
Clara dan juga rindu, mereka telah mendengar kabar tentang kondisi Arjun yang sedang tidak baik-baik saja.
banyak orang yang prihatin, ada pula yang mencemooh Arjun.
Clara dan Rindu berencana akan mengunjungi Arjun di rumah sakit. mereka begitu khawatir dengan kondisi Arjun.
"hallo semua, mohon perhatiannya, sebentar! hari ini dan entah berapa lama? pak Arjun cuti tidak masuk ke kantor. dikarenakan kondisi beliau yang sedang tidak baik. tapi kita masih bekerja seperti biasa! ". ucap manager di perusahaan.
"lalu, sekarang pak arjun dimana? ". ucap Clara, ia terlihat begitu cemas.
"iya pak, dimana pak Arjun? ". tiba-tiba rindu menimpali ucapan Clara. sontak saja clara melirik rindu dengan tatapan tak suka.
"cari muka! ". gumam Clara.
"pak Arjun berada di rumah sakit! kita bisa menjenguknya esok hari. " ucap sang manager.
rindu dan karyawan yang lain pun mengangguk dan kembali bekerja seperti biasa. berbeda dengan Clara, ia merasa tak tenang jika belum melihat keadaan Arjun.
untuk bekerja saja, Clara tidak fokus. ia terus saja teringat bayangan Arjun.
"apa aku temui saja Arjun, sekarang? ". gumam Clara dalam hatinya.
hingga akhirnya, Clara pun memutuskan untuk menemui Arjun setelah jam makan siang.
Clara kembali melanjutkan pekerjaannya, walau pun ia tak berkonsentrasi. ia berusaha propesional dalam menjalankan pekerjaannya.
"akhirnya, selesai juga! ". ucap Clara, sembari berdiri dan melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.
hingga jam makan siang pun tiba, Clara segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. ia bergegas pergi ke mobilnya untuk menemui Arjun di rumah sakit.
setibanya Clara di rumah sakit, ia melihat kondisi Arjun yang begitu memprihatinkan. Clara mendekati Arjun dan berusaha berinteraksi dengannya.
"pak Arjun? ". clara berkata dengan lembut, ia memegang bahu Arjun.
tatapan mata Arjun pun kosong, ia tak merespon ucapan Clara. ia hanya menoleh tanpa mau menjawabnya.
"pak Arjun? ". ucap clara kembali. namun masih dengan keadaan yang sama. Arjun masih diam dengan tatapan mata kosong.
Clara pun memutuskan untuk pergi keluar sebentar.
tiba-tiba Clara melihat Rindu tengah menuju ruangan Arjun. Clara pun hendak menghampiri Rindu, namun tangannya dicekal oleh dwi pangga.
"lepaskan tanganku! ". Clara berusaha melepaskan cekalan Dwi
__ADS_1
"tidak akan, kau sudah lihat bukan bagaimana keadaan Arjun? ". sontak saja Clara melirik ke arah Dwi. sorot matanya tajam seperti mengintimidasi.
"apa kau yang melakukan ini semua? ". Dwi hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Clara.
"Apa mau mu? mengapa kau melakukan ini pada Arjun? katakan! ". Clara memukul-mukul dada bidang Dwi.
"tenanglah! aku hanya ingin kau menikah dengan ku. itu saja, gampang bukan? ". Dwi pun berlalu dari hadapan Clara.
cklek..
pintu kamar Arjun pun terbuka, rindu melihat ke arah Arjun berada. Arjun masih berada dalam tekanan.
"mas Arjun! ". ucap rindu dengan lembut sembari menghampiri Arjun.
Arjun mengenali suara itu, ia pun melirik ke asal suara. ia pun sedikit tersenyum ke arah Rindu.
"Rindu! ". ucap Arjun pada rindu
"mas, kamu kenapa kayak gini? masalah apa yang kamu hadapi? ". rindu duduk di kursi yang berada disamping ranjang.
Arjun menggelengkan kepalanya. ia belum siap menceritakan hal yang sebenarnya.
"kamu tidak perlu tau rindu! ". ucap Arjun.
"jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja! ". Rindu pun menganggukan kepalanya setelah Arjun berkata seperti itu. ia tak bisa memaksa seseorang bercerita, jika orang tersebut belum siap bercerita.
