BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
RINDU MENJADI PENYELAMAT


__ADS_3

Arjun menyuruh seseorang untuk menyelidi siapa dalang dari semua yang terjadi. Arjun ingin mengetahui siapa orang yang telah menyebar berita hoax dan merugikan dirinya.


Arjun harus tahu siapa yang telah menyebarkan berita tersebut, dan apa motif pelaku menyebarkan berita itu?


"Hallo, Cavin! Aku ingin kau mencari tahu tentang orang yang telah menyebarkan berita hoax tentang ku! " Titah Arjun.


"Jadi, berita itu memang tidak benar? Kau bukan pelakunya? " Tanya Cavin yang juga sahabat Arjun.


"Tentu saja bukan aku. Untuk apa aku membunuh seorang Anak kecil? Apa aku seorang pedofil? " Sahut Arjun kesal.


"Syukurlah! Oke. Aku akan membantumu! " Ucap Cavin.


"Oke, thanks! " Ucap Arjun seraya mematikan teleponnya.


Arjun masih tidak mengerti, kenapa ada orang yang berbuat demikian padanya? Padahal selama ini Arjun merasa tidak memiliki musuh sama sekali! Lalu kenapa masih ada orang yang dengki padanya?


"Ingin rasanya aku memukul orang menyebar berita palsu itu! " Gumamnya kesal.


Secara tidak langsung berita murahan itu telah merugikan Arjun. Banyak kolega dan rekan bisnis yang membatalkan kerja sama dengannya, tentu saja hal sangat meruginya Arjun dan juga perusahaannya. Bagaimana tidak! Arjun harus kehilangan uang yang jumlahnya tidak sedikit, itu semua karna berita yang sedang menerpa dirinya.


Tak berapa lama kemudian, Akhirnya Cavin menghubungi Arjun. Ia sudah tahu siapa yang dalang dari semua ini.


"Hallo! Cavin. Ada apa? " Sahut Arjun saat ia mengangkat teleponnya.


"Ada kabar baik untukmu! " Ucap Cavin.


"O ya! Kabar apa? " Sahut Arjun malas.


"Kau pasti penasaran, bukan? " Ucap Cavin.


"Ya, cepat katakan! " Titah Arjun mulai kesal, Civin terlalu bertele-tele.


"Aku sudah menemukan dalang penyebar hoax itu! " Ucap Cavin terus terang.


"O ya, siapa dia? " Sahut Arjun senang, akhirnya Cavin berhasil menemukan pelaku tersebut.


"Rudi. Ia adalah seorang pemuda berusia 24 tahun, ia tinggal di sebuah gang yang berada di pelosok jakarta! " Tutur Cavin.


"Ya, bawa dia kehadapanku sekarang! " Titah Arjun.


"Oke! " Sahut


Akhirnya Cavin bergegas menjalankan perintah Arjun untuk membawa Rudi kehadapan Arjun.


"Beraninya kau bermain-main dengan Arjun! " Gumam Cavin.


Arjun bukanlah orang sembarangan, ia bisa melakukan apapun di luar kendalinya.


Arjun segera menjalankan mobilnya menuju kediaman Rudi yang berada di pelosok Jakarta.


Sesampainya Cavin di tempat tujuan, lantas ia berjalan menuju rumah Rudi.


Cavin mengetuk pintu rumah Rudi, tak berapa lama kemudian seorang Pria muda datang dan membuka pintu.

__ADS_1


"Sebentar! " Teriaknya dari dalam.


Rudi begitu kaget dengan kehadiran Cavin di depan pintunya, Rudi hendak melarikan diri namun Cavin lebih dulu mencegahnya.


"Mau kemana, Kau? " Ucap Cavin seraya mencekal bahu Rudi.


Rudi berusaha sebisa mungkin memberontak, namun tenaganya kalah dengan Cavin. Bagaimana tidak, Cavin seorang atlet yang hebat dengan tubuh berisi dan nampak macho.


Cavin membawa Rudi masuk ke dalam mobilnya, lantas melajukannya. Cavin akan membawa Rudi ke hadapan Arjun.


"Mau kau bawa kemana Aku? " Tanya Rudi.


Cavin hanya melirik tanpa berniat membalas ucapan Rudi.


"Hey! Apa kau tuli? " Ejek Rudi.


"Diam! " Bentak Cavin.


Ingin rasanya Cavin menghabisi Rudi sekarang juga, namun ia tahan. Ia ingin Arjun yang melakukan hukaman itu pada Rudi.


Saat ini Cavin dan Rudi tengah berada di perjalanan, sementara Arjun sudah tidak sabar ingin melihat bentuk Rudi sang pembuat onar. Ia ingim tahu apa alasan Rudi melakukan tindak tercela itu.


"Kau bermain-main dengan orang yang salah! " Ucap Arjun.


Arjun memang seorang introver, namun siapa sangka jika Arjun Pratama bukan orang yang selalu diam saat di injak-injak, ia akan bangkit dan akan melawan.


Arjun telah menunggu Cavin membawa Rudi ke hadapannya, rasanya Arjun tidak sabar menemui orang itu.


Hingga akhirnya sebuah mobil hitam terparkir ti halaman, Cavin turun dari mobil dan membuka pintu belakang. Turunlah seorang pemuda yang bernama Rudi, lantas Cavin mendorongnya untuk berjalan menghadap Arjun. " Cepat jalan! " Titah Cavin.


"Bagaimana ini? Tamatlah riwayatmu, Rudi! " Gumamnya.


Cavin mendorong tubuh Rudi hingga berlutut di hadapan Arjun, Arjun menatapnya dengan penuh kebencian.


