BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
MENEMUKAN TITIK TERANG


__ADS_3

Arjun mulai berfikiran untuk menemui sosok siluman yang dulu menghadangnya, ia penasaran dengan apa yang ingin dia katakan.


"Apa aku harus menemui makhluk itu? Tapi, bagaimana jika makhluk itu berniat jahat? " Gumamnya.


Disisi lain Arjun ingin mengetahui, namun disisi lain ia juga takut dengan mahkluk aneh itu.


"Ya tuhan, bagaimana ini? " Ucapnya bimbang.


Setelah menimbang-nimbang dan akhirnya rasa penasaran Arjun mengalahkan rasa takutnya, Arjun akan pergi menemui makhluk itu di bukit warna.


Arjun menghela nafasnya. " Tuhan, tolong jaga aku! " Ucapnya lirih seraya melangkah pergi.


Arjun melajukan mobilnya menuju bukit warna, hingga akhirnya Arjun telah sampai di tepi hutan. Ia harus masih terus berjalan ke dalam hutan sebab hutan tersebut tak dapat di lalui oleh kendaraan.


"Apakah keputusan ku sudah benar? " Gumamnya ragu.


Arjun menghalau segala fikiran negatif, ia terus melangkah dan akhirnya kakinya sukses membawa Arjun di bukit warna.


"Hey! Kau penunggu bukit. Keluarlah!! " Teriaknya lantang.


Arjun menelesik dan berhati-hati, jikalau tiba-tiba serangan datang menghampirinya.


"Kau datang, anak Muda! " Ucapnya seseorang.


Arjun tersentak kaget, pasalnya ia tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Ya tuhan! " Ucapnya keget sembari mengelus dadanya.


"Maaf, jika aku mengagetkanmu! " Ucap makhluk tersebut.


Arjun berusaha menguasai situasi dan bersikap biasa saja. " Aku sudah datang. Sekarang, katakan apa yang ingin kau sampaikan padaku? " Ujarnya.


"Sebelumnya, perkenalkan namaku Ki Gembor. Aku adalah siluman manusia kambing. Aku bisa berubah menjadi manusia ataupun siluman! " Tuturnya.


Arjun menelan salivanya dengan susah payah, kala mendengar ucapan Ki Gembor.


Ada rasa takut dalam hatinya, namun rasa penasaran lebih mendominasi dan mengalahkan rasa takutnya.


Ki Gembor terlihat menghela nafasnya. " Kau tahu siapa yang ada dibalik ini semua? " Lanjutnya seraya melirik Arjun.


Arjun menggelengkan kepalany. " Aku tidak tahu! " Sahutnya.


Sebenarnya apa yang akan Ki Gembor katakan pada Arjun. Kenapa, ia terlihat bertele-tele?


"Kai harus tahu yang sebenarnya, Arjun. Sebenernya yang ada di balik ini semua adalah... " Ki Gembor menggantung ucapannya.


Rasa penasaran dal hati Arjun semakin besar, ia benar-benar ingin tahu siapa yang ada di balik ini semua.


"Katakan! Siapa? " Gertak Arjun.


Ki Gembor melirik Arjun ragu. " Orang yang ada di balik ini semua adalah.. Ayahmu!!! " Sahutnya.


Duaaaarrrrr.....


Dunia terasa runtuh bagi Arjun, Arjun membulatnya matanya seraya menutup mulutnya. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Ki Gembor.


Arjun mencengkeram baju Ki Gembor. " Apa maksudmu? Jangan mengarah cerita! " Ucapnya marah.


Tentu saja Arjun marah, sebab Ki Gemborkan telah memfitnah Ayahnya sendiri.


"Kau tidak percaya padaku? Pasti, kau tidak akan percaya. Maka dari itulah aku ragu mengatakan ini semua. Tapi, ini semua adalah kenyataannya bahwa Yogi, Ayahmu yang telah membuat perjanjian dengan siluman dan mengorbankan kau! Dan tahukah, kau? Bahwa Yogi pernah terikat pernikahan dengan bangsa siluman dan pernah memiliki seorang Anak!! " Tutur Ki Gembor.


Sontak saja ucapan Ki Gembor membuat Arjun makin tak percaya, ia pmelepaskan cengkraman tangannya. " Apa? Tidak. Ini tidak mungkin! " Sanggahnya.


"Percaya atau tidak, inilah kenyataannya Arjun. Kau tak bisa memungkirinya!! " Ucap Ki Gembor.

__ADS_1


"Kau berbohong!! " Sahut Arjun seraya mundur beberapa langkah dari Ki Gembor.


"Jika aku berbohong, untuk apa aku melakukannya? Ingatlah, Arjun. Jika Ayahmu tidak melakukan persekutuan, maka tidak mungkin kau menjadi seorang siluman. Camkan baik-baik!! " Ucap Ki Gembor.


