BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
episode 31


__ADS_3

Arjun baru teringat bahwa ia belum mengecek CCTV yang berada dirumah sahabatnya, yang ditemukan tewas dibunuh.


"pasti disana ada petunjuk". Arjun bergumam dan melangkahkan menuju mobilnya untuk mendatangi kediaman sahabatnya. untuk mencari bukti, tentang siapa yang telah membunuhnya.


Arjun pun sudah sampai disana. ia pun berjalan mengendap-endap disana. kemudian, Arjun berhasil masuk kedalam rumah sahabatnya tersebut.


ia mulai mencari-cari rekaman CCTV yang berada dirumah itu. Arjun pun menemukan laptop sahabatnya, dan disana ada rekaman CCTV yang menunjukan sahabatnya ditembak oleh seseorang. Arjun penasaran dengan orang yang telah menembak sahabatnya tersebut. kemudian ia mempercepat rekaman tersebut. ia melihat wajah Arya disana.


"Arya. jadi kau dalang dibalik ini semua! apa jangan-jangan dia juga yang sudah membunuh ibuku?". gumam Arjun


"jika benar kau pelakunya. maka, kau harus mendapatkan hukuman yang setimpal". terlihat Arjun raut wajah Arjun begitu tak bersahabat.


Arjun pun pergi dari rumah itu, ia ingin menemui Arya untuk membuatnya jera. Arjun pun tak lupa membawa pistol miliknya. ia harus membalas Arya.


ia sudah sampai dikediaman Arya. kemudian Arjun turun dari mobilnya dan langsung masuk kedalam rumah Arya. namun, langkahnya terhenti, ketika mendengar suara seseorang yang tengah berteriak frustasi. yang Arjun yakini adalah Arya.


"akhhh.. aku tak ingin menjadi seperti ini. aku ingin menjadi manusia seutuhnya.."


mendengar ucapan Arya, arjunpun menajdi terhenyak dan bertanya-tanya apa arti dari ucapan Arya Tersebut.


"apa maksud ucapan Arya tadi. apa dia bukan manusia". Arjun bergumam dalam hatinya.


tak lama kemudian terdengar suara lengkingan yang begitu keras. hingga, arjupun cepat-cepat bersembunyi ditempat yang menurutnya aman. ia memperhatikan apa yang sedang terjadi dengan Arya didalam.


detik kemudian, Arjun dibuat kaget oleh sebuah sosok siluman yang sama seperti dirinya . sosok itu bertanduk, berbulu, dan juga menyeramkan.


"aakkhhh.. ". terdengar lengkingan keras, sedetik kemudian, aryapun berubah menjadi siluman berkepala kambing, bertubuh manusia.


"jadi, arya adalah siluman? ". Arjun tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. ia pun menepuk-nepuk pipinya.


"awww. sakit, jadi ini semua benar, Arya adalah siluman! ".

__ADS_1


kemudian arjun terlihat mengeluarkan senjata apinya dan mengarahkannya pada Arya. ketika Arjun siap menembak. tiba-tiba ia ditarik oleh seseorang, hingga jauh dari rumah Arya. orang tersebut adalah, pak Yogi. pak Yogi tak sengaja melihat Arjun tengah menuju ke rumah Arya. ia memutuskan mengikuti Arjun sampai disana.


ia terpaksa menghentikan aksi putranya untuk menembak Arya.


"lepaskan aku! mengapa papa menghalangi aku". ucap Arjun sedikit kesal.


"jangan bertindak bodoh Arjun. kau bisa masuk penjara karena tingkah konyol mu". ucap pak Yogi. Arjun selalu saja menggunakan ototnya, bukan otaknya. ia tak berpikir panjang sebelum melakukan apapun.


"lalu, bagaimana dengan Arya. ia bebas menghabisi siapapun. termasuk mama dan juga sahabatku, begitu! ". ucap Arjun dengan marah.


"papa tahu, ini berat bagimu. tapi, bukan begini caranya. cobalah berpikir dengan jernih. jangan gunakan amarah sebagai balas dendam mu. tapi cobalah kamu bermain cantik untuk membalasnya". ucap pak Yogi berusaha membuka pikiran Arjun.


