BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 101


__ADS_3

ini rindu yaArya mendatangi Rumah sakit tempatnya Tes DNA tanpa sepengetahuan dari Rindu.


Ia ingin tahu siapa Ayah Mario, apakah Arjun adalah Ayah biologis dari Mario atau bukan?


Arya akan segera mengetahui hasil tes itu sekarang juga.


"Ini hasilnya sudah keluar! " Ucap orang suruhan Arya seraya memberikan sebuah amplop.


Arya meraihnya. Arya terlihat menghela nafasnya, dan memejamkan matanya sejenak. Kemudian Arya membukanya. Betapa terkejutnya Arya melihat hasil dari Tes tersebut.


Arya membulatkan matanya tak percaya. "Apa? jadi Arjun bukan Ayah dari Mario? lalu, siapa Ayah Mario sebenarnya? " Ucap Arya.


Ternyata tebakan Arya selama ini salah, Arya sudah salah menuduh Arjun. Ia sangat berdosa telah berprasangka buruk tentang Arjuna.


Masalah Arya semakin sulit saja. Jika bukan Arjun lalu siapa lagi orang yang telah menghamili Rindu. Jawabannya hanya Rindu yang tahu, tapi Rindu tak mau angkat suara atas semua ini.


"Hanya Rindu yang mampu menjawab pertanyaan ini! " ucap Arya.


Arya pergi dari rumah sakit, ia menuju rumahnya. Arya akan menemui Rindu, dan menanyakan yang sebenarnya. Arya ingin tahu siapa Ayah Mario.


Sesampainya di rumah. "Rindu! " Teriak Arya begitu menggema.


Rindu datang dengan perasaan cemas, ia takut jika Arya telah mengetahui siapa Ayah dari Mario.


Rindu menghampiri Arya. " Ada apa, Arya? " Tanya Rindu.


Wajah Arya yang memerah, dan terlihat tegang. Rindu tahu bahwa saat ini Arya tengah marah besar.


"Ya tuhan, apakah Arya sudah tahu yang sebenarnya? " Gumam Rindu.


Rindu kian cemas, kala Arya melemparkan sebuah Amplop berlogo rumah sakit. " Apa ini? " Tanya Rindu.


Arya tak menjawab, Ia pun membuang mukanya.


Tak mendapat respon dari Arya, Rindu pun membuka Amplop tersebut. " Kau melakukan Tes DNA tanpa sepengetahuan ku, Arya? " Cecar Rindu.


"Ya, lalu? apakah aku harus meminta izin padamu? " sahut Arya.

__ADS_1


" Tentu saja, kau harus meminta izin padaku! " Ucap Rindu.


Arya tak menjawab ucapan Rindu, ia pun menghampiri Rindu. " Sekarang, katakan siapa Ayah dari Mario? laki-laki yang telah menghamili mu. katakan, Rindu! " Gertak Arya.


Rindu menggeleng. " Aku sungguh tidak tahu, Arya! " Sanggah Rindu.


"Bohong, Kau pasti tahu! " bentak Arya.


Arya tak dapat lagi menahan emosinya, kesabarannya sudah habis. Sudah 2 tahun lamanya ia mencoba bersabar, namun Rindu seperti tak menghiraukannya. Ini adalah saatnya bagi Arya untuk tahu siapa Ayah Mario.


Rindu masih saja menggeleng, namun kali ini di sertai Air mata yang menetes dari pipi cantiknya. Tapi hal itu tak membuat Arya iba padanya.


"Jangan gunakan air mata mu itu, Rindu. Aku sudah muak dengan air mata buayamu itu! " Geramnya.


Ya, Rindu memang selalu melakukan Drama itu saat Arya sedang marah, atau pun menanyakan hal ini. Itu adalah salah satu kelemahan Arya. Arya tak bisa jika melihat Rindu menangis, Namun tidak dengan saat ini!


Arya maju seraya memegang pipi Rindu, Rindu meringis kesakitan. Namun Arya tak menghiraukannya.


"Jawab saja, Rindu. jangan banyak Drama! " Gertak Arya.


Namun Rindu masih tidak ingin berbicara, ia masih bungkam. Arya sudah tak dapat menahan emosinya, sehingga ia hilang kendali, dan membanting tubuh Rindu ke lantai.


"Kau keterlaluan, Arya! " Pekik Rindu.


Namun Arya tak memberikan respon dengan ucapan Rindu.


