BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 58


__ADS_3

sementara Siluman suruhan Nyi Arum. mereka tengah mengamati Rindu dan juga Arjun.


mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengelabui kedua manusia tersebut.


mereka tak mengetahui bahwa Arjun adalah siluman.


mereka mencoba menyerang Arjun. namun kekuatan mereka kalah kuat dengan Arjun.


"siapa kalian? ". ucap Arjun. ia begitu terkejut ketika melihat siluman tersebut di hadapannya.


"kami adalah kematianmu! ". ucap para siluman.


"kalian yakin! ". Arjun hanya tersenyum, ia tak takut sedikitpun. justru Arjun malah menantang mereka.


mereka saling pandang dan mulai menyerang Arjun.


"manusia Sombong! ". ucap salah seorang Siluman tersebut.


serangan demi serangan Siluman berikan pada Arjuna. mereka menggempur Arjun. Sehingga Arjun mulai kewalahan meladeni kekuatan mereka.


"kau tak bisa menandingi kami semua, hey manusia? hahaha.. ". ucap salah seorang diantara mereka sembari tertawa lepas. ketika melihat Arjun jatuh karena serangan yang mereka berikan.


Arjun hanya diam tanpa menjawab dan tersenyum ke arah mereka.


"kau menertawakan kami, hah? dasar manusia laknat! ". teriak salah satu dari mereka.


"jika iya, kalian mau apa? ". ucap Arjun. ia terus menampilkan senyumnya.


"dasar kau! manusia terkutuk. " ucap Para siluman dengan nada marah.


"kalian belum tahu siapa aku? aku bisa saja menghabisi kalian semua! ". Arjun mengancam para siluman. tatapan matanya begitu tajam, bak elang.


"persetan dengan ucapanmu, Manusia! " teriaknya.


para siluman hendak menyerbu Arjun. namun langkah mereka terhenti, ketika tubuh Arjun memancarkan cahaya putih yang menyilaukan.


sontak saja mereka menutup mata mereka masing-masing.


"ada apa ini, mengapa begitu silau? ". ucap mereka bertanya-tanya.


Arjun memejamkan matanya. tak lama kemudian, tumbuh bulu-bulu halus dari tubuh Arjun. gigi runcing, tanduk dikepalanya dan matanya menjadi merah menyela.


"aaaaakhhhh". Arjun mengeram dengan sangat kencangnya.


para siluman pun begitu kaget dengan perubahan Arjun. mereka tak menyangka ternyata lawannya bukan sembarangan.


"majulah kalian semua, akan ku habisi kalian satu persatu! ". teriak Arjun.


mereka begitu ketakutan, namun mereka pun tak bisa mundur.


"aahhhh! "

__ADS_1


para siluman pun maju dan mulai menyerang Arjun kembali.


dengan satu hentakan saja, para siluman tersungkur dan jatuh. mereka meringis kesakitan.


"ternyata dia lebih kuat dari yang kita kira! ". ucap siluman pada kawannya.


"iya benar, jika kita terus melawannya. maka kita bisa mati sia-sia di tangan manusia itu! ".


"ayo kita pergi dari sini! ". ucap siluman.


blussshh...


para siluman memejamkan matanya dan pergi dari kediaman Arjun.


Arjun pun kembali ke wujud manusianya.


"itulah kalian, hanya memandang manusia yang lemah! ". ucap Arjun.


para siluman pun kembali ke ruangan Nyi Arum. mereka pun menceritakan segalanya pada Nyi Arum.


"ampun Nyai, kami tidak sanggup melawan manusia bernama Arjun Tersebut. "


"bodoh kalian semua, bodoh! " teriak Nyi Arum marah.


"ampun Nyai, Ampun! ". para siluman hanya bisa menunduk takut.


Nyi Arum terlihat begitu murka pada Para siluman tersebut.


"baik Nyai. kali ini kami akan berhasil menjalankan perintah Nyai! ". ucap salah seorang Siluman.


mereka pun pergi dari hadapan Nyi Arum.


"ahhh, apa harus aku sendiri yang turun tangan untuk menghabisi Arjun? ". ucap Nyi Arum.


Nyi Arum akan menangani Arjun sendirian, sebab tak ada yang mampu menandingi kekuatan Arjun.


"sepertinya harus aku sendiri yang menghadapi anak itu". gumamnya.


