BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 62


__ADS_3

Bu wina memperhatikan mencari-cari keberadaan Cucunya, Arjun. pasalnya sejak tadi pagi, ia belum bertemu.


"Dimana Arjun, ya? ". gumamnya.


Bu wina pun menaiki tangga, ia berharap Arjun berada di kamarnya.


tok.. tok.. tok!


Bu Wina, mengetuk pintu kamar Arjun. namun tak ada jawaban.


ia pu. masuk ke dalam kamar Arjun. ia melihat Arjun tengah duduk di sebuah kursi, dengan Ruangan yang gelap tanpa pencahayaan.


"Arjun? ". Bu Wina mendekati Arjun, namun tak ada respon.


Arjun begitu larut dalam kesedihan yang ia ciptakan sendiri.


"Aku mencintaimu tanpa batas. dalam setiap nafasku, selalu aku sebut namamu. kau mampu membuatku gila dan kau telah mengubah dunia ku! Hiks.." gumam Arjun lirih, ia menitikan air matanya.


Bu Wina yang menyangsikan Cucunya yang begitu amat terluka. membuatnya menitikan air matanya.


Bu Wina, mendekati Arjun dan meraih bahu Cucunya.


"Arjun, nak! kamu kenapa? bukankah, besok kau akan bertunangan? ".


Arjun berbalik dan menatap Neneknya. Arjun pun memeluk Neneknya.


"Nek, aku tak mencintainya. aku mencintai wanita lain! ". ucap Arjun lirih.


"siapa? lalu, mengapa kau ingin menikahi wanita itu, Arjun? ". Bu wina mengurai pelukannya dan bertanya serius.


"nek, aku terpaksa! ".


"mengapa? apa alasanmu? ".


"karna kutukan ini, nek! karna ini semua aku harus kehilangan Cintaku, Hidupku dan juga nyawaku. " Arjun berkata sembari menangis.


walau pun Arjun laki-laki. namun, dirinya hanya manusia biasa yang tak bisa selalu kuat.


"Apa wanita yang akan kau nikahi memliki tanda itu? ".


Arjun pun mengangguk lemah, Bu Wina pun menutup mulutnya. ia begitu prihatin pada Cucunya.


Arjun harus memilih pilihan yang sulit. ia harus memilih antara Cinta dan juga masa depannya.


"jangan paksakan pernikahan, yang memang kau sendiri tak yakini. kamu mungkin akan bertahan, namun bukan karna cinta. tapi keterpaksaan. "


"tapi, Nek. tanda itu! ".

__ADS_1


"Kau adalah penentu untuk hidupmu sendiri, Arjun. kau berhak memilih pilihan yang terbaik, menurut versimu sendiri. jika kau mencintai dia maka Nenek sarankan, kejarlah dia. "


"itu artinya, aku harus mengorbankan Hidupku dan. juga masa depanku! ". ucap Arjun.


"kau harus memilih, Nak! karna tak semua yang kau inginkan akan selalu kau dapatkan. " ucapnya.


Arjun terlihat berfikir sejenak. ia benar-benar berada di posisi dilema. di satu sisi, Rindu. di sisi lain, masa depannya.


ia bisa saja memilih Rindu dan mengorbankan Masa depannya. namun, akankah Rindu bisa menerima Arjun dengan wujud silumannya.


Arjun pun menghela nafasnya berat ia harus memantapkan hatinya. ia harus segera mengambil keputusan untuk hidupnya.


"entahlah, Nek! aku belum bisa menjawabnya. mungkin aku akan menjalani pertunangan ini. " ucap Arjun.


jujur saja, Arjun belum yakin atas pertunangannya bersama Clara.


"baiklah, jika itu baik menurutmu. Nenek, hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk mu. Nenek pergi dulu, ya! ".


Bu Wina pun pergi dari kamar Arjun. ia pun merasakan hal yang di rasakan oleh cucunya.


Bu Wina merutuki Yogi. semua ini sebab menantunya. andai saja Yogi tak membuat hal demikian, mungkin Arjun tak akan seperti ini.


"jika bukan karna kau, mungkin Cucunya sudah bahagia! ". gumam Bu Wina.


Arjun pun keluar dari kamarnya dan menuju balkon. ia ingin menghilangkan pening di kepalanya.


Arjun meraih pesawat kertas tersebut, ia pun memperhatikannya.


