BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 29 #RENCANA MAKAN SIANG YANG GAGAL


__ADS_3

Hari ini Rindu telah bersiap untuk pergi ke kantor, ia mengendarai angkutan umum untuk sampai disana.


"Duh, gimana nih? Gak ada angkutan umum yang lewat? " Gumamnya sembari melirik jam tangannya.


Rindu menunggu cukup lama, hingga akhirnya sebuah angkot datang menghampiri, gegas Rindu masuk ke dalam angkot tersebut.


"Bang, kantor Pratama Grup, ya! " Ujar Rindu.


Angkot pun membelah jalanan yang sudah mulai ramai oleh para pengendara lainnya.


Tak berapa lama kemudian, akhirnya Rindu telah sampai di tempat tujuan.


"Syukurlah, aku tidak terlambat!! " Ucapnya lega.


Rindu berlari masuk ke dalam kantor, hingga akhirnya ia tak sengaja menabrak seseorang di lobi.


"Maaf, maaf. Saya tidak sengaja!! " Ucap Rindu menunduk.


"Oke, tidak masalah!! " Sahutnya.


Rindu mendongakan wajahnya, dan orang yang di tabrak ternyata adalah Clara.


"Bu, Clara. Aduh, Bu. Saya minta maaf!! " Ucapnya menyesal.


Clara memandang dan memperhatikan Rindu. " Kau Rindu, bukan? " Tanya Clara.


Rindu mengangguk sembari memandang Clara. " Iya. Ibu tahu saya? " Sahutnya.


Clara mengangguk, sudah tentu ia tahu seluruh karyawan yang ada di kantor ini.


Mereka berdua terlihat tengah berbincang-bincang hingga akhirnya Clara memilih untuk pergi ke ruang Meeting.


"Saya dulu, ya, Rindu! " Pamitnya.


Rindu mengangguk, dan tersenyum kemudian mulai menyiapkan bahan untuk meeting hari ini.


Rindu, dan seluruh karyawan sudah berada di ruang meeting namun hingga detik ini Rindu masih belum tahu siapa bos mereka sebenarnya? Entah wanita, atau pun laki-laki? Rindu sama sekali tak tahu.


Ya, hari ini meeting penting akan di adakan oleh perusahaan Pratama Grup, dan konon katanya Bos sekaligus pemilik perusahaan ini akan datang dan memimpin meeting ini secara langsung.


Khumaira tak sabar ingin segera melihat bagaimana wajah Bosnya tersebut? Hingga pagi-pagi sekali seluruh karyawan sudah menunggu di ruang meeting.


"Gimana sih wajah Bos? " Gumam Rindu.


Saat seluruh karyawan sedang sibuk dengan fikiran masing-masing tiba-y terdengar derap langkah kaki seseorang yang mereka yakini adalah bos mereka.


Rindu yang sudah penasaran sejak tadi, tak melepaskan pandangannya dari arah pintu, hingga seorang Pria muda terlihat melangkah ke ruang meeting sembari menampilkan senyum yang mengembang membuat seluruh karyawati begitu luluh dengan kharisma yang ia tampilkan.


"Arjun. " Gumamnya, kala melihat siapa yang yang tengah melangkah ke arahnya.


Ya, Dia-lah Arjuna Pratama CEO sekaligus pemilik dari Pratama Grup. Ia pun menyapa seluruh karyawannya dan melangkah menuju kursinya.


"Pagi semua! " Sapanya.


"Pagi! " Sahut seluruh karyawan, namun tidak dengan Rindu. Ia masih syok dengan apa yang terjadi.


Arjun duduk, dan memulai meeting hari ini namun pandangannya tak lepas dari wajah Rindu, ya, Arjun bekerja sembari menatap wajah Rindu yang membuatnya candu.


Arjun menerangkan apa saja yang harus karyawan lakukan? Dan bagaimana Promosi yang baik, dan benar? Kemudian bagaimana meningkatkan produk agar lebih baik?

__ADS_1


Hingga 1 jam berlalu, akhirnya meeting di anggap selesai.


