
kini Arya telah berada di kota yang di tuju. yaitu, kota Bandung.
Arya, akan melakukan pertinjauan langsung pada proyek yang tengah di bangun di kota tersebut.
namun tanpa sengaja mata Arya melihat orang yang begitu ia kenal.
"Andrew! " panggil Arya seraya berjalan menghampiri.
sontak saja orang yang di panggil langsung membalikan badan. "ya! " sahutnya.
Arya datang menghampiri seraya memeluk tubuh Andrew. Andrew tersentak kaget, namun ia pun membalas pelukan Arya.
Arya baru tersadar bahwa ia adalah Andrew dan bukan Arjuna. "sorry, sorry! aku kira kamu Arjun! " ucap Arya sembari melerai pelukannya.
Andrew tersenyum. " it's oke. " ucapnya.
kemudian Andrew mengajak Arya untuk berbincang-bincang di sebuah caffe yang terdekat.
"bagaimana jika kita berbincang-bincang di caffe sebrang sana? " tanya Andrew.
"ide bagus! " sahut Arya.
Arya dan Andrew pun menuju caffe yang tadi di sebutkan.
mereka berbincang-bincang sembari memesan sebuah coffe. namun yang menarik perhatian Arya adalah saat Andrew memesan sebuah coffe latte. coffe yang sama yang di sukai oleh Arjuna.
"bukankah, itu kopi kesukaan Arjun? " gumam Arya, namun Arya menepis fikiran itu. mungkin hanya Kebetulan saja, sebab banyak orang yang menyukai kopi tersebut.
Andrew menyadari tatapan Arya. " kenapa? apa ada yang salah denganku? " tanyanya.
"tidak ada. hanya saja aku sedikit terkejut! " sahut Arya.
"kenapa? " tanyanya.
"coffe latte. mengingatkanku pada seseorang! " sahut Arya sembari menerawang.
Andrew membulatkan matanyanya. Andrew juga berusaha menelan ludahnya.
"siapa? " tanyanya ragu.
__ADS_1
"Arjuna! " sahut Arya sembari menghela nafasnya.
seperti ada yang menusuk hati Andrew, kala mendengar nama Arjun. ia sedikit menunduk dan memejamkan matanya. "maafkan aku, Arya! " gumamnya dalam hati.
Ingin rasanya Andrew mengatakan bahwa dirinya adalah Arjuna. saudara Arya, namun urung ia lakukan. jika hal itu sampai terjadi, maka Arjun akan menjadi Boomerang bagi hubungan Arya dan Rindu. Arjun tak ingin sampai itu terjadi. maka dari itu Arjun memilih pergi, hidup dengan identitas baru dan kehidupan baru mungkin akan lebih baik baginya.
Arjun menghadiri pernikahan Rindu dan Arya, kala itu. ia datang hanya untuk melihat keduanya, lebih tepatnya Rindu. namun ia melihat sebuah kebahagiaan dari keduanya. maka dari itu Andrew memilih diam.
apalagi saat Arjun mengetahui bahwa Arya dan Rindu tengah menantikan buah hati mereka. Arjun memilih mundur dan berjanji takan mengusik kehidupan keduanya.
Arjun pun memilih di pindahkan ke kota ini, sebab tak sanggup dengan perasaannya sendiri. saat Rindu memeluk dirinya, saat itu pula hatinya ingin memeluk erat tubuh yang dulu ia cintai. kala Rindu menantangnya untuk menatap matanya, ingin rasanya Arjun mengatakan sebuah kata cinta untuknya. saat Rindu menghadang dan menemui di jalan, ingin rasanya Arjun mengatakan bahwa dia adalah Arjun, ya ingin rasanya ia memeluk tubuh itu, namun lagi lagi ia urungkan. ingin rasanya meraih tubuh Rindu, kala Rindu luruh di jalanan itu. namun Arjun urung melakukannya, ia tak ingin Rindu berharap terlalu dalam padanya.
seandainya semua orang tahu, bahwa Arjun begitu terluka. ia tersakiti oleh cinta yang dia miliki untuk Rindu. ia ingin menyerah, namun dunia seakan menantang dirinya.
Arjun belajar melepaskan sebuah cinta yang memang bukan untuknya, walau sakit, walau perih. namun hal itu akan lebih baik untuknya.
Arjun mulai menata hidupnya sendiri, melangkah pergi meninggalkan kenangan yang dulu sempat ia lalui bersama Rindu. Arjun telah berganti menjadi Andrew Alexander.
