
Clara akan pergi ke rumah Arjun. ia ingin mengunjungi calon suaminya.
"Kapan kita akan melakukan lamaran yang resmi, Arjun? ". ucap Clara, ketika mereka tengah duduk di ruang tamu.
"terserah dirimu! ". Arjun berkata dengan nada malas. dalam hatinya, ia tak ingin menikahi Clara jika bukan tanpa alasan.
"gimana kalo minggu depan! ". ucap Clara. ia mengusulkan agar acaranya di adakan minggu depan.
"baiklah, aku ikut saja. " ucap Arjun dengan malas.
"yaudah, aku pamit dulu ya! aku mau mempersiapkan segalanya. bye! ". Clara pamit dari rumah Arjun. ia pun terlihat mencium pipi Arjun sekilas.
Arjun tak beraksi sama sekali. mungkin jika Rindu yang menciumnya, Arjun akan merasa bahagia.
Clara pergi dari Arjun, ia akan mengiapkan segalanya.
ditengah jalan, ia di hadang oleh siluman ular. yang Clara yakini adalah Dwi.
"untuk apa kau menghalangi jalanku, Dwi? ". ucap Clara, ketika dirinya turun dari mobil.
Siluman ular itu pun merubah wujudnya menjadi manusia, dan benar saja ternyata siluman itu adalah Dwi.
"aku mohon, hentikan pernikahan mu dengan Arjuna! ". ucap Dwi mengiba.
"tidak bisa dan tidak akan pernah mungkin! aku mencintai dirinya. " ucap Clara tegas.
"ayolah, Clara. menikah dengan ku, kita pergi ke negeri kita dan kita tinggalkan dunia manusia ini. " ucap Dwi. ia terlihat begitu serius dengan ucapannya.
"tidak, aku tidak mau ikut bersamamu. jika pun aku harus pergi ke negeri siluman, maka aku akan memilih pergi bersama Arjun bukan kau! ". ucap Clara.
ucapan Clara membuat darah Dwi kian mendidih. berulang kali Clara menolak cintanya, hanya karna Arjun.
"kau selalu saja menolak ajakan ku, Clara. " ucap Dwi marah. ia terlihat mengepalkan kedua tangannya.
Clara pun segera mengeluarkan kekuatannya untuk melumpuhkan Dwi sementara.
buusssshh...
kekuatan Clara pas mengenai tubuh Dwi. sehingga tubuh Dwi tak bisa bergerak sama sekali. Dwi seperti mati rasa dibuatnya.
"bye, Dwi. aku pergi dulu, ya! ". ucap Clara, ia pun tersenyum dan menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan Dwi.
sementara tubuh Dwi masih terasa kaku. ia tak bisa berkutik sama sekali.
"tunggu, Clara. lepaskan ilmu ini dari tubuhku! ". teriak Dwi tanpa bisa bergerak sama sekali.
Efek dari kekuatan tersebut hanya bersifat sementara. hingga beberapa menit kemudian ilmu itu mulai menghilang dan Dwi dapat menggerakan tubuhnya kembali.
"akkkhh, awas kau Clara! ". ucap Dwi, tubuhnya begitu pegal karna dari tadi ia hanya bisa berdiri tanpa bisa menggerakan tubuhnya.
blusss....
__ADS_1
Dwi pun menghilang dari tempat tersebut. ia akan mencari tahu segalanya tentang Arjun.
"bukankah itu Arjun? ". ucap Dwi ketika tak sengaja melihat Arjun.
Dwi melihat Arjun. namun aneh nya Arjun terlihat tak bersemangat. bukankah sebentar lagi dia akan menikah.
"mengapa dia terlihat begitu murung? ". gumam Dwi.
tak berapa lama kemudian Dwi mendengar Arjun menyebut nama Rindu.
"Rindu, aku mencintaimu! aku tak bisa hidup tanpa mu. " teriak Arjun.
Dwi mengerutkan keningnya heran. ia bertanya-tanya mengapa Rindu yang dia sebut bukan Clara.
"siapa Rindu? ". banyak tanya dalam hati Dwi mengenai nama Rindu.
"apa Rindu adalah wanita yang di cintai oleh Arjun? lalu, mengapa ia ingin menikahi Clara? aku yakin, ada yang tidak beres disini! aku harus mencari tahu. " ucap Dwi, ia pun pergi sebelum Arjun melihat dirinya.
Dwi begitu penasaran dengan nama Rindu. siapakah Rindu dan bagaimana rupa dari Rindu.
"siapa dia? ". gumam Dwi.
namun dibalik itu, ada secercah harapan dalam hati Dwi. bahwa Arjun tak mencintai Clara.
