanlah manusia melainkan jelmaaan manusia Siluman.
"Dengarkan aku baik-baik. Jaga dirimu dan jika bisa jauhi dia! Dia bukan manusia! " Peringat Wira.
Tanpa Wira sadari bahwa saat ini Arya tengah mendengar pembicaraannya dengan Rindu. Arya terlihat mengepalkan kedua tangannya. " Sialan! Kuranga ajar. Ternyata dia tahu siapa aku! " Ucapnya marah.
Ini semua tidak bisa dibiarkan, Arya harus segera bertindak sebelum Wira menjadi Boomerang bagi dirinya. Jalan satu-satunya adalah Arya harus membunuh Wira malam ini juga.
__ADS_1
"Kita tunggu saja, Anak kecil! " Ucapnya di sertai senyum seringai.
Tiba-tiba terdengar seseorang telah membuka pintu dari dalam dan ternyata ia adalah Rindu yang hendak keluar.
"Apa kamu mau pulang? Biar sekalian aku antar! " Tawar Arya.
Rindu mengangguk, dan dengan segera Arya mengantarkan Rindu menuju rumahnya.
"Terimakasih, ya. Arya! " Ucap Rindu kala mereka sudah sampai di rumah Rindu.
"Oke. Aku pamit dulu, ya. Bye! " Pamit Arya.
Lantas Arya segera pergi dari rumah Rindu, dan menuju rumah sakit. Arya akan segera mengeksekusi rencana yang sempat terlintas dalam fikirannya.
"Sebelum kau membahayakan ku, maka aku harus lebih dulu menyelapkanmu! " Ucapnya.
Sesampainya Arya di rumah sakit, lantas Arya menuju ruangan Wira.
Cklek...
Pintu ruangan pun terbuka lebar, Arya telah berdiri di ambang pintu.
Arya hanya tersenyum miring ke arah Wira seraya melangkah menghampiri Wira.
Wira melempar apa saja yang berada di dekatnya ke arah Arya, berharap Arya segera pergi. " Pergi kau siluman!! " Teriaknya.
Arya sudah menduganya, ternyata benar jika Wira tahu siapa dirinya. " Kau sudah tahu siapa aku? Jika begitu lebih baik kau mati saja! " Ucap Arya.
Wira membulatkan matanya, kala melihat Arya berubah wujud dan melangkah ke arahnya. " Apa yang akan kau lakukan padaku? " Tanya Wira.
"Tentu saja membunuhmu! " Sahut Arya di sertai seringai mengerikan.
"Jangan, jangan bunuh aku! " Pintanya mengiba.
Namun Arya sama sekali tidak mendengar ucapan Wira, jika Wira di biarkan hidup maka ia akan menghancurkan segalanya.
Arya dengan wujud silumannya mendekat ke arah Wira, lantas dengan jari-jari yang tajam dan gigi yang runcing Arya menyerang Wira, belum puas dengan itu semua Arya membanting tubuh Wira beberapa kali ke tembok hingga akhirnya Wira lemas tak berdaya. Untuk menghilangkan jejak Arya terpaksa melempar tubuh Wira dari lantai rumah sakit seolah-olah semuanya adalah kecelakaan dan Arya pun Sengaja merusak CCTV yang berada di sana.
Arya tersenyum puas kala berhasil membunuh Wira, lantas Arya bergegas pergi dari sana sebelum ada seseorang yang mengatahui aksi kejinya tersebut.
__ADS_1
Keesokan harinya saat Rindu hendak menjenguk Wira, tiba-tiba Rindu di kejutkan oleh kerumunan yang berada di luar rumah sakit.
"Ada apa, ya. Ko rame banget? " Gumamnya.
Rasa penasaran Rindu semakin menjadi, kala ia mendengar nama Wira di sebut-sebut.
"Apa? Wira? " Ucapnya lirih.
Rindu pun bergegas menghampiri kerumunan dan masuk ke dalam kerumunan tersebut untuk melihat siapa yang berada disana.
Rindu membulatkan matanya seraya menutup mulutnya. " Wira! Ya tuhan, apa yang terjadi denganmu? " Ucap Rindu tidak percaya.
Rindu berjongkok dan mengguncang tubuh Wira, namun sayang sepertinya Wira sudah tewas.
"Katakan padaku, sebenarnya ada apa ini? Kenapa ia bisa jadi seperti ini? " Tekan Rindu.
"Sepertinya ia jatuh dari lantai atas! " Sahut Petugas yang mengevakuasi Wira.
Rindu menggelengkan kepalanya. " Ya tuhan, kenapa semua ini bisa terjadi? " Ucapnya lirih.
Rindu merasa bersalah pada Wira, sebab telah meninggalkannya kemarin malam.
Kala Rindu menangisi Wira, tiba-tiba ia tak sengaja melihat sebuah cakaran dan bekas gigitan di lehernya. " Apa ini? " Ucapnya heran.
Sejenak Rindu menghentikan tangisannya, dan mengamati bekas cakaran yang berada di tubuh Wira. " Itu artinya Wira bukan tewas karna terjatuh! Tapi di bunuh. " Gumamnya.
Rindu berfikiran bahwa ada seseorang yang telah membunuh Wira. " Tapi siapa orang yang tega melakukan ini? Apa motifnya? " Ucapnya bingung.
Rindu bingung kenapa ada orang yang ingin membunuh Wira, sementara Wira bukan orang kaya! Ah, ini semua sungguh membingungkan.
Tak lama kemudian, seorang wartawan datang menghampiri tempat tewasnya Wira. Ia meliput apa yang telah terjadi, hingga Rindu di buat geram dengan tingkah pencari berita tersebut.
"Tidak bisakah kau berhenti mencari berita di tengah seseorang yang sedang berduka! " Terikan Rindu marah.
Wartawan itu pun menghentikan aksinya, lantas petugas medis segera mengevaluasi jasad Wira dan membawanya ke ruang mayat.
"Seorang Anak berusia 10 tahun, bernama Wira di kabarkan tewas du rumah sakit xxx. Dugaan sementara korban tewas akibat terjatuh dari lantai rumah sakit! Tapi apakah benar, ia terjatuh atau memang sengaja ada seseorang yang membunuhnya? " Ucap Wartawan tersebut.
Berita tentang kematian Wira telah tersebar luas di berbagai media, bahkan Televisi swasta. Namun hal yang mengejutkan terungkap, kala wartawan meliput dan melihat sebuah cakaran dan bekas gigitan di leher Wira. Hal itu mencuat dugaan bahwa Wira sengaja di bunuh oleh seseorang.
__ADS_1