
Arya berjalan menghampiri Clara dan juga Arjuna yang tengah berada di atas panggung.
Arya, tersenyum ke arah mereka. lebih tepatnya senyum miring.
kini, semua mata melirik ke arah Arya. begitu pula dengan Rindu dan juga Candra.
"tunggu, sebaiknya kau hentikan pertunangan mu dengan dia, Arjuna! ". ucap Arya.
Clara melotot sempurna ke arah Arya. mengapa Arya ingin menghancurkan acaranya.
Begitu pula dengan Arjun. ia heran dengan Arya, ia tiba-tiba datang lalu ingin menghentikan acara ini begitu saja.
"mengapa aku harus menghentikan acara ini? ". ucap Arjun penuh tanya.
"kau belum tahu siapa dia, Arjun! ".
sontak saja ucapan Arya membuat Arjun mengerutkan keningnya.
sementara Clara, ia mulai gugup dan ketakutan jika jati dirinya di bongkar oleh Arya.
"apa yang kau katakan, Arya! ". ucap Clara menghampiri Arya. ia pun memberikan kode mata agar Arya diam.
namun, Arya tak mengabaikan kode Clara. ia harus memberi tahu Arjun yang sebenarnya.
"iya, apa yang kau katakan? ". Arjun di buat bingung dengan ucapan Arya.
Arjun menghampiri Arjun, ia melewati Clara sembari tersenyum sinis padanya.
"kau tahu siapa dia, Arjun". ucap Arya sembari menunjuk ke arah Clara.
Arjun menggelengkan kepalanya, ia belum mengenal dekat Clara.
"dia adalah.. "
"hentikan! ". Clara memotong ucapan Arya.
Arjun mulai dibuat bingung dengan Clara dan juga Arya.
"mengapa Clara tak ingin Arya berbicara, ada apa sebenarnya ini? ". gumam Arjun.
"lihat ini baik-baik! ". ucap Arya.
Arya, memberikan ponselnya pada Arjun. Arjun menerimanya dan melihat video yang berada di ponsel Arya.
Selesai dengan video tersebut, Arjun melirik tajam ke arah Clara dan juga candra.
Clara, mulai di landa rasa takut.
"dasar kau siluman! ". teriak Arjun marah.
"pembohong! ". teriaknya lagi.
Clara, pun berpura-pura tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Arjun.
"apa yang kau katakan? ". ucap Clara, sok polosnya.
Arjun menghampiri Clara dan ingin memastikan tanda yang berada di leher Clara.
ternyata benar, tanda itu palsu. ia hanya buatan dan tanda itu pudar.
Clara, pun tak mampu berkata-kata lagi, ia hanya bisa menangis dan memohon pada Arjun.
__ADS_1
"maafkan aku, Arjun! ". tangisnya.
Arjun tak menjawab ucapan Clara, saat ini ia berada di puncak emosinya. ia begitu marah dengan kebohongan Clara.
"siluman licik! ". teriaknya kembali.
semua tamu yang berada disana berhamburan. ketika mendengar kata Siluman yang keluar dari mulut Arjun. terkecuali, Rindu dan Candra. mereka masih memperhatikan keduanya.
"siluman, siluman. tolong! ". teriak mereka bersamaan.
Clara pun marah dengan penghinaan yang Arjuna dan Arya berikan padanya. ia pun merubah wujudnya menjadi siluman ular.
settss... setsss..!
Clara berdesis, persis seperti ular yang sering ditemui.
"akhirnya, kau menampakan wujud aslimu! ". ucap Arjun.
Rindu yang melihat pemandangan di depannya. dihantui rasa takut yang luar biasa. ia tak menyangka, jika Clara adalah siluman Ular yang mengerikan.
"bodoh! ". gumam Candra lirih.
"apa yang kau katakan? ". tanya Rindu. sayup-sayup, Rindu mendengar Candra berucap.
"tidak! ".
Rindu menganggukan kepalanya dan mulai memegang tangan kekar Candra.
Candra melirik ke arah Rindu. ada desiran halus saat berdekatan dengan Rindu. namun, Candra tak tahu perasaan apa yang ia miliki terhadap Rindu.
"jangan takut, ada aku disini! ". Candra berusaha menenangkan Rindu.
sementara Arjun, ia mulai menghampiri Clara yang telah berwujud ular tersebut.
"kau ingin menantang ku, Clara! oh salah, sekarang kau bukan lagi Clara. tapi siluman ular! ". Arjun berkata sembari tersenyum mengejek.
