BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
SEBUAH BERITA HOAX


__ADS_3

Kini, berita tentang kematian Wira semakin gencar di perbincangkan oleh khalayak ramai. Saat ini kasus ini tengah mendapatkan sorotan dari publik. Hingga membuat polisi lebih gencar mencari siapa pelaku yang ada dibalik ini semua? Namun sayang, polisi tidak bisa menemukan 1 petunjuk pun, bahkan rekaman CCTV yang berada di sana pun telah sengaja di matikan.


"Bagaimana ini? Rekaman CCTV di ruangan itu sepertinya sudah dimatikan oleh seseorang, hingga kita kehilangan jejak? " Ucap polisi yang mendalami kasus Wira.


Walaupun begitu para polisi tetap mencari bukti dan petunjuk yang bisa membawa mereka pada titik permasalahan ini.


Seorang reporter tengah mengabarkan situasi di tempat terkini, ia pun sedikit bertanya-tanya pada polisi yang tengah bertuga. " Bagaimana tanggapan Anda terkait kasus ini? " Tanyanya.


Seorang Polisi terlihat menghela nafasnya sejenak. " Sebenernya kasus ini sangat rumit. Kita menduga keras ini semua bukan perbuatan manusia! Kenapa kami berkata demikian? Sebab kami menemukan sebuah cakaran dan gigitan di leher korban. " Tutur polisi.


Reporter pun menghentikan wawancaranya bersama polisi tersebut. Polisi akan tetap berusaha mencari informasi terkait kematian Wira.


Arya melihat berita yang tengah ramai dibicarakan di stasiun televisi, tiba-tiba sebuah ide gila melintas di otak jahatnya.


"Ide bagus! " Gumamnya di sertai seringai licik.


Sepertinya Arya tengah merencanakan sesuatu jahat, namun entah apa yang akan ia lakukan?


Arya terlihat menekan nomor seseorang. " Hallo! Aku ingin kau merekayasa rekaman ini! " Perintahnya pada seseorang.


"Tapi, aku bisa di pidana atas pemalsuan dokumen! " Tolaknya.


"Tenang! Kau akan aman dan bebas dari jerat hukum! " Sahut Arya meyakinkan.


Terdengar helaan nafas dari sebrang sana. "Baik. Akan saya laksanakan! " Sahut seseorang di seberang sana.


Arya pun mengirimkan sebuah rekaman video pada seseorang tersebut untuk selanjutnya di rekayasa.


Arya tersenyum senang, kala rekaman itu sudah berhasil di manipulasi. "Bagus! " Ucapnya.


"Kita lihat bagaimana kau bisa keluar dari tipu daya ini! " Gumamnya.


Saat ini Arya telah mengantongi sebuah rekaman yang akan menghancurkan reputasi seseorang dan merugikannya.


Selanjutnya Arya membuat akun fake untuk menyebar luaskan rekaman tersebut. Setelah selesai menyebarkannya, Arya terlihat duduk santai seraya tertawa bahagia.


"Tawatlah riwayatmu! " Ucapnya di sertai tawa.


Informasi yang di bagikan oleh Arya sangat cepat tersebar luas ke berbagai media, dan televisi. Banyak komentar miring dan nyinyiran tentang pelaku kejahatan yang mereka kira, namun semua itu hanyalah tipu muslihat Arya semata.


"Gila nih orang, anak kecil aja dibunuh dengan sadis! " Tulis netizen.

__ADS_1


Masih banyak komentar-komentar nyinyiran lainnya yang di tujukan oleh seseorang yang berada dalam rekaman tersebut.


Hingga akhirnya rekaman itu sampai ke tangan kepolisian setempat.


Banyak pemburu berita dari dalam maupun luar daerah yang mendatangi rumah pelaku tersebut.


Ya, mereka sudah berada di rumah milik Yogi dan Novi. Mereka datang dengan berbondong-bondong hanya untuk sebuah berita yang sedang viral.


Kebetulan saat itu Yogi dan keluarga sedang berada di dalam rumah, terkecuali Arjun. Ia saat ini sedang berada di kantornya.


Seorang ART di rumah Yogi datang tergopoh-gopoh menghampiri majikannya. " Maaf, Pak, Bu. Di luar banyak wartawan! " Ucapnya ngos-ngosan.


Yogi dan Novi saling tatap. " Apa, Wartawan? Mau apa mereka kesini? " Tanyanya heran.


ART tersebut hanya menggeleng tidak tahu, lantas Yogi pergi ke depan untuk melihat situasi. Yogi mengintip dari celah jendela. " Mau apa mereka? " Gumamnya.


Yogi begitu heran, mengapa di depan rumahnya begitu banyak Wartawan?


Mau tak mau akhirnya Yogi keluar untuk mengusir mereka semua.


"Bagaimana tanggapan Anda tentang berita yang sangat Viral di perbincangkan saat ini? " Ucap salah seorang wartawan, sesaat Yogi keluar dari rumah.