"mungkin dia dan aku adalah orang yang mirip, namun dengan karakter yang berbeda!! " sahut Andrew.
Arya mengangguk. " kau benar. namun hingga kini aku tak tahu dimana dia! tapi sudahlah, aku berharap dia baik-baik saja. " ucap Arya.
Andrew menatap wajah Arya, terlihat sebuah kerinduan terpancar dari wajah Arya. namun Andrew berusaha mengendalikan dan tak ingin membuat Arya curiga.
"semoga saja. " ucap Arya.
mereka pun berbincang seraya menikmati secangkir kopi.
mereka hanya berbicara seputar pekerjaan dan bisnis. namun Arya berpendapat sepertinya Andrew bukan orang sembarangan. ia terlihat seperti orang jago akan bidang itu. jiwa bisnisnya begitu terlihat memuaskan.
"rupanya mau pembisnis hebat, Andrew! " puji Arya.
"tidak juga, aku sedang belajar! " sahutnya berbohong.
bagaimana tidak! Andrew adalah Arjuna Pratama pemilik perusahaan yang saat ini di kelola oleh Arya. sudah tentu ia sudah ahli dalam bidang itu, apalagi Arjun penerus sekaligus sudah bertahun-tahun lamanya berada disana. jadi, tidak mungkin jika Arjun tak bisa memiliki bakat bisnis.
"kau selalu merendah! " ucap Arya.
Andrew hanya tersenyum. "itu sebuah kenyataan! " sahutnya.
__ADS_1
"mengapa kau pindah ke kota ini, Andrew! " tanya Arya.
"aku ingin menjauh darimu dan juga Rindu. aku tak ingin menjadi duri dalam daging untuk hubungan yang telah kalian jalin! "
Arya membuyarkan lamunan Andrew. "maaf, maaf. aku hanya ingin mencari sebuah ketenangan jiwa dan juga mencari pengalaman saja! " sahut Andrew.
"kau sendiri? ada apa kau ke kota ini? " tanya Andrew.
"aku hanya ingin melakukan pemantauan proyek yang berada disini! " sahutnya.
"o ya, kau datang bersama istrimu? " tanyanya.
Arya menggeleng. " tidak. dia sedang hamil besar, tidak mungkin ia bepergian! " sahut Arya berbohong.
"benar juga, semoga anak dan Ibunya sehat. kau adalah calon ayah yang baik! " puji Andrew.
"terimakasih! " sahut Arya.
Arya hanya bisa tersenyum miris, kala mendengar pujian dari Andrew.
seandainya dia tahu bagaimana kehidupan pernikahan Arya dan Rindu. mungkin ia takan memberikan pujian itu.
rumah tangga Arya, seperti sebuah rumah yang nampak indah di luar, namun Retak di dalamnya. Arya hanya mencintai Rindu sendirian, sementara Rindu hanya mencintai Arjun. kisah yang menurut Arya telah usai, namun tidak dengan Rindu!
"andai kau tahu, Andrew. anak yang di kandung Rindu itu bukan anakku, mungkin kau tidak akan mengatakan itu! aku juga tidak tahu siapa ayah dari anak itu. " gumam Arya.
Andrew melihat Arya tengah melamun, raut wajahnya nampak begitu murung.
"ada apa? kau terlihat tidak baik-baik saja? " tanya Andrew.
Arya menggeleng. " tidak ada, aku hanya memikirkan bisnis! " ucap Arya berbohong.
Mereka berbincang-bincang seolah-olah tanpa beban. hingga Arya berpamitan untuk pergi.
Arjun memandang kepergian Arya. " kau sudah bahagia rupanya, Arya. semoga kau selalu bahagia bersama Rindu. " ucapnya lirih.
Arjun tidak tahu kehidupan Arya sebenarnya, ia menutupi semua kesalahan Rindu. Arya menganggap anak yang berada dalam kandungan Rindu sebagai anaknya sendiri, tanpa Arjun ketahui bahwa anak itu bukan anaknya.
Arjun hanya melihat kebahagian keduanya yang selalu mereka tampilkan di depan umum, namun di belakang layar semuanya nampak berbeda.
__ADS_1
Arya begitu tersiksa dengan ini semua. ia begitu tersiksa dengan rasa ini, rasa yang dia tujukan untuk Rindu. namun Rindu menujukan perasaannya untuk Arjuna. Arya berjuang sendirian, tanpa Rindu mau berjuang bersamanya.
mungkin jika semua orang tahu, Mereka akan menertawakan Arya atas kebodohannya.