
beberapa hari kemudian, Rindu merasakan kontraksi. sepertinya Rindu akan segera melahirkan.
"aww! " Rindu merintih.
sontak saja Arya menghampiri Rindu, terlihat ketuban Rindu sudah pecah, dan sedikit mengeluarkan darah.
"kau mau melahirkan? " Tanya Arya.
Rindu mengangguk sembari merintih dan memegang perutnya yang kontraksi.
kontraksi mulai kian terasa, Arya pun kian khawatir. ia segera membawa Rindu ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit Rindu di larikan ke ruang UGD untuk melakukan persalinan secara normal.
Arya menunggui Rindu di dalam Ruangan. Arya bisa melihat bahwa bagaimana perjuangan Rindu untuk bisa melahirkan. Arya mulai kian cemas dan berharap Rindu baik-baik saja.
"okey, take a deep breath and take it out slowly. came on!! " ucap Dokter yang menangani Rindu.
Rindu melakukan apa yang di suruh oleh dokter, kemudian Rindu mengejan sekuat tenaga.
"bertahanlah. kau pasti bisa!!" bisik Arya di telinga Rindu seraya memegang erat tangan Rindu.
"Came on!! " ucap dokter.
Rindu berusaha sekuat tenaga mengeluarkan jabang bayi, hingga akhirnya Rindu berhasil. terdengar tangisan seorang bayi begitu menggema di ruang persalinan. nampak binar kebahagian dari wajah Arya dan juga Rindu.
Arya nampak terharu dengan pengorbanan Rindu melahirkan seorang anak, mata Arya pun begitu berkaca-kaca. Suster memberikan bayi tersebut pada Rindu. setelah membersihkannya terlebih dahulu.
Arya mencium kening Rindu. "kau hebat, Rindu! " puji Arya.
Rindu hanya tersenyum, ia begitu bahagia dengan kehadiran anaknya. namun di sisi lain hatinya begitu miris!
"lihatlah, anakmu sudah lahir. tapi kau tidak ada di sini! " gumam Rindu dalam hatinya.
Rindu meneteskan air matanya, ia amat bahagia. namun kesedihan juga dirasakan olehnya. namun Rindu beruntung, sebab memiliki Arya yang selalu ada di sampingnya!
"akan kau beri nama siapa dia, Rindu? " tanya Arya.
Rindu nampak berfikir. " bagaimana jika namanya Mario? "
__ADS_1
Arya nampak berfikir. " Mario? nama yang bagus! boleh aku usul? " ucap Arya.
Rindu memandang Arya. " apa? "
"bagaimana jika Mario Aditya Pratama! " ucap Arya.
Rindu mengangguk dan tersenyum ke arah Arya. ia setuju dengan usul Arya.
Arya dan Rindu telah sepakat memberi nama Mario Aditya Pratama.
🌹🌹🌹🌹
2 tahun berlalu sejak Arya dan Rindu pergi meninggalkan kota dan juga Negara ini. mereka sudah tak pernah lagi menginjakan kakinya di tanah air.
kehidupan mereka sudah sangat maju dan terlihat nampak bahagia. apalagi dengan kehadiran putra mereka.
kedekatan antara Arya dan Mario sangat hangat bagaikan seorang Ayah dan Anak kandung. Arya menganggap dan menyayangi Mario layaknya Putra kandung sendiri.
Mario tidak tahu bahwa Arya bukan Ayah biologisnya.
hingga kini Arya tak tahu siapa Ayah biologis dari Mario, sebab Rindu masih bungkam tentang itu semua. Rindu enggan memberitahu fakta yang sebenarnya.
"sudah 2 tahun berlalu, Rindu. apa kau akan tetap bungkam soal siapa Ayah Mario? " ucap Arya.
Rindu diam dan tak bergeming. Rindu nampak menghela nafasnya. " sudah aku bilang berapa kali, Arya. aku tidak tahu siapa Ayah dari Mario! " sahut Rindu.
namun Arya tidak percaya dengan ucapan Rindu, Arya tahu saat ini Rindu tengah berbohong.
"Apa Ayah Mario adalah Arjuna? " ucap Arya.
ucapan yang ingin ia tanyakan sejak 2 tahun lalu, akhirnya lolos juga dari mulut Arya. ya, Arya yakin bahwa Ayah biologis Mario adalah Arjun. sebab hanya Arjun yang dekat dengan Rindu.