Yogi dibrondong banyak pertanyaan terkait berita yang sedang heboh saat ini.


Ya, memang saat ini Yogi tidak tahu berita apa yang saat ini sedang viral, sebab Yogi jarang sekali menonton televisi.


Para Wartawan saling pandang satu sama lainnya. Kemudian memandang Yogi kembali. " Apa benar Arjun Pratama terlibat dalam pembunuhan Wira? Apakah saat itu Arjun sedang berada di tempat kejadian? Lalu, bagaimana tanggapan Anda soal rekaman itu? " Cecar seorang Wartawan.


Yogi menggeleng. " Tuduhan kalian tidaklah benar! Putraku tidak melakukan hal itu, bahkan tidak akan pernah. Camkan itu! " Bantahnya.


Suasana menjadi Riuh, saat Wartawan itu mencecar Yogi dengan berbagai macam pertanyaan tentang kematian dan rekaman yang tersebar luas.


Sungguh, kepala Yogi sangat pusing dibuatnya. Hampir saja kepalanya mau meledak memikirkan ini semua.


Suasana menjadi tidak terkendali, hingga akhirnya Yogi terpaksa menyuruh Satpam untuk mengusir kerumunan Wartawan ini.


Tak berapa lama kemudian, seorang Satpam datang membubarkan kerumunan yang terjadi, hingga akhirnya para pencari berita pun membubarkan dirinya masing-masing.


Yogi bisa bernafas dengan lega, akhirnya wartawan tersebut sudah pergi dari rumahnya. "Syukurlah mereka sudah pergi! " Ucapnya lega..


Tanpa Yogi sadari bahwa para tetangganya tengah mengamati keramaian yang terjadi. Hingga mereka sedikit berbisik dan bergosip ria tentang keluarga Yogi.

__ADS_1


"Ko bisa, ya. Mas Arjun bunuh orang! " Celetuk Bu Risma.


"Iya, ya. Kenapa harus bunuh orang? Apalagi yang dibunuh Anak kecil! " Timpal Bu Asih.


Mereka sibuk menggosipkan Arjun tanpa tahu fakta yang sebenarnya terjadi? Tanpa mereka sadari bahwa Arjun adalah korban dan di jadikan kambing hitam oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab!


Yogi masuk ke dalam rumahnya, ia menjatuhkan dirinya di atas kursi. Yogi terlihat sedang tidak baik-baik saja. Lantas Novi mendekati Suaminya dan bertanya. " Ada apa, Pa? Ko rame banget diluar? " Cecar Novi.


Yogi menghela nafasnya sejenak. Kemudian meraih ponselnya dan memperlihatkan video yang saat ini tengah viral tentang Arjuna.


Novi membulatnya matanya sempurna, lantas menutup mulutnya sendiri. " Ya tuhan, apa yang terjadi dengan Arjun, Pa? " Tanya Novi, sesaat melihat rekaman itu.


Yogi menggeleng. " Papa tidak tahu, Ma! " Sahutnya.


Yogi menelpon Arjun yang kebetulan tengah sibuk bekerja di kantor.


"Hallo, Pa! Ada apa? " Tanyanya di sebrang telepon.


"Arjun. Apa kau sudah mendengar berita yang sedang viral itu? " Tanya Yogi.


"Tidak. Memangnya berita apa? " Tanya Arjun.


"Tentang kau! Lihatlah di televisi dan juga media sosial! " Titah Yogi.


Lantas Arjun segera menyalakan televisi, dan betapa terkejutnya Arjun kala melihat pemberitaan. " Astaga! Apa-apaan ini? Kenapa ada pemberitaan seperti itu? " Ucap Arjun tak percaya.


"Maka dari itu, Papa ingin menanyakan satu hal padamu. Apakah kau otak di balik ini semua? " Tanya Yogi.


"Apa? Jadi Papa juga menuduh ku? " Sahut Arjun.


"Bukan, bukan begitu Arjun. Papa hanya ingin tahu saja! Ya sudah, Papa tutup teleponnya! " Ucap Yogi mengakhiri panggilan.


Arjun duduk bersandar di kursi kerjanya, pantas saja sejak tadi Arjun mendengar bisik-bisik dari para karyawannya, ternyata hal ini yang tengah mereka bicarakan.


"Mereka percaya pada omongan murahan seperti ini, ya tuhan! " Ucap Arjun tak habis fikir.


Arjun harus mencari bukti bahwa ia tidak bersalah dan tidak tahu apapun soal ini. Ia harus mencari bukti untuk membersihkan nama baiknya.


"Siapa yang telah menyebarkan berita murahan seperti ini? " Gumamnya.


Sebuah pertanyaan besar dalam fikiran Arjun, siapa yang telah menyebarkan berita hoax seperti ini. Berita yang sama sekali tidak benar. Apa tujuan orang itu melakukan ini padanya?

__ADS_1


Arjun harus segera menemukan pelakunya, ia harus tahu apa motif dari orang itu menyebarkan ini semua?


__ADS_2