"Oke, Meeting hari ini selesai. Kita lanjutkan lain kali! " Ucapnya sembari membereskan barang-barangnya.


Terlihat para karyawan sudah meninggalkan ruang meeting, dan Rindu masih sibuk merapikan berkas Meeting tadi.


Arjun menghanyutkan Rindu yang masih saja sibuk. "Rindu! " Panggilnya.


Rindu menoleh, dan tersentak kaget kala melihat Arjun yang sudah duduk di sebelahnya. " Iya, Pak. Ada apa? " Sahutnya.


"Jangan panggil aku Pak! " Ujarnya tak suka.


Rindu pun membulatkan matanya, ia heran harus memanggil Arjun dengan sebutan apa. Sementara Arjun adalah Bosnya!


"Tapi, Ini kantor! " Sahut Rindu.


Arjun pun menghela nafasnya, benar juga kata Rindu bahwa ini kantor dan Arjun harus bersikap profesional.


"Oke, setelah jam istirahat aku akan menemuimu! " Ucapnya sembari bangkit dan melangkah pergi.


Rindu pun menghela nafasnya, dan keluar dari ruang meeting menuju ruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya kembali.


Jam makan siang pun tiba, Arjun menempati janjinya ia pun melangkah ke meja kerja Rindu dan menemuinya disana.


Rindu tersentak kaget kala melihat kehadiran Arjun di depannya, dan karyawan yang melintas sontak saja memandang mereka berdua. " Pak Arjun! " Ucapnya.


Arjun menampilkan senyumnya sembari melirik jam tangannya. " Ayo kita makan siang. Sudah waktunya makan! " Ujarnya.


Rindu pun melirik jamnya dan benar saja ini sudah waktu makan siang, namun pekerjaan Rindu masih menumpuk. " Tapi, Pak. Pekerjaan saya... "


"Tunda, dan kerjaan setelah makan siang! " Titah Arjun memotong ucapan Rindu.


Arjun menoleh ke belakang. " Apa kau akan menjadi bodyguard ku, dan berjalan di belakang ku? Bukan di samping ku! " Ujarnya.


Rindu pun membulatkan matanya, ia tak mengerti dengan ucapan Arjun. " Maksudnya? " Tanyanya heran.


Tanpa menjawab ucapan Rindu, Arjun segera menggandeng tangan Rindu dan berjalan beriringan dengannya. Arjun tak peduli dengan tatapan para karyawannya.


"Pak, lepaskan! Tak enak di lihat orang. " Protes Rindu, saat tangannya di genggam.


Arjun tak menghiraukan ucapan Rindu, ia pun terus melangkah melewati beberapa karyawannya.


Banyak cemoohan yang di lontarkan oleh karyawan Arjun terhadap Rindu, ada yang menuduhnya main guna-guna dan lain sebagainya.


"Pasti si Rindu pake guna-guna biar bisa menggaet Pak Arjun? " Bisik salah satu karyawan pada karyawan lainnya.


Clara yang menyaksikan ke bersaman antara Rindu, dan Arjun pun terbakar cemburu. Tadinya Clara akan mengajak Arjun untuk makan siang bersama, namun sebuah pemandangan mengurungkan niatnya.


"Dasar, Rindu. Wanita ******! " Gumamnya kesal.


Clara pun pergi, sebab tak ingin melihat pemandangan yang mengganggu matanya dan membakar hatinya tersebut.


Cindy yang melihat Clara dengan wajah di tekuk pun menghampiri sahabatnya tersebut. " Ra. Loe kenapa? " TanyanyaClara menoleh sekilas. " Bete! " Sahutnya.


Cindy pun duduk di samping sahabatnya tersebut. " Pasti gara-gara Pak Arjun sama Rindu, kan? " Tanyanya.


Clara tak menjawab ucapan Cindy, sebab Clara pun tahu bahwa Cindy tahu tentang semua ini.


Demi membalikan mood sahabatnya tersebut, Cindy pun berinisiatif mengajak Clara untuk makan siang bersama. Awalnya Clara menolak namun Cindy terus mendesaknya dan Clara pun menyetujuinya.

