
hari pertunangan Arjun dan Clara pun tiba.
Clara, merasa bahagia dengan hari ini. tanpa ia sadari, kebusukannya akan segera terbongkar.
Sementara Arjun, ia dilanda perasaan yang tak bisa dijelaskan. ia ingin menolak, tapi semesta tak mendukung.
Arjun sadar, pilihannya bukan yang terbaik. Arjun terluka dengan keputusan yang ia ambil. ia harus kehilangan separuh jiwanya, namun jika ia tak mengambil langkah itu. Rindu, akan meninggalkan dirinya.
mana ada, manusia sempurna akan menerima manusia setengah siluman seperti dirinya.
"hari ini, hari dimana aku harus melepaskan seseorang yang aku cintai. aku harus dikalahkan oleh sebuah keadaan. walau sakit, walau perih, inilah jalan yang harus aku tempuh. semoga, suatu saat kau akan mendapatkan pengganti yang terbaik. " Ucap Arjun pilu.
melepaskan seseorang yang kita cintai, bukanlah hal yang mudah. apalagi kebersamaan dan kenangan yang selalu hadir dalam setiap ingatan.
Arjun, menghela nafasnya sejenak dan menghebuskannya Secara perlahan. walau sesak, ia harus menjalani kenyataan ini.
"Arjun, kamu sudah siap? ". ucap Bu Wina.
ia datang ke kamar Arjun.
Arjun, melirik ke arah Bu Wina. ia pun mengangguk dan berjalan menuruni tangga.
di dalam mobil, Arjun terlihat tak bersemangat. terlihat dari raut wajahnya yang begitu lesu.
"jangan paksakan sesuatu yang tidak kamu sukai, jika hal itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri, Arjun. kau berperan penting untuk setiap keputusan yang kau ambil. " ucap Bu Wina.
Arjun menoleh ke arah Bu Wina. sebenarnya, Arjun ingin menyerah dengan keadaan ini. namun, semuanya sudah terlanjur ia jalani. tak mungkin ia mundur begitu saja.
"mungkin, ini adalah takdir yang harus aku jalani Nek. aku ingin pergi dari kenyataan ini, namun aku tak mampu! " sahut Arjun.
beberapa saat kemudian, Arjun dan Bu Wina sudah sampai dihotel, tempat dimana pertunangan akan di adakan.
Arjun, keluar dari dalam mobil dengan muka yang tak bersemangat, Arjun, hanya bisa tersenyum dengan penuh kepalsuan.
Bu Wina, menggandeng lengan Arjun dan mereka melangkah menuju tempat pertunangan.
Arjun dan Bu Wina duduk di sebuah kursi yang sudah di sediakan. Arjun, tak sengaja melihat Rindu dan Candra berjalan bersama menuju acara.
ada sesak dalam dadanya, namun ia tak mampu mengungkapkannya.
semakin dirinya mengejar Rindu, semakin Rindu menjauh darinya.
"Rindu! ". gumamnya, Arjun hendak menyapa dan mendekati Rindu. namun ia mengurungkan niatnya.
Rindu pun melihat Arjun yang tengah duduk bersama Bu Wina. namun dirinya pura-pura tak melihat kehadiran Arjun.
Rindu, sengaja datang bersama Candra. agar ia memiliki teman mengobrol di pesta yang mewah ini.
"ketampanan mu mampu membius ku, tapi sayang! ketampanan mu bukan kau tujukan untukku. " gumam Rindu lirih.
MC naik ke atas panggung, ia memulai Acara dengan sambutan yang hangat bagi para tamu yang hadir.
"selamat malam semua! selamat bahagia untuk pertunangan antara Arjuna Pratama dan juga Clara Ayuni Putri. mana tepuk tangannya semua! ". ucap sang MC.
prokk... prok.. prok..!
tepuk tangan, dari para tamu udangan termasuk Rindu dan Candra.
Rindu, terlihat menahan sesak dalam hatinya, namun Candra berusaha menguatkan Rindu. ia menggenggam tangan Rindu.
Candra menggeleng lemah, dan Rindu pun menganggukan kepalanya sembari tersenyum.