"sialan kamu, Arjuna! kau sudah berani mempermalukan aku. " teriak Clara marah.
"beruntung, Arya cepat datang dan menghentikan ini semua. sebelum aku jatuh dalam perangkap dan jerat busuk mu itu! ". ucap Arjun.
Clara, yang tengah di kuasai amarah pun langsung menyerang Arjun dan Arya. namun mereka berdua berhasil menghindar.
Arjun dan juga Arya, mereka saling pandang dan menandingi serangan Clara.
"mengapa tidak mengatakan hal ini dari awal! ". ucap Arjun pada Arya, disela perkelahiannya dengan Clara.
"jika aku mengatakannya kemarin, mungkin kau tidak akan percaya! ". ujurnya.
Arjun tersenyum dan mengangguk dan mulai menangkis serangan dari Clara.
"celaka! Clara bisa tewas oleh Arjun dan Arya. " Candra mulai cemas, ketika Clara harus melawan 2 sekaligus.
Candra, dapat melihat bahwa Arjuna dan Arya bukan manusia sembarangan. mereka bukan lawan yang seimbang untuk Clara.
"Rindu, ayo ikut aku. kita cari tempat yang aman. disini berbahaya! ". ucap Candra.
ia sengaja menjauhkan Rindu. agar ia bisa membantu Clara melawan Arjuna dan Arya.
Rindu, mengikuti langkah Candra.
Candra mengungsikan Rindu keluar. ia pun mencari tempat yang aman untuk merubah wujudnya.
__ADS_1
sestt ... sesttt. sessttt!
Candra, berdesis dan kembali menuju ke dalam untuk membantu Clara.
Candra, menyerang Arjun dan juga Arya.
"oh, ternyata kau punya komplotan, Clara! ". ucap Arjun.
Clara melirik ke arah siluman Tersebut. ia tahu bahwa dia adalah Dwi pangga si pangeran ular.
"untuk apa kau membantuku? ". ucap Clara dalam hatinya.
"agar kau tak mati di tangan kedua manusia ini, Clara! ". ucap Dwi dalam hatinya.
mereka berbicara lewat telepati. yaitu, menggunakan berbicara menggunakan batin.
"lebih baik kau pergi! ". usir Clara.
"jangan bodoh, terima saja bantuanku! ".
akhirnya, Clara menerima bantuan Candra. Arya dan Arjun mulai dibuat kewalahan oleh kedatangan Dwi Pangga.
Arya melirik ke arah Arjuna. ia mengisyaratkan mereka harus berubah, agar bisa menandingi mereka berdua.
Arjun menganggukan kepalanya dan tak berapa lama kemudian. mereka berdua berubah wujud menjadi siluman.
Candra, dibuat melongo dengan perubahan wujud keduanya. ia tak menyangka, bahwa Arjun adalah siluman juga.
"ternyata dia adalah siluman! ". gumamnya dalam hati. namun, Candra tak ingin kewalahan. ia pun terus menyerang keduanya.
kini, mereka semua seimbang. mereka berempat menyerang dengan wujud Silumannya masing-masing.
Arjun, berhasil mengcengkram leher Clara. sehingga Clara terlihat sulit bernafas.
"lepaskan! ". teriak Clara.
melihat Arya dan Arjuna begitu kuat. Candra memutuskan pergi dari perkelahian tersebut. karna ia tak mampu menandingi serangan Arjuna yang begitu kuat.
"aku harus pergi, sebelum aku mati sia-sia! ". gumamnya dalam hati.
Arjun tersenyum dan tertawa, melihat Candra yang melarikan diri.
"lihatlah, teman mu meninggalkan mu begitu saja. kematian mu akan segera menghampiri dirimu, Clara. " ucap Arjun.
Arjun mulai mencengkram leher Clara dengan sangat kuatnya. hingga Clara mulai kehabisan nafasnya. namun ia tak ingin mati sia-sia. Clara, berusaha melepaskan dirinya.
"aahhhh, tolong! tolong aku, Tolong! ". teriak Seseorang dari luar.
sepertinya Arjun dan Arya mengenali suara itu. ya, itu adalah suara Rindu.
" Rindu! ". gumam Arjun.
Arjun menjatuhkan Clara dan merubah wujudnya menjadi manusia. Arya dan Arjun, mereka berdua segera berlari menuju sumber suara.
"aku belum selesai dengan mu, Clara! ". ucap Arjun.
Clara, terlihat lemah sembari memegangi lehernya yang terasa sakit.
Blusshh...
Clara, Menghilang dari tempat tersebut.
__ADS_1