
" Mau lu..." ucap pria itu tersenyum misterius.
" Lepasin dia..." pekik Alvin muncul tiba tiba dan langsung menendang perut pria itu.
" Shitt... siapa sih lu" geramnya menatap nyalang Alvin.
" Gak penting siap gua" Alvin pun kembali melayangkan tendangan kearah pria itu, namun dengan cepat ditangkisnya hendak menjatuhkan Alvin, namun sayang gerakannya kalah cepat dengan Alvin yang kini memutar tubuhnya seratus delapan puluh derajat, hingga berbalik menendang leher pria itu.
" Arrrgghh..." pekik Pria itu terjatuh sambil mengerang kesakitan.
Perkelahian itu pun kembali terjadi saat pria itu bangun dan membalas Alvin, pertarungan yang amat menegangkan ketika keduanya sama sama imbang, hingga ketika tendangan terakhir dilayangkan Alvin membuat pria itu roboh dan terjatuh.
" Huh..." dengan membuang nafasnya, Alvin berlari menuju gadis itu dan membukakan ikatan pada kaki dan tangannya.
" Awass..." teriak gadis itu saat sebuah balok dilayangkan kearah Alvin dari belakang.
" Hah... hah... hah..." Alvin terbangun dari tidurnya sambil terengah-engah, dilihatnya kesekitar ternyata masih dikamar mandi.
" Cuman mimpi" gumam Alvin membuang nafasnya. " Cewe itu lagi, sebenarnya siapa dia dan siapa pria tadi" Alvin mengusap wajahnya frustasi.
Alvin kini melanjutkan mandinya, pikiran yang terus saja dihantui dengan berbagai pertanyaan. Selesai mandi, Alvin bergegas keluar mengistirahatkan tubuhnya.
Pagi harinya, Alvin turun menuju dapur untuk mengisi perutnya yang keroncongan, kemarin di pesawat dia hanya makan sedikit, membuat perutnya pagi ini terus meronta ingin diisi.
" Morning Oppa, semuanya" sapa Alvin saat mendapati semua orang di atas meja.
" Kok gua gk di bangunin sih" gerutu Alvin duduk disamping Elang, sambil menyambar roti yang ada di hadapannya.
" Enak aja, kita udah bangunin lu kali lu nya aja yang gak bangun bangun" timpal Dion.
" Au ah" jawab Alvin cuek sambil memakan sarapannya.
" Ntar sore joging yuk" ajak Alvin membuat Elang mendongak namun bukannya menatap Alvin, dia malah mengalihkan pandangannya kepada Kavindar.
Seakan tau apa yang ingin diucapkan Elang, Kavindar pun menganggukan kepalanya memberi isyarat.
" Oke" jawab Elang.
" Gua diajak gk nih" kode Dion.
__ADS_1
" Terserah lu aja" jawab Alvin.
Selesai sarapan, Alvin berjalan menuju lapangan basket diikuti Elang dan Dion di sampingnya.
" Kenapa lu" tanya Dion melihat wajah Alvin tidak seperti biasanya.
" Emang gua kenapa" tanya Alvin balik, membuat Dion dongkol.
" Gaje" kesal Dion berjalan lebih dulu meninggalkan Alvin dan Elang.
***
" Dimana Alvin, Elang sama Dion mana" tanya Kavindar.
" Mereka di lapangan Basket paa" jawab Sandi.
" Yasudah, tetap awasi mereka papa mau pergi dulu ke perusahaan" ucap Kavindar hendak pamit.
" Jangan lupa untuk memantau perkembangan Altar, bantu Galih sebisa mungkin" lanjut Kavindar sebelum meninggalkan Sandi dan Galih.
" Bagaimana perkembangan berita Mas Wisnu, apakah belum juga diketahui" tanya Sandi membuat Galih terdiam.
" Untuk sekarang masih belum ada San, tapi saya akan terus berusaha" ucap Galih menepuk pundak Sandi yang kini termenung.
***
" Tumben lu kalah Mulu" tanya Elang saat mereka beristirahat.
" Iya nih, gak kayak biasanya" Dion pun duduk disamping Alvin sambil meminum airnya.
" Gapapa kali, yok main lagi" elak Alvin lalu berdiri sambil berjalan mendribble bola.
Mereka pun kembali melanjutkan permainannya. Sama seperti sebelumnya, Alvin kembali tidak konsen dengan permainannya, hingga permainan usai tidak ada satu pun skor yang dicetak Alvin.
" Ah payah.. kenapa sih Al" gerutu Dion menyudahi permainan.
" Aneh.." batin Elang menatap Alvin.
" Kenapa sih Al" pekik Dion.
__ADS_1
" Al.. Alvin" pekik Dion
" Eh.. kenapa" tanya Alvin terkejut.
" Lu Napa sih" kesal Dion.
" Gapapa" jawab Alvin berjalan menuju tempat istirahatnya, sementara Elang hanya mengikuti Alvin dari belakang.
" Ah kenapa gua gk konsen sih" batin Alvin. " Kenapa malah mikirin tuh cewe sih" sambungnya kembali membatin.
" Mikirin cewe itu lagi yaa" cetuk Elang.
Info : Elang itu punya kelebihan mendengar batin seseorang yaa.
" Huuk.. huuk... huuk...." Alvin yang sedang minum, tiba-tiba saja tersedak mendengar Elang yang menebaknya secara terang terangan.
" Apa-apaan sih, ngaco lu.." elak Alvin. " Gua masuk luan yaa" pamit Alvin buru buru masuk.
" Emang kenapa dia" tanya Dion mendekati Elang.
" Mikirin cewe " jawab Elang mengemasi barang-barangnya.
" Huuk.. huuk... huuk...." Dion pun sama terkejutnya.
" Cewe.. masa sih, gk percaya gua" ucap Dion menetralkan keterkejutannya.
" Dih serah lu lah, mau percaya apa kagak" Elang pun pergi meninggalkan Dion.
" Eh mau kemana lu" pekik Dion.
" Masuk lah, panas nih ntar gua gosong lagi" Balas Elang.
" Tungguin gua Napa" Dion pun mengejar Elang yang sudah memasuki Mansion.
Back to Alvin.
" Ah sial.. kenapa jadi mikirin tuh orang sih" gumamnya sambil mengambil Air di kulkas, bahkan pikirannya kembali membayangi gadis itu.
" Arrrgghh... Shitt" umpatnya. " Bisa gila gua lama lama" kesalnya menutup kasar pintu kulkas.
__ADS_1
" Gila aja Sono"
TBC.......