Ucapn Ki Gembor sukses membuat Arjun berfikir sejenak, memang benar apa yang di katakan oleh Ki Gembor. Sebab tak ada salah satu keluarganya yang merupakan titisan siluman.


"Ambil ini dan segeralah pulang! Ini akan berguna untukmu. " Ucap Ki Gembor seraya menyodorkan sebuah cincin bermata merah.


Arjun mengambilnya dan mengamati cincin tersebut, saat Arjun hendak bertanya lagi tiba-tiba Ki Gembor sudah tak ada di hadapannya.


"Hey! Kemana kau? Aku belum selesai!!! " Teriaknya.


Beberapa saat menunggu, sepertinya Ki Gembor sudah pergi. Akhirnya Arjun memutuskan untu segera pulang dan ingin menanyakan hal ini langsung pada Papanya.


"Apakah yang aku dengar ini kenyataan atau karangan semata? " Gumamnya.


Jika yang Ki Gembor katakan benar, maka Arjun akan benar-benar marah pada Yogi, secara tidak langsung Yogi telah mengorbankam hidupnya.


Arjun tak tahu apa yang akan ia lakukan setelah mengetahui fakta ini. Apalagi saat mendengar bahwa Papanya pernah teringat dengan siluman bahkan memiliki seorang Anak.


"Ya tuhan, hukuman apa lagi ini? " Ucapnya lirih.


Luka kepergian Ibunya masih terasa pilu, kini di tambah dengan fakta baru yang begitu mengejutkan baginya.


"Jika memang ini semua benar. Aku tak tahu kenapa, Papa. Melakukan ini semua padaku? " Ucapnya.


Sesampainya Arjun di halangan rumah, ia langsung pergi menuju kamar Yogi.


Arjun berpapasan dengan Wina di tangga. " Arjun. Kau sudah pulang, Nak? " Tanyanya.


Arjun berusaha menampilkan senyumnya, walau hatinya begitu marah. "Iya, Nek. Aku pergi dulu! " Sahutnya seraya berlalu pergi.


Wina merasakan ada keanehan dengan Arjun, namun ia tahu bahwa ini semua karna kepergian Novi yang masih mengisakan sebuah kesedihan bagi Arjun.


Arjun membuka pintu kamar Yogi dengan kasar, sehingga Yogi tersentak kaget.


Arjun tak menjawab ucapan Papanya, saat ini raut wajah Arjun terlihat sedang murka.


Arjun melangkah menghampiri Papanya yang sedang duduk. "Katakan padaku? Apa yang sebenarnya terjadi? " Tanya Arjun tiba-tiba.


Yogi menoleh ke arah Putranya, ia heran mengapa Arjun berkata seperti itu. " Apa maksudmu? " Tanyanya heran.


Nafas Arjun mulai kian memburu seiring amarah yanh semakin memuncak. " Kenapa kau melakukan perjanjian dengan setan? Apa benar, kau telah mengkhianati Ibuku dan memiliki seorang anak? " Arjun memberondong Yogi dengan pertanyaan.


Yogi membulatkan matanya keget. "Dari mana Arjun tahu? " Gumamnya dalam hati.


Pasalnya Yogi selalu menjaga rahasia ini, tidak ada satu orang pun yang tahu soal ini. Tapi sekarang, Arjun malah mengetahuinya!


"Apa yang kau katakan, Arjun. Mungkin kau butuh istirahat, lekaslah pergi ke kamar mu dan beristirahatlah! " Titahnya.


Yogi berusaha bersikap biasa saja, seolah-olah semuanya baik-baik saja. Padahal ia begitu gugup dengan pertanyaan Arjun.


"Aku bukan anak kecil yang bisa kau tipu! Katakan yang sebenarnya!! " Gertaknya.


Arjun begitu muak dengan sikap Ayahnya, sudah jelas bahwa Ayahnya sangat gugup saat ini tapi masih saja ia bersikap baik-baik saja.


Yogi hanya terdiam tanpa bisa mengatakan sepatah katapun. Ia benar-benar berada di situasi serba salah. Jika bisa menghilang, maka Yogi akan memilih menghindar dari Arjun.


"Kenapa, diam? Jadi yang aku bilang semuanya benar? Sungguh, kejam semua perbuatanmu. Aku tak menyangka ada seorang Ayah yang tega mengorbankan Anak demi harta yang semu!! " Ucap Arjun seraya berlalu pergi dari hadapan Yogi.


"Arjun. Dengarkan penjelasan Papa!! " Teriaknya, namun Arjun tak menghiraukan ucapan Papanya.


Sungguh, kecewa dan marah bercampur menjadi satu. Apa yang di lakukan oleh Yogi terhdap dirinya dan mendiang Ibunya sangatlah kejam. Kenapa harus ada seorang Ayah macam Yogi di dunia ini?


Arjun pergi dari rumah dengan keadaan marah, ia tak tahu kemana akan pergi.

__ADS_1


"Hallo! Cavin. Cari informasi tentang seorang Anak yang pernah Ayahku berikan pada seseorang, mungkin usianya seperti ku!! " Perintahnya.