__ADS_1
"baiklah, kita akan membacakan urutan acara yang akan di mulai. yang pertama
prakarta pembuka (MC)
sambutan tuan Rumah
sambutan permintaan dari wakil calon mempelai pria sekaligus memperkenalkan keluarga yang ikut serta.
penerimaan wakil calon wanita sekaligus memperkenalkan keluarga yang hadir.
ibadah syukur tukar Cincin
ramah tamah (MC)
penutup (MC).
"itulah untai-untaian acara yang akan segera dimulai! ". tutur MC
acara pun berjalan dengan lancar. dari, sambutan tuan rumah, permintaan dan penerimaan. momen tmyang yang di tunggu-tunggu adalah pemasangan Cincin.
"baiklah, kita sudah sampai pada inti acara ini. yaitu, pemasangan Cincin 2 bagi keduanya! ". tutur MC.
MC pun mempersilakan kedua pasangan untuk naik ke panggung.
"baiklah, untuk kedua pasangan! diharapkan menaiki panggung. kita akan segera melakukan tukar Cincin dari kedua pasangan."
__ADS_1
Clara, terlihat cantik dengan balutan Dres berwarna putih yang membalut tubuhnya. ia begitu anggun dengan gaun malam itu.
Clara, menaiki panggung acara dan di susul oleh Arjuna yang terlihat tampan dengan setelan jas berwarna senada dengan gaun Clara.
tak ada senyum di wajah Arjuna, ia hanya memasang wajah dingin tanpa ekspresi.
Arjun melirik ke arah para tamu, lebih tepatnya ke arah Rindu yang tengah duduk di kursi tamu.
Rindu, yang menyadari Arjun melirik ke arahnya pun langsung menundukan kepalanya dan berpura-pura tak melihatnya.
"baiklah, kita akan memulai pemasangan dan tukar cincin. mari kita persilakan pada Clara untuk memasangkan Cincin dijari manis Arjuna. "
Arjun mengulurkan tangannya kehadapan Clara.
Clara, mengambil cincin yang berada dikotak dan memasangkannya pada jari manis Arjun.
prok.. prok.. prok..
Tepuk tangan dari para tamu yang hadir kian memeriahkan acara tersebut. namun tidak bagi Rindu.
seperti ada yang tersayat dalam hatinya. sakit, tapi tak berdarah. perih, tapi tidak terluka.
Rindu, tak sanggup menatap ke panggung dimana Clara dan Arjun berada. hatinya begitu perih. ingin menangis, namun tak bisa menangis.
"sakit sekali melihat orang yang kita Cintai bersanding dengan wanita lain! ". gumam Rindu sembari memegang dadanya, menahan perih di dadanya.
Ingin rasanya Rindu menghilang sebentar saja, agar ia bisa lari dari kenyataan. ingin rasanya ia buta, agar ia tak menyaksikan kepiluan ini.
"baiklah, sekarang kita persilakan pada Arjuna untuk memasangkan Cincin dijari manis Clara. " tutur MC.
Clara, tersenyum memandang Arjun. ia amat bahagia. namun, tidak dengan Arjuna.
Arjun mengambil Cincin dari kotaknya, dan hendak memasangkannya pada jari Clara.
tangan Arjuna begitu gemetar, ia tak sanggup melihat Rindu terluka. ia pun menurunkan Cincinnya kembali.
"Kenapa? ada apa, Arjun? ". ucap Clara lirih.
semua orang pun terheran-heran dengan apa yang Arjun lakukan.
Arjun menguasai hatinya kembali. ia harus menjalankan apa yang telah ia ambil.
Arjun kembali ingin memasangkan Cincinnya, namun kali ini tangan Arjun begitu licin. hingga Cincin ditangannya jatuh.
"Arjun! apa-apaan ini. kamu seperti gugup? ". ucap Clara.
"sorry, sorry! ". ucap Arjun.
"ada apa dengan ku sebenarnya? " gumam Arjun dalam hati.
seseorang mengambil Cincin yang jatuh dan memberikannya kembali pada Arjuna.
Arjun mengambilnya dan hendak memasangkannya kembali.
"Tunggu! ". teriak seseorang dari kerumunan para tamu yang hadir.
semua tamu undangan menoleh ke asal suara, begitupun dengan Arjuna dan juga Clara.
"Arya! ". gumam Arjun.
"Arya! ". gumam Clara.
__ADS_1
Arjuna begitu terkejut dengan kehadiran Arya dan mengapa Arya ingin menghentikan acaranya Tersebut. banyak pertanyaan dalam benak Arjuna.