
Alvin tampak berfikir keras, bahkan kehadiran Elang sama sekali tidak menyadarkannya.
" Kenapa lu" tanya Elang membuat Alvin terkejut.
" Lang.. dari kapan" tanya Alvin.
" Dari tadi.. emang Napa" tanya Elang kembali membuat Alvin terdiam.
" Gua tadi mimpi" ucap Alvin membuat Elang mengerutkan keningnya.
" Apa" tanya Elang.
" Aneh" ucap Alvin singkat.
" Ya apa" kesal Elang.
" Aneh banget, masa gua mimpiin cewe" jelas Alvin tak langsung pada intinya.
" Masa depan lu kali" ucap Elang enteng membuat Alvin kesal.
" Gua serius Lang" kesal Alvin.
" Gua juga.. siapa tau itu pertanda pertemuan kalian" jawab Elang enteng membuat Alvin malas menanggapi.
" Au Ah..." kesalnya membaringkan tubuhnya, namun belum juga berapa menit dirinya kembali bangun.
" Kepikiran lagi kan" ledek Elang.
__ADS_1
" Apaan sih, so' tau lu" elaknya kembali membaringkan tubuhnya.
" Dih..." Elang hanya geleng kepala melihat tingkah Alvin.
***
" Arrggh..." teriak Alvin dengan mata terpejam, membuat Elang terbangun dari tidurnya.
" Al.. Alvin..." pekik Elang cemas. Dia kemudian teringat dengan perkataan Kavindar tadi.
" Ada apa Elang" Kavindar datang dengan tergesa-gesa, karena teriakan Alvin terdengar sampai keluar.
" Alvin Oppa" ucap Elang.
" Tahan semua serangannya, jangan biarkan dia memberontak" ucap Kavindar membuat Elang menahan badan Alvin yang kini terasa panas. Bahkan Elang terlihat nampak begitu kesulitan menahan tubuh Alvin yang terus memberontak.
Satu jam berlalu, tubuh Alvin sedikit demi sedikit melemah diikuti redupnya cahaya tersebut, membuat Kavindar dan Elang bernafas lega.
" Apa Alvin akan seperti ini lagi Oppa" tanya Elang mendudukkan dirinya.
" Tidak.. karena dia baru saja berevolusi, ini hanya efek awal dari yang akan didapatkan Alvin" ucap Kavindar memejamkan matanya sebentar sebelum membukanya perlahan.
" Oppa..." Panggil Dion muncul tiba tiba.
" Ada apa Di" tanya Kavindar.
" Bisa ikut aku sebentar Oppa" Kavindar mengangguk membuat Dion segera berbalik pergi.
__ADS_1
" Elang jaga Alvin" ucap Kavindar sebelum akhirnya meninggalkan Elang dan Alvin.
Ruangan Sandi
" Dari yang terpantau, ternyata terdeteksi tiga pesawat tempur mereka mengikuti kita Pa, tapi baru satu jam tadi mereka bertambah menjadi lima pesawat tempur" jelas Sandi kepada Kavindar yang saat ini sudah berada diruangan itu.
" Ternyata mereka benar-benar sangat waspada" gumam Kavindar.
" Kerahkan lima pesawat tempur untuk mengalihkan perhatian mereka" titah Kavindar membuat Sandi segera menelepon anak buahnya.
Beberapa saat kemudian, terlihat Sandi bernafas lega sambil menatap layar monitornya.
" Syukurlah.. mereka sekarang tidak terdeteksi lagi" ucap Sandi membuat Kavindar mengangguk.
" Berapa jam lagi penerbangan ini berlangsung" tanya Kavindar duduk disebuah kursi.
" Sekitar sepuluh jam lagi pa.." jawab Sandi.
" Baiklah, tugaskan mereka untuk memantau perkembangan dan pergerakan musuh" titah Kavindar segera di laksanakan Sandi, dengan menghubungi pemimpin tim yang ada di pesawat satunya.
" Perketat keamanan, jangan sampai ada celah untuk mereka menyerang" titah Kavindar yang kini terhubung dengan parah anak buahnya.
Kavindar menginstruksikan kepada mereka yang kini duduk di atas pesawat satunya, dengan siaga mereka menempatkan empat pesawat tempur untuk menjaga pesawat Kavindar.
" Beristirahatlah Sandi, Dion..." ucap Kavindar membuat Sandi dan Dion meninggalkan ruangan.
Tak terasa waktu terus berjalan dengan cepat, tanpa kendala besar mengganggu mereka. Pesawat turun dengan selamat, sementara pesawat tempur yang tadinya menjaga, kini berputar arah kembali.
__ADS_1
TBC.......