
kebencian Clara pada rindu belum usai. ia masih menyimpan dendam pada rindu. akhirnya, clara merencanakan sesuatu untuk membunuh rindu, agar tak ada yang merebut Arjun darinya.
malam harinya, Clara pun mulai menjalankan aksinya. ia pergi kerumah rindu. setelah sampai, ia pun merubah wujudnya menjadi siluman ular yang besar, dan juga menakutkan. ia merayap ke atas plafon rumah rindu, kemudian mulai turun, dan mendekati tempat tidur rindu. rindu yang mendengar sebuah suara, seperti desisan ularpun langsung terbangun, dan berteriak sembari berlari keluar.
"aaaakhhhh... toloong.. ada ular". rindu terus berteriak sembari berlari dari kamarnya. namun, pintu rumahnya tak bisa terbuka.
"tolong.. tolong..". rindu berteriak, berharap ada seseorang yang menolongnya. rindu berteriak sembari menangis, ia begitu takut.
beruntung, ada seseorang yang mendengar teriakan rindu. ia bergegas menuju rumah rindu. namun, pintunya dikunci dari dalam. ia pun tak habis akal, kemudian ia masuk kedalam rumah rindu dari jendela. dan berhasil masuk.
sebelum ular itu mematuk rindu, pria itu sudah lebih dulu mencekik ular tersebut, dan membawanya keluar dari rumah menuju halaman belakang. dan orang tersebut melemparkan ular tersebut dihadapannya. clara pun terlihat begitu lemas, lehernya pun begitu sakit, akibat dari cekikan pria tersebut . Clarapu kembali ke wujud manusianya.
"sudah ku katakan! jangan pernah kau sakiti rindu. kau berani menentangku? baiklah, mungkin lebih baik kau mati! ". ucap pria tersebut, yang tak lain adalah Arya. aryapun mulai mendekati clara yang masih begitu lemas tak berdaya. ia hendak mencekik Clara kembali. namun, aksinya terhenti karna clara memohon ampun, dan memberikan penawaran kerja sama.
"ampun, tolong jangan bunuh aku! lebih baik jika kita bekerjasama. kau akan dapatkan rindu, sementara aku akan mendapatkan Arjun". ucap Clara yang terlihat masih memegang lehernya.
Arya terlihat berpikir sejenak, kemudian ia tersenyum dan menerima penawaran dari Clara.
"ide yang bagus, tapi aku tidak ingin sampai kau menyakiti rindu! ". ucap Arya
"aku tidak akan menyakiti rindu, asalkan kau bisa menjauhkan rindu dari Arjun. bagaimana, kau setuju". ucap Clara sembari menyodorkan tangannya pada Arya. kemudian aryapun menjabat tangan Clara, kini merekapun telah sepakat untuk bekerjasama.
terdengar suara derap langkah dari belakang Arya dan juga Clara. mungkin itu rindu. clara pun bergegas untuk bersembunyi ditempat yang aman.
"cepat kau sembunyi, sepertinya rindu datang". ucap arya, dan Clara pun berjalan menuju pohon yang ada dihalaman belakang rumah rindu.
__ADS_1
dan benar saja. rindupun datang menghampiri Arya, dan bertanya dimna ular itu.
"dimana ular itu". ucap rindu sembari clingukan mencari keberadaan ular tersebut. namun, ia tak menemukannya di manapun.
"ularnya sudah aku buang jauh. kamu tak usah khawatir". Arya berbicara sembari memegang jemari rindu.
"lebih baik sekarang kamu masuk dan pergi tidur". ucap Arya, dan rindupun berjalan masuk kedalam rumahnya.
jujur saja rindu masih takut, bagaimana jika ular itu datang kembali Dan berusaha mencekalainya lagi. hal itupun disadari oleh Arya. karna terlihat dari raut wajah rindu, menandakan ketakutan yang besar.
"jangan takut! aku akan menemanimu disini". ucap Arya sembari berjalan mengikuti rindu keruang tamu. Arya pun duduk dan melepas jasnya.
sebenarnya rindu begitu keberatan dengan adanya Arya dirumahnya. namun, ia tak bisa mengusir Arya. sebab ia begitu takut jika ada hal yang terjadi lagi padanya. ia pun pergi kedalam kamar, dan meninggalkan Arya diruang tamu.
aryapun melepas sepatu dan mulai merebahkan dirinya di atas kursi yang ada diruang tamu tersebut, ia pun mulai terlelap. namun, berbeda dengan rindu. ia tak bisa memejamkan matanya. ia masih takut, jika hal buruk akan menimpanya kembali.