"tidak ada kerjaan! siapa lagi yang mengirimkan benda seperti ini? ". gumam Arjun, ia pun membuka pesawat terbang tersebut.


Arjun mengerutkan dahinya, ketika melihat sebuah tulisan di pesawat tersebut.


"Wanita itu telah membohongi dirimu, kau telah di manipulasi oleh dirinya! ". Tulisan itu tercetak jelas di sebuah kertas.


"apa maksudnya, ini? " . Gumam Arjun, ia tak mengerti apa tujuan dari orang tersebut mengirimkan hal ini padanya.


Arjun melirik dan memindai segala arah, namun tak ada mencurigakan, ia pun tak menemukan siapapun disana.


Arjun meremas kertas tersebut dan membuangnya, ia terlihat sangat kesal dan penasarn siapa yang telah mengirimkannya.


"siapa yang dia maksud? ". gumam Arjun.


Arjun tak mengerti dengan pesan tersebut, siapa yang di maksud dengan memanipulasi.


Arjun memilih masuk ke dalam kamar dan tak memikirkan pesan tersebut. ia tak ingin di ganggu dan ikut rehat sejenak.


"masa bodolah, Fikiranku begitu lelah. " ucap Arjun.

__ADS_1


Sementara seseorang dibalik pohon, tengah tersenyum. ia berhasil membuat Arjun begitu kesal.


"Arjun, Arjun. kau begitu naif! ". Ucap seseorang.


ia pun menggelengkan kepalanya, ia tak mengerti mengapa Arjun begitu mudah di bodohi.


"kau akan tahu segalanya besok hari, Arjun! kau harus menyaksikan segalanya dan kau harus melihat siapa Clara yang sebenarnya. " ucap seseorang.


Seseorang itu pun membalikan badannya. ternyata dia adalah Arya.


ia sengaja mengirimkan sebuah pesan lewat pesawat kertas. ia ingin Arjun mengetahuinya. namun, Arjun tak mengerti.


"tenang saja, Arjun. aku akan selalu ada di belakang mu! kau di kelilingi banyak musuh. " gumam Arya.


Arya, tak mengerti mengapa banyak orang yang memusuhi Arjun. apa karna wajah Arjun yang tampan, hingga membuat kekasih mereka terpana.


"aku akan membongkar kedok Clara! ". Arya tersenyum menyeringai.


Arya, tak sengaja melihat dan mendengar percakapan antara Clara dan juga Candra.


"kau memanipulasi tanda itu, bukan? ternyata pemilik tanda yang sebenarnya adalah Rindu. " teriak Candra.


Arya menutup mulutnya tak percaya, dengan apa yang dia dengar.


"jadi Clara memanipulasi semuanya dan Rindu adalah pemilik tanda itu? ". gumam Arya.


Arya bertekad akan membongkar kebusukan Clara, pada saat acara tunangan berlangsung.


Arya akan membuat Clara malu di hadap umur.


"kau harus menerima atas segalan kebusukanmu, Clara! ". ucap Arya, ia pun pergi dari ruangan Clara.


awalnya, Arya tak sengaja ingin pergi ke ruangan Arjun. namun dirinya tak sengaja mendengar percakapan antara Clara dan juga Candra.


Arya, terlihat begitu marah. ia pun mengepalkan kedua tangannya. ia ingin menghajar Clara, namun dirinya berusaha menahan dirinya untuk sementara waktu.


"tunggu saja kehancuranmu nanti, Clara! ". geram Arya.


Clara adalah Siluman ular yang begitu licik, ia menghalalkan semua cara untuk mendapatkan keinginannya. Arya, menyesal pernah bekerja sama dengannya. ternyata dia merupakan wanita bertopeng.


"sepertinya siluman sepertimu harus diberi sedikit pelajaran, agar kau tak menganggap dirimu hebat! kau hanya sedikit beruntung. sebab Arjun yang begitu naif. " gumam Arya.


Arya pun geram dengan kepolosan dan kenaifan Arjun. dia menganggap Arjun begitu bodoh. hingga mudah percaya pada seseorang.


mungkin Arya harus menyelamatkan Arjun, dari jerat Siluman Ular yang berwujud manusia. ia harus segera bergerak cepat, sebelum terlambat. sebelum Clara menjadi siluman yang kuat.


"aku harus sedikit mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengembalikan kewarasanmu, Arjun! ". ucap Arya.

__ADS_1


Arjun segera pergi, sebelum mereka berdua menyadari kehadiran dirinya.


__ADS_2