BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
Episode 48


__ADS_3

sebelumnya Arjun bertemu dengan Ki Gombor. Ki Gembor menyuruh Arjun untuk segera mencari wanita pemilik tanda tersebut.


"segeralah cari wanita dengan tanda yang pernah aku katakan padamu, tempo lalu! ". ucap Ki Gembor dengan nada serius.


"Aku sudah menemukannya Ki. " ucap Arjun


"nikahi dia segera mungkin, waktu mu tidak banyak! hanya sampai bulan purnama selanjutnya! ". ucap Ki gembor


"tapi Ki, aku tidak mencintainya. aku mencintai wanita lain! " ucap Arjun berbalik membelakangi Ki Gembor.


"jangan fikirkan soal cinta, Arjun! waktu mu tidak banyak! kau harus menikahi wanita itu. kalau tidak! " Ki Gembor menggantung ucapannya.


"kalau tidak apa? apa yang akan terjadi? ". ucap Arjun dengan penuh tanya.


"kalau tidak! maka kau tidak akan menjadi manusia kembali. selamanya kau akan menjadi siluman! ". sontak saja hal tersebut membuat Arjun menelan salivanya dengan susah payah.


Arjun pun nampak berfikir sejenak, sebelum ia memberikan jawabannya. Arjun begitu resah. di sisi lain, ia mencintai Rindu! tapi di sisi lain, ia pun tak ingin menjadi siluman seutuhnya.


Arjun menghela nafas berat dan mengeluarkannya asal.


"baiklah, aku akan menikahi nya segera mungkin! ". ucap Arjun dengan nada yang lesu.


Arjun terpaksa mengambil tindakan ini. ia tak ingin hidup dalam lingkarar Siluman. ia terpaksa mengorbankan Cintanya untuk Rindu.


"bawa bunga ini, jika orang yang memiliki tanda itu menyentuhnya. maka bunga itu akan dapat mekar dengan sangat sempurna dan bunga itu bisa menjadi obat sekaligus menentu!


inagt! lakukan semuanya dengan baik! aku pergi. " Ki Gembor pun pergi beserta kabut asal yang menyelimuti tempat tersebut.


Arjun menerima bunga tersenyum dan membolak-balikkan bunga tersebut.


"apa iya bunga ini bisa mekar hanya dengan sentuhan? ". ucap Arjun sedikit tak percaya.


Arjun menyimpan bunga tersebut di dalam laci lemari. Arjun pun duduk disebuah kursi.


"ini semua di luar kekuasaanku, aku mencintai Rindu! tapi, semesta tak merestui. " Arjun bergumam dalam hatinya.


kini Arjun memikirkan sebuah cara untuk menikahi Clara. karna hanya dia yang memiliki tanda itu.

__ADS_1


Nn


"Clara, tapi bagaimana jika dia sudah memiliki kekasih? tapi, selama ini aku belum pernah melihat dia bersama pria lain! ". gumam Arjun.


Arjun tak peduli jika Clara sudah memiliki kekasih atau pun belum. ia hanya ingin menyelesaikan misinya saja. tujuannya hanya satu. yaitu, ingin segera keluar dari segala kutukan ini.


"bagaimana, jika Rindu tau? seperti apa reaksinya nanti? apa dia akan meninggalkan ku? ". banyak pertanyaan dalam hati Arjun. Arjun belum siap kehilangan Rindu, namun dirinyalah yang membuat Rindu harus memilih pergi.


"lagi dan lagi, aku di permainkan oleh sebuah takdir! ". ucap Arjun sembari menghela nafas berar.


Arjun pun meraih bingkai foto, disana terdapat foto keluarganya. keluarga yang amat bahagia, namun retak dari dalam.


"mah, pa! aku rindu kalian! " . tak terasa lelehan bening mengalir dari dua sudut mata Arjun.


kerinduannya terhadap kedua orang tuanya amat dalam. Arjun menyalahkan dirinya dan juga takdir. ia pun merutuki kebodohannya.


Arjun menghapus air matanya, ia pun bangun dari posisi duduknya. dan tatapan matanya begitu tajam. ada kebencian dan juga dendam, yang harus Arjun tuntaskan pada Arya.


"ini belum selesai, Arya! kau harus mati di tanganku! ". Arjun menyeringai dengan sorot mata tajam.


