BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 112 #SIAPAKAH THANIA?


__ADS_3

Selama ini Ki Gembor terus memperhatikan Arjun hingga detik ini, ia berdoa semoga Arjun mendapatkan sebuah kebahagian setelah melewati masa-masa terburuk dalam hidupnya.


Ki Gembor pun tahu Rindu telah kembali, ia telah terlahir kembali menjadi seorang gadis yang sekarang dekat dengan Arjun, namun Arjun tak menyadari hal itu.


Bahkan gadis itu pun masih mencari jati dirinya yang sebenarnya, ya, dia adalah Thania. Thania adalah wujud baru dari Rindu, namun memori tentang kehidupannya dahulu masih samar, dan kerap kali Thania merasa ada sesuatu dalam dirinya kala menatap bola mata Arjun.


Ki Gembor pun tahu bahwa Thania adalah wujud dari Rindu yang baru, namun ia tak memberi tahu ini semua pada Arjun maupun Thania. Biarlah ini semua menjadi rahasia alam yang akan mempertemukan kedua insan yang sempat terpisah oleh sebuah kematian.


"Tuhan telah mendengar segala doa-doa mu, Arjun. " Ucapnya.


Ki Gembor sempat menemui Thania dalam wujud manusia agar Thania tidak ketakutan.


"Permisi, Nona, boleh saya meminta minum sedikit? " Ujarnya.


Thania mengangguk, dan tersenyum. " Boleh. Tunggu sebentar, saya ambilkan. " Sahutnya.


Kemudiam Thania pun pergi ke dalam rumahnya untuk mengambil segelas air dan beberapa camilan.


Tak lama berselang Thania pun kembali dengan membawa nampan. " Silakan di minum, Kek! " Tawarnya.


Ki Gembor pun mengangguk dan mulai meriah gelas berisi air tersebut, dan meneguknya. "Terimakasih, Nak. " Ujarnya.


Ki Gembor memperhatikan Thani, ia memang sama persis dengan Rindu pantas saja Arjun begitu mencintainya, namun dalam hidup yang baru ini Arjun tidak menyadari keberadaan Rindu dalam wujud yang baru ini.


"Ada apa, Kek? " Tanyanya heran kala melihat tatapan Ki Gembor.


Ki Gembor menggeleng. " Tidak, Nak. Yakinlah, kau akan menemukan sesuatu yang hilang dari mu! " Ujarnya.


Thania mengernyitkan keningnya heran. " Sesuatu yang hilang? Apa maksudmu, Kek? " Tanyanya penuh tanda tanya.


Ki Gembor hanya tersenyum. " Bersabarlah sampai tuhan sendiri yang menemukanmu dengannya. " Sahutnya.


Lama Thania berfikir, dan saat ia memandang Ki Gembor tiba-tiba orang yang di cari sudah taka ada di hadapannya.


"Kek! Kek! " Panggilnya.


Namun Ki Gembor telah lenyap dari tatapan matanya, Thania menggaruk tengkuknya yang tak gatal. " Masa iya di siang bolong seperti ini ada setan? " Gumamnya.


Kemudian Thani menghela nafasnya, dan kembali ke dalam rumahnya.


"Heh, Thania! Apa kau tidak melihat lantai yang kotor ini? " Tiba-tiba seorang wanita berteriak dengan suara yang menggelegar.

__ADS_1


Thania tersentak kaget. " Iya, Bi, biar aku yang pel dan membersihkan rumah! " Sahutnya.


Ya, wanita itu adalah Bibinya yang bernama Amitha, ia merupakan Adik dari Ayahnya, namun sayang Amitha tidak memperlakukan Thania dengan layak, ia selalu menjadikan Thania sebagai pembantu gratis dalam rumahnya.


Sebenarnya, Thania sendiri di tinggal oleh kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan yang menewaskan kedunya, hingga akhirnya keluarga Amitha dengan sangat terpaksa harus mengurus Thania.


Selain terpaksa, Thania juga mewarisi harta kekayaan dari orang tuanya namun hingga kini Thania tidak mengetahui soal warisan tersebut, sebab Amitha menyembunyikannya dari Thania.


"Cepat! Thania. " Teriaknya.


Thania menghela nafasnya sejenak. " Iya, Bi. " Ujarnya.


Thania segera melakukan pekerjaannya sebelum Amitha bertambah marah, sebab jika sudah marah maka singa pun akan kalah garangnya.