"Oke! " Sahutnya tanpa banyak bertanya.


Arjun mematikan teleponnya, lantas melajukan mobilnya kembali.


"Ma. Aku rindu padamu!! " Gumamnya, biasanya Novi adalah tempat ternyaman Arjun berkeluh kesah berbagai masalah, namun kini semuanya terasa berbeda selepas kepergian Novi.


Tiba-tiba perutnya berbunyi, gegas Arjun melajukan mobilnya ke Cafe untuk sekedar mengisi perutnya.


Arjun memesan makanan dan minuman, namun semuanya terasa hambar. Arjun lebih banyak melamun dan memainkan makanannya.


Tanpa Arjun sadari bahwa sedari tadi Clara memanggil-manggil namanya.


"Pak, Arjun! " Panggilnya.


Tapi tak ada respon dari Arjun, sehingga Clara menaikan 1 oktaf suaranya. " Pak, Arjun! " Panggilnya lagi.


Arjun menoleh. " O, ya. Sorry!! " Sahutnya.


Clara mengangguk dan tersenyum. " Boleh saya duduk? " Pintanya.


Arjun mengangguk, kemudian Clara duduk di samping Arjun dan memesan makanan. Clara melihat Arjun yang lebih banyak melamun. "Kenapa, Pak? Sepertinya Anda sedang banyak fikiran? " Tanya Clara.


"Biasa urusan kantor! " Sahutnya berbohong.


Hari sudah mulai sore akhirnya Arjun memutuskan untuk pulang dan berpamitan. " Udah sore, saya pulang dulu, ya? " Pamitnya.


"Pak, Tunggu!! " Teriak Clara saat Arjun hendak pergi, kemudian Arjun berbalik dan menoleh. "Ya, ada apa? " Sahutnya.


Clara terlihat ragu mengatakannya. " Mmmm, boleh saya ikut numpang? " Ucapnya.


"Boleh, kebetulan kita searah, kan? " Sahut Arjun.


Nampak binar kebahagian terpancar dari wajah Clara, akhirnya ia bisa berduaan dengan Arjun. Ia akan membuat Arjun menjadi miliknya, apapun yang terjadi!


Clara memperhatikan Arjun yang sedang sibuk mengemudi, ia mengagumi ketampanan Arjun. Clara ingin memiliki Arjun seutuhnya. "Aku harus memiliki mu, Arjuna!! " Gumamnya di sertai senyum miring.


Arjun dan Clara hanya beberapa kali terlibat obrolan, Arjun ternyata orangnya cuek tidak seperti Clara yang terlihat bawel.


Mobil pun telah sampai di pekarangan rumah Clara, Clara keluar begitu pula dnegan Arjun.


"Terimakasih banyak, ya. Pak!! " Ucap Clara.


"Oke, sama-sama. Ya, sudah saya pamit!! " Sahut Arjun berpamitan.


Saat Arjun baru melangkah beberapa langkah, tiba-tiba telinganya menangkap suaru aneh. Seperti suara desisan seekor ular. Sontak saja Arjun berbalik dan clingukan mencari sumber suara, namun hasilnya nihil.


"Cari apa, Pak? " Tanya Clara.


Arjun menoleh sembari tersenyum. " Tidak ada!! " Sahutnya seraya melangkah menuju mobilnya. "Mungkin ini hanya perasaanku saja!! " Gumamnya lirih.


Arjun pun melajukan mobilnya dan pergi dari rumah Clara.


Akhirnya Clara bisa bernafas dengan lega. " Syukurlah, aku selamat!! " Ucapnya lega.


Clara melirik seekor ular yang bersembunyi di balik semak-semak. "Kau. Mau apa kau kemari? " Tanya Clara.


Tiba-tiba Ular tersebut merubah wujudnya menjadi manusia. "Maaf, Tuan Putri. Saya di perintahkan oleh ketua untuk menyampaikan kabar ini pada Anda bahwa Anda harus segera pulang, sebab pernikahan Anda dan pengeran akan segera di laksanakan!! " Tuturnya.


Clara mendengus kesal. " Katakan pada Ayahku. Aku tidak mau pulang, dan tidak ingin menikah dengan pangeran itu! 1 lagi, jangan pernah datang menemuiku lagi, kau paham!! " Sahut Clara.


Clara mulai kesal dengan Ayahnya, mengapa Ayahnya selalu ingin dia menikah dengan pangeran itu?


Akhirnya siluman ular itu pun mengangguk dan merubah wujudnya menjadi ular kembali, percuma memberitahu Clara sebab sudah berulang kali ia di perintahkan untuk menemui Clara, namun hasilnya tetap sama yaitu penolakan.

__ADS_1


"Baiklah. Hamba mohon pamit!! " Pamitnya seraya menangkupkan kedua tangannya di dada, kemudian merubah wujudnya dan hilang dari hadapan Clara.


__ADS_2