"Kau laki-laki bodoh, Arya. Kau bodoh! " teriak Rindu.


Arya berbalik, kali ini amarahnya memuncak. Arya menghampiri Rindu. "Apa kau bilang? aku bodoh! ingat,. Rindu. yang bodoh itu dirimu. mengapa kau memberikan kesucian mu pada seorang pria yang belum tentu menjadi suamimu? Kau itu selain murahan juga menjijikan! " Hardik Arya.


Rindu melotot sempurna, ia tak percaya dengan ucapan yang di lontarkan oleh Arya. Arya sudah berani menghinanya dengan terang-terangan.


"Apa katamu? aku menjijikan? " Ulang Rindu.


Arya tersenyum miring. "Ya, kau menjijikan. bahkan sudah 2 tahun menikah pun kau tidak pernah memberikan hakku, bukan? lalu, kau ingin aku menyebut mu apa? katakan! " Tantang Arya.


Rindu tak mampu berkata-kata soal itu. Memang benar apa yang di katakan oleh Arya, bahwa selama menikah Rindu tidak pernah memberikan haknya pada Arya. Rindu memang egois, namun Rindu pun tak ingin memaksakan diri.

__ADS_1


Rindu hanya menunduk dalam, ia tahu salah. Tapi ia pun tak ingin melakukan hubungan tanpa Cinta.


"Kenapa kau diam? katakan siapa laki-laki itu? " Ucap Arya.


Arya akan terus mencecar Rindu dengan pertanyaan yang sama. Arya ingin tahu siapa Ayah dari Mario.


"Katakan, Rindu! " Bentak Arya seraya mengguncang bahu Rindu.


Bukannya menjawab, Rindu malah menangis sesegukan. Hal yang membuat Arya kian muak. Arya mengepalkan tangannya seraya berlalu pergi dari hadapan Rindu.


Arya pergi dari rumah, sebab berada di rumah pun percuma. Arya pergi dengan keadaan marah dan emosi yang memuncak.


"selalu saja begitu! " geram Arya seraya masuk ke dalam mobilnya.


sementara Rindu, kini dirinya bisa bernafas lega. Ia pun menghapus air matanya, kemudian tersenyum.


"Ternyata cara ini masih ampuh! " Gumam Rindu.


Ya, Rindu hanya berpura-pura. agar Arya tak lagi mencecarnya dengan pertanyaan yang sama. Rindu belum siap mengatakan yang sebenarnya. Ia masih butuh waktu untuk itu.


"Maaf, Arya. Untuk saat ini aku belum siap mengatakannya! " Ucap Rindu lirih.


Rindu akan mengatakan segalanya jika waktunya sudah tepat, sebab Rindu butuh tanggung jawab dan juga Mario butuh pengakuan dari Ayah kandungnya.


Rindu hanya menunggu saat yang tepat, semuanya akan terungkap jika sudah waktunya.


Rindu berjanji akan membongkar segalanya di hadapan semua orang. Sebenarnya Rindu pun lelah menutupi semua ini, namun ini adalah pilihannya. Ia tak ingin terlalu terburu-buru.


"Akan aku ceritakan segalanya suatu saat nanti! " Gumam Rindu.


Tujuan Rindu menutupi identitas Ayah Mario, semua itu hanya bersifat sementara. Jika saatnya tiba, Rindu akan menceritakan segalanya, ya. Segalanya.


"Tuhan, izinkan aku bertemu dengannya untuk sekali saja. Agar aku bisa menceritakan permasalahan ini. Aku lelah dengan kebohongan, dan kepura-puraan ini. Aku ingin dia datang, dan akan aku ceritakan padanya. " Pinta Rindu.


Rindu berharap bisa segera bertemu dengan orang yang selama ini Rindu cari, sebab dia harus tahu apa yang terjadi setelah ia pergi.


Rindu terpaksa menanggung beban ini sendiri, ia beruntung bisa mendapatkan Arya. Pria baik dan juga menerima dirinya, namun Rindu salah telah menyia-nyiakan Pria sebaik Arya.

__ADS_1


Rindu sadar hal itu, namun entah mengapa Rindu seakan menutup mata, dan juga telinganya.


walau 2 tahun berlalu, namun rasa cintanya untuk seseorang masih ada dalam hatinya. Hingga sulit untuk melupakannya. Rindu masih selalu berharap seseorang itu akan kembali padanya.


__ADS_2