__ADS_1


"Oke, deh. Gue ikut! " Sahuthya.


"Gitu donk, Let's go!! " Ajaknya.


Sementara Arjun dan Rindu, kini mereka berdua telah sampai di sebuah cafe yang tidak jauh dari kantornya.


Arjun menarik kursi untuk di duduki oleh Rindu. " Silakan duduk! " Titahnya dengan senyuman.


Rindu pun terlihat canggung dengan perlakuan Arjun, walau begitu Rindu tetap duduk demi menghargai Arjun. " Terimakasih! " Ucapnya.


Arjun pun duduk di hadapan Rindu, kini Arjun tengah menatap Rindu hingga lupa memesan makanan.


Seorang pelayan datang menghampiri mereka berdua, namun Arjun sama sekali tak meresponnya sebab sibuk menatap wajah Rindu.


"Pak Arjun!! " Panggil Rindu, namun sepertinya Arjun tak mendengar suara apapun saat ini.


Hingga akhirnya Rindu pun berdiri, dan mencoba menepuk bahu Arjun. " Pak! " Panggilnya lagi.


Baru-lah Arjun tersadar dari lamunannya. " Iya, ada apa? " Ujarnya, sesaat tersadar.


"Itu pelayan tanya. Bapak mau pesan apa? " Ucap Rindu.


Arjun pun menatap Pelayan wanita yang nampak senyum-senyum sembari menggelengkan kepalanya, mungki. Pelayan tersebut mengira bahwa Arjun tengah kasmaran. " Oh, ya, Mbak. Saya pesan menu favorit di cafe ini dan minumnya jus lemon. Masing-masing 2, ya! " Ucapnya.


Pelayan tersebut mengangguk, dan mencatat pesanan Arjun dan kembali ke belakang.


Sembari menunggu pesanan datang Arjun, dan Rindu sedikit berbincang-bincang namun tanggapan Rindu selalu tak memuaskan.


"Jangan panggil aku Pak! " Peringatnya, kala Rindu lagi-lagi memanggilnya dengan sebutan Pak.


"Lalu, saya harus panggil apa? Arjun atau sayang? " Tanya Rindu yang mulai kesal.


"Sayang pun boleh! " Sahut Arjun dengan terkekeh.


Rindu pun merajuk dengan, dan tak lama kemudian pesanan mereka datang dan mereka pun menikmatinya.


Clara, dan Cindy telah sampai. Mereka pun duduk di sebuah meja yang kosong namun mata Clara tak sengaja melihat Arjun, Rindu yang tengah menikmati makan siang.


"Kurang ajar. Jadi mereka makan bersama? " Gerutunya kesal.


Cindy yang mendengar hal tersebut pun menoleh, dan benar saja saat ini Arjun dan Rindu tengah menikmati makan siang.


"Sabar, Ra! " Ujar Cindy.


Namun Clara tak mau kalah, ia pun bangkit dari duduknya.


"Mau kemana dia? " Ucap Cindy, kala melihat Clara yang tengah berjalan.


Clara pun menghampiri meja dimana Arjun dan Rindu berada. " Hay! Rindu, Arjun. Apa aku boleh gabung? " Ujarnya tiba-tiba.


Rindu pun mengangguk, dan membiarkan Clara duduk. Sementara Arjun tak setuju saat Clara duduk bersama mereka.


Selera makan Arjun menjadi berkurang, ia pun tak melanjutkan makannya sepertinya saat ini Arjun tengah marah.


Arjun bangkit, dan perpamitan sebab nafsu makannya sudah hilang. " Rindu, Clara. Saya pamit! Silakan lanjutkan makan siang kalian. " Ujarnya seraya berlalu pergi.


Rindu yang melihat Arjun tengah marah pun berusaha mengejarnya, namun langkah kaki Arjun lebih cepat dari Rindu hingga Rindu tak dapat mengejarnya.


Sementara Clara, ia pun tersenyum penuh kemenangan kala telah berhasil merusak rencana makan siang mereka.

__ADS_1


__ADS_2