Rindu membulatkan matanya, ia pun menggeleng.
"katakan! atau aku harus mencarinya sendiri? " ucap Arya.
Arya muak dengan tingkah Rindu yang selalu menutup-nutupi siapa Ayah Mario. sepertinya Arya harus mencari tahu siapa Ayah Mario.
__ADS_1
Rindu menggeleng. " jangan, Arya. jangan! aku mohon! " ucap Rindu memohon.
Arya membuang mukanya. "sudahlah, sudah saatnya. aku akan mencari kebenarannya sendiri! " sahut Arya.
jika menunggu Rindu berbicara, mungkin sampai kapanpun Arya tidak akan mendapatkan jawabannya. ini adalah akhir dari segalanya. Arya harus siap menerima resiko yang akan terjadi.
Arya pergi keluar dari rumahnya, namun langkahnya di halangi oleh Rindu.
"jangan halangi aku! " ucap Arya.
"aku tidak akan menghalangi langkahmu, jika kau tidak mencari tahu siapa Ayah Mario! " ucap Rindu.
Arya tersenyum miring. "kau takut, jika aku bisa menemukannya? tenanglah ini juga demi kebaikanmu! " ucap Arya seraya melangkah melewati Rindu.
"Arya!! " teriak Rindu.
Arya membalikan badannya. "kau berani berteriak padaku? " ucap Arya.
Rindu maju menghadap Arya, ia pun seolah-olah menantang Arya. "ya, aku berani. ingat Arya, aku menikah denganmu bukan karna cinta. aku menikahi mu karna aku sedang hamil, dan kau tidak perlu mencari tahu soal siapa Ayah dari Mario! " ucap Rindu.
Arya terlihat marah, dadanya naik turun kala mendengar ucapan Rindu. "o ya, baiklah. bahkan aku tidak tahu, kenapa aku begitu bodoh menikahi wanita murahan seperti mu? kau tidak jauh dari seorang pelacur di sebrang jalan sana. ingat, Rindu. aku yang selalu ada untukmu! aku yang selalu pasang badan untukmu, kala semua orang bahkan dunia menolakmu! kau lupa itu, atau kau pura-pura hilang ingatan? " ucap Arya sedikit emosi.
Rindu seolah-olah merendahkan harga diri Arya. Arya akui, dialah yang mencintai Rindu. namun tak seharusnya Rindu berkata demikian, seolah-olah Arya yang memaksa agar Rindu menikah dengannya.
Rindu membulatkan matanya, ia tak percaya dengan ucapan Arya. begitu mudahnya Arya menyamakan dirinya dengan pelacur di luaran sana. Rindu menangis menutupi mulutnya, seraya berlalu pergi dari hadapan Arya.
Arya tak ingin mengejar Rindu. biarlah Rindu sendiri dan menyadari kesalahannya, sebab tidak semua laki-laki itu harus selalu mengalah. sudah cukup bagi Arya selama ini selalu mengalah untuk Rindu. saatnya Arya bersikap tegas menghadapi sikap Rindu yang keras kepala.
Arya pergi dari rumahnya dan meninggalkan Rindu. ia akan mencari tahu siapa Ayah dari Mario dengan bantuan seseorang.
Arya telah membawa sample Mario dan Arjuna. sebab Arya curiga bahwa Mario dan Arjun memiliki hubungan darah.
"tunggu hasilnya beberapa hari ke depan! " ucap Rekan Arya.
"baiklah. aku percayakan semuanya padamu! " sahut Arya!
Arya tak sabar menunggu hasil dari Tes DNA itu, apakah benar firasatnya selama ini bahwa Mario adalah putra kandung Arjun?
jika benar, maka Rindu sudah benar-benar keterlaluan membohonginya, dan Rindu sudah menjadikannya sebagai tameng untuk menutupi kesalahan Arjuna.
__ADS_1
"tunggu saja, setelah hasilnya keluar. aku akan membuat perhitungan denganmu, Rindu! " gumam Arya.
Arya tak bisa berfikir jernih, ia hanya ingin segera mendapatkan hasil Tersebut. Arya sudah tak sabar menunggu saat hasil itu keluar dan mengetahui fakta yang sebenar-benarnya.