"aku belum kalah, aku sedang mempersiapkan segalanya untuk menyerangmu, Arya! kau selalu menganggap kediamanku sebagai kelemahan. maka akan ku tunjukan jati diriku! ".


berbeda dengan Arya, kini dirinya telah bisa menerima kenyataan. sejak kepergian pak yogi! arya lebih terlihat baik. ia tak lagi membenci Arjun, justru dirinya ingin lebih dekat dengan Arjun.


"andai kau tau, Arjun! aku tak lagi membenci mu. " ucap Arya.


Arya merasa bersalah pada Arjun. karna dirinyalah Arjun menjadi jahat. Arjun sekarang bagaikan manusia yang tak punya hati. itu semua sebab dirinya. maka, arya berjanji akan memperbaiki kesalahannya.


"kau hanya tersesat, Arjun! aku harus mengembalikan mu pada Arjun yang dulu. "


Arya bertekad memperbaiki segalanya. ia tak ingin Arjun betindak lebih jauh lagi.


namun, siapa sangka di balik sikap Arya yang ingin berubah. ada seseorang yang tak senang dengan keputusan Arya. siapa lagi kalau bukan Nyi Arum.


"Tidak akan aku biarkan kamu berubah, Arya! kau adalah putraku, calon raja para siluman! seorang Siluman tidak memakai hati tapi menggunakan katangkasan. " gumam Nyi Arum.


ya, Nyi Arum ingin menjadikan Arya sebagai raja siluman. ia tak ingin Arya menjadi orang baik. ia ingin Arya menjadi seperti apa yang ia mau.

__ADS_1


"kau harus menjadi seperti yang aku mau, kau harus menjadi raja para siluman, Arya! harus. " ucap Nyi Arum.


berulang kali Nyi Arum mencuci otak Arya, dari kecil pun Arya sudah di bayang-bayangi oleh kebencian Nyi Arum.


namun, kini Arya menjelma menjadi pria yang lebih baik. ia tak lagi terpengaruh oleh ucapan Nyi Arum. ia hanya menganggap ucapan Nyi Arum sebagai angin lalu.


Arjun mulai menyadari, bahwa selama ini dalang dari kebencian di hatinya adalah Nyi Arum.


"kau harus membunuh Arjun, Arya! ". ucap Nyi Arum.


"mengapa? ". Arya, mengernyitkan dahinya heran. mengapa Nyi Arum berkata seperti itu.


"karna dia, ayahmu tak menyayangi dirimu. karna Arjun juga, Ayahmu tewas! Arya. " ucap Nyi Arum, ia mencoba mempengaruhi Arya.


namun Arya hanya menanggapinya dengan senyuman. jelas saja hal tersebut membuat Nyi Arum heran. pasalnya, tidak ada yang lucu dengan ucapannya.


"biar aku jelaskan. papa amat menyayangiku, dia sering menegok ku kan dulu. jika papa tak menyayangiku, maka dia tidak akan mengorbankan dirinya untuk ku. lagi pula kematian bukan kehendak manusia! ".


Nyi Arum membuka mulutnya, ia tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Arya. kini Arya telah banyak berubah.


"Arya pasti sudah di pengaruhi oleh yogi! ". gumam Nyi Arum dalam hatinya.


Nyi arum tak berbicara lagi, karna saat ini percuma berbicara pada Arya. ia tidak akan tinggal diam melihat perubahan Arya.


"ada lagi yang ingin kau katakan? ". tanya Arya.


Nyi Arum menggelengkan kepalanya. setelah itu Arya pun pergi meninggalkan Nyi Arum, yang masih terdiam di posisinya semula.


"baiklah, aku akan pergi! ". Arya melenggang pergi.


Arya akan pergi menuju suatu tempat, Arjun menuju sebuah pemakaman. ia ingin mengunjungi makam sang papa.


"pa, apa kabar? aku datang menemui! maaf, jika semasa hidup aku selalu membuatmu marah! ". ucap Arya sembari berjongkok di pusara sang papa.


Arya mencurahkan segala isi hatinya disana. ia mengungkapkan segala keluh kesahnya. ia ingin memperbaiki hubungan dengan Arjun.


setelah selesai mengeluarkan segala isi hatinya, Arya pun mendoakan ketenangan untuk sang papa. ia pun menyirami pusara sang papa dengan air dan menaburinya dengan bunga. Arya pun pergi dari pusara sang papa.

__ADS_1


__ADS_2