
sementara Dwi Pangga. kini dirinya tengah berada diluar gerbang. ia tak ikut masuk seperti yang dilakukan oleh Arjun dan Arya, sebab dirinya tahu didalam sana sangat berbahaya. maka dari itu Dwi mencari aman dengan menunggu diluar.
Ia terlihat mondar mandir di depan gerbang, ia mulai cemas. bagaimana jika Arjun dan Arya tidak berhasil menolong Rindu. maka ia juga tidak akan pernah bertemu dengan Rindu.
"bagaimana jika mereka dibunuh?". gumam Dwi Pangga.
Dirinya berharap mereka bisa menyelamatkan Rindu. namun hingga detik ini mereka tak nampak keluar dari dalam.
rasa cemas dan takut bercampur menjadi satu. ia takut jika tak bisa bertemu kembali dengan Rindu. entah mengapa ada rasa yang tak bisa Dwi jelaskan, seperti ada getaran aneh dalam hatinya kala bersama Rindu.
"Semoga kau baik-baik saja, Rindu!! ". gumamnya dalam hati.
Dwi pangga hanya bisa menunggu, tanpa berniat untuk masuk. ia bukan tak mau menolong Rindu, namun keadaan tak memungkinkan.
tiba masanya, kala Dwi tengah duduk dan berharap yang di tunggu keluar. tiba-tiba ia mendengar orang yang tengah bertarung.
"sepertinya ada orang yang sedang bertarung?? ". ucapnya, ia pun memastikan kembali pendengarannya. Dwi pun menajamkan pendengarannya dengan menempelkan daun telinganya ke pintu gerbang di hadapannya.
"iya benar, mereka sedang bertarung. sepertinya itu suara Arjun!! ". ucapnya kembali.
ketika Dwi sedang menguping, tiba-tiba sebuah pedang menghampiri lehernya. sontak saja Dwi kaget dan melirik siapa gerangan yang telah melakukan hal tersebut.
"siapa kau dan mau apa kau?? ". tanya seorang Pria, berseragam seperti pasukan penjaga.
"a-aku... " Dwi berbicara dengan terbata, ia tak mampu meneruskan ucapannya.
"cepat katakan! kau penyusup. " ucap penjaga tersebut.
"bu-bukan a-aku bukan penyusup. " Dwi membantah Ucapan sang penjaga.
penjaga tersebut memperhatikan Dwi Pangga dari ujung kaki sampai ujung rambut. ia menyadari bahwa Dwi bukanlah dari kalangannya.
"sudah, bawa dia meghadap Ratu. agar kepalanya di penggal! ". ucap seorang yang lain.
penjaga pun hendak membawa Dwi, namun Dwi pun tak mau kalah dan diam saja. akhirnya ia pun melawan dan berhasil menyingkirkan pedang dari lehernya.
Ia pun berlari meninggalkan mereka yang terus mengejar dirinya.
"kejar dia, jajanan biarkan dia lolos!! ". teriaknya.
mereka semua, lantas mengejar Dwi yang berlari sekuat tenaga. hingga akhirnya mereka berhasil mengejar Dwi. kini Dwi tengah dikepung oleh pasukan penjaga.
"mau pergi kemana kau, kau tak bisa pergi dari kami. sebaiknya kau menyerah dan ikut bersama kami!! ". ucap salah satu dari mereka.
Dwi berada di tengah-tengah mereka, tak ada pilihan bagi Dwi selain menghadapi dan menumbangkan mereka. sebab, jika kabur pun akan terasa percuma. mundur kena, maju pun kena.
"terpaksa, aku harus mengahadapi mereka semua!! ". gumamnya.
__ADS_1
Dwi Pangga segera memasang kuda-kuda, ia bersiap jika mereka menyerang dirinya.
"serang!!! ". teriak salah satu.
"aaaahhhhhh... !!! " teriak mereka.
siat.. siat.. siat...!!
terdengar perkelahian antara Dwi dan ailuman penjaga.
"sial, aku bisa kalah jika terus seperti ini!! ". gunamnya dalam hati.
pasukan siluman terlalu banyak, hingga Dwi begitu kewalahan menandingi kekuatan mereka.
Dwi Pangga terlihat sedang berfikir, ia harus segera mencari cara agar bisa melumpuhkan mereka.
"bagaimana caranya melumpuhkan mereka semua?? ". gumamnya dalam hati.
Dwi baru teringat dengan cincin pemberian dari Ki Ageng. ia mun mengeluarkannya dan berharap semoga cincin itu bisa membantu dirinya.
"semoga cincin ini bisa menolongku! ". ucap Dwi Pangga.