Nyi Arum akan berusaha membuat Arjun terganggu. ia tak senang jika Arjun bahagia di atas penderitaan dirinya.


walau pun kini pak yogi telah tiada. namun hal tersebut tak membuat Nyi Arum merasa puas. ia ingin menumpas habis keluarga Yogi.


"kau harus menerima kesalahan atas apa yang ayahmu lakukan, Arjun. kau harus membayarnya! ". Ucap Nyi Arum.


dulu pun ia sengaja memberi kutukan pada Arjun dan membujuk Yogi agar mau menyekutukan tuhan.


"haha, aku telah berhasil menyesatkan dirimu, Yogi! ". ujarnya.


namun, kutukan itu bisa hilang. jika Arjun bersatu bersama wanita pemilik tanda itu. tapi itu tak berlangsung lama, Nyi Arum memberikan batas waktu sampai bulan purnama kedua.


Ia akan berusaha menghalangi Arjun untuk menemukan gadis itu. meski dirinya belum mengetahui siapa gadis pemilik tanda tersebut.

__ADS_1


"mengapa sulit sekali menemukan gadis itu? ". ucapnya.


ia takut jika Arjun bisa menemukannya terlebih dahulu. maka kutukan itu akan lenyap, dan Arjun bisa menjadi Raja para siluman.


"tidak akan pernah aku biarkan kutukan itu lenyap. kau tak boleh menemukan wanita itu, Arjun. "


Nyi Arum akan berusaha menggagalkan rencana Arjun. ia tak senang melihat Arjun tenang.


"Arya harus segera mendapatkan pedang itu, sebelum Arjun menemukannya. aku tak sudi jika Arjun mendapatkan itu semua! ".


pedang itu adalah pusaka para siluman. siapa saja yang bisa mendapatkan pedang tersebut akan menjadi Raja ataupun Ratu para siluman.


Sama halnya dengan Nyi Arum. ia terobsesi mendapatkan pedang tersebut agar bisa menjadi Ratu para siluman.


"aku harus mendapatkan pedang itu, bagaimana pun caranya! ". ujarnya.


Nyi Arum sendiri sebenarnya sudah berumur ratusan tahun. namun untuk sebuah pernikahan, ia hanya pernah menikah satu kali. itu pun bersama Pak Yogi.


Nyi Arum masih terlihat muda. itu semua karna dirinya sering menghisap energi dari manusia. walaupun umurnya menginjakan ratusan tahun, namun dirinya masih terlihat berumur 30 tahunan.


jadi wajar saja, jika dulu Pak Yogi begitu terpesona oleh kecantikan Nyi Arum. karna memang Nyi Arum masih terlihat amat muda.


"aku harus segera mencari energi baru, agar tubuhku selalu terlihat segar dan bugar. "


Kini Nyi Arum tengah mencari target untuk dihisap energinya dan memindahkan energi orang tersebut ke dalam tubuhnya. agar ia berumur panjang dan tetap awet muda.


"hallo, delivery order! bisa saya pesan satu paket nasi dan juga ayamnya. anter ke rumah, ya! ". Nyi Arum menelpon sebuah resto siap saji.


Nyi Arum bukan butuh makanannya, namun dirinya butuh orang yang mengantarkannya. ia akan menyerap energi orang tersebut.


ting.. tong.. ting.. tong!


Nyi Arum bergegas membuka pintu dan yang di tunggu pun tiba.


"maaf bu, atas nama Bu Arumi? ". ucap sang Kurir.


"benar".


"saya mengantarkan pesanan ibu! totalnya 100 rb ya, Bu. " ucap sang kurir.


"tunggu sebentar ya, mas! saya ambil uangnya dulu. mas bisa tunggu di dalam. " ucap Nyi Arum.


ia sengaja menyuruh sang kurir menunggunya di dalam. agar ia bisa dengan bebas menyerap energi manusia tersebut.


setibanya di dalam, sang kurir duduk di kursi ruang tamu. sementara Nyi Arum berpura-pura mengambil uang.


"sebentar ya, Mas! saya ambil dulu uangnya. " ujarnya.


ketika sang kurir tengah lengah, di situlah Nyi Arum datang. ia menghipnotis sang kurir dengan tatapan matanya.


mata Nyi Arum berubah menjadi merah menyala. ia menatap mata sang kurir dan kurir tersebut kembali menatap bola mata Nyi Arum.

__ADS_1


makin lama tubuh sang kurir mulai melemah dan semakin lemah. hingga akhirnya, ia jatuh kelantai dan jasadnya menjadi abu.


__ADS_2