"tapi ini malah lebih bagus bagi ku. aku punya kesempatan untuk mendapatkan Clara kembali! " ucap Dwi.
namun tetap saja, Dwi akan mencari tahu tentang Rindu. siapa tahu Rindu bisa menjadi senjata bagi dirinya.
"Rindu, Rindu. siapa kau sebenarnya? ". gumamnya.
"ya, Clara. dia pasti tahu siapa Rindu! ".
tak berapa lama kemudian, Dwi telah sampai di kamar Clara.
"mau apa lagi kau menemui ku, Dwi! tadi kau sudah menghalangi jalanku, sekarang kau masuk ke kamar ku tanpa izin. sebenarnya apa yang kau inginkan? ". gerutu Clara, ia begitu kesal dengan kelakuan Dwi hari ini.
ia begitu menyebalkan.
"Rindu, kau pasti tahu sesuatu tentang nama itu, bukan? ". ucap Dwi to the points.
"Rindu siapa? ". ucap Clara, ia berpura-pura tak mengetahui.
"wanita yang di cintai oleh Arjun! kau pasti tahu. " Dwi berkata sembari tersenyum miring ke arah Clara.
"aku tidak tahu! ". ucap Clara dengan gugupnya. ia pun membuang wajahnya ke sembarang arah.
"tidak mungkin, kau tidak tahu! cepat katakan atau akan ku buat kau kehilangan kehormatan mu hari ini juga! " Dwi berkata dengan nada tegas dan penuh ancaman.
Clara pun melotot sempurna mendengar ucapan Dwi. namun Dwi tak bereaksi dengan tatapan tajam Clara.
"Rindu adalah karyawan Arjun! ". ucap Clara
__ADS_1
"pantas saja! ". gumam Dwi pelan.
Dwi pun melirik ke arah Clara. ia pun tersenyum menyeringai ke arah Clara. Dwi pun mulai melangkah mendekati Clara.
"apa yang kau lakukan, jangan pernah coba-coba! ". teriak Clara. ia berangsur-angsur mundur, begitupun dengan Dwi. ia semakin terus mendekat.
"aka. lebih baik jika kau kehilangan kehormatan mu, Clara. agar aku bisa memiliki dirimu! ". ucap Dwi.
Clara pun jatuh di atas ranjang. Dwi pun membuka paksa pakaian yang di kenakan oleh Clara.
hiks.. hikss..
Clara menangis sesegukan. membuat Dwi mengurungkan niatnya. ia tak ingin merubah gadis mana pun, apa lagi Clara. wanita yang amat ia cintai.
"hapus air matamu dan kenakan pakaianmu kembali. aku minta maaf! ". ucap Dwi. ia memalingkan wajah nya dari tubuh Clara.
Dwi pun pergi dari hadapan Clara. ia tak ingin terlalu jauh lagi.
"ahhh, aku begitu bodoh! bisa-bisanya aku berfikiran seperti itu. " ucap Dwi.
ia telah berhasil mendapatkan informasi tentang Rindu. ia akan menjalankan rencananya, ia akan memulainya dari Rindu.
"baiklah, akan ku mulai dari mu Rindu. " ucap Dwi.
keesokan paginya, Dwi berencana akan melamar pekerjaan di kantor milik Arjun. tentunya dengan identitas baru. tak ada satu orangpun yang tahu.
"baiklah, mari kita mulai! ". ucap Dwi, ia pun masuk ke dalam kantor Arjun.
kebetulan perusahaan Pratama grup sedang membutuhkan karyawan baru.
"kesempatan emas! ". Gumam Dwi.
Dwi langsung saja masuk ke dalam ruang HRD dan ia berhasil di terima di perusahaan tersebut.
"selamat, anda saya terima di Perusahaan ini. semoga anda betah bekerja disini! ". ucap sang HRD.
Dwi keluar dari ruang HRD dan ia mulai bekerja di kantor milik Arjun.
kebetulan Dwi satu ruangan bersama Rindu.
"perkenalkan semuanya, ini candra. dia akan bekerja disini dan akan menjadi partner kalian disini. "
para karyawan pun menjabat tangan Dwi. mereka memberi semangat dan juga berkenalan.
"perkenalkan candra, dia adalah Rindu. ia karyawan disini juga. kalian akan menjadi partner".
"rindu " ucap Rindu sembari mengulurkan tangannya.
"oh iya, saya Candra! ". ucap Dwi, ia menyambut uluran tangan Rindu.
Dwi memperhatikan Wajah Rindu. pantas saja Arjun begitu mencintai Rindu. sebab Rindu adalah wanita cantik dan sepertinya baik.
__ADS_1
"jadi dia Rindu. "
Dwi pun duduk bersebelahan dengan Rindu. entah mengapa ada debaran aneh dalam hati Dwi.