Ia pun mengarahkan Cincin tersebut kearah mereka, terlihat dari cincin tersebut mengeluarkan sebuah cahaya berwarna biru, mereka terlihat silau dengan cahaya yang di keluarkan oleh cincin tersebut.
"jauhkan Cincin itu dari mata kami!! ". ucap salah satu dari mereka.
Benda tersebut menimbulkan kepulan asap yang tebal, ini adalah kesempatan bagi Dwi Pangga untuk kabur dari kejaran para penjaga.
"ini adalah kesempatan untuk kabur!! ". ucapnya.
dengan secepat kilat, Dwi Pangga melompat dan pergi dari hadapan para penjaga.
hingga kepulan asap terlihat menghilap. terlihat para penjaga pun terbatuk-batuk.
Uhuk.. uhukk... uhukk!!!
mereka terlihat terbatuk-batuk, sebab kepulan asap yang di timbulkan oleh benda yang di lemparkan oleh Dwi Pangga.
"kemana dia?? ". tanya salah satu dari mereka.
"kurang ajar, dia telah berhasil kabur dari kita!! ". sahut dari salah satu dari mereka.
mereka pun memutuskan pergi dan segera kembali ke penjara. sebelum mereka di tegur oleh Nyi Arum.
"lebih baik kita kembali, sebelum kita di marahi! ". ajaknya.
"ayo! ". sahut mereka.
__ADS_1
mereka pun pergi dari sana dan menuju ke penjara.
sementara Dwi Pangga, kini dirinya tengah berada diatas pohon. sengaja dirinya berubah menjadi ular, sebab siluman lain takan mengira dirinya adalah siluman.
"akhirnya aku bisa selamat dari mereka. " ucapnya lega.
"bagaimana kabar terkini Arjun. apakah dia bisa membawa Rindu keluar dari sana?? ". tanyanya dalam hati.
Dwi Pangga terus memikirkan keadaan Rindu. hingga dirinya lupa, tujuan awal dirinya kemari.
"ya tuhan, aku lupa tujuanku! ". ucapnya, Dwi pun baru ingat apa tujuan awalnya. ia pun terlihat menepuk jidatnya.
"gawat, aku bisa celaka. bagaimana jika Ki Ageng mencari ku sampai kemari? bisa mati aku. " ucapnya lagi.
Dwi Pangga harus melupakan sejenak tentang Rindu, Arjun dan Arya. kini ia harus mencari bunga teratai emas tersebut.
"aku harus segera mencarinya. kalau tidak, aku bisa mati ditangan Ki Ageng! ". gumam Dwi.
Dwi pun pergi untuk mencari bunga tersebut, sebelum Ki Ageng mencari dirinya sampai disana.
"kemana aku harus mencarinya. jika aku bertanya pasti mereka akan bertanya-tanya. jika aku tidak menanyakannya tentu saja aku tidak menemukannya". gumamnya dalam hati.
lebih baik Dwi mencari dahulu saja dulu, ia tak ingin bertanya. ia takut jika mereka curiga padanya.
"Clara, kau membuatku repot saja! ". gerutunya, namun Dwi terus saja berjalan dan mulai mencari bunga tersebut.
Dwi, mulai berjalan menelusuri sebuah sungai. dimana banyak tumbuh aneka tumbuhan liar dan yang menyita perhatiannya adalah bunga tertatai emas.
"Itu bunganya, aku berhasil menemukannya! ". gumamnya dalam hati.
terlihat senyum mengembang dari bibir Dwi. ia pun berhasil menemukan bunga itu.
namun yang membuat Dwi kesal adalah Bunga tersebut berada di tengah-tengah. ia sulit menjangkau Bunga itu.
"sial, bagaimana aku bisa mengambil bunga itu?? ". tanyanya dalam hati.
Dwi mulai memikirkan cara agar dirinya bisa meraih dan mengambil bunga tersebut.
"apa aku harus menggunakan ajian Segoro banyu. ya, aku harus gunakan ajian itu untuk mengambil bunga itu! ". gumamnya
Dwi pun mulai mengeluarkan tenaga dalamnya, ia pun menapakan kakinya sebelah ke atas air dan berhasil, kakinya tidak tenggelam. ia pun menapakan kakinya yang satu lagi ke atas air dan mulai berjalan diatas air tersebut.
Dwi mun mulai mengambil bunga teratai Emas itu hanya dengan berjalan di atas air.
"akhirnya, aku bisa mendapatkan bunga ini!! ". ucapnya.
Dwi bisa tersenyum puas, karna ia bisa membawa bunga itu.
__ADS_1
ia pum menyimpan bunga itu dan mengikatnya di pinggang celanya. ia pun bergegas pergi dari sungai tersebut.