"kamu pikir, kamu akan menang melawan arya, jika kamu menggunakan otot dan amarahmu. ingat Arjun, Arya bukan tandinganmu. itu sebabnya papa tak pernah memberitahumu soal Arya. sebab papa tau bagaimana sifatmu". pak Yogi mencoba menjelaskan pada Arjun.


tanpa menjawab ucapan papanya, Arjun berlalu pergi dari hadapan papanya. ia pergi meninggalkan papa mengendarai mobilnya. ia tak peduli dengan ucapan papanya. mungkin, menurut Arjun ucapan papanya adalah sebuah kasih sayang pada Arya.


"persetan dengan otak. aku muak dengan semua ini".


Arjun pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tak peduli dengan teriak-teriakan orang. ia hanya ingin menghilangkan amarahnya, dan mendinginkan kepalanya.


"kau bermain-main dengan Arjun! baiklah akan ku tunjukan siapa Arjun yang sebenarnya. kita lihat siapa yang akan menang! ". ucap Arjun disertai seringai.


"nyawa harus dibayar nyawa! kau telah membunuh ibuku. maka, ibumu pun harus mati ditangan ku."


sekarang Arjun berencana akan mengunjungi ki gembor dibawah bukit warna. ia ingin mencari dimana nyi Arum berada. setelah melewati beberapa jalannya yang terjal, dan juga semak belukar yang meninggi, akhirnya Arjun sampai ditempat tujuan. kemudian ia memanggil Ki gembor.


"Ki gembor, datanglah aku memanggilmu". teriak Arjun.


setelah beberapa saat menunggu, akhirnya muncul kabut asap dan Ki gembor pun hadir diantara kabut asap tersebut.


"ada apa kau memanggilku". ucap Ki gembor

__ADS_1


"aku butuh bantuanmu. tunjukan padaku dimana nyi Arum? ". tanya Arjun.


"untuk apa kau ingin tau tentang ratu siluman yang kejam itu". Ki gembor merasa heran dengan ucapan Arjun. ia tak suka jika menyebut nama nyi Arum. sebab nyi Arum ratu yang begitu kejam.


"aku ingin membunuhnya! ". ucap Arjun. terlihat kemarahan Arjun begitu menggebu.


namun, Ki gembor malah tertawa mendengar jawaban dari Arjun. walau tak ada yang lucu.


"hahaha.. kau ingin membunuh ratu kejam itu, dengan cara apa kau bisa membunuhnya? ". ucap Ki gembor yang masih tertawa. sedetik kemudian Ki gembor menghentikan tawanya, dan melanjutkan ucapannya.


"ingat Arjun, setiap siluman memiliki kelemahannya masing-masing begitupun dengan nyi Arum. maka, dari itu kau harus mencari kelemahan mereka, agar bisa mengalahkannya."


Ki gembor dibuat melongo oleh Arjun. Arjun merubah wujudnya menjadi siluman. Ki gembor merasakan aura yang luar biasa dari wujud Arjun ini. kemudian ia memejamkan matanya, dan mulai mencari tau tentang Arjun. betapa terkejutnya, Ki gembor mendapati fakta, bahwa Arjun merupakan pengeran siluman.


lantas ki gemborpun mendekati arjun, dan bersujud dikaki Arjun.


"aku tak tau jika kau adalah seorang pangeran siluman".


Arjun pun merubah wujud silumannya, menjadi manusia kembali. lantas ia membangunkan Ki gembor untuk berdiri.


"berdirilah! dan katakan maksud dari ucapamu, tadi? ".


"kau adalah salah satu dari ribuan siluman yang terpilih menjadi seorang pangeran. bahkan jika kau mampu, kau akan menjadi raja para siluman". ucap Ki gembor menatap wajah arjun begitu lekat.


"apa? tidak mungkin! aku tidak ingin menjadi bagian dari siluman. aku ingin sembuh, aku ingin normal kembali! ". ucap Arjun pada Ki gembor.


"aku mengerti. namun, inilah takdir yang harus kau jalani Arjun. kau tak bisa menentang kuasa alam. nikmati saja. seiring berjalannya waktu kau akan terbiasa dengan semuanya." ucap Ki gembor menepuk bahu Arjun.


"bagaimana aku bisa menikmatinya, sementara kehidupanku di alam nyata. bukan di alam siluman."


"suka atau tidak itulah takdirmu, arjun. kau sudah terikat dengan bangsa siluman."

__ADS_1


"tidakk.. aku tidak mau.. " Arjun pun berteriak dan meninggalkan bukit warna dengan keadaan yang begitu kacau. ia tak menerima kenyataan bahwa dirinya adalah pangeran siluman. lalu, bagaimana dengan cintanya. apa ia tidak akan bisa memiliki rindu.


__ADS_2