Amitha sendiri memiliki 2 orang Anak, yang satu perempuan dan yang satu laki-laki, namun Amitha tak pernah menyuruh Putrinya untuk melakukan pekerjaan rumah berbeda jika dengan Thania.


Bahkan Putranya tak pernah bekerja hingga usianya sekarang sudah menginjak 25 tahun, mereka semua mengandalkan gaji Thania dan juga Ayah mereka.


Semua Anaknya menjadi seorang yang sangat malas bekerja, di tambah lagi mereka selalu bagun siang dan hanya menghabiskan uang saja.


"Heh, Thania, kamar ku kotor, kamu bersihkan sampai bersih! " Titah Rumi, yang merupakan Putri Amitha.


Thania menatapnya. " Kenapa harus aku? Bukankah kau punya tangan, lakukan sendiri! " Ujarnya.


Tentu saja Thania tidak suka dengannya, sebab ini bukan hal pertama yang selalu di lakukan oleh Rumi. Sudah Ribuan kali Rumi menyuruh Thania ini dan itu.


"Kerjakan sendiri! " Ujar Thania.


"Ibu!! " Teriak Rumi.


Ya, saat Thania menentang keinginannya maka Rumi akan memanggil Ibunya agar Thania takut dan menuruti keinginannya.


"Lagi-lagi. " Gumamnya.


Tak lama kemudian Amitha datang. " Ada apa, sayang? Kenapa kau berteriak? Ingat, ini rumah bukan hutan! " Ujarnya.


Rumi pun menunjuk Thania, dan memasang wajah sedih. " Lihatlah, Thania, Ibu. Dia tidak mau membersihkan kamarku! " Ucapnya mengadu.


Seketika itu pula Amitha menatap tajam ke arah Thania. " Apa benar begitu, Thania? " Tanyanya.


Thania hanya menunduk dalam, jika ia berkata pun percuma saja.

__ADS_1


"Thania!! " Teriaknya.


Thani pun tersentak kaget, dan langsung menatap Bibinya.


"Sejak kapan kau berani pada kami? Kau harusnya membayar hutang budi pada kami, sebab kami telah merawatmu sejak kecil. Jika tidak ada kami maka kau tidak akan pernah hidup! " Ujarnya.


Selalu begitu yang Amitha ucapkan kala Thania menentang atau pun memberontak. Amitha selalu mengungkit budi yang dia lakukan pada Thania, padahal Thania telah memberikan seluruh gajinya pada Amitha dan segala apa yang di inginkannya selalu Thania turuti. Itu semua sudah lebih dari cukup untuk membalas hutang budi.


"Tapi.... "


"Tapi, tapi, tapi apa? Kau ingin menentangku? " Potongnya.


Thania menghela nafasnya, kemudian mulai mengambil sapu untuk membersihkan kamar Rumi.


"Bagus, Thani! " Ujar Amitha seraya berlalu pergi.


Sementara Rumi, ia hanya bisa tersenyum mengejek ke arah Thania. " Itulah, makannya jangan berani-berani menentang! " Celetuknya.


Thania tak menggubris ucapan Rumi, ia pun membersihkan kamar Rumi yang terlihat begitu kotor, wajar saja sebab Rumi memang wanita yang sangat jorok.


"Apa ini? " Gumamnya sembari mengangkat benda yang dia temukan.


Saat di lihat-lihat ternyata itu adalah sebuah pembalut bekas yang sudah berjamur.


"Iiih, jorok sekali! " Ucapnya.


Kemudian Thania melempar pembalut tersebut ke tempat sampah, dan kembali membersihkannya.


Butuh waktu sekitar 1 jam untuk membersihkan kamar Rumi yang begitu kotor dan jorok, hingga akhirnya Thania telah selesai dengan pekerjaannya.


"Ah, lelah sekali! " Gumamnya.


Thania, segera pergi ke dapur untuk membuat kue pesanan dari orang-orang.


Selain bekerja di kantor, Thania juga membuat kue sebagai sampingannya dan hasilnya ia berikan pada Amitha.


Selesai membuat kue, Thania segera mengantarkannya pada pemesan kue tersebut dengan menggunakan motornya.


"Bi, aku pergi dulu! " Pamitnya.


Namun Amitha sama sekali tak peduli, ia hanya butuh uang Thania saja bukan butuh orangnya.

__ADS_1


Thania segera melajukan motornya menuju rumah yang memesan kue-kue nya, ia harus cepat sampai di sana tepat waktu sebab Kue tersebut akan di gunakan sebagai acara tertentu.


__ADS_2