"yaudah, mas Arjun makan ya! aku suapin. " rindu mulai menyuapi Arjun dengan penuh cinta.
Arjun yang merasa di perhatikan oleh Rindu pun tersenyum manis. diam-diam Arjun memperhatikan wajah Rindu.
"apakah Rindu adalah jodohku? ". Arjun bergumam dalam hatinya.
"tapi tidak mungkin! sebab kata ki gembor jodohku adalah pemilik tanda itu. " gumamnya kembali.
Arjun menepis pikiran yang melintas dalam otaknya. ia memang mencintai Rindu. namun ia pun tak ingin terus-menerus menjadi makhluk aneh ini lagi. ka ingin segera keluar dari lingkaran kelam ini.
setelah selesai menyuapi Arjun. Rindu pun melirik jam tangannya, ia pamit untuk segera pergi.
"yaudah mas, aku pamit ke kantor lagi ya! bentar lagi jam istirahat selesai. jaga kesehatan ya, semoga cepet pulih ".
Rindu pun pergi meninggalkan Arjun. Arjun kembali duduk sendirian.
tiba-tiba bu wina masuk, ia melihat keadaan Arjun sedikit membaik.
__ADS_1
"Arjun, bagaimana keadaan kamu sekarang? "
"baik, nek! oh ya, aku mau secepatnya keluar dari sini. aku sudah tidak sanggup lagi menghirup aroma obat-obatan. "
"tadi nenek sudah bicara sama dokter, katanya kamu boleh pulang beberapa hari lagi". tutur bu wina
Arjunpun mengangguk, dan kembali berbaring di ranjangnya. ia pun berusaha memejamkan matanya, ia ingin beristirahat sebentar.
ketika Arjun terlelap dalam tidurnya. tiba-tiba seseorang datang menghampiri tempat tidur Arjun. ia berusaha melenyapkan Arjun dengan cara membekap wajah Arjun dengan bantal.
"matilah kau Arjun! ". ucap seseorang tersebut.
beruntung Arjun segera sadar, dan menghentikan aksi orang tersebut. Arjun mencekal pergelangan tangannya.
"siapa kau? ". ucap Arjun dengan sorot mata tajam.
"tidak perlu tau siapa aku! "
"tentu saja aku harus tau! kau ingin membunuhku, bukan? " Arjun bangun dari posisi tidurnya, ia pun membuka paksa topi dan masker yang di kenakan orang tersebut.
Arjun mengerutkan keningnya, pasalnya ia tak mengenal pria tersebut. tapi mengapa ia ingin membunuh dirinya.
"apa tujuanmu? bahkan kita tak pernah saling mengenal! ". Arjun mengingat kembali siapa pria tersebut, namun sepertinya ia tak pernah jumpa.
"memang kita tak pernah saling mengenal. tapi kau telah merebut ke kasihku! ". ucap pria tersebut, sembari ia berlari keluar dari kamar Arjun.
"tunggu..! ". namun sayangnya pria tersebut sudah pergi dari ruangannya.
Arjun mencoba mencerna ucapan pria tersebut. pasalnya Arjun tak pernah terlibat hati dengan siapa pun. lalu, mengapa pria itu menuduhnya demikian.
"siapa wanita yang aku rebut? ". gumam Arjun.
Arjun terus mengingat siapa wanita yang tengah dekat dengannya. hanya Rindulah yang dekat dengan dirinya. tapi Rindu tidak memiliki kekasih.
Arjun tak bisa mengingat apa pun, karna ia tak merasa merebut wanita manapun. Arjun pun mengusap wajahnya. mengapa ancaman selalu datang padanya.
"ya tuhan, aku bisa gila dengan semua ini! mengapa masalah selalu datang bertubi-tubi. aku ingin merasakan hidup yang damai tanpa gangguan! ". gumam Arjun
jujur saja Arjun Rindu masa-masa dimana dirinya hidup damai bersama keluarganya dulu. namun kini semuanya berubah setelah ia menjadi siluman. satu persatu masalah mulai muncul.
"tuhan, mengapa harus aku yang kau hukum! sementara bukan aku yang telah menyekutukanmu! ". Ucap arjun kembali. kini disertai dengan lelehan bening.
andai waktu bisa ia putar kembali. maka ia akan memutarnya ke masa lampau. ia tak ingin berada di masa sekarang, yang penuh dengan luka dan air mata.
__ADS_1