"sepertinya ia kedinginan ". namun, ketika rindu hendak pergi, tangannya dicekal oleh Arya. Arya terbangun dan menyadari apa yang dilakukan oleh rindu. aryapun Tersenyum, dan mengucapkan terimakasih.
"terimakasih". ucap arya, dan diangguki oleh rindu. rindupun berjalan pergi meninggalkan Arya, dan bergegas masuk ke kamarnya. ia mencoba memejamkan matanya. hingga akhirnya ia bisa tertidur dengan lelap. begitupun dengan Arya. ia tertidur kembali setelah kepergian rindu.
pagi pun tiba, rindu bergegas bangun dan masuk kedalam kamar mandi. setelah mandi, ia mulai menggunakan pakaiannya dan bergegas turun kebawah. ia melewati ruang tamu dan pergi ke dapur. rindu berisiatif membuat sarapan dan juga secangkir kopi untuk Arya. setelah semuanya selesai ia pun menuju ruang tamu, dan membangunkan Arya. untuk sarapan. aryapun terbangun dan menggeliat. kemudian mengucek matanya. khas orang yang baru bangun tidur.
"maaf ya aku kesiangan". ucap Arya
"gpp ko. ayo kita sarapan dulu". ajak rindu. ia pun meletakan secangkir kopi dihadapan arya.
__ADS_1
"maaf aku gak bisa! aku harus pergi sekarang." ucap Arya sembari melirik jam tangan ditangannya. ini sudah jam 07:30.
"yaudah, minum dulu kopinya ". ucap rindu menyodorkan cangkir kopi kehadapan Arya. aryapun meminumnya, dan terburu-buru pulang. ia masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumah rindu.
ketika rindu berbalik ke ruang tamu, ia melihat jas Arya. Arya lupa meninggalkan jasnya, karna ia terlalu terburu-buru.
"bukankah ini jas Arya. mungkin dia lupa! biar nanti aku kembalikan saja". ucap rindu dan menyimpan jas Arya ke tempat cucian untuk mencucinya nanti sehabis pulang kerja.
rindupun, pergi dari rumahnya. ia akan. berangkat ke kantor dan mencoba mencari angkutan umum. namun, sepertinya tidak ada angkutan yang lewat dihadapan rindu. jika pun ada, pasti sudah penuh. rindupun menghela nafas dan terus melirik jam tangannya. waktu telah menunjukkan jam 7 lebih.
"aduuh .. pada kemana sih nih kendaraan. aku pasti telah masuk kantor". ucap rindu dengan gelisah. ketika rindu sedang gelisah. ia mendengar klakson, dan melihat sebuah mobil yang berjalan menuju ke arahnya. dan mobil tersebut berhenti dihadapan rindu. kaca mobil pun terbuka dan seseorang didalam mobil tersenyum manis ke arah rindu.
"pak Arjun". ucap rindu, ketika melihat siapa yang berhenti dihadapannya.
"ayo naik! ". ucap Arjun pada rindu.
"gak usah pak! nanti saja nunggu taksi aja". rindu berusaha menolak tawaran Arjun.
"ini udah hampir telat, lho. mau gaji kamu saya potong! ". ucap Arjun dengan nada ancaman.
sontak saja ucapan Arjun sukses membuat rindu melotot tajam ke arah Arjun. hingga rindupun masuk kedalam mobil Arjun.
setelah rindu masuk, Arjun terlihat terkekeh geli oleh tingkah rindu. pasalnya rindu terlihat begitu cantik ketika sedang cemberut.
"kamu cantik, kalo lagi marah". Arjun terkekeh sembari melirik ke arah rindu.
__ADS_1
rindupun melirik ke arah Arjun dan memukul bahu arjun, dan sukses membuat Arjun merintih kesakitan.
"awwww, sakit tau". ucap Arjun. kemudian ia fokus menyetir kembali. sementara rindu tak peduli dengan rintihan Arjun.