Arjun bangun dari posisi duduknya, lantas membangunkan Rudi seraya menekan bahunya. " Katakan, apa maksudmu memfitnahku? " Tanya Arjun.


Rudi menggeleng. Sungguh, Rudi tidak tahu apapun soal ini. Ia hanya di perintah oleh seseorang untuk melakukan ini semua.


Arjun masih bersikap tenang dan santai. " Katakan! Apa kau di suruh seseorang! " Tanya Arjun kembali.


Namun Rudi masih saja bungkam, hingga membuat Arjun semakin naik pitam. "Katakan! Apa kau tuli? " Ucap Arjun marah.


Namun lagi-lagi Rudi hanya diam tanpa berkata sepatah katapun. Hal itu membuat Cavin yang melihatnya dibuat geram oleh tingkah Rudi. "Hey, apa kau tidak mendengar apa yang temanku katakan? " Ucap Cavin geram.


Lama menunggu jawaban, dan kesabaran Arjun pun telah habis. Akhirnya Arjun mencari jalan pintas. " Katakan atau kau ingin aku tembak? " Tekan Arjun.


Rudi mengangkat wajahnya, dan menatap Arjun. Sepertinya ucapan Arjun tidak main-main, sebab saat ini Arjun tengah memegang senjata di tangannya.


Rudi pun ketakutan, ia pun hendak mengatakan hal yang sebenarnya.


"Baiklah. Aku akan mengatakannya! " Ucap Rudi.


Arjun dan Cavin saling pandang. " Katakan! " Ucap Arjun.

__ADS_1


Arjun maupun Cavin Sangat penasaran mengetahui siapa dalang dari semua ini, sebab Cavin tahu bahwa Rudi bukanlah otak dari semua ini, ia hanya di jadikan kambing hitam oleh seseorang.


"Aku di perintahkan oleh .. "


Belum sempat Rudi mengatakan hal yang sebenarnya, tiba-tiba sebuah tembakan mengarah dan menembus jantung Rudi. Sehingga Rudi seketika tewas di tempat.


Arjun dan Cavin sangat terkejut atas penembakan yang terjadi pada Rudi, dan nyawa Rudi tidak dapat tertolong.


"Ahh, sialan! Siapa yang melakukan ini? " Ucap Arjun marah.


Cavin pun tak mengerti siapa yang telah membunuh Rudi, sebab hanya ada Arjun dan Rudi yang berada di tempat ini.


"Pasti ada seseorang disini! " Sahut Cavin.


Cavin mencari seseorang di segala penjuru, namun nihil ia tak bisa menemukannya.


Cavin kembali pada Arjun, Arjun meliriknya. " Apa kau menemukan seseorang disini? " Tanyanya.


Cavin menggeleng. " Tidak. Tapi bagaimana mungkim ia bisa tertembak? " Sahut Cavin heran.


Arjun terlihat mengepalkan tangannya, ia sangat marah dengan semua ini. Belum sempat Rudi mengatakan yang sebenarnya, namun seseorang sudah lebih dulu mengambil nyawanya. bagaimana ini bisa terjadi?


"Bagaimana ini, Arjun? Satu-satunya bukti telah lenyap. Kau bisa masuk penjara! " Ucap Cavin.


Arjun menghela nafasnya, dan ia juga bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini.


Hingga akhirnya Arjun memutuskan segera pulang ke rumah, sebab hari sudah mulai petang.


"Aku harus segera pulang! " Pamitnya pada Cavin.


Cavin mengangguk, ia pun tak tahu apa yang akan terjadi pada Arjun selanjutnya.


Sesampainya Arjun di rumah, tiba-tiba 2 orang polisi datang ke rumahnya dan membawa Arjun ke kantor polisi dan Arjun pun di tahan atas tuduhan pembunuhan terhadap Wira.


Rindu mendengar hal itu pun, lantas memberikan klarifikasi Bahwa Arjun tidak salah dan menjelaskan bahwa Rekaman itu sudaj di manipulasi oleh seseorang.


"Saya, Rindu. Saya mengklaim bahwa Arjun Pratama bukan pelaku atas kematian Wira! Ia hanya korban dari seseorang yang tidak bertanggung jawab. " Ucap Rindu memberikan klarifikasi.


Rindu juga bingung, kenapa Arjun menjadi korban dan sasaran para netizen julid, padahal Rindu berani bersumpah bahwa Arjun tidak bersalah.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Bahkan Arjun tidak tahu apa-apa! " Gumamnya.


Ya, memang Arjun tidak tahu apa-apa soal Wira, lalu apa dugaan yang mencuat bahwa Arjun telah membunuh Wira? Tidak ada dugaan dalam hal ini. Arjun hanya seorang korban dari tangan jahil!


Akhirnya Klarifikasi Rindu pun sampai pada kantor polisi dan Arjun pun berhasil di bebaskan karna terbukti tidak bersalah.


"Sekarang, Anda bebas. Selamat! " Ucap seorang Polisi.


" Saya bebas! Kenapa? " Ucap Arjun heran.


"Kau terbukti tidak bersalah! Seseorang telah menyampaikan klarifikasi bahwa kau tidak bersalah. " Sahut Polisi.


Akhirnya Arjun keluar dari kantor Polisi dan kembali ke rumahnya, namun Arjun belum tahu siapa orang yang telah membebaskannya.

__ADS_1


Arjun mencoba membuka gawainya dan melihat sosial media, dan disana ada sebuah rekaman biasa Klarifikasi dari seseorang yang dia kenal, ya. Dia adalah Rindu.


__ADS_2